fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel


Bagi sebagian orang, menikah dengan seorang dokter adalah anugerah.  Bagaimana tidak, dokter menjadi salah satu profesi yang menjanjikan dan digandrungi saat ini. Terbukti dari semakin banyaknya fakultas-fakultas kedokteran yang dibangun di berbagai penjuru. Mulai dari dokter umum sampai dokter spesialis yang kini semakin beragam.

Selain dari penghasilannya yang cukup besar, strata sosial seorang dokter juga cukup dipandang oleh masyarakat. Tak heran biaya untuk mengambil kuliah kedokteran pun terbilang fantastis dan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan bidang keilmuan lainnya.

Sehingga hal ini berdampak pada biaya yang harus dikeluarkan pasien ketika berobat. Tak tanggung-tanggung seorang dokter bisa berpenghasilan puluhan juta setiap bulannya (idntimes.com). Hal ini bergantung pada dokter apa yang ia lakoni.

Tetapi dalam kehidupan nyata, pernahkah ada yang menanyakan bagaimana sebenarnya hidup dengan seorang dokter? Apakah benar seperti yang dibayangkan oleh orang-orang? Bagi kamu yang kini tengah hidup bersama seorang dokter, suka-duka dibawah ini sepertinya hanya kamu yang mengalami. Yuk simak!

  1. Berpengetahuan luas

Dokter dipandang sebagai sosok intelektual yang serba tahu. Ia tahu penyebab ilmiah dari PMS, baby blues, sampai waktu yang tepat untuk mendapatkan momongan. Ia tahu stimulasi yang tepat demi perkembangan si buah hati dan tentu saja hal ini memudahkan para ibu karena sang suami ibarat ensiklopedia berjalan. Demikian dilansir dari Boldsky, Rabu (5/8/2015).

Kamu bisa banyak belajar darinya sedikit demi sedikit di sela-sela kesibukannya. Terlebih bila ia seorang dokter umum yang mempelajari berbagai penyakit dan cara mengatasinya. Beruntungnya, kamu.

 

  1. Kamu tak terlalu panik ketika ditimpa sakit

Memiliki pasangan seorang dokter menjadikanmu tidak terlalu panik dan khawatir ketika ditimpa sakit. Ini keuntungan paling besar yang didapatkan jika menikah dengan dokter.


Kamu akan merasa bahwa ada pasangan sendiri yang akan melakukan pertolongan pertama dengan tepat jika kamu dan keluarga sakit, termasuk obat apa yang sebaiknya dikonsumsi. (hipwee.com)

Paling tidak, hal ini akan meminimalisir anggaran kesehatan dalam keluarga karena tak perlu repot untuk periksa ke dokter atau rumah sakit. Kamu tentu sudah merasakannya, bukan?


  1. Sering kekurangan waktu

Berprofesi sebagai seorang dokter tentu akan sangat menyibukkan. Pasanganmu akan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit. Rumah akan menjadi tempat yang sangat ia rindukan ketika seharian penuh bekerja diluar yang menguras waktu dan pikiran.

Jam kerja seorang dokter pun tak menentu. Bergantung pada jadwal shift yang ia dapatkan. Begitupun dengan waktu liburannya yang notabene akan berbeda dengan waktu liburan pekerja pada umumnya. Mungkin kamu akan banyak mengeluh mengenai hal ini. Terkesan kurang perhatian, kamu pun merasa terabaikan.

Tapi di balik itu semua, ingatlah bahwa dokter adalah profesi mulia, yang lewat perantara tangan dan pikirannya banyak orang yang akhirnya sembuh dari sakitnya. Inilah yang jadi pelipur saat harus ada banyak momen yang tak bisa dihadapi bersama karena tuntutan pekerjaan. (hipwee.com)

 

  1. Jarang menceritakan pekerjaan

Banyaknya istilah khusus dalam dunia kedokteran menjadikan pasanganmu tak mampu menceritakan seputar pekerjaannya. Terlebih bila kamu bukan seorang dokter. Sering kali kamu ingin tahu apa saja yang telah ia lakukan. Penyakit apa saja yang berhasil ia sembuhkan. Siapa saja pasiennya, dan sebagainya.


Tapi kamu pun berpikir kembali, bahwa tak mudah untuk ia menceritakan hal-hal yang telah ia alami. Terlebih bila hal itu berkaitan dengan privasi pasiennya. Kamu hanya perlu memahami posisinya dan cukup tanyakan hal-hal yang sekiranya bisa ia ceritakan padamu.

Jadilah pasangan yang pengertian, bukan yang selalu menuntut agar dimengerti. Terlebih bila ia teramat lelah dengan berbagai rutinitasnya. Jangan langsung mencecarnya dengan setumpuk pertanyaan yang justru membuat ia semakin pusing seketika. Tunjukkan padanya bahwa betapa beruntungnya kamu bisa hidup dengannya.

 

  1. Pasanganmu menjadi milik para pasiennya

Ketika memutuskan untuk menikah dengan seorang dokter, kamu harus menyadari bahwa pasanganmu bukan hanya milikmu seorang. Ia menjadi orang yang dibutuhkan juga oleh para pasiennya yang setia menanti dan segera ingin disembuhkan dari penyakitnya.

Dengan berbagai tugas yang menumpuk dan rutinitas yang super sibuk, jelas ia tidak bisa selalu berada disampingmu. Kamu harus mengikis egomu perlahan. Pekerjaan yang ia lakukan teramat mulia sehingga menjadikannya lebih banyak menghabiskan waktu diluar bersama mereka yang membutuhkan.

Meski waktu liburan tiba pun, ia belum tentu bisa berlibur denganmu dan keluarga. Ketika panggilan dari rumah sakit datang, ia tak bisa menolak panggilan mulia tersebut. Karena seseorang tak bisa diprediksi kapan ia diserang penyakit dan membutuhkan pertolongan segera. Kamu hanya perlu memahaminya.

 

Itulah beberapa suka duka bila kamu menikah dengan seorang dokter. Siapapun pasanganmu atau dengan siapapun kamu menikah, tentu suka duka itu pasti ada. Kamu dan pasangan hanya perlu banyak belajar untuk saling memahami satu sama lain.

