fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel

Hidup manusia memang tidak dirancang secara statis. Akan ada manis dan pahit, pun keberhasilan dan kegagalan yang menghampiri. Sebagai bagian dari makhluk ciptaan-Nya, kita juga tidak bisa meminta agar jalan hidup selalu lurus tanpa ada rintangan.


Dalam kehidupan, setiap orang pasti akan mengalami kerasnya perjuangan untuk bertahan dan mencapai tujuan, termasuk merasakan kegagalan. Dan untuk tidak menyerah menghadapi segala rintangan yang telah diberikan memang sangat sulit, itulah salah satu poin yang dijelaskan oleh penulis yang juga seorang kolumnis bidang Islam di InFocus News bernama Yasmin Mogahed dalam buku terbarunya yang berjudul Love & Happiness.


Lewat buku itu juga, Yasmin ingin membantu orang lain untuk bertahan dengan menyuarakan apa yang telah ia pelajari dalam kehidupan. Karena pada dasarnya, inspirator muslim seperti Yasmin Mogahed pun pernah gagal. Perjalanan karier yang ia lalui tidak selalu mudah. Ia bahkan sudah berkali-kali jatuh dan merasakan sakit. Yang membuat ia bisa sukses seperti sekarang adalah kemampuannya untuk bangkit dari kegagalan tersebut.


Maka sebenarnya, ketika gagal dalam mencapai suatu hal, kamu juga bisa bangkit lagi—sama seperti Yasmin. Kalau kamu merasa kesulitan untuk mewujudkan, sembilan cara di bawah ini bisa kamu coba lakukan.

  1. Boleh Menangis karena Kecewa


    Ketika mimpi gagal diraih, rasa kecewa dalam diri kamu merupakan hal manusiawi yang wajar bila timbul. Kamu juga bisa luapkan rasa kecewa tersebut dengan cara menangis. Mengeluarkan air mata atas kerja keras yang belum bisa terbayar bukanlah tindakkan salah atau pun sesuatu yang dinilai lemah. Seperti yang dipaparkan Yasmin Mogahed dalam buku Love & Happiness, bahwa sesungguhnya air mata itu diciptakan untuk menyembuhkan. Maka, menangislah dan luapkan emosi yang membuat dadamu sesak. Namun ingat, jangan sampai terlarut dalam kesedihan. Menangis karena merasa kecewa memang boleh, tapi menyerah jangan.

  2. Menerima Keadaan dengan Sabar

    Ikhlaskan kegagalanmu. Terimalah keadaan tersebut dengan lapang dada. Ketika kamu tidak ikhlas menerima kegagalan, kamu akan terus-menerus dikelilingi oleh rasa kecewa yang dapat menghambatmu untuk bergerak maju. Kalau kamu tidak ikhlas, secara otomatis pikiranmu pun akan berfokus pada hal-hal yang membuatmu jatuh dibandingkan dengan sesuatu yang dapat membantumu bangun. Sebaliknya, saat kamu sudah ikhlas atas kegagalan yang menimpa, maka kamu akan lebih mudah menemukan jalan baru untuk meraih sebuah keberhasilan.


  3. Maknai Kepingan Kegagalan yang Kamu Alami


    Semua hal yang terjadi di dunia ini memiliki alasan, termasuk kamu yang telah gagal mencapai satu impian. Telaah lagi setiap kepingan kegagalan yang memilih untuk bertemu denganmu. Pahami kenapa kamu bisa gagal dan jadikanlah hal tersebut sebagai pelajaran yang bermakna dalam kehidupan. Jangan biarkan alasan-alasan yang membuatmu gagal hari ini, menjadi sebuah alasan kamu gagal lagi di kemudian hari. Cobalah mengerti, kegagalan yang kamu temui sebenarnya memiliki tujuan untuk menjadikanmu lebih kuat. Bahwa ketidakberhasilanmu sekarang bisa saja menjadi jalan pintas untuk kesuksesanmu kelak.

