fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, baru

Fenomena dilangkahi menikah oleh adik memang bisa jadi beban bagi si kakak di keluarga dan orang-orang terdekat. Risiko jadi bahan gunjingan menghadang di depan mata. Namun, apa iya mau menghalangi adik, yang jelas-jelas sudah bertemu jodoh dan siap menikah, hanya demi ego si kakak yang tak ingin dilangkahi?

Kalau kamu ada di posisi si kakak bagaimana cara menenangkan hati saat dilangkahi adik?

Baca juga:
3 Hal Persiapan Nikah Ini Bakal Bikin Mentalmu Lemah
#MuslimGirl: Traveling ala Muslim?

dilangkahi nikah


Minta Dukungan Keluarga


Dalam budaya Sunda dikenal istilah ngarunghal. Budaya ini berupa pemberian barang atau perhiasan dari adik untuk kakaknya agar rela melepas si adik lebih dahulu menikah. Namun, dalam Islam tak ada syarat demikian. Yang lebih dibutuhkan oleh si kakak adalah dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat.

Sedikit atau banyak akan ada rasa berat hati melihat adik kecil kita baik perempuan apalagi adik laki-laki, bertemu jodohnya lebih cepat dari bayangan. Bicarakan dengan keluarga jika memang merasa masih perlu waktu untuk menerima.

Namun, tentu jangan sampai berlarut hingga mengulur-ulur waktu pernikahan si adik. Wajar sekali kalau kamu meminta keluarga untuk menghargai perasaanmu saat mempersiapkan pernikahan adik. Keluarga pasti akan mengerti perasaan kamu sebagai kakak. Apalagi jika ada saudara atau orang lain yang memanas-manasi.

Jangan dipendam sendiri ya rasa sakitnya, lebih baik dikeluarkan agar cepat terobati.

 

Tetap Berprasangka Baik


Mungkin dilangkahi adik tak akan begitu berpengaruh jika memang si kakak belum begitu memikirkan pernikahan. Pasti semua akan berjalan lebih mudah. Tak perlu percaya pada mitos bahwa jodoh akan jadi sulit bagi si kakak.

Namun, jika si kakak dalam posisi yang sudah siap menikah, sedang menunggu waktu jodoh datang, atau baru saja ditinggalkan calon pasangan, semua akan terasa lebih berat untuk dihadapi.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Buat kamu yang lagi menunggu jodoh.. #JanganNikahDulu #Pranikah #Nikahsakinah #Pernikahan #BukuNikah #SunnahNikah #BukuQanita #PenerbitQanita #QanitaInspirasi

A post shared by Penerbit Qanita (@penerbitqanita) on



Hal pertama yang harus kamu pikirkan adalah tetap berprasangka baik kepada Allah Swt.. Menyadari bahwa jodoh adalah urusan-Nya. Waktu terbaik pasti akan dating. Jangan nikah dulu jika hanya mengejar target usia agar tak dilangkahi adik.

Baca juga:
3 Alasan Kenapa Menunda Menikah Bukanlah Kegagalan
Jangan Nikah Dulu, Kalau Masih Ingat Mantan

Pernikahan bukanlah soal status semata. Lebih baik fokus memperbaiki diri demi menjemput sang pangeran impian kelak.

Dilangkahi menikah
Terakhir, sebagai kakak, jangan lupa untuk mendukung pernikahan adik. Jangan sampai karena terlalu memikirkan jodoh yang belum dating, kita membiarkan adik merasa tak nyaman dengan pernikahannya. Apalagi pernikahan bukan untuk satu hari, melainkan untuk seumur hidup.[]

Penulis: Lilih S. Hilaliah



Segera terbit buku Jangan Nikah Dulu karya Hanny Dewanti!

Menunda Menikah

0

Artikel, baru

Sudah merasa cocok dengan pacar atau calon yang sekarang? Atau, sudah tak tahan ingin segera menikah? Sebaiknya luangkan waktu untuk membahas persiapan nikah. Tiga hal berikut wajib didiskusikan baik bersama-sama pasangan maupun masing-masing. Jangan nikah dulu, sebelum merenungkannya matang-matang.



1. Keluarga


Kalau masih berpikir menikah itu hanya tentang kamu dan aku, segera buang jauh-jauh. Kenyataannya, menikah juga melibatkan dua keluarga besar. Tak hanya keinginan suami dan istri yang perlu diwujudkan, tapi juga inginnya ibu, ayah, kakak, adik, tante, paman, belum lagi ayah mertua, ibu mertua, kakak ipar, nenek, kakek, dan seterusnya seterusnya. Wah banyak ya jamaahnya? Tapi itulah isi dari pernikahan.