Meski begitu, jangan kemudian menjadi takut saat akan benar-benar menikah dengan seorang dokter. Kamu tentu ingat dengan pepatah berakit-rakit dahulu, bersenang-senang kemudian, bukan?

Dukungan yang besar dari pasangan benar-benar diperlukan. Siapa lagi yang akan menjadi stimulus pemberi semangat untuk mencari nafkah bila bukan pasangannya sendiri yang melakukan? Perjuangan untuk melanjutkan kehidupan pun tak lagi terasa berat ketika ada yang selalu mendukung dan mendoakan.

            Semoga kehidupanmu bersama pasangan selalu diliputi kebahagiaan, ya.


Baca Juga: Mengikuti kisah dr. Gia? penasaran dengan elsa?

Baca Juga: Kisah haru seru dokter Gia

[Ana Dwi Itsna Pebriani]

 

0

Artikel

Kamu tentu tahu novel #BerhentiDiKamu yang sedang viral, bukan? Novel yang diangkat dari kisah nyata seorang dokter muda bernama Gia Pratama yang mengalami patah hati, tapi kemudian bertemu cinta sejatinya lewat jalan yang tak biasa. #BerhentiDiKamu menjadi karya pertamanya yang dibukukan.

Dokter Gia Pratama harus patah hati terlebih dahulu sebelum bertemu Syafira, istrinya. Dokter muda ini diputuskan oleh sang kekasih secara tiba-tiba dan yang lebih menyesakkan lagi, hal itu terjadi ketika keduanya tengah berlibur di Eropa.

Kamu tentu penasaran dengan sosok Elsa yang dengan mudahnya berani memutuskan dokter Gia, bukan? Selain tampan dan termasuk dalam kategori lelaki idaman, karier dokter Gia tidak diragukan lagi.

Elsa, dalam novel #BerhentiDiKamu diceritakan memiliki wajah rupawan mirip Alexandra Daddario, aktris Amerika yang berperan sebagai Annabeth Chase dalam film Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief. Terbayang bagaimana kecantikannya, bukan?

elsa dokter gia


Hubungan Gia dan Elsa terjalin kurang lebih satu tahun. Keduanya pun telah saling mengenal satu sama lain. Pun dengan keluarga masing-masing. Banyak hal yang sedari awal membuat mereka merasa cocok, di antaranya karena memiliki hobi yang sama: nonton film.

Obrolan setiap kali berbincang pun menjadi hidup dan renyah. Mereka begitu larut dalam obrolan seru sampai waktu pun tak terasa berlalu begitu cepat. Elsa memang tipikal wanita yang humble, asik, dan berwawasan luas. Siapa pun akan merasa nyaman ketika mengobrol dengannya. Begitupun dengan yang dirasakan Gia.

Tanah Suci Makkah menjadi tempat pertemuan pertama antara Gia dan Elsa. Gia yang saat itu sedang mendamba kehadiran seorang jodoh, merasa harapannya terkabulkan dengan kehadiran Elsa. Elsa pun tak menutup diri ketika diajak berkenalan. Membuka peluang yang besar bagi Gia untuk memperistrinya, begitu pikirnya. Gia pun tak segan meminta kontak Elsa.

Tahap komunikasi via whatsapp pun dimulai. Hingga berlangsunglah pertemuan yang sudah direncanakan sebelumnya. Pertemuan yang intens layaknya orang-orang yang melakukan proses pendekatan terus dilakukan Gia. Ia tak mau kehilangan sosok Elsa, wanita sempurna dan dambaan setiap lelaki.

Dari hasil obrolan panjang mereka, Gia tahu Elsa adalah wanita cerdas dan terbuka untuk berbagi cerita. Ia lulus dari Universitas Negeri dengan nilai IPK yang tinggi. Selain itu, Elsa juga merupakan salah satu finalis kontes kecantikan. Semakin kagumlah Gia pada sosok Elsa.

Pada satu waktu, ketika Gia diundang mampir ke rumah Elsa, ada perasaan takjub tak terkira. Selain cantik dan pintar, Elsa juga ternyata berasal dari keluarga kaya yang parkiran mobilnya saja bisa digunakan untuk bermain sepak bola. Gia semakin yakin, ia tak salah memilih wanita.

Sebulan setelah proses pendekatan, Gia pun memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada Elsa. Tanpa ragu, Elsa menerima cinta Gia dan ingin menjalin hubungan dengannya.“Iya, aku izinkan. Kita jalanin bareng, ya.” Ucap Elsa pada Gia seraya menggenggam tangannya.

Sebuah fenomena yang tak biasa bagi seorang wanita cantik nan paripurna menerima cinta dari seorang lelaki. Rasa bahagia pun tak sanggup dibendung. Gia merasa usahanya berjalan begitu mudah dan kini mereka berdua bisa saling merindu satu sama lain ketika pertemuan tak bisa diwujudkan.



Baca Juga: Kisah haru-seru dr. Gia



Rutinitas yang begitu padat membuat Gia dan Elsa kadang kala hanya bisa berkomunikasi via whatsapp. Pertemuan tak bisa sesering dulu. Namun, Elsa tetap menjadi sosok yang asyik ketika diajak mengobrol. Memiliki pengetahuan yang luas memang selalu menguntungkan.

Namun, tiba-tiba Gia merasa Elsa berubah. Sikapnya tak sehangat dulu. Ia menjadi dingin seketika. Membalas chat seadanya dan tak lagi antusias ketika Gia bercerita. “Mungkin ia lelah karena kerjaannya yang super padat, atau mungkin dia sedang PMS.” Pikir Gia. Rutinitas sehari-hari ia jalani seperti biasa, meski Elsa sering kali mengganggu pikirannya.

 Hingga Gia pun memutuskan berlibur ke Eropa bersama Elsa dan juga keluarganya. Tujuannya untuk menghangatkan kembali hubungan yang tengah mereka bina. Rencana untuk melamar di tempat paling romantis pun sudah Gia siapkan.

