fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel

4-buku

Setiap tahunnya, situs Goodreads yang merupakan media sosial paling populer di antara para pencinta buku di seluruh dunia, mengadakan Reading Challenge (tantangan membaca). Setiap orang bisa menentukan sendiri target buku yang akan dibaca dalam satu tahun, dan Goodreads akan mencatatnya. Para pembaca bisa dengan mudah mengecek berapa buku yang telah dibaca dan apakah kecepatan membaca sudah sesuai target.

 

Pada 2018, ada lebih dari 4 juta orang yang mengikuti Goodreads Reading Challenge, dengan rata-rata target 60 buku per orang. Menjelang akhir tahun, Goodreads membuat rekapitulasi, dan didapatlah empat buku yang paling banyak dibaca orang pada tahun 2018 ini. Buku apa sajakah? Simak daftar berikut ini.


Harry Potter and the Sorcerer’s Stone karya J.K. Rowling

ilustrasi-harry-potter

Harry Potter dan Batu Bertuah adalah buku pertama dalam serial Harry Potter yang keseluruhannya terdiri dari 7 buku. Dalam buku ini, Harry yang yatim piatu mendapati bahwa dirinya ternyata berdarah penyihir, dan dia harus bersekolah di Hogwarts, sekolah sihir di Inggris.

 

Harry kemudian bersahabat dengan Ron Weasley dan Hermione Granger. Bertiga mereka mengalami berbagai pengalaman menarik di sekolah, termasuk melanggar beberapa peraturan. Dan pada puncaknya, mereka harus berhadapan dengan penyihir gelap yang berniat menguasai dunia.

 

Petualangan Harry Potter sang bocah penyihir benar-benar telah menyihir jutaan pembaca di seluruh penjuru dunia. Tidak sedikit potterhead (sebutan bagi fans Harry Potter) yang setiap tahunnya membaca ulang buku-buku Harry Potter pada tanggal 1 September, bersamaan dengan tahun ajaran baru di sekolah sihir Hogwarts. Ketujuh buku Harry Potter telah diangkat ke layar lebar, dan semuanya menuai kesuksesan.

 

 

The Hunger Games karya Suzanne Collins



The Hunger Games adalah kisah distopia yang mengambil latar tempat di Amerika Utara pada masa depan. Pada saat itu, Amerika Utara dibagi menjadi dua belas distrik dan satu ibukota. Setiap tahunnya, setiap distrik harus mengirimkan satu perempuan dan satu lelaki berusia antara 12 hingga 18 tahun untuk berpartisipasi dalam turnamen Hunger Games. Dalam turnamen ini, para partisipannya harus bertarung sampai mati, hingga hanya tersisa satu orang.

 

Tokoh utama buku ini adalah gadis remaja bernama Katniss yang menjadi salah satu partisipan Hunger Games. Katniss seorang pemburu, tapi dia bukan pembunuh. Konflik batin yang dia alami selama menjalani Hunger Games menjadi salah satu daya tarik The Hunger Games. Dan layaknya kisah-kisah young adult lainnya, tentu ada bumbu-bumbu roman yang menarik diikuti.

 

The Hunger Games yang pertama kali terbit pada 2008 ini termasuk salah satu novel young adult yang mendapat berbagai penghargaan, di antaranya Georgia Peach Book Award pada 2009, Pennsylvania Young Readers’ Choice Award kategori Young Adult pada 2010, West Australian Young Readers’ Book Award kategori Older Readers pada 2010, dan Missouri Truman Readers Award pada 2011. Buku ini telah diangkat ke layar lebar, dengan aktris Jennifer Lawrence berperan sebagai Katniss, diikuti dengan sekuelnya, Catching Fire dan Mockingjay.

 

 

To Kill A Mockingbird karya Harper Lee



Novel yang memenangi Pulitzer Prize pada 1961 ini telah menjadi karya klasik modern dalam sejarah sastra Amerika. Mengangkat tema rasisme, To Kill A Mockingbird mengisahkan tentang perjuangan Atticus Finch, seorang pengacara, dalam membela seorang terdakwa kulit hitam. Uniknya, kisah ini disampaikan dari sudut pandang Scout, anak perempuan Atticus, sehingga ceritanya lebih mudah dicerna dan sarat humor khas anak-anak.

