fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel

Dalam hidup, pasti ada beberapa peristiwa yang menjadi ‘ledakan’ perubahan atas jalan yang ditapakinya. Hal tersebut memerlukan keputusan bulat dan berani dari orang yang bersangkutan. Salah satu CEO yang terkenal dalam dunia maskapai penerbangan yaitu AirAsia merupakan seorang pemimpin asal Malaysia yang telah mengambil langkah berani ketika mengambil alih AirAsia dari pemerintahan Malaysia.

  • Kalau tidak keluar dari pekerjaan sebelumnya, Tony Fernandes tak akan menggapai mimpi untuk menjadi CEO maskapai penerbangan bertarif murah.

Buku-Flying-High-Tony-Fernandes


Saat bersekolah di London dulu, Tony Fernandes kesulitan untuk pulang ke kampung halaman karena harga tiket yang sangat mahal. Dari situlah muncul mimpi untuk memiliki maskapai penerbangan jarak jauh dengan tarif rendah, agar orang-orang selain dirinya dapat bepergian dengan mudah. Tak hanya dijadikan mimpi belaka, Tony Fernandes benar-benar mewujudkannya. Namun, perjalanannya tidak semudah itu.

Sebelum akhirnya menjadi CEO maskapai penerbangan, Tony Fernandes berkecimpung dalam industri musik Malaysia. Dia menjadi seorang direktur manajer termuda di WarNer Music Malaysia. Jenjang karirnya mulus di sana, bahkan dia naik jabatan menjadi wakil presiden Warner Music Group Asia Tenggara.

Kejayaan Warner Music makin memuncak ketika mereka bergabung dengan America Online. Kondisi yang demikian ‘menyenangkan’ tidak membuat Tony Fernandes benar-benar senang. Setelahnya, dia mengambil langkah untuk keluar dari Warner Music, meninggalkan semua jabatan yang sudah diraihnya, dan memilih untuk mengejar mimpinya. Keluar  dari Warner Music, Tony Fernandes membeli maskapai penerbangan yang hampir bangkrut dari pemerintah Malaysia, yaitu AirAsia.


Kalau tidak nekat membeli maskapai AirAsia dari pemerintah Malaysia dan tidak mengambil risiko untuk membayar seluruh utang AirAsia, Tony tak akan dikenal sebagai seorang CEO pemberani yang gila!


Buku-Tony-Fernandes-Flying-High-AirAsia


September 2001 adalah masa-masa yang buruk bagi industri penerbangan. Setelah kejadian serangan 9/11 di Amerika Serikat, banyak orang yang menolak dan tidak mau bepergian dengan menggunakan pesawat. Pada saat itulah, lagi-lagi Tony Fernandes mengambil langkah yang luar biasa. Dia nekat membeli maskapai penerbangan AirAsia dari pemerintahan Malaysia.

Harga beli simbolik Air Asia saat itu hanya RM 1, namun kondisi AirAsia saat itu hampir bangkrut dan memiliki utang sampai RM 40 juta! Demi melunasinya, Tony terpaksa menggadaikan rumah dan mengeluarkan seluruh uang simpanannya, demi membangkitkan kembali AirAsia, demi mewujudkan mimpi-mimpinya.


Banyak orang yang tidak percaya dengan maskapai gagasan Tony Fernandes. Tetapi dengan tekad dan kesungguhan yang kuat, Tony Fernandes tetap berusaha sekuat tenaga menggerakkan AirAsia dan terus-menerus mencoba berlari bersamanya. Tony Fernandes tidak merasa keputusannya salah, dia justru merasa bahwa waktu dia membeli AirAsia, adalah saat-saat yang tepat. Banyak hal baik dan peluang yang dia dapatkan.

