fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel

Penerbit Buku Wonder Woman
Nama Wonder Woman pasti sudah tidak asing lagi di telinga setiap orang. Apalagi setelah filmnya beredar di bioskop. Salah satu superhero wanita terkuat. Tapi dari mana kekuatannya? Apa dia seorang Dewa atau anak Dewa? Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita harus lihat asal-usulnya dari versi komik dan film. Awas spoiler!

Menurut versi komik, Wonder Woman atau Diana Prince merupakan putri Ratu Hippolyta, seorang bangsa Amazon dan putri Ares sang Dewa Perang. Bangsa Amazon sendiri diciptakan oleh dewi-dewi Yunani sekitar 1.200 Sebelum Masehi dari jiwa-jiwa wanita yang menjadi korban kemarahan lelaki. Mereka semua ditempatkan di sebuah pulau surga bernama Themyscira.

Hippolyta yang merupakan reinkarnasi wanita pertama yang menjadi korban kemarahan lelaki kemudian menjadi ratu mereka. Namun dari semua jiwa yang dibangkitkan tersebut ada satu yang ditunda dulu oleh para Dewi yang nantinya akan menjadi Diana atau Wonder Woman.

Jiwa yang kebangkitannya ditunda tersebut adalah putri wanita pertama yang meninggal karena kemarahan lelaki yaitu Hippolyta. Lalu Hippolyta diminta untuk membuat sebuah bayi perempuan dari tanah liat, dari situ dewi-dewi memberikan jiwa pada tanah liat tersebut dan jadilah Diana. Selain itu dewi-dewi tersebut juga memberikan berkah yang menjadi kekuatan Wonder Woman.

Sedangkan versi dari film layar lebar, Zeus menciptakan umat manusia untuk hidup berdampingan dengan para dewa. Tapi Ares iri dan membuat para lelaki berperang satu sama lain dan mendapatkan kekuatan untuk membunuh semua dewa. Zeus menciptakan kaum Amazon untuk menghentikan Ares, namun tidak berhasil.

Dari hasil pertarungan terakhir Zeus dan Ares, mereka berdua terluka berat, tetapi Ares selamat. Sebelum meninggal, Zeus menciptakan Themyscira sebagai tempat berlindung Amazon. Diana yakin kalau dia diciptakan dari tanah liat oleh Hippolyta dan ditiupkan jiwa oleh Zeus. Tapi kita semua tahu di ujung film, Ares memberitahu Diana dia lebih dari ditiupkan jiwa oleh Zeus. Diana adalah anak dari Zeus dan Hippolyta yang ditugaskan untuk menghancurkan Ares.



Dari kedua versi asal-usul Wonder Woman atau Diana, kita tahu kalau dia mempunyai garis keturunan Dewa baik itu Ares sebagai kakek di komik atau Zeus sebagai ayahnya di film. Hal tersebut membuktikan kalau Wonder Woman adalah setengah dewa.  



[Oleh : Logika]
0

Artikel

Fakta Tentang Nouman Ali Khan Muslim Amerika
Baru-baru ini Indonesia dikunjungi oleh seorang Muslim dari Amerika, Nouman Ali Khan. Ceramahnya sudah banyak tersebar di media sosial dan banyak membahas cara untuk memahami Islam lebih mendalam secara perlahan. Untuk kalian yang ingin mengenal Nouman Ali Khan lebih dalam, ini dia lima fakta menarik tentang Nouman Ali Khan!

  1. Ayahnya Adalah Seorang Diplomat

Mempunyai ayah seorang diplomat membuat Nouman Ali Khan dan keluarganya sering berpindah-pindah. Dia lahir di Jerman lalu pindah ke Riyadh setelah ayahnya ditugaskan di Kedutaan Besar Pakistan untuk Arab di Riyadh.

Dia tinggal di sana dari kelas 2 sampai 8. Selama tinggal di sana, dia belajar sedikit tentang Bahasa Arab, tapi dia lebih banyak belajar bahasa Urdu ketimbang bahasa Arab. Setelah remaja, Nouman Ali Khan dan keluarga pindah ke New York, Amerika Serikat sampai sekarang.