Namun, Elsa tetap dingin. Sepanjang perjalanan ia hanya sibuk dengan ponselnya tanpa menghiraukan Gia yang begitu antusias mengenalkan berbagai hal tentang Eropa. Gunung Titlis, Swiss menjadi tempat bersejarah yang memilukan bagi Gia. Di tempat itulah Elsa mulai meluapkan segala hal yang mengganjal dalam pikirannya.

Hingga kalimat “Kita temenan aja, ya” terlontar dari mulut Elsa. Ia tidak bisa mencintai Gia dan memilih untuk kembali pada mantan kekasihnya. Liburan yang seharusnya seru, penuh cinta, dan menyatukan dua keluarga, malah menjadi duka dan nestapa bagi Gia.

Hari-harinya di Eropa terasa kelu dan sepi setelah menerima kenyataan pahit di hadapannya. Elsa seakan hanya menjadikan Gia pelarian ketika hatinya sedang kacau. Dan ketika suasana hatinya sudah membaik, ia dengan mudahnya meninggalkan Gia dan kembali pada kekasihnya yang dulu.

Sisa waktu liburan pun terpaksa Gia lewati dengan hati yang kelabu. Sementara Elsa terlihat baik-baik saja dan begitu menikmati keindahan Eropa, meski tanpa ada Gia di sampingnya. Ah, hati manusia memang bisa dengan mudahnya berubah. Elsa memang bukan jodohnya.


Baca Juga: Galau? Coba baca cara menyelamatkan hubunganmu



[Ana Dwi Itsna Pebriana]

0

Artikel, Tips

Menjalani sebuah hubungan yang menyenangkan adalah dambaan setiap orang. Terlebih bila seseorang yang sedang bersamamu bisa menjadi teman berbagi yang selalu ada. Tidak hanya sebagai pasangan, ia hadir sebagai sahabat dan bahkan terkadang menjadi sosok orang tua yang selalu membimbingmu.

Namun, bagaimana bila pasangan atau pacarmu justru memiliki kepribadian sebaliknya, jauh dari apa yang kamu harapkan? Sering kali ia bersikap atau berkata kasar padamu. Meski di awal pertemuan sikapnya tidak demikian. Kamu kini terjebak dalam hubungan yang toxic (baca : hubungan yang tak sehat).


Sejak lama kamu ingin mengakhiri hubungan tak sehat dan merugikan ini, tapi kamu tak ingin menyakiti. Berdalih bahwa ia pernah berjasa dalam hidupmu, membuatmu tak berani untuk memutuskannya. Namun, rasa tertekan dan seakan dibatasi menjadi hal yang paling mengganjal untukmu. Tentunya kamu tak ingin terus-menerus terjebak dalam situasi ini, bukan? Kamu bisa mencoba tips berikut untuk keluar dari hubungan yang toxic.

 

  1. Terima dan akui jika memang kamu berada dalam hubungan yang tidak sehat

Kamu perlahan menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan hubunganmu. Bahkan ketidaknyamanan kerap kamu rasakan, tapi hati kecilmu selalu menyangkal dengan berdalih bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Semua orang punya kekurangannya masing-masing.

 

            Begitupun dengan pasanganmu, dia bersikap kasar padamu memang sudah begitu wataknya. Itulah pembelaan yang selalu kamu lakukan. Tapi, sadarkah kamu bahwa hal itu sebetulnya hanya menyiksa dirimu?

Kamu mungkin sangat menyayangi dia meskipun sudah disakiti berulang kali. Bila pasanganmu mengetahui ini, ia akan memanfaatkan perasaanmu sebagai senjata. Menutupi atau berusaha membenarkan hubunganmu tidak akan membuat hubungan kalian berdua semakin menyenangkan. Kamu hanya menunda waktu. Sadari dan segera akhiri.

 

  1. Buatlah ia menyadari apa yang salah

Ketika pertengkaran muncul, sering kali tak ada pihak yang mau dipersalahkan ataupun mengakui kesalahannya terlebih dahulu. Padahal kamu tahu dialah yang kerap kali memulai sebuah pertengkaran. Kamu seakan ada di posisi yang selalu dipersalahkan.

 

Tentunya, kamu tak ingin hal itu berlangsung terus-menerus, bukan? Cobalah sejenak menghilang dari pandangannya. Jangan dulu berkomunikasi dengannya. Hindari ia sebisa mungkin.

Buatlah ia merasa kehilanganmu dan ketika suasana sudah agak mencair, ajaklah ia untuk berbicara empat mata dan keluhkan semua hal yang kamu rasakan. Katakan padanya, jika sikapnya tak kunjung berubah, perpisahan adalah solusinya.

 

  1. Putuskan dia segera

Kamu dan dia belum pasti berjodoh, masih banyak kemungkinan lain yang pasti terjadi. Karena takdir tetap Allah yang menentukan, bukan kamu dan dia. Kalian berdua hanya mampu berikhtiar di atas kehendak-Nya. Begitupun ketika hubungan yang kalian jalani ternyata tidak membuahkan hasil yang baik, mengakhirinya adalah pilihan bagimu.

 

 

Putus memang menjadi momok yang menakutkan baginya jika sudah telanjur sayang padamu. Begitupun sebaliknya. Karena tak bisa dimungkiri hatimu juga pasti berat untuk melepasnya. Sudah begitu banyak yang ia lakukan untukmu.

Terlalu banyak kisah yang kalian lalui bersama. Mulai dari suka maupun duka. Terlebih bila hubunganmu dengannya sudah berlangsung cukup lama. Tapi daripada dipaksakan membuat hatimu tak nyaman, lebih baik putuskan dari sekarang.

 


Baca Juga: Kisah Cinta Dramatis



  1. Bulatkan tekad

Kamu mungkin telah melewati perkelahian ataupun perang mulut dengannya. Kejadian itu sudah terjadi hampir sepanjang waktu. Bahkan di sengaja atau tidak, ucapan “Tidak ada gunanya bersama lagi” sering kali terlontar dan menjadi pemicu perdebatan yang tak berkesudahan.

