fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, Tips

3 Hal yang Bisa Menyelamatkan Hubunganmu saat Goncang

 

menyelamatkan hubunganBanyak lika-liku yang pasti akan kamu ditemui ketika menjalin sebuah hubungan dengan seseorang. Terlebih bila hubungan itu sudah melewati  gerbang pernikahan. Begitu pula tentu akan banyak faktor yang menyebabkan sebuah hubungan usai begitu saja. Ada yang sudah merasa tidak cocok satu sama lain, ada yang merasa bosan dengan pasangan bahkan ada juga yang usai akibat kemunculan orang ketiga.

Kamu tentu ingin hubunganmu langgeng dengan kisah cinta yang terus berlanjut tanpa akhir. Apalagi bila sudah banyak hal yang dilalui bersamanya. Namun seseorang ada kalanya merasa bosan dan lelah dalam menjalani sebuah hubungan percintaan. Sehingga permasalahan pun kerap muncul dan sulit dihindari.

Kamu sedang galau karena akhir-akhir ini sering bertengar dengan pasangan? Bahkan sering kali kata-kata perpisahan terlontar baik disengaja maupun tidak. Tiga hal dibawah ini bisa menyelamatkan hubunganmu saat goncang. Kamu wajib baca !

 

  1. Lebih memberi perhatian

Memiliki pasangan adalah kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang. Ia menjadi tempat berbagi keluh kesah dan sosok yang selalu menemani dalam menjalani kehidupan. Tak heran perjuangan untuk mendapatkan pasangan pun terbilang sulit dan membutuhkan kesabaran.

Bagi kamu yang sudah ditakdirkan bertemu dengan pasangan idamanmu, patut berbangga dan bahagia. Ketika yang lain masih berusaha mencari dan memperjuangkan, kamu sudah mendapatkan dan bertemu pasangan yang kamu harapkan.

Maka ketika kehidupanmu dengannya dirundung permasalahan, bukan ego yang harus kamu kedepankan. Cobalah beri ia perhatian melebihi biasanya. Barangkali kamu terlalu sibuk dengan urusanmu sehingga terkesan mengabaikannya.

Ia akan merasa dianggap ada, ketika kamu memberi ia sebuah perhatian lebih. Karena ada kalanya ia merasa lelah dengan berbagai rutinitasnya dan akan bertambah lelah ketika kamu tak menghiraukannya. Jangan ragukan kekuatan dari sebuah perhatian. Kamu tentu tak mau hubunganmu berakhir hanya karena hal sepele, bukan?

 

  1. Jangan saling menyalahkan

Rasa lelah dengan berbagai rutinitas yang menguras tenaga dan pikiran sering kali menjadi pemicu munculnya permasalahan. Kamu dan ia sering mempersoalkan hal-hal yang sama sekali tak ada hubungannya dengan kehidupan kalian berdua. Sehingga terjadilah pertengkaran tak berujung.

 

 

Ketika adu mulut seakan menjadi bumbu sehari-hari dalam kehidupanmu, lunakkan hatimu sejenak. Kesampingkan egomu. Tak ada salahnya bila kamu meminta maaf padanya terlebih dulu meski kamu tak merasa bersalah sedikitpun.

Pikirkan kembali bagaimana kalian bisa bersatu dan merajut kasih bersama. Ingatlah perjuangan yang telah kamu lakukan untuknya dan apa yang ia lakukan untukmu. Belajar untuk tidak saling menyalahkan. Ada saatnya kamu harus menjadi sosok yang tidak pendendam dan penuh pemaaf.

Beri ia pengertian bahwa tak ada gunanya selalu menyalahkan satu sama lain. Masih banyak hal yang harus kalian hadapi dan selesaikan dibanding mempersoalkan hal-hal yang justru berujung pada perpisahan. Hubungan kalian terlalu berharga bila harus kandas di tengah jalan karena ego semata.

