fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, baru
Sagrada Familia dibangun secara ilegal selama 137 tahun, terang CNN.com.

 


Namun, pada 7 Juni 2019, gereja Katolik Roma akhirnya menerima izin pembangunan gereja peninggalan arsitek Antoni Gaudi tersebut. Pemerintah kota Barcelona bahkan memberikan dana sebesar 4,6 juta euro (atau sekitar 5,2 juta dolar) kepada komite yang bertugas menyelesaikan pembangunan gereja. Dana ini digunakan dalam proyek yang bertujuan mengurangi dampak lingkungan yang terjadi dari kedatangan jutaan pengunjung Sagrada Familia.


Baca juga:
Penasaran dengan Novel Origin, Ini Dia Sinopsisnya!
5 Fakta Menarik Tentang Novel Terbaru Dan Brown Origin


Antoni Gaudi, menurut blog.sagradafamilia.org, telah meminta izin mendirikan bangunan gereja katolik tersebut pada tahun 1885 dari dewan kota Sant Martí de Provençals, tetapi tidak pernah mendapatkan jawaban. Permintaan ini juga dilengkapi dengan blue print desain Sagrada Familia yang ditandatangani langsung oleh Antoni Gaudí. Meskipun pembangunan gereja neo-Gotik tersebut dimulai tahun 1882, pihak berwenang baru menyadari pada tahun 2016 bahwa pembangunan ini belum memiliki izin.

 

Sagrada Familia akan memiliki ketinggian maksimum 172 meter dan disokong dengan anggaran 374 juta euro.


Gaudi, sang arsitek, mengabdikan hidupnya untuk membangun mahakaryanya sampai akhirnya tewas akibat kecelakaan pada tahun 1926. Situs voaindonesia.com menyebutkan bahwa sejak kematian Antoni Gaudi, sepuluh arsitek telah melanjutkan pekerjaannya berdasarkan model dari gipsum buatan Gaudi dan foto-foto serta publikasi dari gambar aslinya. Pembangunan gereja ini diharapkan selesai pada tahun 2026, bertepatan dengan peringatan 100 tahun kematian Antoni Gaudí.

 

 

Sagrada Familia juga menjadi salah satu tempat yang menjadi latar belakang novel thriller terbaru Dan Brown, Origin. Dalam novel tersebut, Dan Brown menulis bahwa Antoni Gaudi merupakan seorang pelajar alam yang menimba inspirasi arsitekturnya dari bentuk-bentuk organik dan menggunakan “alam ciptaan Tuhan” untuk membantunya mendesain bangunan-bangunan dengan bentuk biomorfis yang luwes—sering kali terlihat seolah-olah tumbuh sendiri dari tanah.

 

Konon, Gaudi pernah berkata bahwa tidak ada garis lurus di alam. Karya-karya Antoni Gaudi antara lain berupa taman-taman, gedung-gedung umum, rumah-rumah megah milik pribadi, dan tentu saja mahakaryanya Sagrada Família. Dan Brown membagikan berita CNN tentang ijin pembangunan Sagrada Familia ini di laman facebook-nya dan mengatakan “Finally, they can officially break ground on Gaudí’s 137 year old masterpiece”.


Baca juga:
4 Kota Jejak Sejarah Islam Di Spanyol
6 Bangunan Bersejarah di Spanyol

Seperti dilansir voaindonesia.com, setiap tahunnya lebih dari 4,5 juta orang mengunjungi basilika yang dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO tersebut.

 

Hmm, terpikir untuk mengunjungi Sagrada Familia? Sebelum benar-benar travelling mengunjungi kota Barcelona, Anda bisa mencoba beberapa tips mudah dan murah untuk menikmati keindahan Sagrada Familia. Selamat mencoba :).[]

0

Artikel

Dan Brown terkenal sebagai penulis novel ber-genre thriller dengan jalan cerita yang menegangkan. Tokoh andalan novel Dan Brown, Robert Langdon, dikisahkan sebagai seorang profesor simbologi Harvard University yang sering terjebak dalam situasi penuh bahaya. Kebut-kebutan menggunakan mobil pinjaman, dikejar-kejar orang tak dikenal yang membawa senjata api, terpaksa turun dari helikopter di tengah malam  atau terbangun di rumah sakit asing dengan luka tembak di kepala.