 

Hingga kalian pun memutuskan untuk berpisah dan mengakhiri semuanya. Meski setelah berpisah masih ada kemungkinan dia akan mendatangi dan memintamu kembali. Percayalah dia tidak akan datang dan meminta dengan sikapnya yang kasar seperti dulu melainkan dengan rasa penyesalan. Kemudian mengatakan 1001 janji bahwa ia tak akan mengulangi tindakannya.

Jangan pernah tergoda untuk memulai kembali. Karena hal itu hanya akan membuatmu semakin terkekang dan justru menyiksa dirimu. Segera ucapkan selamat tinggal dan kuatkan tekadmu untuk benar-benar melepaskannya. Yakinlah, ini adalah jalan terbaik bagi kalian berdua.

 

  1. Konsultasi dengan teman

Tak bisa dimungkiri setelah sekian lama terjebak dalam hubungan toxic, kamu bisa kehilangan rasa percaya diri. Kerap kali kamu berada di fase yang membuatmu ingin menjauh dari semua orang, terlebih bila kamu sering kali teringat ucapan dia yang merendahkan atau selalu membuatmu memandang negatif terhadap diri sendiri.

Ketika kamu berada di fase ini, usahakan untuk selalu bersama orang lain yang bisa dipercaya, seperti sahabat ataupun orangtuamu. Kurangi waktu untuk menyendiri karena hal itu hanya akan membuatmu kesepian dan bisa saja muncul keinginan untuk kembali padanya.

Keluhkan semua hal yang kamu rasakan. Mintalah saran dan nasihat dari mereka. Terlebih bila mereka sudah berpengalaman dalam persoalan yang kamu alami. Hal itu perlahan akan membuatmu tenang dan memunculkan kembali rasa percaya diri.

Itulah 5 tips untuk keluar dari hubungan yang toxic. Kamu harus mencobanya jika tak mau terus-menerus berada dalam hubungan yang menyiksa batinmu. Daripada dipendam semakin lama, justru hal itu akan membuat hatimu semakin tersiksa.

Ketika hubunganmu dengannya diawali secara baik-baik, maka mengakhirinya pun harus dengan cara yang baik pula, meski sikapnya kini tak lagi seperti dulu. Percayalah, kamu adalah pribadi yang kuat dan tangguh. Semoga kamu selalu dipertemukan dengan orang baik, ya.

[Ana Dwi Itsna Pebriana ]



Baca Juga: Alasan Tepat Putusin Pacar

0

Artikel, Info

Siapa sih yang gak mau jalan-jalan, apalagi ke eropa. Si negeri biru yang sangat mengaggumkan dengan gedung-gedung khasnya. Bahkan, di indonesia sendiri gaya-gaya rumah eropa dijadikan heritage dan bahkan desain rumah mahal. Berada di sana adalah impian bagi sebagian banyak orang yang menyukai eropa.Terlebih, untuk kalian pecinta club sepak bola eropa seperti Barcelona, Manchester United, Ac Milan, Bayern Munich yang mewakili negara-negara eropa yang sangat indah.

Bukan tidak mungkin perasaan itu bisa kita rasakan dari membaca. Salah satu bacaan yang menarik di akhir tahun ini adalah novel berjudul #BerhentiDiKamu karya dr Gia Pratama. Kisah ini viral di twitter dan ditunggu 2 juta orang lebih. Melalui akun @GiaPratamaMD, dr Gia menceritakan bagaimana jalan-jalan ke eropa adalah hal yang dia tungg. Bagaimana tidak, karena itu adalah agenda besarnya bersama sang kekasih kala itu.

Merasakan indahnya Salju Abadi di pegunangan Titlis Swiss dan menyeberangi jembatan gantung dan berduaan di dalam gondola menikmati pemandangan salju di bawahnya adalah impian besar bagi kebanyakan orang. Dalam novel #BerhentiDiKamu cerita dinginnya salju ternyata menjadi pertanda kedinginan hati seseorang. Ibarat di lempar dari gunung yang tinggi, dan merasakan dasar kaki gunung.

Nahas memang, tapi cerita eropa tidak berhenti di sana. Meski tertusuk belati harapan hampa  Perjalanan kesendirian dr Gia saat itu di eropa tetap berlanjut. Beberapa negara seperti German, Belanda, dan banyak lagi negara eropa yang dia datangi akan membawamu seolah berada di sana.

Keseruan itu begitu terasa ketika setiap detail landmark di setiap negara kamu bisa baca secara deskriptif dalam novel itu. Yuk, jangan sampai kelewat untuk ikut PO novel #BerhentiDiKamu yang sudah akan launching pada 8 Desember 2018 di Gramedia Matraman.

0

Artikel, Info, Resensi

Menjadi dokter mungkin pernah terlintas di benak kamu ketika kecil ketika ditanya soal cita-cita. Dokter adalah profesi yang mulia dan cukup terpandang. Mengenyam pendidikan yang tidak sebentar, ditambah biaya sekolah kedokteran yang tidak murah kelak terbayar dengan berbagai tugas mulia dan bisa menyelamatkan banyak jiwa yang membutuhkan pertolongan.

Namun, Pernahkah terbayang jika kamu menjadi seorang dokter, hari-hari seperti apakah yang akan kamu lalui? Rutinitas seperti pergi ke rumah sakit sesuai jadwal shift, menunggu pasien datang, melakukan tindakan seperlunya, bercengkerama dengan kolega, dan begitu seterusnya setiap hari. Biasa saja, bahkan kedengarannya membosankan seperti pekerja kantoran. Atau, ada stigma malah menjadi dokter itu enak dan santai. Pasien yang datang keluhannya mungkin tidak berat, cukup diresepi obat, selesai, lalu mendapatkan gaji yang besar setiap bulannya.

Semua pandangan itu sepertinya terbantahkan dengan kisah-kisah viral yang dibagikan oleh dokter muda, dr. Gia Pratama pada akun Twitternya sejak beberapa waktu lalu. Kisah-kisah suka dukanya saat menjadi koas di salah satu rumah sakit daerah dan menjadi dokter UGD banyak menarik perhatian netizen dan melahirkan sebuah pandangan baru terhadap profesi dokter. Gia banyak bercerita tentang sebagian pengalamannya selama menjadi dokter, mulai dari kisah yang lucu, sedih, haru, seram, tragis, aneh, sampai yang penuh keajaiban.