 

Frasa to kill a mockingbird sendiri bermakna hilangnya kepolosan. Mockingbird diasosiasikan dengan kepolosan atau kemurnian karena burung ini tidak pernah menyakiti makhluk hidup lain. Alih-alih, ia menghibur dengan lantunan suaranya yang indah. Di dalam bukunya, Atticus berkata “Kalian boleh menembak burung bluejay kalau bisa, tapi ingat, kalian berdosa apabila membunuh burung mockingbird.”  

 

Kesuksesan To Kill A Mockingbird yang luar biasa tidak membuat Harper Lee besar kepala. Dia malah menarik diri dari ketenaran dan menolak segala macam bentuk wawancara. Penulis yang berteman karib dengan Truman Capote ini juga menolak menuliskan kata pengantar bagi To Kill A Mockingbird. Menurutnya, kata pengantar itu “membunuh antisipasi dan rasa penasaran.”

 

Pada 2007, Presiden Amerika George W. Bush menganugerahi Harper Lee penghargaan Presidential Medal of Freedom. Dia menyatakan bahwa To Kill A Mockingbird telah mempengaruhi karakter Amerika ke arah yang lebih baik, dan buku ini akan selamanya dibaca dan dipelajari. Karakter Atticus Finch memang menjadi suri tauladan bagi para pengacara.

 

Terlepas dari berbagai kontroversi, draft awal To Kill A Mockingbird, yang diberi judul Go Set A Watchman, terbit pada tahun 2015. Go Set A Watchman mengambil setting waktu 20 tahun setelah peristiwa yang terjadi dalam To Kill A Mockingbird. Dalam Go Set A Watchman, Scout telah menjadi wanita dewasa dan kembali ke kampung halamannya, Maycomb, Alabama. Dengan perspektif baru yang lebih dewasa, Scout menilai ulang banyak hal dari masa kanak-kanaknya.

 

 

The Fault in Our Stars karya John Green



The Fault in Our Stars merupakan novel keenam John Green, namun merupakan novel pertamanya yang meraih kesuksesan besar hingga diangkat ke layar lebar dengan judul sama.

 

Novel ini mengisahkan tentang gadis remaja bernama Hazel Grace Lancaster yang mengidap kanker tiroid. Penyakit ini telah menjalar ke paru-parunya, sehingga Hazel harus selalu menggunakan alat bantu pernapasan dan ke mana pun dia pergi, Hazel harus selalu membawa tangki oksigen. Hazel kemudian bertemu dengan Augustus Waters, yang juga penyintas kanker. Cinta pun bersemi di antara mereka.

 

Sekilas, premis The Fault in Our Stars memang biasa saja, namun gaya penceritaan dan kuatnya karakter Hazel dan Augustus membuat para pembaca meletakkan buku ini di jajaran buku-buku favorit mereka. Selain itu, chemistry antara Hazel dan Augustus juga sangat menggemaskan, dalam artian positif.

 

Pasca kesuksesan The Fault in Our Stars, John Green sempat terpuruk dan tidak yakin akan dapat menulis novel lagi. Tapi lima tahun kemudian dia bangkit dan menerbitkan buku terbarunya, Turtles All The Way Down, mengisahkan gadis remaja bernama Aza Holmes yang mengidap obsessive-compulsive dan anxiety disorder, penyakit serupa yang diidap John Green. Ternyata novel ini juga sukses, bahkan dipuji-puji oleh Bill Gates, pendiri perusahaan Microsoft.

 

 

Apakah kamu sudah membaca keempat buku di atas? Jika belum, ini saatnya untuk menambahkan buku-buku tersebut ke dalam daftar bacaanmu dan temukan sendiri alasan di balik kecintaan para pembaca terhadap buku-buku ini.

 

[Oleh: Dyah Agustine]


Baca juga: 10 Tips Menulis Buku Laris Ala Dan Brown 


Baca juga: Jangan Putus Asa, Ini 9 Cara Untuk Bangkit Lagi 


Baca juga: Inspirasi Pojok Baca: Setiap Rumah Harus Punya 

 

 

0

Artikel

Untuk sebagian orang, rasa kesepian, sedih, patah hati bisa berujung pada perasaan putus harapan. Perasaan kesepian tentu bukan sesuatu yang memalukan, karena bagaimanapun setiap orang pasti pernah merasa kesepian sampai putus harapan.