 

  1. Komunikasi dari hati ke hati

Polemik seputar asmara terlebih dalam kehidupan rumah tangga, menjadi salah satu hal yang paling banyak menguras pikiran. Menjadi persoalan yang ketika tidak bisa dipecahkan, akan berpengaruh pada urusan-urusan lain. Bahkan kerap kali kesehatan pun menjadi terganggu.

Ketika kamu menjalani kehidupan yang baru bersama pasangan tentu akan berbeda dengan kehidupan yang kamu jalani sebelumnya. Kamu harus serba hati-hati dalam bertutur kata dan bersikap. Mencoba memahami apa yang diinginkan pasangan adalah bagian dari bentuk kedewasaan.

 

 

Tentunya kamu pun menginginkan masa depan yang membahagiakan dengan ia yang kini bersamamu. Karena hal itu memang menjadi tujuan utama ketika kamu memutuskan untuk hidup dengannya. Melalui berbagai suka duka bersama.

Namun tahukah kamu bahwa banyak pasangan yang memutuskan untuk berpisah karena adanya kesalahpahaman yang terjadi antara keduanya. Kurangnya komunikasi menjadikan hubungan yang telah lama dibina harus kandas di tengah jalan. Tentu kamu tak menginginkan hal ini terjadi, bukan?

Coba ajaklah ia berbincang dari hati ke hati jika kamu sudah merasa ada yang tidak beres dengan hubunganmu. Mulailah dengan obrolah ringan dan santai. Buatlah ia merasa nyaman dengan topik yang kalian obrolkan.

Kemudian tanyakan padanya kenapa akhir-akhir ini sering sekali muncul permasalahan antara kalian berdua. Bahkan kalian terkadang cenderung membesar-besarkan hal kecil. Cari penyebabnya bersama.

Meskipun kamu merasa kesal, tapi alangkah lebih baik bila kamu menjadi pendengar setia baginya. Dengarkan apa yang ia keluhkan dan rasakan. Begitupun denganmu, ungkapkan semua hal yang mengganjal dalam hatimu.

 

Temukan solusi bersama untuk memperbaikinya. Jalin selalu komunikasi yang baik dengannya. Bila hal ini terus dilakukan, hubunganmu akan terselamatkan dari ancaman perpisahan yang sering kamu takutkan. Cobalah!

 

Itulah 3 hal yang bisa menyelamatkan hubunganmu saat goncang. Saling terbuka satu sama lain menjadi kunci suksesnya sebuah hubungan. Mulailah tanamkan prinsip bahwa mempertahankan memang tak semudah ketika memulai, namun hanya orang-orang hebatlah yang bisa melakukannya.

Sudah terlalu banyak hal yang kalian perjuangkan demi terwujudnya kehidupan saat ini. Jangan mau kalah oleh keadaan yang kerap mengganggu dan menggoyahkan prinsipmu. Pahami bahwa mengakhiri adalah jalan terakhir bagi orang yang berputus asa. Hubungan kalian terlalu berharga untuk diakhiri.

Selamat mencoba, semoga kamu dan ia akan terus bersama.

0

Artikel

restu-mertua-2

Menjalani hubungan percintaan tidak hanya melibatkan dua insan yang saling mencintai saja. Ada pihak lain yang turut ambil peran, yaitu calon mertua. Mereka akan terlibat dalam proses pemberian restu atas hubungan yang kalian jalani.

Namun, proses untuk mendapat restu dari calon mertua tidak mudah. Kerap kali kamu akan dihadapkan dengan penolakan, meski kamu sudah mempersiapkan segala sesuatu sebaik-baiknya. Karena setiap orang tua menginginkan yang terbaik bagi anaknya apalagi perihal pendamping hidup.

 

Hal ini akan bertambah sulit apabila calon mertuamu sangat kritis dan cenderung perfeksionis. Kekurangan sekecil apa pun bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menerima atau menolakmu sebagai menantunya. Beberapa tips di bawah ini bisa membantumu untuk mendapatkan restu dari calon mertua. Kamu harus coba!


