fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel

Menjadi satu dari seratus orang paling berpengaruh di dunia tahun 2015 versi majalah Time tidak pernah ada dalam bayangan Tony Fernandes kecil. Bos maskapai penerbangan AirAsia yang berbasis di Malaysia ini telah 16 tahun memimpin  dan menjadikan perusahaan penerbangan bertarif rendah ini menjadi perusahaan besar yang diperhitungkan.

Hidup dan tumbuh besar menjadi bocah yang memiliki banyak mimpi dan angan menjadikan pria keturunan India ini menjadi pengusaha sukses. Di usia enam tahun Tony kecil pernah menceritakan mimpinya untuk memiliki perusahaan penerbangan sendiri pada ayahnya. Ayahnya yang dulu merupakan seorang fisikawan tidak terlalu mendengarkan celoteh anaknya tersebut, yang dianggap hanya angin lalu. Namun Tony terus hidup dalam mimpinya untuk menjadi pengusaha sukses dan menjadikannya seperti sekarang.


Bos-Air-Asia-Tony-Fernandes

Di awal karirnya, pria berusia 53 tahun ini pernah dianggap gila ketika pertama kali memulai bisnis AirAsia dengan Datuk Kamarudin. Namun ia tak patah arang, dan terus memupuk mimpi yang telah ia idam-idamkan sejak kecil. Bertahun-tahun kemudian ia pun membuktikan pada dunia bahwa tidak ada yang mustahil selagi manusia mau dan masih mampu berusaha.

Tony Fernandes lahir di Malaysia pada tahun 1964 silam. Sempat bersekolah di London, Inggris Tony mengenyam Pendidikan di jurusan Ekonomi. Di awal karirnya pria yang terlahir di keluarga dengan kecintaan terhadap seni ini sempat bekerja di dunia musik. Namun perlahan ia merasa dunia ini kurang menjanjikan dan kemudian ia banting setir dan membuat keputusan penting untuk membangun maskapai penerbangan murah pertama di Asia.


Baca juga: 5 Fakta Menarik Tony Fernandes, Sang Bos AirAsia

 

Di usia 37 tahun Tony mendirikan AirAsia pada tahun 2001. Bermula dari dua pesawat tepat di satu tahun setelah memulai bisnis, kini AirAsia telah melayani penerbangan hampir ke seluruh dunia dan telah membawa lebih dari 220 juta orang.

Keinginannya untuk membuat maskapai dengan penerbangan murah ini berawal dari cita-citanya untuk memberi kesempatan bagi semua orang bisa merasakan kemudahan naik pesawat. Hal ini kemudian terwujud karena di tahun 2009 hingga 2013 AirAsia didapuk sebagai maskapai dengan penerbangan termurah di dunia versi World Airline Survey oleh Skytrax. Kini AirAsia menjadi salah satu maskapai yang sangat diperhitungkan di dunia penerbangan.

Kesuksesan ini tentu tidak ia dapatkan dengan mudah. Banyak perjuangan dan hal yang telah Tony lakukan untuk mewujudkan mimpinya. Tekad yang kuat serta semangat untuk meraih mimpi selalu menjadi motivasi utama Tony untuk bisa memenuhi hasratnya untuk sukses tersebut. Ia juga tidak pernah takut gagal dalam mencoba segala sesuatu untuk meraih kesuksesan.  Berikut adalah 5 tips sukses Tony Fernandes yang selalu ia pegang teguh dalam perjalanan karirnya:


    1. Percaya dengan kekuatan mimpi

      tips-bisnis-tony-fernandes-airasia

      Ini adalah hal yang selalu menjadi penyemangat Tony sejak kecil hingga tumbuh dewasa dan menjadi sukses seperti saat ini. Ia selalu percaya dengan kekuatan mimpi yang dapat membawa orang menjadi sukses dan mencari cara untuk menggapai mimpi yang dicita-citakan. “Ketika pertama kali memulai bisnis Airasia dengan Datuk Kamarudin, semua orang berpikir kami gila. Mereka bilang kami tidak pernah punya pengalaman dalam menjalankan bisnis di dunia penerbangan, dan bisnis ini tidak akan berhasil. Kalu saja kami mendengar omongan mereka, mungkin kami sudah menyerah dan tidak pernah memulai. Buku ini juga mungkin tidak akan pernah ada,” ungkap Tony saat melakukan peluncuran bukunya di tahun 2017 silam. Tony menilai buku ini menjadi bukti bahwa mimpi itu bisa menjadi kenyataan dan ia ingin memberi semangat bagi semua orang untuk mengejar dan meraih mimpi mereka.