Dilansir dari situs telegraph.co.uk, membaca bisa menjadi salah satu terapi yang dapat mengurangi stres. Bahkan, membaca selama 6 menit saja dapat mengurangi tingkat stres lebih dari dua pertiganya. Kalau membaca saja dapat mengurangi stres, membaca bacaan yang tepat tentu bisa memberi dampak yang lebih positif.

Supaya semangat hidup tumbuh kembali, berikut rekomendasi beberapa buku terbitan Mizan Pustaka yang bisa kamu baca jika kamu merasa putus harapan.


 1. Adrift karya Tami Oldham Ashcraft dan Susea McGearhart



Buku Adrift

Buku yang filmnya sudah tayang ini merupakan memoar dari sang penulis sendiri. Buku ini menceritakan perjalanan pelayaran Tami dan tunangannya, Richard. Mereka berlayar dari Tahiti untuk mengantarkan kapal pesiar ke San Diego. Alih-alih mendapat pengalaman berlayar yang menyenangkan, pasangan ini justru menghadapi badai luar biasa besar yang memecahkan rekor badai terbesar di dunia.

Bagaimana perjuangan mereka menghadapi badai dan terombang-ambing di laut akan membuat pembacanya melihat bahwa semangat hidup manusia adalah hal yang bisa membuat manusia itu bertahan lebih dari apapun. Penasaran ingin membaca, kan?


2. Turtles All The Way Down karya John Green



Buku teranyar dari John Green menceritakan tentang Aza (protagonis dalam buku) yang mengidap anxiety disorder dan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD). Kondisinya ini membuatnya bertarung dengan dirinya sendiri untuk menjadi seorang putri yang baik bagi orangtuanya, murid yang baik, teman yang baik, dan detektif yang baik dalam petualangannya bersama sahabat baiknya untuk mengungkap misteri seorang miliarder buronan, Russell Pickett.      


3. The Geography of Bliss
karya Eric Weiner
 




Saat putus harapan, kadang kita tidak bisa melihat indahnya dunia. Semua terasa membosankan dan pahit. Buku ini akan mengajak kamu keliling dunia untuk memaknai kebahagiaan. Menurut buku ini, kebahagiaan itu ada dalam diri kita, bukan karena orang lain atau lingkungan sekitar. Mungkin buku ini akan membuat kamu memandang hidupmu dari sisi lain yang belum pernah kamu lihat.     


4. I am Malala
karya Christina Lamb dan Malala Yousafzai





Buku ini berdasarkan kisah nyata. Malala adalah seorang gadis yang memperjuangkan hak dasar untuk mendapatkan pendidikan. Saat kelompok Taliban menguasai daerah Swat Valley, Pakistan, dia tidak tinggal diam dan terus berjuang untuk bisa bersekolah.

Ketika usianya 15 tahun, dia mendapat tembakan di kepalanya saat perjalanan pulang di dalam bus sekolahnya. Hampir tidak ada yang mengira Malala akan selamat dari tembakan itu. Tapi dia terus berjuang dan tidak pernah menyerah untuk memperjuangkan hak dan kehidupannya.    


5. Love Letters to The Dead
karya Ava Dellaira





Dari judulnya sudah super sedih, pasti ceritanya tentang kehilangan seseorang, ya? Diceritakan Laurel (karakter utama dalam buku) mendapat tugas dari guru Bahasa Inggris untuk menulis surat kepada tokoh yang sudah meninggal. Dia memilih menulis surat untuk Kurt Cobain, Judy Garland, River Phoenix, Janis Joplin dan beberapa tokoh .

Dia memilih untuk menulis kepada mereka karena mereka memiliki kesamaan dengan kakaknya sendiri; meninggal saat usianya masih muda. Meskipun tugas sekolahnya sudah selesai, Lauren terus menulis untuk orang-orang tersebut.

Dalam surat-suratnya, Laurel mempertanyakan dan mencoba mencari tahu tempatnya di dunia, dan mencoba belajar memaafkan kakaknya karena meninggalkannya dengan begitu tiba-tiba. Sepertinya kita bisa mencoba apa yang dilakukan Laurel, menulis saat merasa sedih mungkin bisa sedikit membuat kita merasa lebih baik.  