Di balik kejadian mengerikan serangan 11 September, harga tiket pesawat menurun hingga 40%. Belum lagi banyak pula tenaga kerja berpengalaman yang putus kerja karena kejadian itu. Banyak maskapai yang hampir mengalami kebangkrutan. Dari kondisi itu, Tony Fernandes mendapat banyak ‘keuntungan’. Dia mudah merekrut orang-orang berpengalaman tersebut, untuk bergabung bersama maskapai miliknya.

Tak gentar, Tony Fernandes tetap berpikiran positif. Dia percaya bahwa orang-orang Malaysia akan menyambut baik tarif penerbangan yang rendah apalagi saat itu keadaan ekonomi sedang ketat. Dan benar saja, segala perhitungan dan pemikirannya saat itu, serta usahanya yang tak putus mampu membawa AirAsia menjadi maskapai penerbangan yang dikenal dunia seperti sekarang.

  • Bertindak berani, hingga memunculkan hak pendaratan bukan hanya untuk AirAsia saja, tapi juga untuk maskapai penerbangan tarif rendah lainnya.

AirAsia-Tony-Fernandes

Pencapaian terbesar Tony Fernandes adalah kembali memulihkan AirAsia sebagai maskapai penerbangan internasional. Pada pertengahan 2003, Tony Fernandes meminta persetujuan Mahatir untuk menurunkan izin hak pendaratan. Dia pun berhasil memperoleh hak tersebut. Atas tindakannya, hak pendaratan tak hanya berlaku bagi AirAsia saja, namun juga kepada maskapai penerbangan tarif rendah lainnya. Selain itu, Tony Fernandes juga berhasil merevolusikan industri penerbangan melalui penerbangan tarif rendah, gagasannya ini sangatlah berdampak bagi industri penerbangan.

Performa kerja Tony Fernandes juga dianggap cemerlang. Karenanya, dia berhasil mendapatkan penghargaan Visionaries and Leadership Series dari International Herald Tribune, yang merupakan perusahaan surat kabar Amerika Serikat. Penghargaan ini diberikan kepadanya sebagai pengakuan terhadap prestasi sebuah perusahaan dan kemahirannya atas mengurus perusahaan tersebut.

Kemahiran dan upayanya tercermin dari tindak yang dia lakukan. Baru-baru ini, Maret 2018, beredar video petugas darat di bandara yang melempar barang-barang bagasi penumpang. Tony Fernandes mengambil tindakan untuk meminta maaf atas kejadian itu. Tony Fernandes pun mengunggah video tersebut di akun Facebook pribadi miliknya. Dia pun akan bertanggung jawab atas adanya kejadian tak mengenakkan tersebut. Tony Fernandes melakukan langkah yang cepat dan bijak, sehingga nama baik AirAsia cepat kembali pulih. Masalah pun tidak berlarut-larut.

Kabur dari masalah dan membiarkan orang lain yang menyelesaikannya bukanlah tindakan yang baik dan tepat untuk dilakukan. Dengan berani dan bertanggung jawab, Tony Fernandes langsung turun tangan dan menghadapi permasalahan yang ada.

Tony Fernandes memang merupakan atasan yang tidak segan bekerja langsung dengan staf-stafnya. Dia membuktikan bahwa dia merupakan salah satu pemimpin yang baik. Untuk menjadi pemimpin yang baik, setidaknya dia memiliki pengalaman tentang bagaimana pekerjaan berjalan dengan dan tanpa karyawan.

Kalau Tony tidak melakukan pekerjaan turun langsung ini, belum tentu dia menjadi pemimpin yang baik seperti sekarang.

Tony menggunakan strategi bisnis yang sederhana dan rendah hati. Da tidak memberikan batasan antara pekerja dengan dirinya. Dengan tidak adanya batasan tersebut, staf Tony Fernandes dapat bertanya atau berinteraksi langsung dengannya, kapan pun, dan di mana pun. Tony Fernandes selalu memberikan motivasi kepada stafnya agar mereka percaya, bahwa baginya mereka adalah prioritas utama. Tony meyakini bahwa ketika dia berhasil membuat karyawannya nyaman dan bahagia, maka karyawannya akan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggannya.