Baca juga:
3 Alasan Kenapa Menunda Menikah Bukanlah Kegagalan

Bicarakan dengan si calon, nanti saat persiapan nikah maupun saat mengarungi bahtera rumah tangga, keinginan siapa yang harus diprioritaskan. Kembalikan lagi pada tuntunan agama. Dalam Islam prioritas utama seorang wanita adalah suaminya, sementara laki-laki meskipun sudah beristri tetap prioritasnya adalah ibunya. Jangan sampai setelah menikah hal-hal mendasar seperti ini belum terpikirkan.



2. Kebebasan


Pernikahan memang tak mengekang kebebasan siapa pun. Baik suami maupun istri memiliki hak yang sama sebagai seorang pribadi dan juga seorang muslim. Tapi, kebebasan saat sudah menikah tak bisa disamakan dengan bebasnya kita saat masih single. Ada hal-hal yang harus dibatasi bukan karena tak boleh, melainkan untuk saling menjaga ikatan.

Seperti sudah tak bisa lagi travelling bersama teman-teman satu geng selama seminggu, sementara suami pulang ke rumah tak ada yang menemani. Atau, seorang suami menghabiskan semua uangnya untuk diri sendiri dan orangtuanya sementara istri hanya dapat sisa-sisa.

Hal-hal besar hingga sepele seperti liburan, keuangan, makan sehari-hari, semua perlu dibahas bersama. Kalau belum siap, jangan nikah dulu!

Baca juga:
Jangan Nikah Dulu, Kalau Masih Ingat Mantan


3. Impian


Manusia akan selalu penuh kejutan. Tak hanya mengejutkan orang lain, dirinya sendiri pun kadang menyadari betapa pilihannya berubah drastis. Impian saat masih sendiri mungkin akan berubah seiring berjalannya pernikahan.

Visi, misi, rumah tangga juga harus dibahas saat persiapan nikah. Apa yang akan kita lakukan sebagai pasangan untuk jangka pendek, jangka sedang, dan yang akan datang.

Perbedaan demi perbedaan akan muncul menjadi sebuah tantangan. Dulu masih mungkin bermimpi ingin kuliah lagi sambil bisnis. Tapi, setelah menikah dan punya anak? Bukan saja tak bisa, melainkan ada hal-hal lain yang perlu dikorbankan. Jika masih ragu, jangan nikah dulu.[]

Penulis: Lilih S. Hilaliah



Segera terbit buku Jangan Nikah Dulu karya Hanny Dewanti!

Menunda Menikah

0

Artikel, baru

Baru sebulan putus, sudah dengar kabar si teman menikah? Hah? Cepet banget move on-nya! Pasti langsung kepo cerita di balik pernikahannya. Jangan-jangan hamil? Astaghfirullah, jangan suudzon dulu, mungkin memang sudah bertemu dengan jodoh dunia akhiratnya. Eh, tapi kok masih suka update status galau ingat mantan, ya?

Ternyata setelah membuka diri baru ketahuan alasan si teman menikah adalah ingin manas-manasin mantan. Hati-hati ya, guys! Jangan nikah dulu kalau alasan kamu menikah hanya untuk memamerkan keindahan foto prewedding, kekhidmatan akad nikah, dan kemesraan masa-masa honeymoon. Sampai kapan sih semua itu akan bertahan?



Baca juga:
3 Alasan Kenapa Menunda Menikah Bukanlah Kegagalan

Merasa puas karena dendam terbalaskan, si mantan pedih dan sakit hati. Lalu, setelah sebulan menikah kita pun akan mulai menghadapi kehidupan pernikahan yang sebenarnya. Yang nggak cuma berisi senyum manis dan pemandangan indah di Instagram. Pernikahan adalah tentang menghadapi masalah aku dan kamu bersama-sama. Karena belum pernah terbayangkan sebelumnya, akhirnya kenangan manis bersama mantan pun kembali menghantui pikiran.

Malam-malam bersama suami jadi semakin suram, karena masih ingat mantan. Rasa bersalah pun muncul karena sudah memilih alasan yang buruk saat menikah dengan suami. Sementara sang mantan sudah move on dan tak peduli lagi kisah masa lalunya bersamamu. Hal-hal lain pun menjadi semakin kacau.