Dari kelima buku di atas, kamu tertarik membaca buku yang mana? Semuanya? Siapa takut!



[Oleh : Rini]

0

Artikel

Pernah penasaran dengan apa yang dilakukan para penulis di waktu luang mereka? Beberapa dari mereka ternyata mengisi waktu luangnya dengan menulis, loh! Tapi, bukan menulis buku yang sedang digarapnya. Tidak sedikit seorang penulis buku yang juga menjadi seorang columnist  di media cetak maupun online.

Banyak penulis yang aktif menulis di website atau Blog pribadinya. Biasanya di sana mereka akan lebih bebas dan terbuka mengenai proses menulis, pengalaman pribadi, bahkan ide-ide yang sedang berlarian di kepalanya. Kita sudah merangkum blog penulis yang bisa dibaca sebagai referensi saat butuh inspirasi. Di antaranya adalah:

  1. Meg Cabot





Nama Meg Cabot sudah tidak asing di kalangan pembaca novel, terutama pembaca teenlit. Salah satu novel legendarisnya yaitu Princess Diaries (2000) yang sukses diangkat ke layar lebar setahun setelah rilis.

Dalam Blog pribadinya, dia berbagi banyak hal. Mulai dari jadwal acaranya, pengalaman dan hasil pemikirannya, sampai hal-hal favoritnya. Menarik, kan?

  1. Neil Gaiman





Neil Gaiman adalah penulis berkebangsaan Inggris yang banyak menulis novel bertema fantasi. Dia menulis dalam berbagai bentuk karya seperti komik, nocel, cerita pendek, sampai membuat film pendek.

Dalam website pribadinya itu dia membagikan jurnal kesehariannya bahkan terdapat tautan ke aplikasi Tumblr pribadinya. Cukup untuk bisa mengenal dan menyelami apa yang ada di pikirannya ya…

  1. John Green





Sudah baca The Fault in Our Stars? John Green adalah salah satu penutur kisah yang bisa membawa pembacanya terhanyut ke dalam kisah yang menyentuh dan mengharukan. beberapa karyanya seperti Paper Towns dan The Fault in Our Stars sudah diadaptasi menjadi film yang juga meraih kesuksesan besar.

Di blognya Green bahkan sering memberi bocoran-bocoran karya terbarunya, contohnya Turtles All the Way Down. Bahkan dia membacakan bab pertama buku Turtles All the Way Down di blognya.

  1. Eka Kurniawan





Eka Kurniawan adalah penulis Indonesia yang sudah diakui dunia literasi Internasional. Bukunya yang berjudul Cantik Itu Luka telah diterjemahkan ke dalam 34 bahasa. Eka sering berbagi inspirasi, pemikiran, dan refleksi dari kesehariannya di blog pribadinya tersebut. Salah satu blog yang tidak boleh dilewatkan oleh para pencari inspirasi.

  1. Dewi “Dee” Lestari





Penggiat, pemerhati, dan penikmat sastra pastinya tau siapa Dewi Lestari yang akrab disapa Dee. Pada awal karirnya, Dee merupakan seorang penyanyi yang tergabung dalam grup vokal RSD (Rida, Sita, Dewi). Debutnya di dunia literasi ditandai dengan lahirnya buku pertama dari seri Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh.

Novel pertamanya ini diterima dengan baik oleh masyarakat, sehingga dua buku kelanjutan seri Supernova juga dirilis di tahun yang sama. Selain menulis serba-serbi tentang buku yang ditulisnya, Dee juga menulis #SerialSurel di blognya.

#SerialSurel ini isinya adalah jawaban dari para pembaca yang mengirim pertanyaan untuk Dee. Hal yang ditanyakan kebanyakan seputar proses menulis karya. Wajib banget baca blog Mbak Dee ini, deh..

  1. Marie Lu



Marie Lu

Penulis yang berbasis di Amerika ini biasa menulis aliran young adults dengan tema Dystopian dan fantasi. Dia dikenal dengan trilogi buku Legend dan The Young Elite , serta dwilogi Warcross.

Dia sering berbagi fanart karakteryang dibuat pembacanya di Tumblr-nya itu. Buku terbarunya Batman: Nightwalker akan segera terbit dalam bahasa Indonesia, loh!