Pemikiran sederhana dan membumi dari Tony Fernandes, serta kisah-kisah tentang dirinya hingga dia sukses seperti saat ini dapat dibaca dalam bukunya yang berjudul Flying High. Tak hanya memukau, buku tersebut juga memuat kisah hidup Tony, dari masa kecilnya, orangtuanya, hingga mimpi-mimpi yang telah mengantarkannya menjadi salah satu pengusaha berpengaruh di Asia, bahkan dunia!




[Oleh: Adzhani Fatimah Az-Zahrah]



Baca juga: 5 Fakta Menarik Tony Fernandes, Sang Bos AirAsia 

Baca juga: Keren! Inilah 4 Tokoh yang Sukses dengan Modal Nekat

 

0

Artikel

Katanya, jadi orang sukses modalnya harus besar. Entah modal uangnya, pendidikan kerennya, atau latar belakang keluarga yang kebanyakan juga sukses. Katanya, definisi sukses adalah mereka-mereka yang punya jabatan tinggi di suatu perusahaan atau mereka yang justru mendapat penghargaan pendidikan. Terkesan sulit untuk digapai. Sampai-sampai keinginan menjadi sukses seperti sekadar ada di pikiran saja. Tapi kenyataannya, definisi sukses sekarang ini tidak melulu tentang bekerja di suatu perusahaan besar atau harus punya modal uang yang banyak.

Belakangan, banyak orang yang mulai melirik wirausaha ketimbang menjadi karyawan di perusahaan dan menjejak karir di sana. Kesuksesan finansial bisa diperoleh dari membangun usaha sendiri dan memulai dari nol. Menjadi sukses juga bisa ditempuh dengan melewati jalan panjang berliku terlebih dahulu. Bahkan, kesuksesan juga bisa dimodali dengan kenekatan. Tidak percaya? Ini bukti kalau ada 4 tokoh yang sukses dengan bermodalkan nekat.

  1. Elon Musk, sang Bos Paypal yang  disebut juga sebagai Iron Man versi dunia nyata!

    Buku Elon Musk

    Lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Afrika Selatan, Elon Musk yang ternyata seorang introvert ini mengembangkan minatnya di dunia komputer. Elon sekarang ini dikenal sebagai pengusaha yang gemar sekali melakukan dobrakan di bidang teknologi. Karakter Tony Stark atau Iron Man yang ada di film superhero itu ternyata sedikit banyak terinspirasi dari tokoh dunia nyata, yaitu Elon Musk.

    Ketika kecil, Elon Musk belajar sendiri bagaimana melakukan dan menjalankan sebuah program. Sampai-sampai, di umurnya yang baru 12 tahun, Elon Musk sudah membuat penjualan perangkat lunak pertamanya, Blastar, yang dia kembangkan dari permainan yang dia ciptakan sendiri.


    Sang introvert ini pun pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan semasa sekolah. Dia pernah sampai dirawat di rumah sakit setelah didorong hingga terjatuh dari atas tangga oleh sekelompok penindas. Dia pun pernah dipukuli hingga pingsan. Namun, bukannya malah berkepribadian pesimistis, Elon Musk justru lahir besar menjadi seorang introvert dengan segudang ambisi dan ide brilian.

    Pada usia 20 tahun (1989), Elon pergi belajar bisnis dan fisika di Universitas Pennsylvania. Setelah selesai, dia melanjutkan pendidikannya ke Universitas Stanford (1992). Namun, baru 2 hari bergabung, momen ketika dia masuk ke Universitas Stanford untuk gelar Ph. D-nya bertepatan dengan ‘ledakan’ di internet. Dengan modal nekat, Elon keluar dari Stanford dan meluncurkan perusahaan pertamanya, Zip2 Corporation. Dari Zip2 Corporation, Elon mendapatkan uang tunai sebesar US$ 307 juta dan US$ 34 juta (opsi saham) dari Compaq Computer Corporation (1999). Nekatnya Elon memiliki artian bahwa dia adalah tipe pribadi yang mudah mengambil keputusan dalam waktu singkat, namun dalam artian yang positif.