  1. Berikan kesan baik di awal pertemuan
restu-mertua-3

Kamu mungkin sering mendengar pepatah lama, “Don’t judge book by its cover.“ Pepatah ini memiliki arti jangan menilai seseorang dari tampilan luarnya saja atau pada kesan di awal pertemuan. Namun, pada kenyatannya, banyak orang yang justru melakukan hal sebaliknya. Mereka cenderung menilai karakter seseorang pada pertemuan pertama.

Vivian Zayas, Ph.D., seorang dosen psikologi di Cornell University berpendapat bahwa kecenderungan menarik simpulan mengenai seseorang dalam sepersekian detik atau di awal pertemuan, pada dasarnya tidak selalu mengarah ke hal yang negatif (hallosehat.com). Kesan pertama di awal pertemuan memang bisa menjadi patokan dalam menilai seseorang yang baru ditemui.

 

Hal ini bisa saja terjadi pada calon mertuamu. Kamu harus bisa memberikan kesan yang baik di awal pertemuan dengan mereka. Jangan samakan orang tua calon pasangan dengan orang tuamu di rumah. Mereka jelas berbeda, meski sama-sama orang tua. Kamu tetap harus mengutamakan etika ketika berhadapan dengan calon mertuamu terlebih di awal pertemuan.

 

  1. Kenali budaya keluarganya
restu-mertua-5

Setiap keluarga memiliki budaya atau kebiasaan tersendiri yang selalu dijalani. Ketika kamu menjalin hubungan dengan seseorang, mau tidak mau kamu pun harus mengetahui dan mengikuti budaya yang ada dalam keluarganya. Bila tidak, keseriusanmu bisa saja diragukan oleh calon mertua.

 

Mulai cari tahu hal-hal apa saja yang sering dilakukan oleh keluarga calon pasanganmu. Agar ketika kamu berkunjung atau bahkan hidup bersamanya kelak, kamu sudah memiliki bekal dan tidak akan merasa canggung. Mereka pun akan benar-benar menganggapmu sebagai bagian dari keluarganya, bukan lagi sebagai orang asing.


  1. Selalu memperhatikan waktu ketika berkunjung

Banyak orang yang sering lupa waktu ketika berkunjung ke rumah sang dambaan hati. Hal ini acap kali membuat keluarganya geram dan ingin rasanya agar kamu pergi segera. Menghadapi situasi semacam ini, kamu harus mengalah dan mengikis egomu perlahan. Meski rindu pada si dia terus memanggilmu untuk sebuah pertemuan.

 

Pilihlah waktu yang tepat untuk berkunjung. Usahakan jangan sampai mengganggu waktu istirahat mereka. Kemudian segeralah berpamitan bila tidak ada lagi hal penting yang akan kamu obrolkan dengannya. Karena hal-hal kecil semacam ini bisa menjadi pertimbangan tersendiri bagi calon mertuamu.

Siapkan juga buah tangan terbaik untuk keluarganya. Buah tangan bisa menjadi salah satu amunisi untuk menghangatkan suasana ketika kamu berkunjung. Setidaknya kamu tidak datang dengan tangan hampa.



Baca Juga: Yakin dia Jodohmu?


Baca Juga: Dokter Gia Punya Cara luluhkan calon mertua



  1. Jangan ceritakan kekurangan calon pasanganmu di hadapan orang tuanya


Sudah menjadi sifat lahiriah manusia bila ingin dipuji kelebihannya. Ia tentu tak ingin ada orang yang mengetahui kekurangannya sekecil apa pun. Termasuk orang tua si dia, calon pasangan yang kamu idamkan. Mereka hanya tahu anaknya adalah putra atau putri terbaik yang mereka miliki.

Ceritakanlah kelebihan calon pasanganmu pada mereka. Tapi tentunya harus sesuai dengan fakta yang ada, bukan malah megada-ada. Namun, jangan sampai melontarkan kritikan seputar kekurangan dia, karena calon mertuamu tentu akan tersinggung mendengarnya.