    2. Tulislah kisah kesuksesanmu sendiri


      buku-tony-fernandes-airasia-detikcom

      Percayalah pada hal yang seolah tidak mungkin, bermimpilah, dan jangan pernah bilang tidak sebagai jawaban. Tony selalu menanamkan prinsip tersebut dalam perjalanan karirnya. Meski gagal, Tony menilai itu bukan sesuatu yang masalah. Karena setidaknya dari kegagalan ada hal yang bisa dipetik untuk menjadi pelajaran. “Gagal bukan masalah, karena kamu sudah mencoba, dan kamu bisa mencobanya kembali. Percaya pada diri sendiri dan jangan dengarkan nasihat orang lain. Berjuanglah! Dan tulis kisah suksesmu sendiri,” ungkap Tony.


    3. Pelanggan adalah segalanya

      Bisnis di bidang penyedian jasa menempatkan klien sebagai prioritas utama. Perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang menempatkan pelanggan sebagai yang terpenting dan menjamin kenyamanan serta kepuasannya. Bagi AirAsia membantu menenangkan pelanggan saat penerbangan menjadi hal yang penting. Hal ini membantu menjaga dan meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap maskapai penerbangannya yang telah eksis selama belasan tahun.


    4. Mempunyai visi

      Asean memiliki pasar e-commerce yang sangat menjanjikan. Para pengusaha perlu menyadari hal ini dan menjadikan e-commerce sebagai platform yang penting untuk memulai bisnis mereka. Ada 650 juta orang yang sangat beragam dan semuanya terkoneksi dengan e-commerce hal ini adalah sesuatu yang sangat bisa dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis.

      Sadar akan persaingan global, harus mendasari seorang pebisnis untuk memulai sesuatu. Kepentingan-kepentingan pribadi harus dikesampingkan dan melihat kebutuhan pasar menjadi hal yang harus diutamakan.


    5. Bersyukur adalah kunci kesuksesan

      Tony Fernandes menilai Asean adalah kunci kesuksesan bagi berkembangnya bisnis maskapai penerbangan bertarif rendah, AirAsia. Kekayaan budaya yang dimiliki Asean menjadi kunci keunikan dan keunggulan yang dimiliki AirAsia dan selalu ditunjukkan oleh Tony dalam seluruh materi bisnisnya. AirAsia selalu memunculkan keunikan teksil, arsitektur, seni dan keindahan alam dari Asean. Seperti: Desain batik dari Indonesia, Poom khao bin dari Thailand, Ulos dari Batak Indonesia, Kbach pka Chan dari Kambodia, dan Jongsarat Brunei dari Brunei. Keunikan ini selalu ditonjolkan dan menjadi daya tarik utama bagi AirAsia.

       

      Sebagai seorang pemimpin perusahaan dengan jumlah karyawan yang sangat banyak, Tony mampu menjadi contoh bagi siapapun. Jiwa kepemimpinannya selalu menginspirasi banyak orang. Melalui kekuatan sosial media, Tony juga selalu menyajikan konten-konten yang menarik dan menginspirasi. Perhatiannya terhadap pelanggan dan juga pekerja menjadi kunci sukses utama bagi Tony hingga bisa berada di posisi saat ini.

       

      Beberapa kecelakaan penerbangan yang terjadi dan melibatkan AirAsia selalu menjadi konsen utama bagi Tony. Dalam beberapa kesempatan, Tony selalu menunjukkan perannya sebagai pemimpin yang bertanggung jawab dengan terjun langsung dalam tiap kejadian. Ini adalah salah satu jiwa kepemimpinan yang dimiliki setiap orang untuk meraih kesuksesan. Di saat-saat krisis Tony sebagai pemimpin utama tidak mundur dan menghindar dari masalah, justru ia hadir untuk memberi solusi dan memecahkan masalah yang terjadi.

       

      Pelajaran dari kisah masa kecil Tony hingga dewasa, dan bagaimana ia menjadi seorang pemimpin dapat dibaca secara lengkap di buku Flying High yang ditulis sendiri olehnya. Buku setebal 243 halaman ini mengulas lengkap bagaimana kisah hidup Tony  yang bisa mengantarkan ia menjadi orang yang sangat berpengaruh di dunia bisnis penerbangan. Sangat menginspirasi!