    Setelah Zip2 berada di bawah naungan Compaq Computer Corporation, Elon kembali mendirikan perusahaan yang dia namai X.com.  Dari X.com, muncullah sistem pembuatan PayPal oleh Elon. Pada tahun 2002, PayPal diakusisi oleh eBay seharga US$ 1,5 miliar. Luar biasa!

    Tak berhenti di situ, dengan kenekatan lainnya, Elon Musk kembali mendirikan perusahaan bernama Space Exploration Technologies Corporation atau SpaceX (bergerak di bidang transportasi luar angkasa) yang berujung relasi dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional NASA. Setelahnya, muncul pula Musk Foundation, Tesla Motors, dan ‘kegilaan-kegilaan’ lain hasil pemikiran dan kenekatan seorang Elon Musk. Elon percaya bahwa ide gila yang dia miliki bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. Bahkan Elon memiliki cita-cita nekat lain, yaitu menghabiskan masa tuanya di Mars.

  2. Bill Gates, si kaya raya pendiri Microsoft yang dianggap gila

    Bill Gates_Buku Tony Fernandes

    Ketika kecil, Ibu Bill Gates benar-benar menanamkan nilai disiplin pada anaknya. Selain itu, Ibu Bill Gates juga menuntut anak-anaknya untuk selalu bekerja keras, berolahraga, dan mengikuti les musik. Bahkan ibunya juga berharap anak-anaknya selalu berpakaian dengan pantas dan bersikap ramah kepada setiap tamu yang berkunjung ke rumah mereka.

    Menurut ayahnya, Bill Gates kecil juga sudah sangat menyukai belajar. Bahkan ketika umurnya 10 tahun, dia sudah tamat membaca World Book Encyclopedia dari seri awal sampai akhir. Saat usia Bill  Gates 11 tahun, dia pun sudah tertarik dengan topik bisnis hingga peristiwa dunia. Kebanggaan ayah bertentang dengan sang ibu yang justru merasa khawatir karena Gates lebih suka berkutat dengan buku ketimbang berhubungan dengan orang lain.

    Saat usianya 13 tahun, Bill Gates belajar di sekolah eksklusif, Lakeside School. Di sana dia dikenal sebagai siswa yang sangat pandai. Pada fase ini, Bill Gates juga mulai tidak suka dikontrol oleh orang tuanya. Hal tersebut sampai memunculkan pertengkaran antara Gates dan orang tuanya.

    Semasa kuliah, Bill Gates bersama Paul Allen mendirikan Microsoft. Bukannya tetap melanjutkan pendidikan sambil menjalankan perusahaannya, dia malah nekat dan memutuskan drop out dari Harvard University. Meski berat, orang tuanya tetap mendukung keputusan yang diambil Bill Gates.

    Memilih untuk drop out adalah keputusan yang tepat bagi Gates. Setelahnya, dia fokus mengembangkan Microsoft hingga berjaya sebagai produsen software komputer terbesar di dunia. Sistem operasi Windows pun masih sangat dominan digunakan di berbagai komputer. Sampai akhirnya, Gates dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia dengan harta kekayaan mencapai USD 61 miliar.

  3. Steve Jobs, pendiri Apple yang berhasil mematahkan dominasi Microsoft Bill Gates!

    Steve Jobs - Buku Flying High Tony Fernandes

    Sama seperti Bill Gates, Steve Jobs pernah drop out dari Reed College. Bahkan dia mencoba bertahan hidup dengan tidur menumpang di asrama teman-temannya dan menukarkan botol cola agar mendapatkan uang untuk makan. Dia pun pernah berjalan sejauh 10 km seminggu sekali untuk mendapatkan makanan yang baik. Jobs tetap mencoba terus belajar di kampus dengan mengambil kelas non formal bidang kaligrafi. Dari mempelajari hal tersebut selama 10 tahun, Jobs mendapat ilham untuk mendesain komputer Macintosh pertama.