Tulisannya mengundang banyak komentar dari para followers-nya. Tidak sedikit pula yang ikut terbawa suasana dan bahkan menaruh simpati kepada sang dokter dan pasien-pasien yang dia temui. Di tengah kesibukannya, Gia rajin membagikan kisahnya setiap hari dengan harapan bisa menyebarkan hikmah positif. Melalui kacamatanya, kita bisa melihat dan merasakan bagaimana serunya menjadi dokter yang harus menghadapi berbagai pasien yang memiliki situasi dan latar belakang yang berbeda setiap harinya.

Tidak semua kisah dia bagikan di Twitter. Ada beberapa ‘The Untold Stories” yang kemudian Gia putuskan untuk menceritakannya ke dalam sebuah novel berjudul #BerhentiDiKamu, yang akan rilis secara resmi pada 8 Desember dan sudah mulai membuka pre-order di beberapa toko buku online. Semua kisah di dalam bukunya disajikan lebih detail, lengkap dengan berbagai ilustrasi yang membangun suasana cerita menjadi lebih hidup. Penasaran bagaimana kisah sang dokter melewati hari-harinya yang tidak biasa dan lain daripada kisah yang lain? 

0

Artikel

Para pengguna twitter pasti tak asing dengan dokter Gia Pratama. Seorang dokter yang mendadak viral beberapa waktu lalu karena postingannya yang mengundang perhatian netizen. Postingan tersebut berisi curhatan pribadi seputar pekerjaannya hingga romantika perjalanan asmara yang dialaminya dan kedua orangtuanya.

Dokter muda ini dikenal sebagai Stand Up Comedian, traveller, dan selebtwit yang selalu mengunggah pengalaman pribadinya mulai cerita mistis di rumah sakit sampai kisah mendapatkan jodoh gara-gara bisul.

Di tengah maraknya berita seputar dokter yang sedang viral ini, lantas adakah pelajaran yang bisa diambil? Tentu ada, dong. Yuk kita simak!

 

  1. Tidak terlalu baper akan cibiran orang

Tidak semua postingan dokter Gia disukai oleh para netizen. Ada yang pro dan kontra meskipun sebatas guyonan. Ada yang merasa terhibur, ada juga yang tersinggung.

Salah satu guyonan yang sempat viral dan menimbulkan kritikan pedas dari netizen adalah postingannya tentang pasien di rumah sakit jiwa.

dokter gia pratama

Salah satu pengguna twitter pun berkomentar atas postingan dokter Gia tersebut: Eh sumpah ini dokter? nggak nyangka sih. Pasti jaman dia kuliah jadi bahan olok-olokan & bullyan, makanya ngelucunya di Twitter, tulis akun @jabriiki.

Selain guyonan, dokter Gia juga tak jarang memposting kata-kata bijak atau motivasi yang selalu dikaitkan dengan nilai-nilai agama maupun sosial. Untuk yang satu ini, para netizen tidak begitu mempersoalkan karena konten yang disajikan sang dokter pun bersifat netral.

Dilansir dari kumparan.com (2018/01/13), bahkan baru-baru ini dokter Gia juga sempat viral karena keberhasilannya dalam membantu persalinan seorang ibu hamil di kamar mandi. Kejadian ini pun menimbulkan reaksi positif dari para netizen.

 

  1. Pernah terpuruk dalam patah hati

Berawal dari perjalanan asmaranya dengan seorang wanita cantik yang cukup sempurna di mata dokter Gia. Dua insan ini melalui hari-hari panjangnya bersama hingga dua keluarga pun sudah bertemu dan berlibur ke beberapa negara Eropa. Perjalanan yang sangat ia nantikan sejak dulu dan amat membuatnya bahagia, sesuai apa yang ia tulis di akun twitter pribadi miliknya @GiaPratamaMD 

London dan Paris sebagai kota yang romantis di Eropa, menjadi saksi bisu perjalanan dua keluarga yang diharapkan akan menjadi besan. Setiap perjalanan yang dilalui terasa indah meski cuaca saat itu tak mendukung. (akurat.co)

Namun, semua itu tak berlangsung lama. Selang beberapa waktu kemudian sang kekasih dambaan hati memutuskan untuk pergi dan meminta dokter Gia untuk menjadi temannya.

Bangunan harapan yang sekian lama dibangun pun roboh seketika, dokter Gia berada di ambang jurang kesedihan dan kegalauan yang amat dalam. Merasa tak akan ada lagi wanita yang mampu ia cintai sedalam ia mencintai si gadis yang sudah membuatnya nyaman.

dokter gia pratama

Pada akhirnya dokter berkaca mata ini pun berhasil bangkit dari patah hati dan menemukan tambatan hatinya dengan cara yang tak terduga. Siapa sangka ia dan wanita cantik yang menjadi istrinya kini, dipertemukan lewat penyakit yang cukup menjijikkan, bisul (detik.com).



Baca Juga: 5 Dokter Ganteng


  1. Tidak melupakan tugas dan tanggung jawab meski diterjang badai kesedihan

Di tengah kisah patah hatinya, dokter Gia tak sengaja melihat seorang lelaki paruh baya duduk di lobi hotel. Terasa ada yang ganjil dari posisi duduknya, sang dokter pun menghampiri dan ternyata pria itu memiliki bisul di bagian tubuhnya.

Meski ia sedang berada dalam suasana hati yang pilu, dokter Gia tak melalaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang dokter. Ia pun mengobati pasien dadakannya dan atas izin Allah, ia pun berhasil sembuh dari sakit bisulnya. Hingga pada akhirnya, bisul ini mengantarkan dokter Gia pada cinta sejatinya.

  1. Tidak menutup diri dari kehadiran orang baru

Terkadang ketika kita sudah menyayangi seseorang kemudian ditinggalkan, berat rasanya untuk menerima hati yang baru. Sulit untuk melupakan kenangan yang pernah dilalui bersama orang terkasih. Hingga memutuskan untuk menutup diri dari hadirnya orang baru.