      [Oleh: Lidya Yuniartha Panjaitan]


      Baca juga: Keren! Inilah 4 Tokoh yang Sukses dengan Modal Nekat


      Baca juga: Bikin Takjub! Inilah 3 Peristiwa yang Mengubah Takdir Tony Fernandes

0

Artikel

Dalam hidup, pasti ada beberapa peristiwa yang menjadi ‘ledakan’ perubahan atas jalan yang ditapakinya. Hal tersebut memerlukan keputusan bulat dan berani dari orang yang bersangkutan. Salah satu CEO yang terkenal dalam dunia maskapai penerbangan yaitu AirAsia merupakan seorang pemimpin asal Malaysia yang telah mengambil langkah berani ketika mengambil alih AirAsia dari pemerintahan Malaysia.

  • Kalau tidak keluar dari pekerjaan sebelumnya, Tony Fernandes tak akan menggapai mimpi untuk menjadi CEO maskapai penerbangan bertarif murah.

Buku-Flying-High-Tony-Fernandes


Saat bersekolah di London dulu, Tony Fernandes kesulitan untuk pulang ke kampung halaman karena harga tiket yang sangat mahal. Dari situlah muncul mimpi untuk memiliki maskapai penerbangan jarak jauh dengan tarif rendah, agar orang-orang selain dirinya dapat bepergian dengan mudah. Tak hanya dijadikan mimpi belaka, Tony Fernandes benar-benar mewujudkannya. Namun, perjalanannya tidak semudah itu.

Sebelum akhirnya menjadi CEO maskapai penerbangan, Tony Fernandes berkecimpung dalam industri musik Malaysia. Dia menjadi seorang direktur manajer termuda di WarNer Music Malaysia. Jenjang karirnya mulus di sana, bahkan dia naik jabatan menjadi wakil presiden Warner Music Group Asia Tenggara.

Kejayaan Warner Music makin memuncak ketika mereka bergabung dengan America Online. Kondisi yang demikian ‘menyenangkan’ tidak membuat Tony Fernandes benar-benar senang. Setelahnya, dia mengambil langkah untuk keluar dari Warner Music, meninggalkan semua jabatan yang sudah diraihnya, dan memilih untuk mengejar mimpinya. Keluar  dari Warner Music, Tony Fernandes membeli maskapai penerbangan yang hampir bangkrut dari pemerintah Malaysia, yaitu AirAsia.


Kalau tidak nekat membeli maskapai AirAsia dari pemerintah Malaysia dan tidak mengambil risiko untuk membayar seluruh utang AirAsia, Tony tak akan dikenal sebagai seorang CEO pemberani yang gila!


Buku-Tony-Fernandes-Flying-High-AirAsia


September 2001 adalah masa-masa yang buruk bagi industri penerbangan. Setelah kejadian serangan 9/11 di Amerika Serikat, banyak orang yang menolak dan tidak mau bepergian dengan menggunakan pesawat. Pada saat itulah, lagi-lagi Tony Fernandes mengambil langkah yang luar biasa. Dia nekat membeli maskapai penerbangan AirAsia dari pemerintahan Malaysia.

Harga beli simbolik Air Asia saat itu hanya RM 1, namun kondisi AirAsia saat itu hampir bangkrut dan memiliki utang sampai RM 40 juta! Demi melunasinya, Tony terpaksa menggadaikan rumah dan mengeluarkan seluruh uang simpanannya, demi membangkitkan kembali AirAsia, demi mewujudkan mimpi-mimpinya.


Banyak orang yang tidak percaya dengan maskapai gagasan Tony Fernandes. Tetapi dengan tekad dan kesungguhan yang kuat, Tony Fernandes tetap berusaha sekuat tenaga menggerakkan AirAsia dan terus-menerus mencoba berlari bersamanya. Tony Fernandes tidak merasa keputusannya salah, dia justru merasa bahwa waktu dia membeli AirAsia, adalah saat-saat yang tepat. Banyak hal baik dan peluang yang dia dapatkan.

Di balik kejadian mengerikan serangan 11 September, harga tiket pesawat menurun hingga 40%. Belum lagi banyak pula tenaga kerja berpengalaman yang putus kerja karena kejadian itu. Banyak maskapai yang hampir mengalami kebangkrutan. Dari kondisi itu, Tony Fernandes mendapat banyak ‘keuntungan’. Dia mudah merekrut orang-orang berpengalaman tersebut, untuk bergabung bersama maskapai miliknya.