  1. Sempat Jauh dari Islam dan Kembali Lagi ke Islam

Saat tinggal di Amerika, Nouman Ali Khan sempat menjadi seorang agnostik karena lingkungan di sekitar tempat tinggalnya. Pada masa itu juga dia banyak mengkritik dan mempertanyakan Islam, bahkan dia mengakui sempat lupa bagaimana caranya sholat.

Masa-masa agnostik tersebut berakhir setelah Nouman Ali Khan bertemu dengan temannya di Muslim Student Association. Di sana dia mempertanyakan Islam pada temannya. Lalu saat waktu shalat tiba temannya mengajak untuk shalat. Pada saat shalat itulah hatinya mulai tergugah dan dia kembali tertarik untuk belajar Islam.

  1. Mulai Belajar Bahasa Arab Sejak…

Untuk memahai lebih dalam tentang Al Quran, Nouman Ali Khan belajar Bahasa Arab secara serius pada Dr. Abdus-Samie. Dia mengembangkan metode untuk memahami tata bahasa Bahasa Arab secara lebih mendalam untuk memahami Al Quran.

  1. Mendirikan Bayyinah Institute

Bayyinah Institute didirikan oleh Nouman Ali Khan pada tahun 2005 dan sekarang berbasis di Dallas, Texas. Tujuannya adalah agar Al Quran lebih mudah diakses oleh masyarakat khususnya New York. Di sana, dia mengajarkan Bahasa Arab dengan metode yang dia kembangkan. Selain itu, banyak juga video ceramahnya di kanal YouTube-nya.

  1. Merilis Buku

Buku pertama yang Nouman Ali Khan rilis adalah Divine Speech: Exploring Quran As Literature tahun 2016 lewat Bayyinah yang dia dirikan. Buku tersebut membahas cara memahami Quran lewat fitur-fitur literatur. Seperti pilihan kata dan gaya bahasanya.

Sedangkan Revive Your Heart: Terapi Al Quran untuk Menyucikan Hati, membahas tentang bagaimana Muslim milenial menjaga hubungan spiritualnya dengan Allah dan menghadapi tantangan masa kini.



Itulah lima fakta Nouman Ali Khan. Kisah hidup dan karyanya sangat menarik untuk diikuti dan dinikmati. Metode yang diterapkan untuk memahami islam lebih dalam bisa kita
aplikasikan.  



[ OLEH : LOGIKA ]

 

0

Artikel, Blogger Review, Review
Asia vs Barat | Featured
[Oleh:  Gilang Maulani]


Dibanding-bandingkan dengan orang lain, apalagi oleh orangtua sendiri itu nggak enak. Semisal, si X anaknya tetangga kita baik ya, beda sama kamu! DEG. Super nggak enak. Membuat nyali ciut dan nggak berharga. Lalu hubungannya dengan buku ini apa? Ada, jelas ada. Dikupas tuntas di sini.
 
Sebelum masuk ke intinya, aku curhat dulu boleh ya? Sa at mendapatkan kiriman buku ini jujur aku sedikit shock. Secara bukan bacaan aku banget. Iya, aku doyannya fiksi sementara ini buku apa? Hayo menurut kamu buku apa? Dilihat dari covernya kayak buku politik, padahal bukan. Begitu dibalik, blurb-nya kok cocok sama aku yang ingin jadi kreatif … #nyengirkuda.
 
 
Blurb
 
Bagaimana suatu budaya dapat memiliki andil yang besar dalam proses pembentukan kreativitas seseorang? Benarkah bahwa secara umum orang Asia lebih sulit untuk berpikir, merasa, dan bertindak secara kreatif dibandingkan orang Barat? Mengapa?
 