 

Ya, anggap saja barusan kita sedang simulasi bagaimana kehidupan akan berjalan jika keputusan menikah dilandasi hati yang sedang patah dan pikiran gundah. So, jangan nikah dulu! Pernikahan adalah kehidupan yang harus kamu jalani bersama seseorang yang mau tumbuh dan belajar bersama sebagai pasangan. Kalau salah satunya masih ingat mantan dengan terus mengenang masa lalu, bagaimana pernikahan itu dapat berjalan? Pasti akan terasa berat karena pincang.

 

Untuk yang sedang sakit meredam emosi karena dikecewakan mantan, bersabarlah dengan tidak lari dari masalah dan membuat masalah baru. Jangan nikah dulu jika alasan kamu adalah hanya ingin move on dari mantan.[]

Penulis: Lilih S. Hilaliah



Segera terbit buku Jangan Nikah Dulu karya Hanny Dewanti!

Menunda Menikah

0

Artikel, baru

Berada dalam masa “menunggu” untuk dipinang, tapi calon belum tampak, wajar bila kita mulai resah bertanya ‘kapan saat untukku tiba’. Tidak apa-apa jika mulai gundah dengan kesendirian. Karena banyak hal yang tidak bisa dikontrol, termasuk dihinggapi perasaan-perasaan yang datang tanpa bisa kita usir untuk segera pergi.

Lalu, bagaimana mengembalikan ketenangan hati, saat pagi kembali menyapa? Tentu Allah satu-satunya penolong. Namun, kadang kita pun butuh disadarkan ada banyak hal yang dapat membuat kita bersyukur menunda pernikahan.


Menunda Nikah

Jangan Nikah Dulu, Kalau Menikah adalah Tujuan


Sama seperti kepolosan anak kecil yang ingin segera besar karena kagum melihat betapa orang dewasa bisa melakukan banyak hal. Begitu pun saat kita ingin menikah hanya karena melihat sebuah pernikahan seperti rumah yang ingin kita tinggali. Bisa bersantai setelah lelah dengan perjalanan yang terasa tak berujung ini.

Saat tumbuh besar si anak akan sadar bahwa ternyata menjadi dewasa adalah sebuah proses panjang. Dan menikah pun bukanlah rumah untuk kita terus berbaring. Menikah adalah pintu menuju banyak hal baru yang tidak bisa dilalui tanpa persiapan matang.

Baca juga:
Jangan Nikah Dulu, Kalau Masih Ingat Mantan

Jangan Nikah Dulu, Kalau Cuma Karena Sama-Sama Suka



Rasa suka yang kita miliki terhadap calon pasangan hidup bisa menjadi sumber masalah. Karena suka bisa jadi kita mengabaikan restu orang tua, tidak peduli tanggapan teman, semua pertanda diacuhkan demi bisa hidup bersama orang yang kita sayang. Hal yang perlu kita ingat, setelah menikah dunia kita tidak hanya tentang kau dan aku.

Restu orang tua dan pendapat sahabat, bisa jadi jalan untuk kita mengevaluasi hubungan dengan calon pasangan. Apa selama ini sudah berjalan sesuai ridha-Nya? Apa baru nafsu yang mendominasi? Karena kadang kita lupa, bahwa rasa suka tidak akan bertahan selamanya. Banyak hal yang harus mendasari sebuah perkawinan selain rasa suka.


Menunda pernikahn

Jangan Nikah Dulu, Kalau Hanya Kejar Target


Dalam pekerjaan ketika seorang karyawan mencapai target, tentu akan diselamati karena dianggap sukses. Tapi, saat target kita menikah di usia 25 tahun, lalu sampail usia 30 tahun belum juga bertemu jodoh apa kita dianggap gagal? Dalam lima tahun itu pasti banyak hal yang sudah dilewati, menunda pernikahan bukan berarti sebuah kegagalan. Karena pernikahan bukanlah tugas dari atasan, tapi jalan kita untuk lebih baik lagi dalam beribadah.

Jadi, jangan takut dianggap gagal saat memutuskan menunda pernikahan.[]

Penulis: Lilih S. Hilaliah



Segera terbit buku Jangan Nikah Dulu karya Hanny Dewanti!

Menunda pernikahan

0

Artikel

Membicarakan jodoh berarti membicarakan masa depan. Topik seputar jodoh memang selalu hangat untuk diperbincangkan. Tak heran topik ini selalu menjadi sajian khusus di berbagai kegiatan diskusi. Jumlah peminatnya pun tak sedikit dan kebanyakan dari mereka adalah dari kalangan jomblo. Termasuk mungkin kamu yang sedang membaca tulisan ini.