Rasa sakit yang sulit disembuhkan menjadi penyebab utamanya. Ada rasa khawatir untuk kembali menerima luka ketika bertemu dengan orang baru. Padahal, itu hanya sangkaan semata.  Apa yang kita pikirkan nyatanya tidak selalu sama dengan apa yang terjadi. Takdir Tuhan selalu indah jika hati ikhlas menerima segala ketentuan-Nya.

Terbukti dari kisah romantika dokter Gia yang tidak menutup diri dan perlahan ia mau melupakan kenangan dan orang di masa lalunya. Hingga kemudian menerima hati yang baru sebagai akhir dari perjalanan romantika asmara yang dialaminya.

 

  1. Tidak putus asa dari kasih sayang Sang Maha Rahman

Selang beberapa waktu pascapatah hati dan tragedi bisul, dokter Gia pun dikenalkan dengan keponakan pria yang ia obati bisulnya di hotel itu. Ia berniat ingin menjodohkan dokter Gia dengan keponakannya yang bernama Syafira. Dalam pertemuan pertamanya, dokter Gia langsung merasa ada kecocokan dengan Syafira. Begitupun sebaliknya.

 

dokter gia

Hingga berlangsunglah pernikahan antara keduanya. Pernikahan yang selalu menjadi dambaan setiap orang. Siapa sangka bisul bisa membawa dokter Gia pada cinta sejatinya. Cinta yang tak pernah ia duga akan datang dengan cara demikian. Hal yang sering kali kita lupakan, kasih sayang Allah tak pernah usai. Jangan berlebihan dalam mencintai seseorang.

Sudah banyak kisah seputar patah hati yang disebabkan terlalu dalam mencintai. Merasa bahwa hanya ia satu-satunya dambaan yang ada di muka bumi. Padahal kita tahu, hati manusia mudah berubah dan goyah. Kadang hatinya cenderung pada si A, besoknya si B dan seterusnya.

Dari kisah dokter Gia yang ditinggalkan kekasihnya, kita tahu bahwa harapan tak mesti selalu berujung pada sebuah kenyataan. Ada kalanya ia hanya hadir untuk dijadikan pelajaran agar kita dewasa dalam menyikapi romantika percintaan, and I know it’s so difficult to do.     

 

Itulah 5 pelajaran berharga dari kisah dokter Gia yang bisa kami sajikan untuk pembaca. Terkhusus bagi yang sedang dirundung pilu karena patah hati, lima poin di atas wajib menjadi cambuk. Selamat merenungi luka, jadikan ia sebagai pelipur lara bukan terus menerus diratapi sebagai duka.

[Ana Dwi Itsna Pebriana]

Baca Juga: 5 Dokter Ganteng

0

Artikel


Dokter yang berpenampilan menarik, biasanya mampu menarik minat banyak pasien untuk berobat dan melakukan konsultasi secara rutin.Terutama dari kalangan perempuan. Karena tak bisa dimungkiri, selain sikap dan perilaku yang ramah, memiliki wajah ganteng menjadi nilai plus tersendiri bagi seorang dokter.

Dokter menjadi profesi yang menjanjikan. Selain penghasilannya besar, strata sosial seorang dokter juga dipandang oleh masyarakat. Tak heran biaya untuk mengambil kuliah kedokteran pun terbilang fantastis dan cenderung lebih tinggi dari bidang ilmu lainnya.

Sehingga hal ini berdampak pada biaya yang harus dikeluarkan pasien ketika berobat. Namun, sepertinya kamu tak akan menyesal dan berpikir panjang ketika mengeluarkan kocek yang tinggi untuk perawatan ataupun sekadar konsultasi dari dokter-dokter berikut ini.

1.dr. Aditya Surya Pratama

dokter ganteng

Siapa yang tak kenal dengan dokter muda yang sedang hits ini? Selain menjalani profesi sebagai dokter, ia juga merupakan seorang presenter di program DR.OZ Trans TV menggantikan Alm. dokter Ryan Thamrin. Penampilannya yang cool dan wajahnya yang menyejukkan berhasil menarik perhatian jutaan pasang mata untuk terus menyaksikannya sampai akhir acara.

Pria kelahiran Bogor, 03 Mei 1994 ini dikenal sangat ramah pada penggemarnya baik di dunia nyata maupun sosial media. Hal itu dilihat dari akun ask.fm pribadinya yang selalu merespons setiap pertanyaan yang bermunculan dari para penggemar. Begitupun dengan akun instagramnya @adityaspratama yang kini jumlah followersnya mencapai 610k. Wow!

Bukan hanya menekuni dunia kedokteran dan program televisi, ia juga pernah bermain film 5 Penjuru Masjid yang berperan sebagai Budi. Film ini bercerita tentang proses hijrah para pemuda yang tengah mencari jati diri. (republika.co.id

Maka tak heran pria lulusan kedokteran Universitas Yarsi ini semakin dikenal oleh masyarakat luas. Prestasinya patut diacungi jempol !

 

  1. Anton Tanjung

 

Dokter yang satu ini juga tak kalah menarik. Selain tampan, ia juga merupakan pria blasteran Jepang–Indonesia. Ya, namanya dokter Anton Tanjung berusia 24 tahun. Dokter muda ini memiliki hobi berburu kuliner  dan travelling keliling dunia.            

Dilansir dari https://ayuditaapriliantiblog.wordpress.com (/2016/10/26) dokter muda ini selain menekuni bidang kesehatan, ia juga pebisnis. Mulai dari bisnis perkebunan, clothingline, dan perawatan wajah. Selain ganteng, pandai cari nafkah juga, ya !

Dokter ganteng ini bisa dihubungi lewat akun instagramnya @antontanjung yang jumlah followersnya mencapai 521K, loh. Para pasien akan semakin semangat berobat, ya pasti !

 

  1. Gamal Albinsaid


dokter ganteng

Dokter Gamal Albinsaid. Dari nama dan wajahnya kita mungkin akan berpikir pria ini datang dari negeri India. Namun, faktanya bukan. Dokter muda ini asli Indonesia loh, tepatnya dari Kota Apel.