Ada banyak perbedaan antara masyarakat Asia dan Barat. Perbedaan mendasar antara dua budaya tersebut pada akhirnya membentuk ciri khas tersendiri antara sistem nilai, kepribadian, dan makna diri, bahkan merambah hingga perbedaan pola asuh dan sistem pendidikan yang berlaku di Asia dan Barat hingga saat ini.
 
Buku ini akan menjelaskan secara terperinci segala aspek yang berkaitan dengan faktor pemicu kreativitas yang tanpa disadari telah dibentuk sejak usia dini. Kwang akan memaparkan aspek-aspek tersebut dengan pembahasan yang apik dan menyeluruh.
 
Jika anda tertarik untuk meningkatkan kapasitas diri dan passion dalam hidup, membentuk kepribadian yang lebih kreatif, atau sekadar mempertanyakan hal-hal apa saja yang memengaruhi kreativitas, bersiaplah, Kwang akan menuntun Anda untuk menjawab pertanyaan tersebut.


***

“Pada setiap pekerjaan kreatif, ide yang abstrak dan belum teruji harus diterjemahkan ke dalam aksi konkret.” – Hal. 6

***


Terdiri atas 9 Bab :

1. Dunia Pardoks para Penemu,
2. Karakter Masyarakat Asia dan Barat,
3. Struktur Psikologis Orang Asia dan Barat,
4. Budaya, Kreativitas, dan Sikap Individual,
5. Budaya, Kreativitas, dan Sikap Termotivasi,
6. Bagaimana Pelajar Asia dan Barat Berusaha Meraih Sukses?
7. Bagaimana Orang Asia dan Orang Barat Menghadapi Konflik?
8. Dapatkah Dunia Timur Bertahan terhadap Dunia Barat?
9. Menuju Masyarakat Asia yang Lebih Kreatif.

Sejak awal sejarah manusia, kehidupan sudah mendapatkan kontribusi kreatif orang-orang yang hidup dalam budaya berbeda di seluruh dunia.

Contohnya : kulkas dan komputer. Penemuan ini mempermudah kehidupan kita, sayangnya pada kesempatan yang sama mereka telah banyak membuka area potensial terjadinya konflik antar sesama manusia.

Contohnya : Nuklir. Di satu sisi memenuhi kebutuhan energi, di sisi lainnya menimbulkan bencana. Ada 4 pendekatan teoritis untuk mempelajari kreativitas : kognitif, kepribadian, psikologi dan sistem.

Kreativitas kelas atas hanya dimiliki oleh sedikit orang sepanjang hidup kita, berbeda dengan kreativitas keseharian yang sebagian besar dari kita akan mengalaminya. Jika kita ingin berbakata di bidang tertentu, kamu tidak membutuhkan gen terbaik, tapi harus punya dukungan yang cukup dari orang terdekat selama masa pembentukan.

Albert Einstein, Mahatma Gandhi, Isaac Newton merupakan jenius kreatif yang ketika dijabarkan membuat tercengang lebih ke arah agak mengerikan sih. Kalau barat punya Bill Gates, Asia juga punya, Sim Wong Hoo dan Jerry Yang.


“Para ahli memperoleh kinerja terbaik di beberapa bidang tertentu, bukan karena mereka terlahir dengan gen terbaik tapi karena mereka terlahir melakukan latihan yang terus-menerus.” Hal. 15


Orang Barat memang lebih kreatif, tapi tanpa adanya impor dari Cina … penemuan-penemuan itu tidak akan mungkin terjadi. Dan masyarakat Asia, terutama Cina sendiri pun tidak banyak yang mengetahui fakta ini. Belum lagi fakta-fakta tentang Jepang dan Singapura.


“Orang Asia lebih kreatif daripada orang Barat dalam hal keterampilan kuliner.” – Hal. 105


Budaya bisa memengaruhi kreativitas, dikupas secara lengkap di sini. Selain budaya, kepribadian pun turut memengaruhi, di mana Asia lebih tertutup dan Barat terbuka, di mana proses belajarnya penuh trial dan error.