 

Perjalanan luar biasa yang dialami Profesor Langdon dalam setiap cerita ternyata selalu didampingi oleh seorang wanita cerdas. Mereka turut membantu memecahkan teka-teki dan rintangan yang dihadapi oleh Langdon. Siapa saja karakter-karakter wanita yang pernah muncul dan menemani Robert Langdon?


Sophie Neveu, Ahli Kriptografi Cantik dari Paris



Wanita dari novel The Da Vinci Code yang berprofesi sebagai ahli kriptografi dari DCPJ (The Direction Centrale Police Judiciaire) ini merupakan cucu dari kurator museum Louvre, Jacques Saunière. Perkenalan Sophie Neveu dan Robert Langdon berawal ketika Langdon diundang untuk menemui Jacques Saunière, namun malah menemukan pria tersebut dibunuh secara mengenaskan dan menyebabkan Langdon dicurigai sebagai pelaku pembunuhan. Sophie yang ketika itu datang untuk penyelidikan akhirnya membantu Langdon kabur. Sophie berharap mereka mampu menemukan tersangka di balik pembunuhan kakeknya dan sekaligus menemukan jawaban tentang asal-usul keluarganya -sebuah pesan yang berusaha disampaikan Saunière sebelum kematiannya.

 

Seperti yang ditulis di situs charactour.com, Sophie Neveu merupakan wanita dengan kepribadian yang penuh perhatian dan cerdas. Dalam perjalanan memecahkan teka-teki dari Saunière, Sophie memperlihatkan karakter yang pantang menyerah. Dengan pengetahuannya, dia mampu membantu Langdon memecahkan kode-kode penting dalam kasus ini, termasuk menjelaskan tentang cryptex yang sama sekali tidak diketahui Langdon sebelumnya. Sophie juga digambarkan memiliki fisik yang cantik dan menarik. Seperti yang diungkapkan oleh atasannya, Fache, yang menyebut Sophie sebagai salah satu kesalahan terbesar DCJP karena dia adalah wanita muda yang menarik sehingga bisa mengalihkan perhatian anggota-anggota lain ketika bekerja.




Karakter Sophie Neveu dalam film diperankan oleh aktris Audrey Tautou. Aktris dari Perancis ini mulai dikenal luas setelah bermain di film Amélie pada tahun 2001. Dalam situr lefigaro.fr, Audrey mengatakan dirinya tidak menyangka akan mendapatkan peran sebagai Sophie Neveu karena merasa persiapannya sangat kurang ketika melakukan audisi. Namun ternyata sang sutradara, Ron Howard, memilih Audrey untuk memerankan peran tersebut dan mendampingi aktor senior Hollywood, Tom Hanks.

 

Sienna Brooks, Wanita Jenius dengan IQ 208




Wanita dari novel Inferno ini merupakan kekasih Bertrand Zobrist, ilmuwan yang mencoba menyebarkan virus berbahaya demi misi menyelamatkan keberlangsungan hidup manusia. Sienna Brooks awalnya menyamar sebagai seorang dokter muda yang menangani luka tembak di kepala Robert Langdon. Sienna kemudian membawa kabur Langdon dan menghilangkan jejak mereka berdua dari Konsorsium serta WHO. Dia ingin memanfaatkan Langdon agar dapat membantunya menemukan virus peninggalan kekasihnya yang telah bunuh diri.

 

Sienna Brooks digambarkan sebagai seorang wanita yang tinggi dan ramping. Meskipun begitu, dia memiliki kekuatan yang cukup untuk menopang badan Robert Langdon selama dibius. Kulit Sienna tampak halus meskipun tidak memakai make-up. Di dalam novel, Sienna digambarkan memiliki rambut pirang, sepanjang bahu yang selalu diikat ekor. Belakangan Sienna mengungkapkan bahwa itu hanyalah rambut palsu.




Karakter Sienna Brooks dalam film Inferno diperankan oleh aktris asal Inggris, Felicity Jones. Pada wawancara yang dirilis channel24.co.za, Felicity Jones menganggap pengalaman bekerja sama dengan Ron Howard dan Tom Hanks sangat berharga.  Dia memandang sosok mereka berdua merupakan sebagai pekerja film yang profesional, ambisius dan fokus pada pekerjaan namun tetap rendah hati. Dalam wawancara tersebut juga Felicity Jones menceritakan pengalaman syuting film Inferno yang membutuhkan stamina lumayan besar karena banyaknya adegan berlari yang harus dia lakukan menggunakan sepatu berhak tinggi!