Tak gentar, Tony Fernandes tetap berpikiran positif. Dia percaya bahwa orang-orang Malaysia akan menyambut baik tarif penerbangan yang rendah apalagi saat itu keadaan ekonomi sedang ketat. Dan benar saja, segala perhitungan dan pemikirannya saat itu, serta usahanya yang tak putus mampu membawa AirAsia menjadi maskapai penerbangan yang dikenal dunia seperti sekarang.

  • Bertindak berani, hingga memunculkan hak pendaratan bukan hanya untuk AirAsia saja, tapi juga untuk maskapai penerbangan tarif rendah lainnya.

AirAsia-Tony-Fernandes

Pencapaian terbesar Tony Fernandes adalah kembali memulihkan AirAsia sebagai maskapai penerbangan internasional. Pada pertengahan 2003, Tony Fernandes meminta persetujuan Mahatir untuk menurunkan izin hak pendaratan. Dia pun berhasil memperoleh hak tersebut. Atas tindakannya, hak pendaratan tak hanya berlaku bagi AirAsia saja, namun juga kepada maskapai penerbangan tarif rendah lainnya. Selain itu, Tony Fernandes juga berhasil merevolusikan industri penerbangan melalui penerbangan tarif rendah, gagasannya ini sangatlah berdampak bagi industri penerbangan.

Performa kerja Tony Fernandes juga dianggap cemerlang. Karenanya, dia berhasil mendapatkan penghargaan Visionaries and Leadership Series dari International Herald Tribune, yang merupakan perusahaan surat kabar Amerika Serikat. Penghargaan ini diberikan kepadanya sebagai pengakuan terhadap prestasi sebuah perusahaan dan kemahirannya atas mengurus perusahaan tersebut.

Kemahiran dan upayanya tercermin dari tindak yang dia lakukan. Baru-baru ini, Maret 2018, beredar video petugas darat di bandara yang melempar barang-barang bagasi penumpang. Tony Fernandes mengambil tindakan untuk meminta maaf atas kejadian itu. Tony Fernandes pun mengunggah video tersebut di akun Facebook pribadi miliknya. Dia pun akan bertanggung jawab atas adanya kejadian tak mengenakkan tersebut. Tony Fernandes melakukan langkah yang cepat dan bijak, sehingga nama baik AirAsia cepat kembali pulih. Masalah pun tidak berlarut-larut.

Kabur dari masalah dan membiarkan orang lain yang menyelesaikannya bukanlah tindakan yang baik dan tepat untuk dilakukan. Dengan berani dan bertanggung jawab, Tony Fernandes langsung turun tangan dan menghadapi permasalahan yang ada.

Tony Fernandes memang merupakan atasan yang tidak segan bekerja langsung dengan staf-stafnya. Dia membuktikan bahwa dia merupakan salah satu pemimpin yang baik. Untuk menjadi pemimpin yang baik, setidaknya dia memiliki pengalaman tentang bagaimana pekerjaan berjalan dengan dan tanpa karyawan.

Kalau Tony tidak melakukan pekerjaan turun langsung ini, belum tentu dia menjadi pemimpin yang baik seperti sekarang.

Tony menggunakan strategi bisnis yang sederhana dan rendah hati. Da tidak memberikan batasan antara pekerja dengan dirinya. Dengan tidak adanya batasan tersebut, staf Tony Fernandes dapat bertanya atau berinteraksi langsung dengannya, kapan pun, dan di mana pun. Tony Fernandes selalu memberikan motivasi kepada stafnya agar mereka percaya, bahwa baginya mereka adalah prioritas utama. Tony meyakini bahwa ketika dia berhasil membuat karyawannya nyaman dan bahagia, maka karyawannya akan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggannya.

Pemikiran sederhana dan membumi dari Tony Fernandes, serta kisah-kisah tentang dirinya hingga dia sukses seperti saat ini dapat dibaca dalam bukunya yang berjudul Flying High. Tak hanya memukau, buku tersebut juga memuat kisah hidup Tony, dari masa kecilnya, orangtuanya, hingga mimpi-mimpi yang telah mengantarkannya menjadi salah satu pengusaha berpengaruh di Asia, bahkan dunia!