Kemudian dari sistem pendidikan pun berbeda. Pelajar Asia ketika memilih jurusan, mereka memilih yang memiliki nilai pasar yang bagus dan dapat membantunya menemukan pekerjaan bagus saat lulus nanti. Dan keinginan berprestasi di sekolah muncul untuk memenuhi harapan orang lain, terutama keluarga yang sudah banyak berkorban untuk mereka.



Asia vs Barat | Cover

Jadi benarkah Orang Barat lebih kreatif daripada Orang Asia? Kamu bisa menentukan jawabannya di buku ini. Dan kamu ingin menjadi lebih kreatif?

Di buku ini ada panduan komprehensif untuk menjadi orang Asia yang kreatif lho? Yakin nggak mau baca sendiri? Aku bagi satu deh panduannya : Menjaga sikap suka bermain-main di dalam kehidupan. Hayo, kamu pasti bingung kan? kok main-main sih … makanya, baca bukunya langsung biar nggak penasaran.

***

Ketika satu persatu halaman pada buku ini aku baca, rasanya seperti di tampar bolak-balik. Kesindir banget yes! Betapa selama ini ketika sekolah, aku berusaha mendapatkan nilai baik demi membahagiakan orangtua, agar mereka tidak kecewa.

Milih jurusan saat kuliah kemarin pun bukan karena passion tapi karena … ah sudahlah. Cara orangtua mendidik pun memengaruhi psikologis untuk menjadi orang kreatif lho. Di Barat, kalau menghukum anak itu dikunci di dalam rumah, sementara di Asia dikunci di luar rumah.

Logikanya, bener yang dikunci di dalam rumah dong, biar anaknya merenung. Belum lagi dibanding-bandingkan dengan orang lain, itu membuat anak merasa diremehkan.

Orang Asia juga cenderung menghindari sesuatu yang memancing konflik dan mempermalukan dirinya ataupun kelompoknya (takut mencoba). Itu jelas menghalangi proses kreatif. Orang Barat kalau bikin karya nggak main-main lho, contoh di sini pembuatan film Titanic dan wirausahawan sukses Richard Branson.

Beberapa dari orang Asia juga mementingkan wajah. Seperti orang-orang yang saling memamerkan kekayaan, membuat pesta pernikahan yang mewah supaya tidak kehilangan muka di hari istimewa. Menginginkan lebih banyak uang padahal sudah punya cukup uang untuk berbahagia.

Real banget kan? Tapi nggak bisa dipungkiri kalau orang Asia memang lebih kreatif dalam hal keterampilan kuliner. Banyak macemnya dan kaya rempah-rempah.

Dengan membaca buku ini, aku yakin kamu nggak akan nyesel. Justru pikiran kamu bakalan lebih terbuka untuk menjadi kreatif. Terjemahannya pun luwes, enak bacanya. Tapi kurang sreg sama font yang untuk keterangan. Terlalu kecil. Ada beberapa tulisan yang sedikit pudar juga di beberapa halaman, nggak bener-bener hitam.


***


Kutipan-kutipan Favorit :


“Motivasi intrinsik mengacu pada passion seseorang untuk melakukan tugas yang diminta. Tanpa passion dalam melakukan hal yang dilakukannya, dia akan merasa kesulitan untuk melangkah.” – Hal. 9


“Menjadi penemu dalam keseharian tidak akan mendapatkan pengakuan dunia Internasional. Meski demikian, hal itu akan membuat kita berada dalam kehidupan yang bermakna, sehat dan seimbang.” Hal. 14


“Pepatah Jepang : yang menonjol sendiri akan di serang, bertolak belakang dengan pepatah Amerika : yang paling berbeda yang akan mendapatkan perhatian.” – Hal. 48


“Jika ada orang lain yang mengalahkan kita dalam suatu hal, saya rasa kita harus bangkit dan melangkah lagi.” – Hal. 91