  1. Lauren Oliver

 





Lauren Oliver yang memiliki nama asli Laura Suzanne Schechter ini telah menelurkan karya sebanyak kurang lebih 16 buku. Beberapa di antaranya yang telah terbit di Indonesia adalah trilogi Delirium (fantasi distopia untuk young adult), Liesl and Po (fantasi remaja), dan Vanishing Girls (thriller psikologis untuk young adult).

Lauren juga berkolaborasi dengan H.C. Chester untuk menulis serial Curiosity House, yang versi Bahasa Indonesianya telah terbit dua judul: The Shrunken Head dan  The Screaming Statue.

Seperti kebanyakan pengguna Tumblr, dia sering membagikan foto-foto kegiatannya ke media sosial tersebut. Dia juga sering menjawab pertanyaan dari para fans di Tumblrnya itu.


Demikian 7 blog penulis yang bisa kamu baca di sela-sela waktu luangmu. Semakin bnayak membaca hasil pemikiran orang lain, pastinya akan menstimulasi otak kita untuk berpikir lebih kreatif lagi, kan?

Kamu bisa langsung kunjungi blog penulis yang ingin kamu kunjungi dengan klik tautan di nama penulisnya, kok! Selamat membaca…  



[Oleh : Rini]

0

Artikel

Sahabat adalah tempat kita berbagi semua hal dari senang, sedih, suka, duka, sampai meminta saran yang remeh temeh dan mereka akan selalu ada saat kita sedang membutuhkan dukungan. Tapi, persahabatan juga tidak lepas dari perselisihan dan salah paham.

Biasanya, semakin dekat hubungan kita dengan sahabat, akan semakin beresiko mengalami perselisihan. Tetapi bukan berarti kita tidak bisa sangat dekat dengan sahabat. Setiap masalah dan perselisihan yang dialami kamu dan sahabat pasti selalu bisa diselesaikan dengan baik. Namanya juga sahabat, kan?

Kalau kalian bingung bagaimana cara untuk berdamai dengan sahabatmu saat berselisih, simak 7 cara yang bisa kamu lakukan untuk berdamai dengan sahabatmu di bawah ini.

Marahan Sama Sahabat
  1. Mengaku Salah dan Minta Maaf

Bertengkar dengan sahabat adalah hal paling tidak mengenakkan hati. Kita merasa kehilangan tempat untuk bercerita, tapi terlalu gengsi untuk menyapa duluan. Buang deh, rasa gengsi jauh-jauh.

Beranikan diri untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf. Mintalah maaf dengan tulus, sahabatmu pasti akan sangat menghargai usahamu itu.

Marahan Sama Sahabat
  1. Ajak Bicara di Waktu yang Tepat

Tahu sendiri kan, kalau sedang dalam emosi kita tidak bisa berpikir jernih. Apa saja yang kita dengar dari orang lain, tidak bisa kita terima. Pasti orang lain selalu nampak salah.

Sama dengan apa yang sahabat kamu rasakan , kalau masih dipengaruhi emosi dia akan sulit menerima hal yang kamu katakan. Jadi, ajak dia bicara tentang masalah kalian tapi, tunggu waktu yang tepat saat dia sudah tidak lagi emosi.

  1. Main ke Rumahnya

Sebelum ke rumahnya, kamu harus membuat persiapan. Karena kondisi sekarang kamu sedang ada konflik dengannya, tentu kamu nggak bisa sebebas biasanya kan pergi ke rumahnya?

Alternatifnya, kamu bisa kontak kakak atau adiknya yang kamu kenal, dia sedang di rumah dan sedang apa. Dengan begitu kamu bisa mengkondisikan dirimu datang di saat yang tepat atau tidak.

  1. Masak Makanan Kesukaannya

Kamu dan Sahabatmu suka wisata kuliner? Coba kamu masak makanan kesukaannya. Orang biasanya jadi luluh kalau perutnya bahagia, ya kan?

Siapa tahu suasana hatinya membaik kalau kamu bawa makanan kesukaannya, apalagi masak sendiri pasti dia akan lebih menghargai usaha kamu untuk berdamai.

  1. Kirim Pesan Maaf

Marahan Sama Sahabat

Buat yang jago merangkai kata-kata indah, kamu bisa kirim sahabatmu pesan permintaan maaf. Buat pesan ini sekreatif mungkin. Bisa dengan post foto di instagram dengan caption menyentuh, atau bisa dengan membuat kartu ucapan yang manis.