    Steve Jobs mengembangkan Apple ketika umurnya 20 tahun. Ketika mengembangkannya, dia bersama Steve Wozniak tidak punya uang, mereka berdua nekat mengumpulkan barang untuk Apple dengan menjual barang-barang berharga milik mereka. Tak lama, komputer pertama mereka (Apple 1) berhasil mereka rancang dan mereka jual sebanyak 50 unit di sebuah toko lokal. Dalam 10 tahun, bersama 2 orang kawannya, Apple berkembang pesat hingga memiliki 4000 karyawan dan menghasilkan USD 2 miliar.

    Pada tahun 1985, Jobs justru diberhentikan dari perusahaan karena mengalami konflik dengan salah satu temannya yaitu Sculley. Akhirnya dia menjual semua saham dan mengalami kesedihan yang berat. Dari momen itu, Jobs memulai usahanya lagi dengan mendirikan perusahaan yang bernama NeXT dan perusahaan animasi bernama Pixar.

    Pixar terkenal dengan film-film animasinya yang berkesan. NeXT kemudian dibeli kembali oleh Apple, dan Steve Jobs pun kembali ke Apple.  Setelah Steve Jobs kembali bergabung, Apple meningkat luar biasa dengan inovasi yang terus muncul. Akhirnya, Apple pun seperti yang kita kenal sekarang.

  4. Tony Fernandes, pemilik Air Asia yang membeli Air Asia seharga Rp 3.500?

    Buku Flying High Tony Fernandes

    Tony Fernandes nekat meninggalkan pekerjaannya untuk mewujudkan mimpi masa kecil yang dia miliki. Dia bermimpi untuk membangun maskapai penerbangan murah pertama di Asia. Pertama kali membeli Air Asia dari pemerintah Malaysia September 2001 lalu, Tony Fernandes hanya membayar 25 pance atau sekitar 3.500 rupiah saja! Setelah membelinya, Fernandes bingung karena dia tidak memiliki pengalaman menjalankan perusahaan penerbangan.

    Pada tahun 2002, Air Asia memulai bisnisnya dengan 2 pesawat. Namun sekarang, Air Asia memiliki 86 pesawat yang menerbangkan sekitar 30 juta orang ke seluruh dunia. Tak puas dengan penerbangan jarak dekat, Air Asia memperluas jangkauan dengan melayani penerbangan jarak jauh dengan maskapai baru mereka, Air Asia X.

    Semua perjalanan yang dia lakukan tidak mudah. Pernah suatu ketika maskapai membutuhkan kendaraan untuk mengangkut barang-barang ke kabin dengan harga yang sangat mahal yaitu satu juta dolar. Tony mengaku hampir sakit pinggang gara-gara memasukkan barang-barang secara manual. Kisah sepak terjang dan kenekatan yang dilakukan Tony Fernandes bersama Air Asia lainnya bisa dibaca dalam buku Flying High.



    [Oleh: Adzhani Fatimah Az-Zahra]



    Baca juga: 5 Fakta Tony Fernandes, Sang Bos AirAsia

    Baca juga: 8 Motivator Terkenal di Dunia yang Bisa Menginspirasimu

     




0

Artikel

Ahed Tamimi, seorang aktivis perempuan asal Palestina menjadi sorotan masyarakat dunia karena aksi beraninya. Perempuan 17 tahun ini menampar tentara Israel yang mendatangi rumah keluarganya di desa Nabi Saleh. Aksi yang terjadi pada 17 Desember 2017 ini direkam oleh sepupunya, Nur Tamimi dan menjadi viral setelah tersebar di dunia maya.