[Oleh: Adzhani Fatimah Az-Zahrah]



Baca juga: 5 Fakta Menarik Tony Fernandes, Sang Bos AirAsia 

Baca juga: Keren! Inilah 4 Tokoh yang Sukses dengan Modal Nekat

 

0

Artikel

Katanya, jadi orang sukses modalnya harus besar. Entah modal uangnya, pendidikan kerennya, atau latar belakang keluarga yang kebanyakan juga sukses. Katanya, definisi sukses adalah mereka-mereka yang punya jabatan tinggi di suatu perusahaan atau mereka yang justru mendapat penghargaan pendidikan. Terkesan sulit untuk digapai. Sampai-sampai keinginan menjadi sukses seperti sekadar ada di pikiran saja. Tapi kenyataannya, definisi sukses sekarang ini tidak melulu tentang bekerja di suatu perusahaan besar atau harus punya modal uang yang banyak.

Belakangan, banyak orang yang mulai melirik wirausaha ketimbang menjadi karyawan di perusahaan dan menjejak karir di sana. Kesuksesan finansial bisa diperoleh dari membangun usaha sendiri dan memulai dari nol. Menjadi sukses juga bisa ditempuh dengan melewati jalan panjang berliku terlebih dahulu. Bahkan, kesuksesan juga bisa dimodali dengan kenekatan. Tidak percaya? Ini bukti kalau ada 4 tokoh yang sukses dengan bermodalkan nekat.

  1. Elon Musk, sang Bos Paypal yang  disebut juga sebagai Iron Man versi dunia nyata!

    Buku Elon Musk

    Lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Afrika Selatan, Elon Musk yang ternyata seorang introvert ini mengembangkan minatnya di dunia komputer. Elon sekarang ini dikenal sebagai pengusaha yang gemar sekali melakukan dobrakan di bidang teknologi. Karakter Tony Stark atau Iron Man yang ada di film superhero itu ternyata sedikit banyak terinspirasi dari tokoh dunia nyata, yaitu Elon Musk.

    Ketika kecil, Elon Musk belajar sendiri bagaimana melakukan dan menjalankan sebuah program. Sampai-sampai, di umurnya yang baru 12 tahun, Elon Musk sudah membuat penjualan perangkat lunak pertamanya, Blastar, yang dia kembangkan dari permainan yang dia ciptakan sendiri.


    Sang introvert ini pun pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan semasa sekolah. Dia pernah sampai dirawat di rumah sakit setelah didorong hingga terjatuh dari atas tangga oleh sekelompok penindas. Dia pun pernah dipukuli hingga pingsan. Namun, bukannya malah berkepribadian pesimistis, Elon Musk justru lahir besar menjadi seorang introvert dengan segudang ambisi dan ide brilian.

    Pada usia 20 tahun (1989), Elon pergi belajar bisnis dan fisika di Universitas Pennsylvania. Setelah selesai, dia melanjutkan pendidikannya ke Universitas Stanford (1992). Namun, baru 2 hari bergabung, momen ketika dia masuk ke Universitas Stanford untuk gelar Ph. D-nya bertepatan dengan ‘ledakan’ di internet. Dengan modal nekat, Elon keluar dari Stanford dan meluncurkan perusahaan pertamanya, Zip2 Corporation. Dari Zip2 Corporation, Elon mendapatkan uang tunai sebesar US$ 307 juta dan US$ 34 juta (opsi saham) dari Compaq Computer Corporation (1999). Nekatnya Elon memiliki artian bahwa dia adalah tipe pribadi yang mudah mengambil keputusan dalam waktu singkat, namun dalam artian yang positif.

    Setelah Zip2 berada di bawah naungan Compaq Computer Corporation, Elon kembali mendirikan perusahaan yang dia namai X.com.  Dari X.com, muncullah sistem pembuatan PayPal oleh Elon. Pada tahun 2002, PayPal diakusisi oleh eBay seharga US$ 1,5 miliar. Luar biasa!

    Tak berhenti di situ, dengan kenekatan lainnya, Elon Musk kembali mendirikan perusahaan bernama Space Exploration Technologies Corporation atau SpaceX (bergerak di bidang transportasi luar angkasa) yang berujung relasi dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional NASA. Setelahnya, muncul pula Musk Foundation, Tesla Motors, dan ‘kegilaan-kegilaan’ lain hasil pemikiran dan kenekatan seorang Elon Musk. Elon percaya bahwa ide gila yang dia miliki bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. Bahkan Elon memiliki cita-cita nekat lain, yaitu menghabiskan masa tuanya di Mars.