  1. Lihat Permasalahan dari Sudut Pandang Sahabatmu

Saat dua pihak sedang mengalami perselisihan, kita cenderung hanya melihat masalah dari satu sudut pandang yaitu sudut pandang diri sendiri. Coba deh, lihat dari sudut pandang sahabatmu, posisikan dirimu berada di posisi sahabatmu . Dari situ kamu bisa melihat titik temu dari permasalahan antara kalian berdua.

  1. Beri Hadiah Kecil

Marahan Sama Sahabat

Siapa sih yang gak suka dapat surprise? Meskipun sederhana, hal ini akan membuat hati yang sedang marah jadi tersentuh. Bisa dengan membelikan buku yang sedang ingin dia baca, atau sekedar memberi hal kecil yang dia suka.



[Oleh : Rini]

0

Artikel

Banyak yang menganggap gangguan obsesif kompulsif , atau sering disebut OCD, selalu berkaitan dengan kebersihan atau kerapian. Padahal gangguan ini adalah gangguan yang berakar di pikiran pengidapnya, bukan hanya tentang apa yang bisa dilihat. Lebih parah, banyak orang menjadikan kata OCD sebagai bercanda belaka.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), OCD adalah satu dari 20 teratas penyebab penyakit terkait ketidakmampuan secara mental di dunia. Biasanya menyerang orang dalam rentang usia 15 sampai 44 tahun.


Berikut beberapa hal yang jarang dimengerti oleh orang awam tentang OCD.

1. OCD adalah gangguan kecemasan mental yang mengganggu pikiran dan menghasilkan gambaran atau pikiran berulang tentang berbagai hal yang berbeda, seperti takut kuman, kotoran, atau penyusup; tindak kekerasan; menyakiti orang yang dicintai; tindakan seksual; atau terlalu rapi.

2. Gejala OCD terbagi antara obsesi

pikiran yang berulang dan terus-menerus, dorongan, atau impuls, dan kompulsi: perilaku berulang atau tindakan mental yang dirasakan individu didorong untuk bekerja sebagai respons terhadap obsesi.

3.OCD adalah gangguan yang serius

Kebanyakan publik mengetahui OCD bukanlah penyakit yang serius. Bahkan sering dijadikan bercandaan  dan menjadikan penderitanya OCD tidak dimengerti ketika serangan itu datang.

4.OCD bukan hanya tentang gila kebersihan

Salah paham yang sering terjadi adalah ketika OCD dianggap hanya tentang membersihkan sesuatu. Ada juga pengidap OCD yang sama sekali tidak tertarik dengan membersihkan sesuatu.

5.Gak semua orang pengidap OCD terorganisir

Faktanya, beberapa pengidap OCD menderita pemikiran dari total atau tidak sama sekali yang dapat mengacaukan organisir.

6.OCD tidak bisa dengan mudah diatasi dengan kemauan dalam diri

banyak yang mengira para pengidap OCD dapat mengendalikan kondisi mereka. Orang biasa berpikir kalau OCD hanyalah rentetan dari kebiasaan yang bisa kamu hentikan.

Tapi  mereka tidak mengerti betapa ritual ini dapat mengganggu setiap aspek dalam hidupnya dan betapa sulit menghentikannya.

7.Memiliki OCD bukan berarti rewel

Ada perbedaan besar antara menyukai kerapian dan memiliki OCD. Seseorang yang tidak mengidap OCD mungkin tidak suka kamarnya berantakan atau tangan mereka kotor, tapi mereka bisa melewatinya begitu saja.

Sementara bagi yang memang mengidap OCD, hal tersebut dapat terasa bagai akhir dunia. Dan mereka tidak dapat melanjutkan hidup kecuali mereka ‘membetulkan’ apapun yang menyebabkan stres parah tersebut.



Itulah beberapa fakta yang tidak banyak diketahui orang awam tentang gangguan obsesif-kompulsif. Kita tidak bisa menyamaratakan perilaku OCD karena setiap pengidapnya mungkin memiliki perilaku OCD yang berbeda-beda.

Kisah dari penderita OCD juga bisa Anda baca di Buku Turtles All The Way Down



[Oleh : Rini]
0

X