Untuk kamu yang masih sendiri atau menyandang status jomblo mungkin merasa khawatir dan cemas ketika membicarakan topik seputar jodoh. Bagaimana tidak, hampir setiap waktu kamu disuguhkan dengan berbagai informasi yang mendukung gerakan nikah muda, tips memilih jodoh yang ideal, dan sebagainya.

Namun, lain halnya jika kamu sudah menjalin hubungan serius dengan seseorang. Sering kali kamu bertanya-tanya, “Dia jodohku atau bukan?” atau “Bagaimana agar aku yakin bahwa dia jodohku” dan lain sebagainya. Perlu kamu sadari terlebih dahulu bahwa Allah mendatangkan jodoh kepada orang yang sudah siap menerimanya.

Tips-tips di bawah ini mampu meyakinkan diri bahwa orang yang sedang atau akan bersamamu adalah jodohmu:


  1. Kamu Merasa Nyaman Bersamanya

Jika kamu sedang bersama orang yang benar-benar membuatmu nyaman, perjuangkan. Bukan memperjuangkan dalam hubungan pacaran, melainkan memperjuangkan untuk sampai ke pelaminan.

jodoh jodohmu
 

Rasa nyaman yang kamu rasakan tentu tidak hanya saat kalian berdua bahagia. Tapi juga saat salah satu atau keduanya ada dalam rona duka, rasa nyaman itu tidak sirna. Rasa nyaman tercipta karena kamu dan dia saling tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing.


  1. Dia Tak Masalah dengan Kamu yang Tampil Apa Adanya

Sebagian orang ada yang malu untuk tampil menjadi diri sendiri di depan pasangan atau calon pasangannya. Merasa takut kalau ia akan tak suka atau bahkan memutuskan untuk pergi meninggalkannya. Ketakutan yang hampir dialami setiap orang.

 jodoh jodohmu

Jika kamu tidak merasakan demikian, kemungkinan dia adalah jodohmu. Kamu bisa menjadi diri sendiri tanpa ada sandiwara atau pun drama. Kamu dan dia sama-sama bisa menunjukkan karakter diri sendiri untuk kemudian bisa saling memperbaiki satu sama lain. 



  1. Restu Orang Tua Sudah Kamu Dapatkan

Jika kedua orang tuamu sudah memberi lampu hijau, pertanda bahwa hubungan kalian sudah direstui dan kamu bisa semakin yakin kepadanya untuk melanjutkan pada jenjang pernikahann. Tentunya kamu percaya pada kekuatan doa orang tua, kan?




Tidak hanya orang tuamu, anggota keluargamu bahkan sudah begitu hangat menerima kehadiran orang baru yang kamu kenalkan pada mereka sebagai calon pasanganmu. Jika sudah demikian, tunggu apalagi?



Baca Juga: Doa mendekatkan Jodoh



  1. Kamu Menjadi Lebih Baik Berkat Kehadirannya

Sebelum mengenalnya kamu merasa tak memiliki tujuan hidup, tak tentu arah akan ke mana. Namun, sejak mengenalnya, kamu menjadi banyak belajar dan terus berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik. Begitulah, tak ada jodoh yang dikirim Allah untuk membuatmu menjadi lebih buruk.

Jika kamu bisa menjadi lebih baik karenanya,  bersiaplah karena dipastikan dia adalah jodohmu. Untuk kembali meyakinkan dirimu, coba perhatikan perkembangan apa saja yang sudah terjadi pada dirimu. Jika sudah mantap, segera putuskan untuk ke pelaminan !


  1. Dia Bisa Membuatmu Rela untuk Berhenti Mencari

Sekian lama kamu mendambakan jodoh idaman, mencari ke sana-ke mari. Hingga takdir mempertemukan kamu dengannya. Ada rasa yang menggetarkan ketika dua pasang bola mata itu bertemu. Kamu sudah merasa klik dengannya, merasa cocok satu sama lain. Begitu pun dengan dia.




      Kalian berdua sama-sama mempunyai tujuan baik untuk membina keluarga baru yang diridhai-Nya. Visi-misi hidup pun sudah dicocokkan dan tidak ada sama sekali yang bertentangan. Bayangan kebahagiaan akan masa depan bersamanya terasa jelas di pelupuk mata.

      Ketika bermunajat kepada Allah pun kamu merasakan sinyal-sinyal dari-Nya pertanda bahwa orang yang kamu dambakan itu ternyata memang pilihan-Nya. Jika Sang Penggenggam Semesta sudah menyetujui, kamu bisa apa?