“Dunia Barat memang berutang banyak kepada Timur. Tanpa Impor dari Cina, perkembangan dunia kelautan dan navigasi, seperti kemudi kapal, kompas dan tiang kapal ganda, perjalanan besar Eropa yang membawa pada penemuan-penemuan tidak akan mungkin terjadi.” – Hal. 105


“Orang yang kreatif itu tidak “menyenangkan” karena mereka memaksa orang lain untuk harus melakukan apa yang mereka katakan, betapapun anehnya itu.” – Hal. 206


“Jika ingin membesarkan anak kreatif di dalam keluarga, kita perlu meluangkan lebih banyak waktu untuk mendorong dan memuji mereka saat melakukan hal-hal yang baik dan tidak sering-sering membentak dan memaksa mereka saat melakukan kesalahan.” – Hal. 280


 
Judul : ASIA VS BARAT : Benarkah Orang Barat Lebih Kreatif Daripada Orang Asia?

Judul Asli : Why Asians Are Less Creative Than Westerners

Penulis : NG AIK KWANG

Penerjemah : Widiati Utami

Penyunting Naskah : Zahra Haifa


Proofreader : M. Eka Mustamar

Desainer Sampul : Wirastuti

Desainer Isi dan Layout  Jumee

Penerbit : Kaifa

Tahun Terbit : Cetakan pertama, Agustus 2016

Jumlah Halaman : xviii + 358 hlm

ISBN : 978-602-0851-54-9





Tulisan ini disalin dari blog pribadi Gilang Maulani, cek blog Gilang melalui tautan di bawah ini:
 
0

Artikel
Sholat Tahajjud | Featured Image
Sudah menjadi rahasia umum di kalangan umat Muslim, bahwa menunaikan shalat malam akan mendapatkan banyak keberkahan, baik itu yang terasa di dunia maupun akhirat.

Hal-hal luar biasa seperti kesehatan dan kemudahan rezeki adalah dua di antara keberkahan dari shalat malam.  Namun, tidak sedikit umat Muslim yang mengabaikan shalat malam dengan berbagai alasan. Di antaranya mengantuk dan takut kekurangan waktu tidur yang berkualitas. Padahal, menunaikan shalat malam lah yang menjadikan hidup kita berkualitas.

adi, mau pilih yang mana?
Jika jawabanmu ingin hidup berkualitas di dunia dan akhirat, ayo kita agendakan untuk shalat malam. Bagi yang belum terbiasa menunaikannya, mari kita pelajari dahulu tata cara untuk menunaikan shalat malam. Sebagai bahan referensi, kamu bisa membaca buku Dahsyatnya Shalat Malam yang ditulis oleh Salamah Muhammad Abu Al-Kamala.

Sholat Tahajjud 3 | Image
Nah, berikut  5 alasan mengapa kita harus membaca buku yang direkomendasikan oleh Tahajud Call, sebuah komunitas yang concern terhadap program shalat malam:


  1. Mengetahui Tata Cara Shalat Malam


Kebanyakan orang berpikir bahwa tata cara melaksanakan shalat malam sama dengan shalat Sunnah. Padahal, tata cara shalat malam dan shalat sunnah lain berbeda, sebagaimana petunjuk Rasulullah Saw.

Buku Dahsyatnya Shalat Malam menyajikan informasi mengenai tata cara shalat malam, seperti jumlah rakaat, dan waktu terbaik untuk memanjatkan doa pada waktu tersebut. Ada empat tata cara shalat malam yang disajikan di buku ini, seperti yang dilakukan oleh Rasulullah Saw.

Selain membantu bagi yang belum pernah menunaikan shalat malam, buku ini juga akan sangat membantu bagi yang sudah pernah menunaikan shalat malam dan ingin menyempurnakannya.


  1. Memahami Hikmah dan Manfaat dari Shalat Malam

Setiap perbuatan baik akan memberikan hikmah dan manfaat yang baik bagi pelakunya, termasuk shalat malam. Banyak sekali hikmah dan manfaat yang akan didapatkan apabila kita menunaikan shalat malam.