 

Ambra Vidal, Direktur Museum dan Calon Ratu Spanyol




Wanita dari novel Origin ini merupakan direktur Museum Guggenheim Bilbao, Spanyol. Di dalam novel, Ambra diceritakan sebagai wanita cerdas, independen sekaligus cantik yang menjadi tunangan dari Pangeran Spanyol, Pangeran Julián, ahli waris takhta Spanyol. Ambra Vidal membantu Robert Langdon pergi ke Barcelona untuk memecahkan teka-teki Edmon Kirsch, seorang futuris yang mengklaim telah berhasil membongkar rahasia yang akan menjawab pertanyaan besar mengenai eksistensi kehidupan umat manusia.

Setelah berita pertunangannya dengan Pangeran Julián beredar, Ambra Vidal langsung menjadi selebriti terbaru Spanyol yang paling mencolok. Media langsung menjuluki Ambra Vidal sebagai “pasangan sempurna untuk seorang raja modern”. Ambra Vidal dianggap berbudaya, sukses, dan yang terpenting, bukan keturunan salah satu keluarga bangsawan Spanyol. Ambra Vidal hanya rakyat biasa.




Ambra Vidal tidak sekadar berwajah cantik namun juga independen. Meskipun menjadi calon ratu Spanyol, Ambra sama sekali tidak mengizinkan Guardia Real mengganggu jadwal hariannya dan hanya memperbolehkan agen Guardia Real mengawalnya saat acara publik besar. Jika Origin diadaptasi ke layar lebar, siapa aktris yang kira-kira cocok memerankan karakter Ambra Vidal? Mungkin yang mirip dengan Ratu Letizia, Catherine Duchess of Cambridge atau Princess Mary dari Denmark? 🙂

 

Vittoria Vetra, Fisikawan Anggun Penemu Antimateri




Wanita dari novel Angels and Demons ini merupakan seorang ilmuwan di CERN dan putri dari fisikawan sekaligus pastor, Leonardo Vetra. Dia pergi ke Kota Vatikan bersama Robert Langdon setelah mengetahui bahwa antimateri yang dia ciptakan bersama ayahnya akan digunakan untuk menghancurkan Kota Vatikan. Dia membantu Robert menemukan antimateri dan juga memecahkan teka-teki penculikan empat kardinal.

Meskipun seorang fisikawan, Vittoria Vetra tidak terlihat kutu-buku. Dia merupakan seorang wanita yang luwes dan anggun bertubuh tinggi dengan kulit cokelat kemerahan dan rambut hitam panjang.  Wajahnya jelas Italia—tidak terlalu cantik, tapi memiliki raut wajah sangat khas. Menurut atasannya, Maximilian Kohler, Vetra adalah perempuan dengan kekuatan fisik luar biasa. Dia mampu menghabiskan waktu berbulan-bulan setiap kali bekerja di dalam sistem ekologis yang berbahaya. Vetra juga merupakan seorang vegetarian dan guru-tetap CERN untuk Hatha Yoga.”




Dalam film Angel and Demons, Vittoria Vetra diperankan oleh aktris asal Israel bernama Ayelet Zurer. Seperti ditulis di situs imdb.com, Ayelet Zurer mulai dikenal luas setelah bermain dalam film Munich yang disutradai oleh Steven Spielberg. Dia juga merupakan seorang produser, penulis, dan ilustrator dua buku berjudul Shorts dan Badolina karya Gabi Nitazn.

 

***

 

Seorang pembaca bertanya, apakah Robert Langdon akan menikah? Dan Brown menjawab, ya mungkin.. mungkin dengan salah satu wanita-wanita yang pernah dia temui atau wanita baru yang akan muncul dalam novel selanjutnya. Siapa tokoh wanita dari Novel Dan Brown yang jadi favoritmu?

