fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Anak, Artikel

Penjelajahan Saturnus | Feature

NASA adalah sebuah organisasi milik pemerintah Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas program luar angkasa dan penelitian umum luar angkasa yang dilakukan oleh Amerika.

Pada tahun 1997 NASA meluncurkan pesawat luar angkasa yang dinamai Cassini untuk mengambil data dari planet Saturnus. Pada 1 Juli 2004, Cassini akhirnya memasuki orbit Saturnus, dan pada tanggal 24 Desember 2004 satelit Huygens yang menempel pada Cassini berpisah dan mendarat di Titan pada 14 Januari 2005.

Satelit Huygens kemudian mengirim informasi tentang Titan untuk dipelajari ilmuwan di Bumi. Titan adalah satelit terbesar yang dimiliki Saturnus, bukan tokoh raksasa dari mitologi Yunani itu ya …

rocket launch | Image

Apa yang dilakukan Cassini?


Kali ini Cassini akan mengelilingi Saturnus untuk yang terakhir kalinya. Cassini memanfaatkan dorongan gravitasi dari Titan (satelit Saturnus) untuk membuat rute baru. Tepatnya kemarin pada tanggal 22 April 2017. Upaya terbaru Cassini itu memberi ilmuwan gambaran pertama lautan Titan, pola cuaca, dan bukit pasir yang bergelombang. Cassini terbang sekitar 979 kilometer di atas Titan dengan kecepatan relatif 21.000 kilometer per jam. Wow, super cepat!

Kemudian Cassini melesat menjelajahi ruang antara atmosfer Saturnus yang dipenuhi hidrogen-helium dan cincin Saturnus yang terkenal indah itu. Portal berita Reuters melaporkan bahwa Cassini akan memasuki ruang yang belum pernah terjamah untuk pertama kalinya dalam sejarah penerbangan luar angkasa!

Hari ini Rabu, 26 April 2017 akan ada sebanyak 22 kali upaya percobaan untuk penjelajahan di area yang belum terjamah tersebut. Kalau Sahabat kemarin melihat perambah Google, ada animasi yang menggambarkan Cassini sedang mengitari Saturnus sambil memotret planet yang sedang tersenyum itu. Lihat deh, lucu!




Apa saja yang akan Cassini laporkan ke Bumi?

Salah satu tujuan Cassini adalah untuk memata-matai Saturnus! Hehehe … Iya, Cassini sedang bertugas untuk mengambil banyak informasi tentang Saturnus dan cincinnya itu sebagai bahan untuk dipelajari para ilmuwan dan astronom di seluruh dunia.

Cassini akan mengambil informasi tentang komposisi atmosfer dan mempelajari materi batuan di planet tersebut. Pesawat Luar Angkasa Cassini juga akan merekam data kandungan es dan material lainnya di cincin Saturnus. Jumlah data yang Cassini berikan ke Bumi akan cukup untuk penelitian selama puluhan tahun ke depan.




Bagaimana Selanjutnya?


Setelah misi ini selesai, Cassini akan pensiun dan mengakhiri riwayatnya. Setelah lebih dari 20 tahun menjelajah luar angkasa, Cassini akan dihancurkan oleh NASA. NASA menghancurkan wahananya itu bukan tanpa alasan. Cassini dihancurkan dengan cara dijatuhkan ke atmosfer Saturnus agar mikroba dari bumi yang terbawa pesawat itu tidak mencemari satelit-satelit Saturnus.

Rencananya pada masa mendatang, NASA akan kembali meluncurkan wahana guna mempelajari satelit-satelit alami itu. Jangan sedih ya, Sahabat.


Oh ya, nama Cassini diambil dari nama astronom asal Italia-Prancis yaitu Giovanni Domenico Cassini. Pesawat selanjutnya, kira-kira akan diberi nama apa ya, Sahabat?
0

X