fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, Kolom Editor

Mythical Creatures Article | Featured Image
Suka baca novel-novel fantasi? Pasti teman-teman sudah familier dong dengan makhluk-makhluk magis yang sering wara-wiri di berbagai novel fantasi. Yang paling populer, sebut saja naga, vampir, dan manusia serigala. Sekilas mereka tampak menyeramkan dan berbahaya ya? Jangankan bisa bersahabat, baru bertemu saja mungkin teman-teman sudah ambil langkah seribu.

Tapi jangan keliru… makhluk-makhluk magis lainnya ada banyak sekali lo. Beberapa di antaranya malah baik, jinak, dan bisa dijadikan sahabat. Mau tahu? Yuk, kita kenalan. Kata orang, tak kenal maka tak sayang.
 

IMPUNDULU

Impundulu | Image
Berasal dari Afrika (tepatnya wilayah Pondo, Xhosa, dan Zulu), Impundulu adalah peliharaan gaib para penyihir. Wujudnya berupa burung berbulu hitam dan putih, dengan ukuran sebesar manusia. Ia mampu menciptakan petir dan halilintar, karena itulah ia sering juga disebut lightning bird.

Impundulu memiliki banyak manfaat. Lemak tubuhnya bisa digunakan sebagai ramuan penyembuh, dan dagingnya bisa dipakai sebagai bahan ramuan untuk melacak pencuri dan mengendalikan pikiran manusia… itu kalau kau tega membunuhnya. Impundulu adalah makhluk yang setia dan patuh, serta bisa diwariskan setelah majikannya tewas.  


BARONG

Barong | Image
Barong adalah roh baik pelindung anak-anak. Wujudnya mirip singa, dengan bulu tebal berwarna putih, berwajah merah, dan bermahkota. Hati-hati, jangan sampai tertukar dengan Rangda, si penyihir jahat! Sepintas penampakan mereka memang mirip, tapi mereka berada di dua kubu yang berlawanan.

Biasanya Barong ditemani oleh dua ekor monyet. Jika kau ingin berkenalan dengannya, tidak perlu jauh-jauh, bertandanglah ke Pulau Bali.  


ELF

Elf Fae | Image
Kalau kau pencinta alam, pasti akan cocok bersahabat dengan kaum Elf atau kaum Fae. Mereka pandai menggunakan ilusi dan meracik obat-obatan herbal. Ilusi tersebut dipakai untuk menyembunyikan tempat tinggal mereka, yang ada di berbagai wilayah di Eropa, di antaranya Inggris, Irlandia, Skotlandia, Skandinavia, dan Denmark.

Jika kau beruntung dan berhasil menemukan serta bersahabat dengan kaum fae, manfaatkan untuk belajar lebih banyak tentang alam. Nantinya kau akan bisa buka bisnis obat-obatan herbal deh.  


BROWNIE

Brownie | Image
Brownie adalah peri rumah yang berasal dari Skotlandia. Mereka amat jarang menampakkan diri kecuali pada anak-anak yang masih polos. Brownie bekerja pada malam hari untuk membantu membajak ladang, memanen gandum, memeras susu sapi, serta membersihkan rumah dan kandang hewan.

Balasan atas jerih payah mereka ini bisa berupa makanan kesukaan mereka, yaitu susu, roti, bubur, dan madu. Meskipun brownie amat berguna, jangan sampai menyinggung perasaan mereka, karena mereka dapat berubah menjadi boggart yang gemar mengacaukan rumah dan mengerjai penghuninya.  


NOKKEN

Nokken | Image
Kalau kau senang musik, bersahabatlah dengan Nokken. Berasal dari Jerman, Nokken adalah roh air melankolis yang bisa muncul sebagai kuda putih atau pria muda rupawan. Ia pandai bermain musik dan nyanyiannya amat indah. Jika diberi beberapa persembahan, Nokken bersedia mengajarimu bermain musik.

Tapi hati-hati, jangan sampai kau merusak tanaman kesukaannya, yakni water lily, karena Nokken bisa murka dan menghabisimu.


Bagaimana, dari kelima makhluk magis di atas, adakah yang ingin teman-teman jadikan sahabat? Kisah-kisah lebih lengkap tentang asal muasal mereka kini bisa teman-teman baca dalam buku-buku Mythical Creatures: Asia, Europe, dan Africa. Siapa tahu, mungkin teman-teman malah akan menemukan makhluk lain yang lebih menarik.
 