Baca juga: Dan Brown’s Inferno: Instanbul, Destinasi Wisata Yang Eksotis


Baca juga: 10 Tips Menulis Buku Laris Ala Dan Brown


0

Artikel

dan-brown-inferno

Pada artikel wawancara sebelumnya, Dan Brown mengaku bahwa tempat paling favorit dari semua tempat yang pernah dia kunjungi di seluruh dunia adalah Istanbul. Dan Brown menganggap Istanbul sebagai kota tempat “timur” dan “barat” bertemu secara geografis. Kota yang semula bernama Konstantinopel tersebut, merupakan ibu kota dari empat kekaisaran, yaitu Romawi, Byzantium, Latin dan Ottoman. Setiap kekaisaran memiliki ciri khas dan peninggalan yang berbeda satu sama lain. Sehingga membuat Istanbul menjadi kota yang kaya akan warisan sejarah dan budaya.

Dalam artikel tourturki.co.id,  dikatakan bahwa meskipun Istanbul bukan ibu kota Negara Turki, tetapi Istanbul merupakan kota terluas dengan 13 juta penduduk. Istanbul juga merupakan kota lintas benua, Asia dan Eropa, yang dipisahkan oleh suatu selat bernama Selat Bosporus. Kedua benua tersebut dihubungkan oleh sebuah jembatan yang juga diberi nama Jembatan Bosporus. Di sisi lain Jembatan Bosporus (atau dikenal dengan nama Jembatan Fatih Sultan Mehmed), terdapat sebuah tanda selamat datang ke dua benua tersebut, Benua Asia atau Benua Eropa.

Baca juga: 
– Artificial Intelligence Bisa Gantikan Manusia? Ini Kata Dan Brown
– 10 Tips Menulis Buku Laris Ala Dan Brown

Istanbul merupakan salah satu tempat yang menjadi latar belakang novel best-seller karya Dan Brown, Inferno. Karakter utama dalam novel, Robert Langdon, mengakhiri petualangan untuk memecahkan teka-teki puisi Dante di kota terbesar di Turki tersebut. Langdon sempat mengunjungi beberapa lokasi di Istanbul sampai akhirnya dia mampu menemukan jawaban dari teka-teki puisi Dante.

Kalau sudah membaca Inferno, Anda pasti familiar dengan tempat-tempat di bawah ini. Apa saja keunikan dari tempat-tempat tersebut?



Hagia Sophia, Museum Kebijakan Suci Bersepuh Emas



hagia-sophia


Bangunan yang dibangun pada tahun 360 M ini awalnya menjadi katedral Ortodoks Timur sampai tahun 1204. Setelah terjadinya Perang Salib Keempat, Enrico Dandolo mengubah Hagia Sophia menjadi gereja Katolik. Pada abad kelima belas, menyusul penaklukan Konstantinopel oleh Fatih Sultan Mehmed, bangunan itu diubah menjadi masjid. Selanjutnya pada tahun 1935, Hagia Sophia akhirnya difungsikan sebagai sebuah museum.

Dan Brown dalam novel Inferno menyebut bangunan bersejarah ini sebagai museum kebijakan suci bersepuh emas. Semua dinding Hagia Sophia, kecuali yang dilapisi marmer, dihiasi mosaik sangat indah yang terbuat dari emas, perak, kaca, terakota, dan batu berwarna-warni. Beberapa mosaik di Hagia Sophia merupakan seni Byzantium dan dianggap sebagai mahakarya. Motif yang digunakan untuk menciptakan mosaik sebagian besar adalah potret kekaisaran dan gambar religius dari ajaran Kristen.

 

Kubah Hagia Sophia merupakan elemen yang paling mencolok dalam bangunan tersebut. Seperti dilansir pada florenceinferno.com, perbedaan paling penting dalam desain arsitektur Hagia Sophia adalah ukuran yang jauh lebih besar dan kubah yang lebih tinggi daripada bangunan gereja pada umumnya. Kubah yang berada di atas ruang tengah memiliki tinggi 55,60 meter dari permukaan tanah, 31,87 meter dari bagian utara ke selatan dan 30,87 meter dari bagian timur ke barat.


Fakta menarik tentang Hagia Sophia: Sophia dalam bahasa Yunani berarti kebijaksanaan. Nama lengkap Hagia Sophia dalam bahasa Yunani berarti ‘Shrine of the Holy Wisdom of God’, Tempat Kebijaksanaan Suci dari Tuhan.


Istana Topkapi, Kota di dalam Kota Istanbul



istana-topkapi

Seperti yang digambarkan Dan Brown dalam novelnya, Istana Topkapi menjadi favorit di kalangan turis karena memiliki pemandangan strategis ke jalur air Bosporus. Turis kebanyakan datang mengunjungi istana tersebut untuk mengagumi keindahan pemandangan dan koleksi menawan harta karun Ottoman. Mencakup jubah dan pedang yang konon pernah digunakan oleh Nabi Muhammad.