 

Ahed dan keluarganya tinggal di Desa Nabi Saleh, Palestina. Desa ini telah bertahun-tahun mengalami pendudukan oleh militer Israel, yang membuat para penduduknya kesulitan mendapat akses ke sumber mata air, rumah sakit, dan pantai karena terhambat oleh pos-pos pemeriksaan. Bertahun-tahun pula para penduduk Nabi Saleh berjuang melawan pendudukan dengan berbagai aksi damai, salah satunya demonstrasi.

  1. Aksi penamparan

    Buku Ahed Tamimi

    Kronologis aksi penamparan Ahed Tamimi kepada tentara Israel bermula dari demonstrasi yang dilakukan di desa Nabi Saleh mengenai perebutan wilayah di daerah tersebut. Aksi protes berlangsung ricuh setelah kurang lebih 200 demonstran melempar batu ke arah tentara Israel. Tentara Israel berusaha untuk meredakan demonstrasi yang ricuh dan masuk ke rumah keluarga Tamimi untuk menenangkan demonstran.

     

    Terdapat dua informasi yang berbeda, berdasarkan tentara Israel, demonstran tetap melempar batu dari dalam rumah. Sedangkan menurut pihak keluarga Tamimi, ketika demonstrasi berlangsung, sepupu Ahed, Mohammed Tamimi ditembak kepalanya dari jarak dekat dengan senjata berpeluru karet.

     

    Ketika tentara Israel memasuki rumahnya, Ahed, dengan ibu dan sepupunya, Nur, menghampiri kedua tentara Israel untuk mengusir mereka. Ketika mereka berkeras tidak mau pergi, Ahed menampar salah satu tentara. Menyadari bahwa seluruh peristiwa ini direkam, tentara Israel tersebut tidak membalas sedikit pun.

     

    Video tindakan berani Ahed tersebar luas di dunia maya setelah ibunya mengunggah video tersebut ke halaman Facebook-nya. Lantas video itu pun menjadi viral. Pada 19 Desember, Ahed ditangkap oleh pihak militer Israel saat tengah malam. Ibunya juga ditahan ketika menjenguk Ahed sehari setelah penangkapan.

     

    Pada 1 Januari 2018, Ahed dijatuhi dakwaan atas tindakannya. Penyerangan terhadap tentara Israel, ikut campur dalam tugas tentara, mengancam tentara, berpartisipasi dalam kerusuhan, menghasut orang lain untuk mengikuti kerusuhan, dan pelemparan baru kepada tentara.

     

    Tak hanya itu, berdasarkan info dari Al-jazeera, ibu Ahed mendapatkan tuduhan penghasutan atas tindakan mengunggah video Ahed di media sosial dan tuduhan penyerangan.  Dan sepupunya, dituduh dengan penyerangan terhadap tentara dan juga ikut campur dalam tugas tentara.

  2. Ikon perlawanan Internasional


    Buku-Ahed-Tamimi-Palestina


    Sosok Ahed Tamimi menjadi sorotan masyarakat dunia.  Ahed dikenal sebagai ikon perlawanan oleh warga Palestina. Ahed juga disandingkan dengan tokoh perlawanan lainnya seperti Malala Yousafzai, Che Guevara, dan Joan of Arc. Keberanian aksinya itu membuat dirinya harus mendekam di penjara selama 8 bulan.

     

    Ternyata aksi Ahed pada tahun 2017 bukanlah yang pertama kali. Tahun 2012, gadis ini sempat mencuri perhatian masyarakat dunia dengan foto dirinya mengancam dan mengepalkan tinju ke arah tentara Israel yang berusaha menahan adiknya pada aksi protes. Saat itu dirinya masih berusia 12 tahun. Tindakan beraninya itu membuat Ahed mendapatkan penghargaan dari Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan.

