fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel

Berpisah adalah sebuah kepastian

Tapi,

Melupakan adalah pilihan.

  Hernowo Hasim Mengikat Makna Selamanya
“Buat saya, Hernowo bukan Cuma sahabat puluhan tahun. Dia juga sebuah monumen hidup. Monumen? Hernowo telah menunjukkan dengan jelas kepada saya: bagi makhluk yang namanya manusia, tidak ada kata mentok.”
Haidar Bagir  


“Mas Hernowo adalah guru sejati saya. Beliau adalah orang yang paling konsisten dan paling disiplin yang pernah saya kenal yang rajin sekali membagikan ilmunya.”
Sari Meutia  


“Beliau berjasa dalam tumbuh kembang karya intelektual Muslim. Beliau pionir yang memperkenalkan teori mengemas buku di dunia penerbitan. Sejak karyanya banyak diminati, banyak penerbit mengikuti jejaknya”
Miftah Fauzi Rakhmat


  “Manusia terbaik adalah manusia yang mampu mengikat makna eksistensinya dalam keseluruhan konteks hidup dan kehidupan. Nilai ikatan maknanya adalah khairunnâs anfa’uhum linnâs. Sebaik-baiknya manusia adalah yang (eksistensinya) bermanfaat luas bagi manusia lain”
N. Syamsuddin Ch. Haesy  



Bukan hanya salah seorang pendiri Penerbit Mizan, beliau lebih dari itu. Seorang Sahabat, Guru, dan Panutan. Passion-nya tidak hanya mengantarkan beliau menjadi senior yang disegani dalam dunia penerbitan, namun menjalarkan semangatnya kepada orang-orang di sekitarnya.  

Mas Hernowo sudah berpulang, namun eksistensinya melalui buku-buku karyanya membuktikan bahwa beliau adalah orang yang baik, yang bermanfaat luas bagi manusia lain. Mengikatkan makna keberadaan dirinya dalam setiap tulisan yang diterbitkannya.  


Bagaimana sosoknya di mata rekan dan sahabat? Berikut kesaksian dari segenap rekan dan sahabat yang terangkum dalam e-book yang bisa Anda unduh di sini.

Hernowo Hasim Mengikat Makna Selamanya



[Oleh : Rini ]
 
Baca Juga :

Mengikat Makna, Warisan yang Tak’kan Sirna

0

Artikel
Hernowo Hasim Mengikat Makna

(sumber gambar)


Perkembangan digital, terlebih media sosial (medsos) atau social media (socmed), pada saat ini menjadi tantangan tersendiri sehubungan dengan minat membaca dan menulis buku. Kita lebih senang menulis di duniamaya: Facebook, WhatsApp, Line, Instagram, Snapchat, Path, Twitter, dan yang lain.

Sering sekali kita menumpahkan segala sesuatu yang terjadi atau pemikiran kita di media sosial. Berbagai berita dan kabar pun bisa kita dapatkan dengan mudah di era ini; dari yang penting hingga hal sepele, bahkan kabar hoax pun kita baca. Tak jarang, dari socmed itu, banyak berita yang kita telan mentah-mentah.

Hernowo Hasim Mengikat Makna (sumber gambar)

 
Kegiatan berselancar di media sosial juga menjadi tempat masuknya informasi yang beragam. Berbagai akun medsos seolah menjadi profesor yang tahu segalanya. Namun, jika hanya melihat sisi negatifsebuah perkembangan teknologi, tentu kita akan banyak tertinggal.

Lalu, mengapa kita tidak memanfaatkan media sosialuntuk meningkatkan kemampuan dalam menulis dan membaca? Inilah yang penulis lakukan dalam kelasnya di kampus. Beliau memanfaatkan Facebook dan e-mail untuk berinteraksi dengan mahasiswanya. Tugas perkuliahan dikirim via e-mail dan berdiskusi dilakukan lewat grup Facebook.