Ia dilahirkan di Malang pada 08 September 1989 (sekarang usianya 29 tahun). Selain menjalani profesi sebagai seorang dokter, ia juga seorang motivator muda dan wirausahawan.

Dokter lulusan Universitas Brawijaya ini sedang menjadi sorotan publik berkat prestasinya yang gemilang dan mengharumkan nama Indonesia. Ia mendapatkan penghargaan HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneurship First Winner 2014, pada Jumat 31 Januari 2014. (Liputan.com, 2014/02/03).

Karyanya berupa klinik asuransi premi sampah, membawa Gamal sampai ke Inggris. Program yang dijalankannya ini merupakan salah satu program milik Indonesia Medika yang ia dirikan.

Atas prestasinya tersebut, Gamal mendapatkan hadiah 50.000 euro atau setara dengan Rp. 800 juta sebagai dukungan finansial dan paket mentoring dari Universitas Cambridge yang dirancang secara individu. (Liputan6.com, 2014/02/03). Tak heran, jumlah followers di akun [email protected] selalu bertambah setiap saat. Banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran dari dokter yang satu ini !

 

  1. Andrew Lienata

dokter ganteng

Bagi yang menekuni atau tertarik pada dunia model, pasti kenal dengan dokter yang satu ini. Ya, dokter Andrew Lienata. Selain tampan dan berprofesi sebagai dokter, ia juga seorang model profesional yang memiliki banyak penggemar. Sehingga tak heran dokter ganteng ini tergabung dalam Twenty One Model Management! (idntimes.com)

Dokter Andrew Lienata merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (sumber.com). Dokter Andrew Lie juga mempunyai adik yang sama-sama berprofesi sebagai dokter.

Daniel Lienata namanya. Kedua kakak-beradik ini sempat melakukan pemeriksaan gratis di Bartim, Kalimantan Tengah (suaraborneomembangun.com).

Sama seperti dokter-dokter muda pada umumnya, dokter Andrew Lie juga aktif menggunakan sosial media terutama instagram. Akunnya @andrewlienata sudah memiliki 15K followers! Selain mengunggah info-info seputar rutinitasnya sebagai seorang dokter, foto-foto modeling dokter yang satu ini juga menjadi salah satu postingan yang paling ditunggu-tunggu penggemarnya.

 

  1. Gia Pratama

dokter ganteng

Masih ingat dengan dokter yang satu ini? Ya. Dokter ini mendadak viral beberapa waktu lalu karena postingannya yang berisi curhatan pribadi seputar romantika perjalanan asmara yang dialaminya.

Dokter muda ini dikenal sebagai komika, traveller, dan selebtwit yang kerap kali mengunggah pengalaman pribadinya mulai dari cerita mistis di rumah sakit sampai kisah asmaranya baru-baru ini yang meramaikan jagat sosial media (twitter.com)

Setelah berhasil bangkit dari patah hati, dokter berkaca mata ini pun menemukan tambatan hatinya dengan cara yang tak terduga. Siapa sangka ia dan wanita cantik yang kini menjadi istrinya, dipertemukan hanya gara-gara bisul.

Berawal dari paman sang istri yang kesulitan duduk karena ada bisul di pantatnya, kemudian tak sengaja bertemu dengan dokter Gia yang akhirnya mengobati sang paman. Selang beberapa waktu, dokter Gia pun dikenalkan dengan keponakan sang pasien bernama Syafira yang sekarang menjadi tambatan hati dokter Gia (detik.com)

Selain aktif di twitter, dokter Gia pun bisa dihubungi melalui akun instagramnya di @giapratamamd. Kabarnya, dokter Gia akan meluncurkan sebuah buku berjudul #BerhentiDiKamu yang merupakan kisah perjalanan asmara yang dilaluinya.

Cukup inspiratif dan unik, ya cerita dokter ganteng yang satu ini.

Dari sekilas profil dokter-dokter ganteng tersebut, ternyata dokter itu tak hanya bisa mengobati pasien. Mereka juga mempunyai keahlian lain yang bisa ditiru atau menjadi inspirasi bagi orang lain. Teruslah menginspirasi, Dok!

Itulah 5 profil dokter ganteng Indonesia yang bisa menjadi rekomendasi untuk kamu yang ingin berobat, tapi takut dengan jarum suntik atau aroma rumah sakit. Kalau sudah lihat dokternya kece-kece begini, masih ogah berobat? Pasti mikir-mikir lagi.

[Ana Dwi Itsna Pebriana ]


Baca Juga: Doa Mendekatkan Jodoh

0

Artikel

Orang yang memiliki pacar akan bahagia dan mendapat kesenangan. Pergi ke mana pun ada yang menemani, ketika berada dalam kesusahan ada yang menawarkan bantuan, dan lain sebagainya. Namun, kebahagiaan itu bersifat semu dan kamu tak bisa menjamin hal itu akan berlangsung terus-menerus.

Dalam urusan percintaan kadang kala kamu merasa ada di titik bosan, jenuh, dan ingin memutuskan untuk tak menjalin hubungan apa pun dan dengan siapa pun.

Rasa tak nyaman juga sering kali menjadi penyebab kamu ingin berpisah dengan pasangan. Hingga pada akhirnya rutinitas pun kerap kali terganggu karena hati dan pikiran jadi tak sinkron satu sama lain.

Tak bisa dimungkiri bahwa polemik asmara menjadi salah satu hal yang paling banyak menguras pikiran dan berdampak buruk pada urusan yang lain. Tugas-tugas di sekolah atau kampus menjadi terhambat, kerja tidak optimal, bahkan kesehatan pun turut terganggu.

Kenapa hal itu berpengaruh terhadap pikiran? Sebagaimana dilansir Liputan6.com (2013/02/15) setelah berabad-abad lamanya William Shakespeare mengajukan pertanyaan “Apa itu cinta?” Para ilmuwan akhirnya menemukan jawaban alternatif  yaitu otak.