  4. Jangan Cemas

    Sesungguhnya kecemasan yang mengelilingimu akan menghambat pergerakanmu untuk bangkit dari kegagalan. Tenangkan diri dan istirahatkan dirimu sejenak. Setelah itu, kembali tata peta perjalananmu. Masih banyak jalur yang tersedia untuk mencapai tujuan yang kamu inginkan.

  5. Biasakan Berpikir Positif

    Tanamkan dalam pikiran bahwa kegagalan yang kamu alami merupakan bagian dari proses kehidupan. Buang jauh prasangka-prasangka negatif karena hal tersebut akan semakin menjerumuskanmu pada kegelapan. Ingatlah bahwa Tuhan akan tetap membiarkanmu bernapas meskipun kamu telah jatuh. Tanamkan rasa syukur karena sebenarnya masih banyak hal-hal positif yang hadir dalam kehidupanmu meskipun kamu gagal menggapai satu hal, dan hal-hal positif itu akan kamu temukan secara mudah hanya jika kamu berpikir secara positif juga.


  6. Berdamailah dengan Diri Sendiri

    Teman akrab di kehidupan yang tidak akan pernah meninggalkanmu adalah dirimu sendiri. Maka, jangan terlalu keras dan cobalah untuk berdamai dengan dirimu sendiri. Kamu juga tidak perlu menyalahkan diri atas kegagalan yang menimpa. Dibanding menyalahkan, akan lebih baik jika kamu membangun kerja sama dengan diri sendiri. Maafkan dan ambil hikmah dari dirimu yang pernah gagal, serta segeralah berjalan berdampingan dengan dirimu yang sekarang agar bisa menemukan sosok dirimu yang lebih baik lagi di masa depan.

  7. Pahami Takdirmu

    Segala hal yang kamu inginkan dan harapkan, belum tentu menjadi hal yang memang baik untukmu. Salah satu bentuk kasih sayang Yang Maha Kuasa padamu bisa jadi ditunjukkan dengan cara menjauhkan hal yang kamu inginkan tapi pada kenyataannya belum tentu baik jika diberikan kepadamu. Jadi, pahami dan yakinlah bahwa sesuatu yang gagal kamu dapatkan bukanlah yang terbaik dan akan ada takdir lain yang kelak akan membuatmu bahagia.


  8. Tetaplah Berusaha

    Jangan jadikan kegagalan sebagai alasan untuk menyerah. Kegagalan yang kamu dapatkan sekarang, adalah kesempatan agar kamu bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Waktu dalam kehidupan akan terus berputar, begitupun kamu yang harus terus melangkah ke depan. Tidak perlu buru-buru. Jika kamu sudah tidak sanggup berlari, kamu bisa berjalan. Jika kamu rasa tidak dapat berjalan, merangkak juga tidak apa-apa. Yang terpenting, kamu bisa memaknai prosesnya dan tetaplah berusaha.

  9. Kembali pada Sang Pencipta

    Semua yang terjadi di dunia ini, termasuk segala sesuatu yang terjadi pada hidupmu, adalah kehendak-Nya. Sesungguhnya Dia tengah mengangkat derajatmu ketika memberikan kamu cobaan yang berat. Saat orang-orang di sekitar, bahkan dirimu sendiri, tidak bisa memberikan pertolongan saat musibah datang, hanya Sang Pencipta yang bisa menolong. Kamu juga harus paham, bahwa hanya dengan izin-Nya kamu bisa bangkit dari kegagalan. Maka, kembali dan berserahlah pada-Nya. Karena pada dasarnya, kesuksesan yang coba kamu raih itu bersifat sementara, sedangkan Allah itu kekal dan akan selalu ada.

    Kalau kau merasa putus asa dan sendirian, jangan pernah lupa siapa yang tetap tinggal. Melupakan-Nya adalah kealpaan terbesar. Tak peduli apa atau siapa yang berada di sisimu sekarang, jangan pernah lupa momen ketika hanya ada Allah. Hanya Dia.” Yasmin Mogahed, Love & Happiness.”





    [Oleh: Shafa Nur Nafisa] 


    Baca juga: 5 Buku Wajib Baca Bagi Kamu yang Berputus Asa

    Baca juga: 8 Motivator Terkenal di Dunia yang Bisa Menginspirasimu

0

X