 
Dyah Agustine merupakan editor novel-novel Fantasi serta Qanita Classic, kamu bisa follow IG-nya @dblueholic , atau stalking Facebooknya di sini.  


(Penyunting: Nizar Tegar)
0

Artikel
5 Hal Sederhana yang Membuat Bukumu Tetap Aman di Musim Hujan | Featured
Membawa buku saat musim hujan membutuhkan penanganan yang ekstra, tanpa persiapan yang baik tentu akan membuat kita kesulitan. Turunnya hujan yang tidak dapat diprediksi, akan membuat kita mati kutu.

Apalagi kalau kebetulan kita sedang berada di lokasi yang tidak memiliki tempat yang nyaman untuk berteduh. Alhasil, buku yang kita bawa akan basah oleh air hujan dan akan lebih rentan mengalami kerusakan. Walaupun bisa dikeringkan dengan bantuan panas matahari ataupun hair dryer, buku tersebut akan bergelombang dan tulisannya pun akan sedikit memudar.

Hal ini tentu akan mengganggu kenyamanan kita saat membaca buku tersebut. Daripada harus membeli buku baru lagi, lebih baik persiapkan hal-hal yang bisa membuat bukumu tetap aman selama musim hujan.

Ada lima hal sederhana yang sangat mudah untuk dilakukan, namun sangat berguna dan bermanfaat untuk membuat buku yang kita bawa aman selama musim hujan. Bagaimana saja hal sederhana tersebut? Mari simak penjelasannya berikut ini:



1. Selalu Membawa Jas Hujan atau Payung

 


Masih ingat dengan pepatah “Sedia payung sebelum hujan”? Kalimat ini bukan hanya sekadar pepatah, tetapi mengandung perintah. Selalu membawa payung atau jas hujan, dapat membantu mengamankan tubuh dan buku kita dari terpaan air hujan. 

Supaya tidak ribet, bawalah payung atau jas hujan yang berukuran kecil dan bisa disimpan di saku samping tas.


2. Menggunakan Tas yang Dilengkapi Cover Bag

 


Saat ini produsen-produsen tas sudah mulai melengkapi barang produksi mereka dengan cover bag, pelapis tas yang bisa melindungi tas dan isinya dari terpaan air hujan. Dengan ukuran yang fleksibel dan bisa dilipat-lipat, cover bag tidak akan memakan ruang di dalam tas.

Kalau pun tas yang kamu gunakan tidak dilengkapi dengan cover bag, kamu bisa membelinya di penjual jas hujan atau supermarket. Penggunaan cover bag dan jas hujan tentu akan membuatmu lebih nyaman dan bukumu pun akan tetap aman.


3. Membawa Map Plastik

 


Apabila tas yang kamu gunakan tidak dilengkapi cover bag, maka menggunakan map plastik bisa menjadi solusi untuk membuat bukumu tetap aman. Harganya pun cukup murah, bila dibandingkan dengan cover bag. 

Untuk mendapatkannya pun cukup mudah, selain di tempat photocopy beberapa warung dan mini market juga ada yang menyediakan map plastik.

Pilihlah map plastik yang permukaannya lebih rapat dan berbahan plastik tebal, agar daya tahannya terhadap air hujan bisa lebih baik dan membuat buku yang kita bawa tetap kering.



4. Membawa Kantong Plastik

 


Cara yang cukup praktis agar buku kita tidak basah saat hujan adalah dengan cara selalu membawa kantong plastik. Kantong plastik cukup ringan untuk diselipkan di tas atau di saku celana.

Cermatlah dalam menggunakan kantong plastik, gunakan kantong plastik yang baru agar kondisinya bersih dan aman terhadap buku. Mengingat sampah plastik yang sulit terurai, gunakanlah kantong plastik tersebut sampai benar-benar tidak bisa digunakan lagi ya.


5. Menggunakan Spray Anti Air



Sudah tahu produk spray anti air? Produk ini berfungsi untuk membuat barang yang kita miliki, memiliki daya resistansi terhadap zat cair. Selain bisa melindungi dari basah air hujan, spray ini juga bisa melindungi barang-barang dari zat cair lainnya seperti minyak atau kecap.

Gunakan spray anti air ini pada tas yang kamu bawa, bukan pada bukunya ya. Dijamin bukumu akan terhindar dari basah air hujan.



***

Itulah 5 hal  sederhana yang bisa membuat bukumu tetap terjaga di musim hujan. Semoga bermanfaat!

Sandra Nurdiansyah Publisis
Penerbit Mizan
(Penyunting Nizar Tegar)
0

X