     

    Pada tahun 2015, video kontroversial Ahed tersebar luas. Video tersebut menunjukkan dirinya yang menggigit tangan tentara Israel yang sedang berusaha menangkap adiknya, Mohammed yang berusia 12 tahun atas tuduhan pelemparan batu. Di video itu juga terlihat beberapa wanita Palestina yang diantaranya adalah Nariman, ibu dari Ahed dan Mohammed, mengelilingi, menampar, dan menarik baju sang tentara.

  3. Incaran Israel


    Fakta Ahed Tamimi

    Aksi perlawanan yang dilakukan Ahed tentunya berdampak besar untuk dirinya dan keluarganya. Sejak videonya tahun 2015, Ahed diincar Israel. Dalam sebuah wawancara Al-Jazeera, Ahed merasa bahwa tentara Israel akan mendatanginya untuk menembak dan membunuhnya. Saat bermain, Ahed dan teman-temannya merasa tidak nyaman ketika ada tentara Israel yang datang. Akibat video yang jadi pemberitaan di seluruh dunia, Ahed sangat dikenali oleh para tentara Israel.

     

    Pada suatu hari, Ahed dan ibunya hendak mengunjungi kakak Ahed, Waed, yang ditahan di penjara Israel. Ketika mereka berdua masuk pos pemeriksaan, tentara Israel langsung mengenali Ahed dan memintanya untuk keluar. Ahed tidak mendapatkan izin untuk melintas dan masuk ke Israel. Ahed juga kerap diteriaki oleh para tentara Israel yang melihatnya.

     

    Demi alasan keamanan, ayah Ahed mengirim Ahed ke rumah sepupunya di Ramallah untuk sekolah. Hal ini dilakukan untuk menghindari incaran tentara Israel setiap kali Ahed melintasi pos pemeriksaan.

     

    Keluarga Ahed bukanlah keluarga sembarangan. Ayah Ahed, Bassem, beberapa kali keluar-masuk penjara Israel hingga 2012. Amnesty International melabelinya sebagai tahanan politik. Sedangkan ibunya, Nariman, sudah lima kali di penjara. Dan kakaknya, Waed, sudah dua kali masuk penjara. Sedangkan Ahed baru pertama kali ini dijebloskan ke penjara. Pasalnya, keluarga Ahed selalu berada di garda terdepan ketika ada aksi protes mengenai pendudukan wilayah yang dilakukan Israel.

  4. Ingin menjadi pengacara


    Buku-Ahed-Tamimi

    Setelah 8 bulan menjalani masa hukumannya, Ahed tak lantas putus asa. Dirinya bercita-cita untuk menjadi pengacara sehingga bisa membela orang-orang Palestina yang dihukum secara tidak adil.

     

    Ahed bercerita bahwa dia menjalani kehidupan yang sulit selama di penjara. Ahed menggunakan waktunya di penjara untuk mempelajari tentang hak asasi manusia, mengedukasi dirinya, dan melatih kesabarannya.


    Penangkapan Ahed menjadi sebuah isu sorotan tentang anak-anak yang dipenjara oleh Israel. Berdasarkan B’Tselem, organisasi hak asasi manusia Israel, dari 6000 orang Palestina yang dipenjara oleh Israel, 300 diantaranya adalah anak-anak.

     

    Ahed sangat senang bisa berkumpul kembali dengan keluarganya. Namun Ahed berharap bahwa semua saudaranya yang dipenjara juga dapat bebas seperti dirinya. Ahed menyebut dirinya seorang pejuang kebebasan, bukan seorang korban.  Ahed memperjuangkan apa yang benar. Dibalik reputasinya sebagai aktivis pejuang kemerdekaan Palestina, Ahed juga seorang anak remaja biasa. Hal pertama yang Ahed inginkan setelah keluar dari penjara adalah makan eskrim.

     

     


                          [Oleh: Fifi Feby Yanti]

                         
                          Baca juga: Sea Prayer; Sebuah Penghormatan Untuk Para Pengungsi



0

X