Hernowo, penulis sejumlah buku tentang kegiatan membaca dan menulis ini, ingin menghilangkan tren copy-paste yang sering membuat mahasiswa terjebak dalam kemudahan tanpa melatih ide-ide dan mengeluarkan pikiran orisinalnya. Beliau mengajari dan melatih mahasiswanya untuk menyatukan kegiatan membaca dan menulis, atau mengikat makna.

Hernowo Hasim Mengikat Makna Hernowo Hasim mengisi sebuah seminar
(sumber gambar)


Dalam buku “Flow” di Era Socmed: Efek–Dahsyat Mengikat Makna, Hernowo Hasim—identik dengan kata “mengikat makna”—mengatakan, terkadang kita masih terjebak atau terkerangkeng oleh pemikiran logis dan tertib. Pikiran yang terkerangkeng menghambat kita untuk mengembangkan ide-ide liar yang ada di otak untuk menulis dan membaca.  

Untuk itu, ia menyarankan untuk mencari tahu pemahaman dan atau mengulang kembali apa yang pernah dibaca dan ditulis, lalu “mengikatnya” agar abadi. Kegiatan “mengikat makna” yang dimaksud adalah membaca sederet teks, kemudian menuliskan kembali pemahaman atas deretan teks yang telah dibaca tersebut secara bebas ke selembar kertas atau layar laptop, atau juga merekam suara yang berisi penyampaian kembali pemahaman tersebut.

Dalam buku inipun, dipaparkan tiga definisi kegiatan membaca yang baik. Pertama, membaca yang baik adalah kemampuan membaca yang di dalamnya terdapat kesigapan menemukan buku yang baik. Kedua, membaca yang baik juga berarti memanfaatkan kegiatan membaca sebagai kegiatan belajar. Dan ketiga, membaca yang baik adalah membaca dengan efektif.

Yang terpenting, kegiatan membaca harus memiliki efek atau pengaruh terhadap peningkatan kualitas diri. Jika dibandingkan, kita lebih banyak membaca dan menulis lewat gadget daripada buku. Dalam kegiatan menulis, terkadang kita terpatok pada outline dan susunannya.

Padahal, seharusnya kita membebaskan pemikiran kita di ruang privat agar tidak ada beban dan tekanan ketika menulis. Untuk itu, seorang penulis tentu harus gemar membaca agar dapat mengeluarkan pikiran dan gagasannya dengan menarik. Lewat membaca,koleksi kata-kata baru yang beragam dan banyak akan bertambah.


“Ketika Anda membaca buku, carilah terus kata-kata baru sebab pengetahuan akan kata-kata baru yang Anda temukan dalam buku, sebenarnya merupakan salah satu cara mengolah otak. Bacalah kata-kata baru itu dan ucapkan secara keras, serta cari tahu maknanya. Tunggulah beberapa saat, saya yakin, otak Anda akan segera menyala.” – Taufiq Pasiak


Membaca sebenarnya bukan kegiatan yang mudah dan ringan, jika kita tidak memahami apa yang kita baca.Ini berhubungan dengan bagaimana kita memaknai kata, mengingat dan menghubung-hubungkan kalimat per kalimat, serta menyimpulkan semua hal yang sudah kita baca.


Nah, dalam buku ini, penulis memberikan salah satu kiatnya, yakni mengganti persepsi itu dengan menganggap membaca tidak ubahnya dengan ngemil.

Hernowo Hasim Mengikat Makna Hernowo di depan peserta seminar
(sumber gambar)


Membaca ngemil adalah membaca dengan cara memasukkan materi bacaan kedalam pikiran perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit agar pembaca dapat merasakan sesuatu yang sedang dibacanya. Penulis layaknya seorang koki dan pembaca adalah orang yang menyantap “sajiannya”.

Untuk dapat menikmati “masakan” itu, kita pasti akan mencicipi sajian tersebut lewat gaya penulisan, rangkaian kata, dan kosa kata yang mempermudah kita memahaminya. Hernowo berpendapat, membaca adalah kegiatan melisankan gambar huruf yang bersusun menjadi kata, kata menjadi kalimat, dengan menyelaraskan pikiran, hati, dan penglihatan.