 

Itulah 5 tips yang bisa meyakinkan diri bahwa dia adalah jodohmu. Terlepas dari itu, melibatkan Allah adalah hal terpenting yang tak boleh diabaikan. Selalu memohon petunjuk-Nya dalam setiap keraguan dan keyakinan yang dirasakan. Ragu dan yakin dia jodoh terbaik atau bukan bagimu.


Karena pada dasarnya manusia hanya mampu berikhtiar, Allah-lah yang memutuskan. Selamat menjalani takdir-Nya, semoga kisah cintamu selalu mendapat keridhaan dan kebahagiaan.


[Ana Dwi Itsna Pebriana]


Baca Juga: Doa mendekatkan Jodoh

0

Artikel, baru

Berbicara tentang jodoh memang tak ada habisnya. Topik seputar jodoh selalu hangat untuk diperbincangkan. Menjadi tema diskusi utama dalam berbagai kajian yang jumlah peminatnya terbilang selalu membludak secara signifikan.

Fakta yang mencengangkan adalah kebanyakan dari peminat topik ini adalah dari kalangan jomblo. Termasuk mungkin kamu yang sedang membaca tulisan ini.


Baca juga: Berteman dengan mantan?



Untuk kamu yang masih single mungkin merasa khawatir dan cemas ketika membicarakan topik seputar jodoh. Bagaimana tidak, setiap hari kamu disuguhkan dengan berbagai informasi yang menyuarakan nikah muda, tips memilih jodoh yang ideal, dan sebagainya. Bahkan saat ini banyak sekali akun media sosial yang menawarkan jasa menjemput jodoh bagi pria maupun wanita.

Ada hal yang lebih mengiris hati lagi, yaitu ketika hampir setiap weekend kamu harus menerima undangan pernikahan teman dan dengan sangat berat hati harus datang sebagai tanda penghormatan.

Kemudian, pertanyaan menggelikan pun datang berseliweran dari orang sekitar

Kamu kapan nyusul?”

atau

“Kok, dateng sendiri? Jomblo, ya?”.

Singgasana pelaminan pun seakan ingin kamu robohkan saat itu juga dan berlari ke luar ruangan sambil berteriak,


“Allah, di mana jodohku?”


Kadang kala kamu memang tak sabar dalam menanti kedatangan jodoh. Rasanya ingin segera bertemu tanpa melalui berbagai lika-liku yang memilukan. Atau mungkin kamu terlalu lelah dikecewakan akibat ta ‘aruf yang gagal di tengah jalan dan sebagainya.

Jodoh tidak kunjung datang tentu banyak sebabnya. Bisa karena masih ada kemaksiatan yang masih dilakukan dan belum terampuni. Bisa juga karena memang kamu belum siap untuk menerima kehadirannya sehingga Allah pun menunda jodohmu.

doa jodoh 2

Lantas apa usaha yang sudah kamu lakukan selama ini? Hanya diam termenung di kamar tanpa berbuat apa-apa? Sudah berusaha tapi tak kunjung menghasilkan? Mungkin kamu kurang doa. Tiga doa ini bisa menjadi amalan yang patut kamu coba dan bisa mendekatkanmu dengan jodoh idamanmu. Doa – doa ini berasal dari Al-Qur’an loh.


  1. Surah Al-Anbiya’ ayat 89

رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَ أَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ  

(Rabbi laa tadzarnii fardan wa anta khairul waaritsiin)

 

 “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.” Kisah doa ini bermula dari cerita Nabi Zakaria yang tak kunjung diberikan keturunan setelah hidup puluhan tahun lamanya.

Kemudian, doa ini pun menjadi familiar digunakan untuk memohon agar didekatkan dengan jodoh. Para jomblo yang sering menyebut dirinya Jofisa (Jomblo fii sabiilillah)  menjadikan doa ini sebagai senjata ampuh dalam upaya menjemput jodoh idaman tanpa melalui pacaran. Kamu harus coba!