 

Kecuali bila orang tuanya terlebih dulu mengungkapkan dan menyiratkan agar kamu bisa membimbing anaknya menjadi lebih baik. Kamu harus tetap tenang dalam menanggapinya dengan penuh percaya diri.

Yakini mereka bahwa kamu sangat mengenal baik anaknya dan bisa menerima apa pun yang ada pada dirinya. Jangan sampai ucapanmu menjadi bumerang yang menyebabkan restu dari calon mertua menjadi sulit untuk kamu dapatkan.



  1. Bisa menjadi teman ngobrol yang mengasyikkan

Tidak semua orang pandai berinteraksi dengan orang yang usianya jauh di atasnya terlebih dengan calon mertua. Rasa canggung kadang kala menjadi penyebab utama. Lidah terasa kelu ketika berhadapan dengan mereka. Takut kalau salah dalam melontarkan kata atau mengucapkan hal-hal yang sama sekali tak menarik menurut mereka.

 

Kamu harus sering berinteraksi dengan orang tuamu terlebih dahulu agar perlahan terbiasa mengobrol dengan orang yang usianya jauh di atasmu. Kenali topik-topik yang banyak diminati mereka, bukan hanya yang kamu sukai semata. Karena obrolan anak muda seringkali berbeda dengan orang tua.

Bersikaplah apa adanya dan gunakan bahasa sehari-hari yang tidak terlalu baku agar tercipta suasana yang hangat dan tidak tegang. Seperti halnya kamu yang ingin dihargai, jangan pernah memotong pembicaraan mereka. Dengarkan dengan saksama apa yang mereka utarakan dalam obrolan tersebut.

restu-mertua-4

Itulah beberapa tips yang bisa kamu coba dalam mendapatkan restu calon mertua. Percayalah bahwa usaha akan berbanding lurus dengan hasil yang akan didapatkan. Jika usaha dan proses yang kamu jalani baik, hasil pun tak akan menghianatinya. Jangan pernah lelah apalagi berputus asa.

Selamat mengejar restu! Semoga calon mertuamu luluh, ya.

[Ana Dwi Itsna Pebriana ]


Baca Juga: Doa mendekatkan Jodoh

 

 

0

Artikel

Membicarakan jodoh berarti membicarakan masa depan. Topik seputar jodoh memang selalu hangat untuk diperbincangkan. Tak heran topik ini selalu menjadi sajian khusus di berbagai kegiatan diskusi. Jumlah peminatnya pun tak sedikit dan kebanyakan dari mereka adalah dari kalangan jomblo. Termasuk mungkin kamu yang sedang membaca tulisan ini.

Untuk kamu yang masih sendiri atau menyandang status jomblo mungkin merasa khawatir dan cemas ketika membicarakan topik seputar jodoh. Bagaimana tidak, hampir setiap waktu kamu disuguhkan dengan berbagai informasi yang mendukung gerakan nikah muda, tips memilih jodoh yang ideal, dan sebagainya.

Namun, lain halnya jika kamu sudah menjalin hubungan serius dengan seseorang. Sering kali kamu bertanya-tanya, “Dia jodohku atau bukan?” atau “Bagaimana agar aku yakin bahwa dia jodohku” dan lain sebagainya. Perlu kamu sadari terlebih dahulu bahwa Allah mendatangkan jodoh kepada orang yang sudah siap menerimanya.

Tips-tips di bawah ini mampu meyakinkan diri bahwa orang yang sedang atau akan bersamamu adalah jodohmu:


  1. Kamu Merasa Nyaman Bersamanya

Jika kamu sedang bersama orang yang benar-benar membuatmu nyaman, perjuangkan. Bukan memperjuangkan dalam hubungan pacaran, melainkan memperjuangkan untuk sampai ke pelaminan.

jodoh jodohmu
 

Rasa nyaman yang kamu rasakan tentu tidak hanya saat kalian berdua bahagia. Tapi juga saat salah satu atau keduanya ada dalam rona duka, rasa nyaman itu tidak sirna. Rasa nyaman tercipta karena kamu dan dia saling tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing.


