fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel

Untuk sebagian orang, rasa kesepian, sedih, patah hati bisa berujung pada perasaan putus harapan. Perasaan kesepian tentu bukan sesuatu yang memalukan, karena bagaimanapun setiap orang pasti pernah merasa kesepian sampai putus harapan.

Dilansir dari situs telegraph.co.uk, membaca bisa menjadi salah satu terapi yang dapat mengurangi stres. Bahkan, membaca selama 6 menit saja dapat mengurangi tingkat stres lebih dari dua pertiganya. Kalau membaca saja dapat mengurangi stres, membaca bacaan yang tepat tentu bisa memberi dampak yang lebih positif.

Supaya semangat hidup tumbuh kembali, berikut rekomendasi beberapa buku terbitan Mizan Pustaka yang bisa kamu baca jika kamu merasa putus harapan.


 1. Adrift karya Tami Oldham Ashcraft dan Susea McGearhart



Buku Adrift

Buku yang filmnya sudah tayang ini merupakan memoar dari sang penulis sendiri. Buku ini menceritakan perjalanan pelayaran Tami dan tunangannya, Richard. Mereka berlayar dari Tahiti untuk mengantarkan kapal pesiar ke San Diego. Alih-alih mendapat pengalaman berlayar yang menyenangkan, pasangan ini justru menghadapi badai luar biasa besar yang memecahkan rekor badai terbesar di dunia.

Bagaimana perjuangan mereka menghadapi badai dan terombang-ambing di laut akan membuat pembacanya melihat bahwa semangat hidup manusia adalah hal yang bisa membuat manusia itu bertahan lebih dari apapun. Penasaran ingin membaca, kan?


2. Turtles All The Way Down karya John Green



Buku teranyar dari John Green menceritakan tentang Aza (protagonis dalam buku) yang mengidap anxiety disorder dan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD). Kondisinya ini membuatnya bertarung dengan dirinya sendiri untuk menjadi seorang putri yang baik bagi orangtuanya, murid yang baik, teman yang baik, dan detektif yang baik dalam petualangannya bersama sahabat baiknya untuk mengungkap misteri seorang miliarder buronan, Russell Pickett.      


3. The Geography of Bliss
karya Eric Weiner
 




Saat putus harapan, kadang kita tidak bisa melihat indahnya dunia. Semua terasa membosankan dan pahit. Buku ini akan mengajak kamu keliling dunia untuk memaknai kebahagiaan. Menurut buku ini, kebahagiaan itu ada dalam diri kita, bukan karena orang lain atau lingkungan sekitar. Mungkin buku ini akan membuat kamu memandang hidupmu dari sisi lain yang belum pernah kamu lihat.     


4. I am Malala
karya Christina Lamb dan Malala Yousafzai





Buku ini berdasarkan kisah nyata. Malala adalah seorang gadis yang memperjuangkan hak dasar untuk mendapatkan pendidikan. Saat kelompok Taliban menguasai daerah Swat Valley, Pakistan, dia tidak tinggal diam dan terus berjuang untuk bisa bersekolah.

Ketika usianya 15 tahun, dia mendapat tembakan di kepalanya saat perjalanan pulang di dalam bus sekolahnya. Hampir tidak ada yang mengira Malala akan selamat dari tembakan itu. Tapi dia terus berjuang dan tidak pernah menyerah untuk memperjuangkan hak dan kehidupannya.    


5. Love Letters to The Dead
karya Ava Dellaira





Dari judulnya sudah super sedih, pasti ceritanya tentang kehilangan seseorang, ya? Diceritakan Laurel (karakter utama dalam buku) mendapat tugas dari guru Bahasa Inggris untuk menulis surat kepada tokoh yang sudah meninggal. Dia memilih menulis surat untuk Kurt Cobain, Judy Garland, River Phoenix, Janis Joplin dan beberapa tokoh .

Dia memilih untuk menulis kepada mereka karena mereka memiliki kesamaan dengan kakaknya sendiri; meninggal saat usianya masih muda. Meskipun tugas sekolahnya sudah selesai, Lauren terus menulis untuk orang-orang tersebut.

Dalam surat-suratnya, Laurel mempertanyakan dan mencoba mencari tahu tempatnya di dunia, dan mencoba belajar memaafkan kakaknya karena meninggalkannya dengan begitu tiba-tiba. Sepertinya kita bisa mencoba apa yang dilakukan Laurel, menulis saat merasa sedih mungkin bisa sedikit membuat kita merasa lebih baik.  



Dari kelima buku di atas, kamu tertarik membaca buku yang mana? Semuanya? Siapa takut!



[Oleh : Rini]

0

X