 

  1. Surah Al-Furqan ayat 74

رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ أَزْوَاجِنِا وَ ذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ

(Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzuriyyatinaa qurrota a’yun)

 

Bagi sebagian orang doa ini pasti sangat familiar karena sering digunakan dalam bacaan setelah shalat (baca: wirid). Doa ini memiliki arti, “Ya Tuhan kami,  anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan dari kalangan kami sebagai penenang hati.”


doa jodoh


    3. Surah Al-Qashash ayat 24

رَبِّ إِنِّيْ لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرِ فَقِيْرٌ

 (Rabbi innii limaa anzalta ilayya min khoirin faqiirun)

Terakhir adalah doa yang sempat diucapkan oleh Nabi Musa yang artinya, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” Ada yang menafsirkan kata “kebaikan” dalam ayat tersebut adalah jodoh. Karena jodoh adalah bagian dari kebaikan yang mampu mengantarkan pada keridhaan Allah.


Itulah 3 doa yang mampu mendekatkanmu dengan jodoh jika diamalkan terus menerus.  Namun, bukan serta merta kamu hanya menanti dan berdoa saja. Jodoh adalah bagian dari takdir Allah yang harus diupayakan bukan dipasrahkan tanpa dibarengi usaha dan doa.


Karena usaha tanpa dibarengi dengan doa ibarat orang yang ingin kenyang tanpa mau makan. Begitupun dengan doa tanpa dibarengi dengan usaha bagaikan pemanah tanpa busur (Ali Bin Abi Thalib).

Dalam hadis dari Ibnu Mas’ud r.a, dikabarkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya proses penciptaan setiap orang dari kalian berada di perut ibunya selama 40 hari berupa segumpal air mani. Selanjutnya ia berubah menjadi segumpal darah dalam masa yang sama.

Kemudian, ia berubah menajdi segumpal daging dalam masa yang sama. Lalu Allah mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya di samping diperintahkan untuk menuliskan empat perkara, yakni  rezekinya, ajalnya, perilakunya, dan bahagia-celakanya”
(HR Bukhari-Muslim).


Bila melihat hadis tersebut, sama sekali tidak ditemukan kata ‘jodoh’ di sana. Lalu apakah jodoh itu bukan bagian dari takdir Allah yang sudah ditetapkan? Dalam penafsiran lain, jodoh adalah bagian dari rezeki yang harus dijemput dan diupayakan. Sehingga jodoh yang didapatkan nanti akan bergantung pada sebesar apa usahamu dalam menggapainya.

Ketika kamu mengharapkan agar dipertemukan dengan jodoh yang mulia, maka muliakanlah dirimu terlebih dahulu. Ketika ingin mendapat yang baik, perbaiki juga dirimu. Karena apa yang didapatkan akan sepadan dengan apa yang telah dilakukan.

Jika memang semua usaha dan doa telah dilakukan tapi tak kunjung mendapatkan jawaban, jangan pernah berputus asa dari kasih sayang Allah.

Karena Dia pun tak pernah lelah memberi rahmat kepada hamba-Nya. Sekelam apa pun kisah pilu di masa lalumu, seburuk apa pun akhlakmu dahulu, kamu harus tetap memiliki harapan tinggi agar dipertemukan dengan seseorang yang kamu idamkan. Hal tersebut tentunya harus dibarengi dengan usaha yang mampu mendatangkan keridhaan-Nya.

doa jodoh 3

Namun, sering kali kamu berburuk sangka pada Allah dengan mengira bahwa seorang hamba harus berharap sesuai dengan batasannya, tidak boleh berlebihan ataupun berharap hal yang terlalu tinggi dan sulit terkabulkan. Padahal dalam Al-Quran, Allah berjanji akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya. Mengapa kamu dengan lantangnya malah membatasi?

Mencintai itu bagian dari fitrah manusia dan jika berjodoh, ya itu bonusnya. Tetap yakinlah bahwa keduanya bisa diupayakan dengan senantiasa bermunajat kepada-Nya.


Rasulullah Saw. bersabda , “Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa” (Sunan Ibnu Majah).



Satu hal lagi yang perlu diingat adalah jangan pernah memaksa Allah untuk menjodohkanmu dengan si A, B, C, dan sebagainya. Tetapi, yakinlah bahwa Allah tahu mana yang terbaik bagimu. Mungkin Allah tidak mengabulkan apa yang kamu inginkan tapi Dia memberikan apa yang kamu butuhkan. Karena keinginan dan kebutuhan jelas berbeda.


Jangan pernah ragu meminta kepada Allah jodoh seperti apa yang kamu idamkan selama ia masih ada dalam kebaikan. Hanya saja ketika apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan, jangan pernah menyalahkan-Nya. Kamu hanya berhak untuk berikhtiar, bukan memaksa kehendak Allah.


[Ana Dwi Itsna Pebriana ]

 
Baca juga: Berteman dengan mantan, Yes or No?

0

X