Otak memiliki berat 1,4 kilogram dan mengandung lebih dari 100 miliar sel saraf. Otak mengatur gerak dan seluruh pemikiran manusia. Sumber lain menyebutkan otak sejatinya adalah hati yang menjadi tempat segala perasaan berkecamuk termasuk cinta (Liputan6.com).

Tak heran bila ada yang putus cinta atau patah hati, orang tersebut menjadi stres bahkan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Rasa emosi yang bergejolak mengalahkan fungsi otak untuk berpikir secara jernih. Itu adalah bagian dari tantangan yang akan kamu hadapi ketika memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan pasangan.

Sejak lama kamu ingin mengakhiri hubunganmu, tapi ia terlalu baik hingga membuatmu tak tega memutuskannya. Daripada dipendam semakin lama, hal itu akan membuat hatimu semakin tersiksa. Kamu bisa mencoba 3 tips ini untuk memutuskan pacar:

 

  1. Yakinkan dia bahwa hubungannya saat ini belum tentu berjodoh.

Kamu dan dia belum pasti berjodoh, masih banyak kemungkinan lain yang pasti terjadi. Takdir Allah yang menentukan, bukan kamu dan dia. Kalian berdua hanya mampu berikhtiar di atas kehendak-Nya. Beri penjelasan padanya agar ia mengerti.

Katakan kepadanya, “Bila jodohmu bukan aku, kau jangan cemburu ketika aku mencintai orang lain.” Atau, “Tidak maukah kamu bersetia mencintai seseorang yang akan bersamamu?”




Baca Juga: Doa ini Bisa Mendekatkanmu dengan Jodoh


Kalimat tersebut terdengar indah dan haru. Kamu menjadi orang yang paling bijak ketika mampu memutuskan demikian. Tak mudah memang mengatakan kalimat, yang tidak hanya menyakiti dia, tapi juga menyakitimu.

Tak bisa dimungkiri hatimu juga pasti berat untuk melepasnya. Terlalu banyak kisah yang kalian lalui bersama. Putus menjadi momok yang menakutkan baginya jika terlanjur sayang padamu. Namun, daripada dipaksakan membuat hatimu tak nyaman, lebih baik putuskan dari sekarang.

 

  1. Mari sama-sama belajar untuk memperbaiki diri

Manusia tak ada yang sempurna. Jika kamu termasuk orang yang perfeksionis dalam segala hal, kenapa tidak dalam hal asmara pun kamu menerapkannya? Perfeksionis di hadapan Allah. Menjalani keseharian dengan tidak dilalui kemaksiatan yang mengundang murka-Nya.


Kamu dan dia tentu tak ingin terus-menerus ada dalam belenggu hubungan yang tak mendapat ridha-Nya. Melewati hari-hari bersama tanpa ada ikatan yang semestinya. Karena hubungan antara laki-laki dan perempuan yang Ia kehendaki hanyalah lewat pernikahan.

Rasulullah Saw. memberikan jalan keluar bagi dua  insan yang tengah dilanda asmara, “Tidak ada solusi bagi dua orang yang saling jatuh cinta selain menikah” (Shahih Jami’).

Menikah memang tak mudah. Butuh berbagai persiapan untuk menyambutnya. Namun, tak ada salahnya jika kamu berusaha terlebih dahulu untuk terus memperbaiki diri. Baik memperbaiki akhlak maupun memperbaiki hubunganmu dengan Sang Pencipta.

Karena manusia adalah tempat salah dan lupa. Banyak lubang ketidaksempurnaan yang harus ditambal sedikit demi sedikit. Salah satunya dengan berupaya melepaskan diri dari hubungan tak jelas yang tengah kamu jalani.



Ia pasti akan mengerti ketika kamu bisa menjelaskannya sebaik mungkin tanpa menyakitinya. Karena kalian berdua berhak untuk maju dan menjadi pribadi yang lebih baik. Jika bersama menjadi penghambat kesuksesan dan berbenturan dengan syariat agama, maka berpisah menjadi solusinya.

  1. Merasalah bahwa orang-orang di sekitarmu berhak kamu cintai dan sayangi

Ketika menjalani hubungan dengan seseorang, tak bisa dimungkiri kamu akan merasa terikat dengannya. Bahkan pada satu waktu kamu menjadi apatis terhadap orang-orang di sekitarmu. Karena merasa dunia seakan milik berdua.

 

Mungkin kamu tak menyadari betapa pentingnya orang-orang di sekitarmu ketimbang terus mengurusi hubungan yang menyita waktu. Jelaskan kepadanya bahwa ada orang yang lebih membutuhkan perhatiannya. Tidak berarti kamu sudah tak butuh, tapi bantuan dan perhatiannya selama ini sudah cukup membuatmu menjadi mandiri.

Katakan kepadanya bahwa selama ini kalian berdua terlalu asyik dengan dunia yang semu tanpa memerhatikan kondisi lingkungan sekitar yang jelas-jelas lebih membutuhan perhatian dan bantuan.

Selanjutnya kamu mungkin akan berpikir dengan berbagai alasan bagaimana caranya menemukan pasangan hidup jika tidak pacaran terlebih dahulu?  Banyak sekali pertanyaan yang muncul seperti ini, terutama dari kalangan wanita. Ingatlah bahwa Allah telah menjamin dan menyediakan pasangan hidupmu.

Tinggal bagaimana kamu menjemputnya.  Apakah akan menjemput dengan cara yang disyariatkan oleh Allah atau justru melanggar aturan-Nya? Hal Itu bergantung dengan pilihanmu masing-masing.




Itulah 3 alasan tepat untuk memutuskan pacar.
Jangan ragu untuk melepaskan jika hal itu sudah terlalu menyakitkan bagimu. Karena menjalani sesuatu yang membuatmu tertekan tentu tak akan berdampak positif.

Percayalah, Sang Mahacinta tahu apa yang terbaik bagimu. Karena bersama orang terkasih, tak mesti saat ini juga.
Kadang kala kamu butuh jeda untuk kembali merenung dalam menjalani romantika asmara. Hingga kamu betul-betul siap membina hubungan sesuai dengan yang Allah syariatkan.

[Ana Dwi Itsna Pebriana ]

Baca Juga: berteman dengan Mantan?

0

X