  1. Dia Tak Masalah dengan Kamu yang Tampil Apa Adanya

Sebagian orang ada yang malu untuk tampil menjadi diri sendiri di depan pasangan atau calon pasangannya. Merasa takut kalau ia akan tak suka atau bahkan memutuskan untuk pergi meninggalkannya. Ketakutan yang hampir dialami setiap orang.

 jodoh jodohmu

Jika kamu tidak merasakan demikian, kemungkinan dia adalah jodohmu. Kamu bisa menjadi diri sendiri tanpa ada sandiwara atau pun drama. Kamu dan dia sama-sama bisa menunjukkan karakter diri sendiri untuk kemudian bisa saling memperbaiki satu sama lain. 



  1. Restu Orang Tua Sudah Kamu Dapatkan

Jika kedua orang tuamu sudah memberi lampu hijau, pertanda bahwa hubungan kalian sudah direstui dan kamu bisa semakin yakin kepadanya untuk melanjutkan pada jenjang pernikahann. Tentunya kamu percaya pada kekuatan doa orang tua, kan?




Tidak hanya orang tuamu, anggota keluargamu bahkan sudah begitu hangat menerima kehadiran orang baru yang kamu kenalkan pada mereka sebagai calon pasanganmu. Jika sudah demikian, tunggu apalagi?



Baca Juga: Doa mendekatkan Jodoh



  1. Kamu Menjadi Lebih Baik Berkat Kehadirannya

Sebelum mengenalnya kamu merasa tak memiliki tujuan hidup, tak tentu arah akan ke mana. Namun, sejak mengenalnya, kamu menjadi banyak belajar dan terus berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik. Begitulah, tak ada jodoh yang dikirim Allah untuk membuatmu menjadi lebih buruk.

Jika kamu bisa menjadi lebih baik karenanya,  bersiaplah karena dipastikan dia adalah jodohmu. Untuk kembali meyakinkan dirimu, coba perhatikan perkembangan apa saja yang sudah terjadi pada dirimu. Jika sudah mantap, segera putuskan untuk ke pelaminan !


  1. Dia Bisa Membuatmu Rela untuk Berhenti Mencari

Sekian lama kamu mendambakan jodoh idaman, mencari ke sana-ke mari. Hingga takdir mempertemukan kamu dengannya. Ada rasa yang menggetarkan ketika dua pasang bola mata itu bertemu. Kamu sudah merasa klik dengannya, merasa cocok satu sama lain. Begitu pun dengan dia.




      Kalian berdua sama-sama mempunyai tujuan baik untuk membina keluarga baru yang diridhai-Nya. Visi-misi hidup pun sudah dicocokkan dan tidak ada sama sekali yang bertentangan. Bayangan kebahagiaan akan masa depan bersamanya terasa jelas di pelupuk mata.

      Ketika bermunajat kepada Allah pun kamu merasakan sinyal-sinyal dari-Nya pertanda bahwa orang yang kamu dambakan itu ternyata memang pilihan-Nya. Jika Sang Penggenggam Semesta sudah menyetujui, kamu bisa apa?

 

Itulah 5 tips yang bisa meyakinkan diri bahwa dia adalah jodohmu. Terlepas dari itu, melibatkan Allah adalah hal terpenting yang tak boleh diabaikan. Selalu memohon petunjuk-Nya dalam setiap keraguan dan keyakinan yang dirasakan. Ragu dan yakin dia jodoh terbaik atau bukan bagimu.


Karena pada dasarnya manusia hanya mampu berikhtiar, Allah-lah yang memutuskan. Selamat menjalani takdir-Nya, semoga kisah cintamu selalu mendapat keridhaan dan kebahagiaan.


[Ana Dwi Itsna Pebriana]


Baca Juga: Doa mendekatkan Jodoh

0

X