 

Istana Topkapi merupakan pusat kekuasaan Ottoman dan menjadi pusat administrasi, pendidikan, serta artistik kekaisaran Ottoman selama hampir empat ratus tahun. Istana ini sering dianggap sebagai kota di dalam kota karena begitu luas. Istana Topkapi terdiri dari 4 bagian utama yang berisi taman-taman yang indah, dapur yang sangat besar, masjid, rumah sakit, paviliun-paviliun serta Harem. Harem merupakan tempat tinggal sultan Ottoman bersama keluarga, selir-selir, dan para pelayan serta para penjaga Harem. Seperti yang dilansir pada worldwanderista.com, bangunan kamar-kamar yang ada di Harem dipenuhi dengan mosaik mewah dan ubin yang berwarna cerah. Begitu juga dengan detail-detail emas yang ada di jendela Harem, semuanya cantik dan indah!

 

Setelah berdirinya Republik Turki, Istana Topkapi dialihfungsikan menjadi museum pada tanggal 3 April tahun 1924. Museum ini berisi koleksi porselen, jubah, senjata, perisai, baju besi, miniatur kekaisaran Ottoman, kaligrafi Islam, serta perhiasan-perhiasan khas Ottoman.

 

Fakta menarik tentang Istana Topkapi: Dalam bahasa Turki, ”Topkapi” berarti ”Gerbang Meriam”. Nama tersebut berasal dari meriam besar yang berdiri kokoh di luar gerbangnya.


Basilica Cistern, Waduk Bawah Tanah Istanbul


Basilica-cistern


Hanya beberapa menit dari Hagia Sophia, Robert Langdon keliru menganggap bahwa pintu masuk sederhana yang dia lihat mengarah ke klub dansa bawah tanah, namun kenyataannya pintu tersebut menuju ke sebuah konser di dalam waduk. Bertrand Zobrist, ilmuwan yang telah membuat teka-teki puisi Dante dalam novel Inferno, telah meninggalkan virus berbahaya di waduk yang kini dipenuhi dengan orang-orang dari berbagai penjuru dunia.

 

Waduk tersebut bernama Basilica Cistern, dibangun pada abad ke-6 di bawah kekaisaran Byzantium. Bangunan bawah tanah ini memiliki tinggi 70 meter dengan lebar 140 meter. Ruangan ini memiliki gaya khas romawi dengan tiang beton sebanyak 336 buah. Menurut informasi dari cheria-travel.com, Basilica Cistern mampu menyimpan air sampai 80.000 meter kubik. Sejak era kekaisaran Byzantium, Basilica Cistern berfungsi menyuplai air untuk kota Istanbul -bahkan hingga masa kekaisaran Ottoman memasuki era modern. Air dari tempat ini juga merupakan suplai utama ke Istana Topkapi.

 

Salah satu keunikan yang dimiliki Basilica Cistern adalah terdapat pahatan patung Medusa yang berbentuk persis sama dengan letak menghadap yang berbeda. Menurut mitologi Yunani, Medusa merupakan salah satu mahkluk Gorgon, tokoh perempuan yang hanya dengan pandangannya saja dapat mengubah makhluk hidup menjadi batu. Belum ada teori pasti yang menjelaskan mengapa kedua pahatan Medusa di Basilica Cistern tersebut menghadap ke arah yang berbeda.


Baca juga: 
– 10 Fakta Menarik Dibalik Sosok Dan Brown
– Nostalgia Review Film Inferno—Twist Sempurna Yang Terbaca


Basilica Cistern memiliki 336 kolom, terbuat dari marmer dan granit yang sebagian besar bergaya Corinthian. Salah satu keunikan lain yang ada di Basilica Cistern adalah kolom ‘Hen’s Eye’ yang memiliki motif setetes air mata di bagian atasnya. Bentuk air mata tersebut dikaitkan dengan 7.000 budak yang dipekerjakan untuk membangun Basilica Cistern dan ratusan dari mereka tewas selama pembangunan berlangsung.

 

Fakta menarik tentang Basilica Cistern: Tempat ini pernah digunakan sebagai lokasi film James Bond, From Russia with Love pada tahun 1963.***

0

X