  2. Bill Gates, si kaya raya pendiri Microsoft yang dianggap gila

    Bill Gates_Buku Tony Fernandes

    Ketika kecil, Ibu Bill Gates benar-benar menanamkan nilai disiplin pada anaknya. Selain itu, Ibu Bill Gates juga menuntut anak-anaknya untuk selalu bekerja keras, berolahraga, dan mengikuti les musik. Bahkan ibunya juga berharap anak-anaknya selalu berpakaian dengan pantas dan bersikap ramah kepada setiap tamu yang berkunjung ke rumah mereka.

    Menurut ayahnya, Bill Gates kecil juga sudah sangat menyukai belajar. Bahkan ketika umurnya 10 tahun, dia sudah tamat membaca World Book Encyclopedia dari seri awal sampai akhir. Saat usia Bill  Gates 11 tahun, dia pun sudah tertarik dengan topik bisnis hingga peristiwa dunia. Kebanggaan ayah bertentang dengan sang ibu yang justru merasa khawatir karena Gates lebih suka berkutat dengan buku ketimbang berhubungan dengan orang lain.

    Saat usianya 13 tahun, Bill Gates belajar di sekolah eksklusif, Lakeside School. Di sana dia dikenal sebagai siswa yang sangat pandai. Pada fase ini, Bill Gates juga mulai tidak suka dikontrol oleh orang tuanya. Hal tersebut sampai memunculkan pertengkaran antara Gates dan orang tuanya.

    Semasa kuliah, Bill Gates bersama Paul Allen mendirikan Microsoft. Bukannya tetap melanjutkan pendidikan sambil menjalankan perusahaannya, dia malah nekat dan memutuskan drop out dari Harvard University. Meski berat, orang tuanya tetap mendukung keputusan yang diambil Bill Gates.

    Memilih untuk drop out adalah keputusan yang tepat bagi Gates. Setelahnya, dia fokus mengembangkan Microsoft hingga berjaya sebagai produsen software komputer terbesar di dunia. Sistem operasi Windows pun masih sangat dominan digunakan di berbagai komputer. Sampai akhirnya, Gates dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia dengan harta kekayaan mencapai USD 61 miliar.

  3. Steve Jobs, pendiri Apple yang berhasil mematahkan dominasi Microsoft Bill Gates!

    Steve Jobs - Buku Flying High Tony Fernandes

    Sama seperti Bill Gates, Steve Jobs pernah drop out dari Reed College. Bahkan dia mencoba bertahan hidup dengan tidur menumpang di asrama teman-temannya dan menukarkan botol cola agar mendapatkan uang untuk makan. Dia pun pernah berjalan sejauh 10 km seminggu sekali untuk mendapatkan makanan yang baik. Jobs tetap mencoba terus belajar di kampus dengan mengambil kelas non formal bidang kaligrafi. Dari mempelajari hal tersebut selama 10 tahun, Jobs mendapat ilham untuk mendesain komputer Macintosh pertama.

    Steve Jobs mengembangkan Apple ketika umurnya 20 tahun. Ketika mengembangkannya, dia bersama Steve Wozniak tidak punya uang, mereka berdua nekat mengumpulkan barang untuk Apple dengan menjual barang-barang berharga milik mereka. Tak lama, komputer pertama mereka (Apple 1) berhasil mereka rancang dan mereka jual sebanyak 50 unit di sebuah toko lokal. Dalam 10 tahun, bersama 2 orang kawannya, Apple berkembang pesat hingga memiliki 4000 karyawan dan menghasilkan USD 2 miliar.

    Pada tahun 1985, Jobs justru diberhentikan dari perusahaan karena mengalami konflik dengan salah satu temannya yaitu Sculley. Akhirnya dia menjual semua saham dan mengalami kesedihan yang berat. Dari momen itu, Jobs memulai usahanya lagi dengan mendirikan perusahaan yang bernama NeXT dan perusahaan animasi bernama Pixar.

    Pixar terkenal dengan film-film animasinya yang berkesan. NeXT kemudian dibeli kembali oleh Apple, dan Steve Jobs pun kembali ke Apple.  Setelah Steve Jobs kembali bergabung, Apple meningkat luar biasa dengan inovasi yang terus muncul. Akhirnya, Apple pun seperti yang kita kenal sekarang.

