fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, baru

Daniel Keyes, seorang penulis fiksi ilmiah dan non-fiksi Amerika yang sering mengeksplor otak dan pikiran manusia dalam novelnya. Salah satu novel klasik karyanya yang berjudul Flowers for Algernon, mengawali karier Daniel Keyes sebagai penulis yang terkenal di seluruh dunia.


Flowers for Algernon pertama kali diterbitkan pada tahun 1959 sebagai sebuah cerita pendek dan kemudian dirilis dalam bentuk novel pada tahun 1966. Novel yang menceritakan eksperimen seorang lelaki yang IQ-nya meningkat drastis secara artifisial ini sudah terjual jutaan kopi dan dialihbahasakan ke dalam beberapa bahasa, termasuk Bahasa Indonesia yang baru-baru ini kembali diterbitkan dengan judul Charlie.

Latar Belakang Keluarga

 

Daniel Keyes lahir di Brooklyn, New York City, pada 9 Agustus 1927. Ayah Daniel Keyes mengelola sebuah toko barang bekas yang menjual buku, besi tua, dan pakaian tua. Sedangkan Ibunya, Betty, merupakan ahli kecantikan yang belajar secara otodidak. Sejak usia dini Daniel Keyes memiliki rabun jauh dan dia sangat ketakutan bahwa suatu hari nanti dia akan menjadi buta. Hal tersebut mendorongnya untuk terus membaca dengan penuh semangat.

 

Seperti yang ditulis dalam memoar tahun 1999 berjudul Algernon, Charlie, and I: A Writer’s Journey, Daniel Keyes menjelaskan bahwa orang tuanya berharap agar dirinya menjadi seorang dokter. Namun, Daniel Keyes kemudian memutuskan untuk bergabung dengan US Maritime Service di bagian pembuatan kapal. Setelah selesai bertugas di US Maritime Service, dia berhasil lulus dan mendapatkan gelar sarjana psikologi di Brooklyn College pada tahun 1950. Pada tahun 1961, Keyes menyelesaikan pendidikan magister di bidang sastra pada universitas yang sama.

 

Kekuatan Daniel Keyes


Daniel Keyes mendapatkan Hugo Award untuk versi cerita pendek Flowers for Algernon dan Nebula Award untuk versi novelnya sebagai pengakuan atas prestasi dalam fiksi ilmiah dan fantasi. Bagi banyak pembaca, Flowers for Algernon lebih dari sekadar karya fiksi ilmiah. Novel ini dipuji secara luas, termasuk oleh Isaac Asimov –seorang ahli biokimia dan penulis terkenal asal Rusia. Asimov menulis dalam Paratexts: Introductions to Science Fiction and Fantasy bahwa novel tersebut merupakan kisah yang sangat mengejutkan sehingga membuat dirinya benar-benar tersesat dalam kekaguman. Menurut Asimov, Keyes mampu memunculkan kelembutan perasaannya sekaligus keterampilan luar biasa dalam menceritakan kisahnya.

 

Kritikus Washington Post, Joseph McLellan, menyatakan bahwa Daniel Keyes mampu membawakan cerita dengan brilian—tidak hanya menceritakan secara jelas namun juga menghadirkan kehangatan tersendiri. Keyes juga berhasil memunculkan perasaan empati bagi tokoh yang memiliki gangguan mental dalam novel tersebut sehingga menjadikan Flowers for Algernon salah satu novel paling berkesan di tahun 60-an.


Bagaimana Daniel Keyes Menulis

Inspirasi untuk menulis kisah Charly Gordon datang ketika Daniel Keyes mengajar di Special Modified English, yaitu sebuah kursus bagi murid-murid yang kesulitan membaca. Dalam kelas tersebut Keyes bertemu dengan seorang murid lelaki yang tidak puas akan tempatnya di ‘kelas khusus orang bodoh’. Murid tersebut bersikeras minta diajari oleh Keyes supaya dia bisa menjadi ‘orang pintar’. Di kelas lain, Keyes menyaksikan seorang murid dengan kesulitan belajar yang mengalami kemajuan signifikan. Namun, kemudian murid tersebut mengalami kemunduran drastis ketika berhenti mengikuti pelajaran. “Ketika dia kembali ke sekolah, dia telah kehilangan semuanya,” ungkap Keyes. “Dia tidak bisa membaca. Dia kembali ke keadaan semula. Kejadian yang membuat patah hati.”

 

Pada tahun 1981, Daniel Keyes kembali menghasilkan karya best-seller dengan genre non-fiksi berjudul The Minds of Billy Milligan. Karya ini didasari oleh kisah nyata William Stanley Milligan, seorang pria yang dianggap sebagai kriminal atas kejahatan pencurian dan pemerkosaan. Namun, William Stanley menggunakan kondisi mentalnya sebagai pembelaan atas semua tindak kejahatan yang dituduhkan. Pengacaranya menjelaskan bahwa ada dua kepribadian lain William Stanley yang melakukan kejahatan-kejahatan tersebut. William Stanley kemudian dibebaskan dari segala tuntutan kriminal dan diharuskan menjalani perawatan di rumah sakit jiwa selama sepuluh tahun. Keyes mewawancarai William Stanley sejak tahun 1979 untuk penulisan buku The Minds of Billy Milligan.

 

Daniel Keyes merupakan Profesor Emeritus di Ohio University sejak tahun 2000. Dia menikahi Aurea Vazquez di tahun 1952 dan memiliki dua orang putri, bernama Hillary Keyes dan Leslie Keyes. Daniel Keyes meninggal pada 15 Juni tahun 2014.

 

Karya-karya Daniel Keyes

 

Flowers for Algernon (short story, 1959)

Flowers for Algernon (novel, 1966) adapted for cinema as Charly (1968)

The Touch (1968; re-edited and published as The Contaminated Man, 1977)

The Fifth Sally (1980)

The Minds of Billy Milligan (1981)

Unveiling Claudia (1986)

Daniel Keyes Collected Stories (Japan, 1993)

The Milligan Wars: A True-Story Sequel (Japan, 1994)

Until Death (1998)

Algernon, Charlie, and I: A Writer’s Journey (2000)

The Asylum Prophecies (2009)


Simak video berikut!

 



Penghargaan-penghargaan yang Diterima Daniel Keyes

 

1960: Hugo Award for the short story “Flowers for Algernon”

1966: Nebula Award for the novel Flowers for Algernon

1986: Kurd Lasswitz Award for The Minds of Billy Milligan

1993: Seiun Award (Non-Fiction of the Year) for The Minds of Billy Milligan

2000: Author Emeritus Award from Science Fiction and Fantasy Writers of America[]

Dapatkan novel BILLY 24 Kepribadian Billy Milligan dalam Satu Tubuh dan CHARLIE: THE ACCIDENTAL GENIUS di buku kesayanganmu atau di Mizanstore.com!

Simak tulisan Fauziah Hafidha menarik lainnya!
0

X