fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, Tak Berkategori
Dari Seminar Awam dan Peluncuran Buku Berani Deteksi Dini


dr-monty


Ya,  ternyata,  kini kemoterapi tidak harus selalu dilakukan untuk kanker payudara berkat MammaPrint. Hal ini dipaparkan pada acara Seminar Awam & Peluncuran Buku Berani Deteksi Dini: Hindari Hoax Kanker Payudara! karya dr. Monty P. Soemitro, Sp.B.(K) Onk. yang berlangsung Sabtu, 1 Desember 2018, di Bumi Sangkuriang, Bandung.



Dalam acara yang dihadiri lebih dari 200 orang ini, dr. Indra Wijaya dari Hemato-Onkologi Medik FK Unpad – RS Hasan Sadikin Bandung  menyampaikan kabar baik salah satu pemeriksaan terbaru menyangkut kanker payudara. Pemeriksaan genomik ini disebut MammaPrint.


Pemeriksaan MammaPrint dapat membantu menentukan risiko (risiko rendah atau risiko tinggi) kekambuhan penyakit dan manfaat kemoterapi. Tes MammaPrint akan mempengaruhi keputusan pengobatan: Kemoterapi vs Tidak Kemoterapi sehingga memberikan manfaat: meningkatkan kelangsungan hidup, mengurangi toksisitas pengobatan, dan mengurangi biaya pengobatan.


Informasi tentang MammaPrint ini pun dituliskan dr. Monty dalam bukunya yang ringkas dan menarik. Informasi terbaru lain dalam buku yang diluncurkan di awal Desember 2018 ini adalah tentang pemeriksaan kanker payudara PET-CT scan.


buku-berani-deteksi-dini

“Penerbitan buku ini menunjukkan bahwa dr. Monty adalah ahli bedah yang update. Banyak ahli bedah di Indonesia,  tapi tak semua senantiasa update dengan perkembangan terbaru.” Demikian disampaikan Dr. Hapsari Indrawati, Sp.KN, Head of Nuclear Medicine Dept. of MRCCC-Siloam Hospitals. Kemudian, Dr. Hapsari memaparkan apa itu PET-CT scan dengan bahasa awam yang menarik dan mudah dipahami.



Sang penulis, onkolog dengan spesialisasi kepala dan leher, merasa prihatin dengan banjirnya informasi di era internet dan media sosial saat ini. Begitu banyak informasi mengenai pengobatan kanker payudara, antara lain: bisa sembuh dengan sejumlah tanaman, tak perlu dioperasi, dan sebagainya. Padahal, semua itu belum terbukti benar. Ini karena penanganan kanker payudara sangat personal, yang dalam bukunya disebut pengobatan “tailor made”, ala tukang jahit, tak sama dengan membeli baju yang hanya tinggal menyebutkan ukuran S, M, atau L.



Sejumlah informasi yang beredar lewat internet pun ternyata menyesatkan, hoax yang harus dihindari. Penerbitan buku Berani Deteksi Dini adalah salah satu upaya dokter bedah yang gemar mengikuti lomba marathon ini menangkal hoaks yang beredar. Upaya lain adalah seminar awam yang menghadirkan para pakar di bidangnya dengan berbagai tema informasi berkenaan dengan kanker payudara, seperti acara yang terselenggara pada Sabtu, 1 Desember 2018 ini.


dr. Laurencia Ardi dari Medical Department PT Kalbe Farma, Tbk., menyampaikan materi “Mengenal Obat Biosimilar, Tren Baru dalam Pengobatan Kanker”. Tak lupa, disinggung pula tentang Trastuzumab yang belum lama ini ramai dibicarakan berkenaan dengan BPJS.


Sementara itu, pemeriksaan jaringan untuk membedakan kanker atau bukan kanker, disampaikan oleh dr. Ivonne Golda Palungkun, SpPA., M.Kes. dari Patologi Anatomi RS. St. Borromeus.




Acara dengan audiens para penyintas (survivor) dan warior serta keluarga penyandang kanker payudara dan umum ini, dihadiri pula oleh sejumlah dokter dan dokter bedah, serta yang peduli pada kanker payudara. Pada saat itu pun diumumkan para pemenang Lomba Menulis Puisi dan Diari bertema “Aku Tak Akan menyerah” yang diselenggarakan oleh Yayasan Peduli Kanker Priangan (PrCC) dalam rangka memperingati Bulan Peduli Kanker Payudara. Karya pemenang lomba tersebut tercantum dalam buku yang baru saja terbit ini.


pemenang-lomba-puisi


Peluncuran ditandai dengan penyerahan buku Berani Deteksi Dini: Hindari Hoax Kanker Payudara!secara simbolis dari COO Penerbit Mizan, Ali Saleh. Buku terbit pun secara simbolis diserahkan kepada dr. Tresna (Pengurus YKPI Cirebon), Ketua YKI, dan dr. Drajat (Ketua Majelis Pertimbangan Etik Nasional Peraboi). Dan, pengunjung yang hadir pun bisa mendapatkan tanda tangan penulis di bukunya.


dr-monty-dan-pak-ali-shaleh

Foto-bersama-dr-monty


sesi-tanda-tangan-buku


tanda-tangan-buku-berani-deteksi-dini

Buku sarat informasi ini dikemas menarik, dalam format handy yang mudah dibawa dan dicetak full color, melengkapi seri Qanita Healthy Life. Informasi disampaikan dengan cara menarik berupa ilustrasi dan permainan grafis dengan bahasa yang ringan. Selain itu juga memuat sejumlah informasi penting tentang kanker payudara, antara lain:


  1. Apa dan bagaimana kanker payudara: stadium, sifat, dan cara mengatasi.
  2. Ragam pemeriksaan yang harus dilakukan.
  3. Jenis-jenis pengobatan.
  4. Perawatan apa yang dilaksanakan.



Juga menangkis mitos dan mengungkap fakta:

  1. Saran operasi berarti kondisi yang lebih baik.
  2. Info terbaru tentang Sadari.


Mengingat 1 dari 8 wanita berisiko kanker payudara, dengan berani deteksi dini, harapan hidup akan semakin tinggi, angka kekambuhan semakin rendah, pengobatan lebih mudah dan tak mahal. Sebagaimana salah satu subjudul dalam buku ini, “Tak Kenal, maka Tak Rasional”, dr. Monty bersama co-author dr. Nadytia Kusumadjayanti mengajak pembaca lebih mengenal kanker payudara.




Buku yang segera akan dijadikan Buku Bicara bagi para penyandang tunanetra ini, turut mendukung edukasi bagi kanker payudara karena royalti buku tersebut didonasikan ke Yayasan Edukasi dan Advokasi Kanker Payudara (EDU-ABC).



[Oleh: Dhias]

 

0

X