  4. Tony Fernandes, pemilik Air Asia yang membeli Air Asia seharga Rp 3.500?

    Buku Flying High Tony Fernandes

    Tony Fernandes nekat meninggalkan pekerjaannya untuk mewujudkan mimpi masa kecil yang dia miliki. Dia bermimpi untuk membangun maskapai penerbangan murah pertama di Asia. Pertama kali membeli Air Asia dari pemerintah Malaysia September 2001 lalu, Tony Fernandes hanya membayar 25 pance atau sekitar 3.500 rupiah saja! Setelah membelinya, Fernandes bingung karena dia tidak memiliki pengalaman menjalankan perusahaan penerbangan.

    Pada tahun 2002, Air Asia memulai bisnisnya dengan 2 pesawat. Namun sekarang, Air Asia memiliki 86 pesawat yang menerbangkan sekitar 30 juta orang ke seluruh dunia. Tak puas dengan penerbangan jarak dekat, Air Asia memperluas jangkauan dengan melayani penerbangan jarak jauh dengan maskapai baru mereka, Air Asia X.

    Semua perjalanan yang dia lakukan tidak mudah. Pernah suatu ketika maskapai membutuhkan kendaraan untuk mengangkut barang-barang ke kabin dengan harga yang sangat mahal yaitu satu juta dolar. Tony mengaku hampir sakit pinggang gara-gara memasukkan barang-barang secara manual. Kisah sepak terjang dan kenekatan yang dilakukan Tony Fernandes bersama Air Asia lainnya bisa dibaca dalam buku Flying High.



    [Oleh: Adzhani Fatimah Az-Zahra]



    Baca juga: 5 Fakta Tony Fernandes, Sang Bos AirAsia

    Baca juga: 8 Motivator Terkenal di Dunia yang Bisa Menginspirasimu

     




0

Artikel

Menjadi orang sukses adalah mimpi hampir semua orang. Untuk mendapatkannya, ada beragam jalan yang bisa ditempuh. Asal mau berusaha dan tekun, kesuksesan tentu bisa digapai oleh tanganmu. Salah satu orang yang sukses dalam mengejar mimpi masa kecilnya adalah Tan Sri Anthony Francis Fernandes alias Tony Fernandes, sang boss AirAsia, maskapai murah favoritnya para traveller.



Sebelum mendirikan AirAsia, Tony Fernandes dulunya bersekolah di London School dan mengambil jurusan Ekonomi. Untuk sepak terjang pekerjaan, sebelumnya Tony bekerja dalam industri musik. Namun ketika Tony merasa industri musik kurang bisa menghadapi perkembangan zaman, Tony memutuskan untuk berhenti dari industri tersebut dan nekat membuat keputusan penting yang mengubah hidupnya, yaitu membangun maskapai penerbangan murah pertama di Asia! 

Dan inilah 5 fakta tentang Tony Fernandes yang seru untuk diketahui!

 

  1. Pernah menjabat sebagai orang penting di industri musik Malaysia!


    Sebelum mendirikan AirAsia, Tony Fernandes ternyata adalah seorang direktur manajer termuda di Warner Music (Malaysia) Sdn Bhd. Tak sekadar sampai di situ, dari tahun 1992-2001 dia pun naik menjadi wakil presiden Warner Music Group Asia Tenggara. Saat masa jayanya dan saat Time Warner Inc. bergabung dengan America Online, Tony meninggalkan perusahaan tersebut untuk mengejar impiannya yaitu mendirikan sebuah perusahaan penerbangan yang bertarif rendah.


  2. Tony membeli AirAsia seharga 1 ringgit dari pemerintahan Malaysia?

    Mulanya, AirAsia dimiliki oleh pemerintah Malaysia. Namun, maskapai ini memiliki beban berat yang tak bisa ditanggung. Akhirnya, pada 2 Desember 2001, Tony membeli AirAsia dari pemerintah Malaysia dengan harga simbolik yaitu 1 ringgit saja. Dari situ, Tony Fernandes melakukan pembenahan hingga AirAsia berhasil hingga saat ini. Saat awal-awal penerbangan dilakukan dalam berbagai rute, harga promosi yang ditawarkan AirAsia untuk perjalanannya hanya senilai 10 ringgit.