Di antaranya: meraih cinta Allah, menghapuskan dosa dan kesalahan, mendatangkan kesehatan bagi pelakunya, dan mengangkat derajatnya ke tempat yang terpuji. Dengan memahami hikmah dan manfaatnya, kita akan lebih mudah tergugah untuk membiasakan diri menunaikan shalat malam.

Masih banyak hikmah dan manfaat lain dari shalat malam yang dibahas di dalam buku ini, setiap hikmah dan manfaat tersebut pun dijelaskan dan dibuktikan secara ilmiah dan dapat dipercaya.


  1. Mendapatkan Kiat-Kiat Efektif Agar Mudah Melakukan Shalat Malam

Terlalu pulas tidur dan mengantuk menjadi masalah yang sering dialami oleh orang yang akan melaksanakan shalat malam. Apabila sudah bangun pun, terkadang mata dan badan tidak bisa diajak kompromi untuk segera beranjak dari tempat tidur.

Lalu, adakah cara untuk mengatasi hal tersebut di buku ini? Jawabannya, ada. Ada beberapa kiat-kiat efektif yang disajikan di buku ini agar kita mudah untuk melaksanakan shalat malam.

Mulai dari mengatur waktu tidur sampai hal-hal yang harus dilakukan sebelum tidur, dibahas secara mendalam dan akan mudah untuk dimengerti karena disajikan dengan cukup ringan.

Sholat Tahajjud 2 | Image
  1. Mengetahui Adab-Adab yang Mesti Dijaga Saat Shalat Malam

Pantaskah baju yang biasa kita pakai tidur dipakai untuk untuk shalat malam? Seyogyanya, kita menggunakan pakaian terbaik dan menggunakan wewangian sebelum menunaikan shalat malam.

Shalat malam adalah momen indah yang mampu mendekatkan kita kepada Allah Swt. Layaknya saat kita akan bertemu dengan orang yang kita cintai, pakaian yang kita gunakan tentu harus yang terbaik agar memberikan kesan yang positif. Pun saat akan menunaikan shalat malam, mari kita mempersiapkan diri sebaik-baiknya, sebab kita akan berkomunikasi dengan-Nya.

Selain menggunakan pakaian yang bersih dan wewangian, ada beberapa adab lain yang harus dilakukan. Maka, buku ini menyajikan adab-adab yang mesti dijaga saat shalat malam agar kesempurnaan ibadah malam lebih mudah kita peroleh.


  1. Mengetahui Kisah-Kisah Teladan yang Akan Memotivasi Untuk Menunaikan Shalat Malam

Perubahan dapat bersumber dari mana saja. Salah satunya dari kisah orang-orang sukses yang sangat memotivasi diri. Buku ini juga menyajikan kisah orang-orang sukses yang memiliki kegemaran melaksanakan shalat malam.

Salah satu yang diceritakan di buku ini adalah kisah Sa’id Al-Harits dan Al-Khalidah, yang mampu menginspirasi umat Muslim yang ikut berperang dalam menaklukkan benteng Romawi.

Selain kisah tersebut, masih ada beberapa kisah lain yang bisa membuatmu termotivasi untuk segera membiasakan diri menunaikan shalat malam. Dengan membaca buku Dahsyatnya Shalat Malam, insya Allah kita akan semakin membiasakan diri menunaikan shalat malam.


***



Itulah lima alasan mengapa kamu harus membaca buku Dahsyatnya Shalat Malam ini.  Semoga bermanfaat dan dapat membuatmu lebih bersemangat dalam beribadah!


Sandra Nurdiansyah
Publisis
Penerbit Mizan
(Penyunting: Cecep Hasannudin)  
Dahsyatnya Shalat Malam | Cover


Dahsyatnya Shalat Malam

Mizania Kode Buku: UB-247
ISBN: 9786024180645
Tahun Terbit: Agustus 2016
Halaman: 220
Halaman Berat: 0,18 Kg
Format: Soft Cover
https://www.youtube.com/watch?v=pFzf9IxWIgw
0

X