    Banyak pihak yang meramalkan AirAsia akan rugi, apalagi saat itu penerbangan sedang buruk-buruknya karena kejadian serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat. Banyak orang yang menolak dan tak mau bepergian dengan pesawat. Namun ajaibnya, dalam waktu satu sampai 2 tahun saja, AirAsia mampu menyelesaikan seluruh utang sebelumnya dan tidak lagi mengalami kerugian. Setelahnya, AirAsia melakukan kembali penyusunan organisasi dan melakukan pengembangan pada konsep yang membawa perubahan besar sehingga AirAsia memperoleh keuntungan besar dalam waktu yang singkat.



  3. Menjadi salah satu CEO pertama yang menggunakan sosial media untuk marketing!

    Peka dengan perkembangan, Tony Fernandes banyak menggunakan media sosial resmi maupun pribadinya untuk menjual AirAsia kepada publik. Tony Ferandes sangat mengetahui bahwa teknologi adalah hal yang penting bagi kemajuan bisnisnya. Dia mengambil poin serius untuk mengembangkan website AirAsia, agar semua orang dapat merasa nyaman ketika mengunjungi lamannya. Tony Fernandes menginvestasikan banyak hal dalam lingkup marketing agar maskapai miliknya dapat semakin dikenal oleh dunia.



  4. Tony membangun kultur yang dinamis dalam menjalankan AirAsia

    Tony Fernandes membentuk AirAsia sebagai ‘pabrik mimpi’. Kondisi ini sangat disadari oleh setiap orang bahkan karyawan-karyawannya. Karenanya, setiap orang yang bekerja di AirAsia selalu mengejar passion mereka dan bersenang hati mengerahkan segenap potensi yang mereka miliki untuk hal tersebut.

    Selain itu, AirAsia mengedepankan keterbukaan dan menginginkan orang yang berada di dalamnya untuk lebih kreatif dan menjadi pribadi yang passionate terhadap apa yang mereka lakukan. Maka dari itu, hal utama yang menjadi persyaratan bagi Tony Fernandes ketika merekrut orang-orang untuk bersamanya di Air Asia adalah mereka harus memiliki passion dan berani bermimpi untuk mengejarnya.


  5. Dalam waktu 2 tahun, Tony berhasil mengantar AirAsia menjadi maskapai yang sukses

    Walaupun membeli AirAsia hanya seharga 1 ringgit, tapi marak diketahui juga kalau Tony Fernandes menjadi penanggung seluruh utang terdahulu AirAsia yang mencapai 40 juta ringgit. Demi melunasinya, Tony terpaksa menggadaikan rumah dan mengeluarkan seluruh uang simpanannya untuk membangkitkan AirAsia.

    Ditambah lagi, pada awal-awal munculnya AirAsia, banyak orang yang tidak percaya dengan maskapai ini. Tetapi dengan tekad dan kesungguhan yang kuat, Tony Fernandes tetap menggerakkan AirAsia dan berusaha berlari bersamanya. Saat itu, dia banyak menggunakan wadah online untuk promosi penerbangan. Dan voila, berkat kegigihan dan sikap pantang menyerah, dalam waktu 2 tahun AirAsia sudah dikenal dunia dan memenangi berbagai penghargaan dunia!


    Banyak kisah Tony Fernandes yang bisa dibaca dalam buku Flying High. Tak sekadar cerita kesuksesan AirAsia, dalam buku tersebut Tony juga mengingatkan kepada kita pentingnya bermimpi. Dan berkaca dari kisah Tony Fernandes, kita diingatkan untuk percaya pada power of dream. Jangan pedulikan orang menganggap gila, teruslah berusaha dan perlahan-lahan menjalankannya. Karena kekuatan mimpi mampu membakar semangat yang mulanya terkurung dalam diri kita. Dengan berani bermimpi, kita akan tergerak untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya kita kira tidak bisa kita lakukan.

    Siapa sangka seseorang yang pernah membantu ibunya berjualan wadah makanan plastik ternama ini bisa menjadi boss maskapai terkenal dunia? Tulis mimpi-mimpimu, tulis pula yang menjadi perjalananmu. Hal tersebut berguna untuk menjadi pelajaran ke depannya. Jangan lupa pula untuk selalu bersyukur, setelah mendapatkan apa yang telah diperjuangkan, atau hal di luar yang telah diperjuangkan.

     


    [Oleh: Adzhani Fatimah Az-Zahra]

    Baca juga: 5 Fakta Shailene Woodley yang Akan Membuatmu Tercengang

    Baca juga: 7 Blog Penulis Keren yang Wajib Dikunjungi Saat Butuh Inspirasi


0

X