Sedangkan menulis adalah menggambarkan ekspresi hati yang tampak pada gambar dan huruf melalui proses berpikir yang bermakna karena tulisan adalah tuturan lisan yang dicerna oleh indra mata. Tulisan rapi dan bersih akan menimbulkan rasa nyaman dalam membaca dan akan memberikan kesan tertentu.

Lewat buku ini, Hernowo Hasim memanfaatkan mengikat makna sebagai bentuk atau model yang membantu seseorang untuk membangun komunikasi efektif. Cara ini memang tidak menekankan pada kegiatan berbicara dan menyimak dalam bentuk langsung dan eksplisit. Mengikat makna bertumpu pada kegiatan membaca dan menulis sebagai cara memasukkan dan mengeluarkan sesuatu yang penting dan berharga dari pikiran.

Hernowo Hasim Mengikat Makna

Kegiatan mengikat makna juga dilakukan secara mengalir atau flow. Dengan membiarkan semua itu mengalir, tentu akan membebaskan kita dalam mengeluarkan semua pikiran dan gagasan, yang kita tuangkan dalam segala hal. Salah satu contohnya lewat menulis yang mengalir bebas (free writing).



[Oleh : ibn Maxum]
0

Artikel
Hernowo Hasim Mengikat Makna Selamanya  

Hernowo Hasim Mengikat Makna Selamanya Sumber: Mengikat Makna Update (Kaifa, 2009)


Mengalami hal-hal di atas ini? Hernowo Hasim—biasa dipanggil Mas Her—telah memberikan kunci dalam dunia literasi yang benar-benar mencerminkan dirinya: Mengikat Makna. Ini diungkapkan dalam Pembuka bukunya: Mengikat Makna Update: “Saya ingin buku ciptaan saya yang ke-35 merupakan buku yang benar-benar mencerminkan diri saya dan telah menjadi bagian dari sejarah hidup saya.

Akhirnya, buku Mengikat Makna Update ini saya pilih untuk keperluan itu.”
Mas Her sudah tiada. Tapi, warisannya di dunia literasi tak akan sirna, terutama Mengikat Makna. Apakah “mengikat makna” itu?

Hernowo Hasim Mengikat Makna SelamanyaSumber: “Flow” di Era Socmed: Efek Dasyat Mengikat Makna

Mas Her berhasil merumuskan Mengikat Makna yang praktis. Agar kegiatan Mengikat Makna berhasil, hanya perlu 3 langkah:

Hernowo Hasim Mengikat Makna Selamanya

Sumber: Mengikat Makna Update (Kaifa, 2009)


Mas Her senantiasa mengingatkan bahwa memperoleh makna begitu penting ketika seseorang ingin menjalankan kegiatan membaca dan menulis. Ini agar, ketika membaca, pengetahuan kita bertambah, pikiran kita diperluas dan dikembangkan.

Begitu pula ketika kita menulis, saat pikiran kita mengembara, menjalar ke mana-mana, kemudian mengumpulkan sebuah pemahaman akan sesuatu yang akan kita tulis. Untuk itu, pesan Mas Her, senantiasa:

  • Petiklah manfaat ketika Anda membaca dan menulis!
  • Tunjukkan manfaat konkret ketika Anda membaca dan menulis!
  • Rasakanlah manfaat langsung dan nyata selama Anda membaca dan menulis!
  •  
Dengan demikian, kegiatan membaca dan menulis akan menjadi:

Hernowo Hasim Mengikat Makna Selamanya

Sumber: Mengikat Makna Update (Kaifa, 2009)

 
Tak sedikit yang sudah merasakan dan mendapatkan manfaat Mengikat Makna. Semoga, ini menjadi tabungan amal Mas Hernowo. Kesaksian sejumlah sahabat dan murid atas kesan dan kenangannya bersama Mas Her terangkum dalam e-book. Semoga, kesaksian ini meringankan jalan Mas Hernowo di alam keabadian.

Hernowo Hasim Mengikat Makna Selamanya



Dia monumen tentang keharusan manusia tak berhenti belajar,
dia monumen tentang ketakterbatasan potensi manusia, dan dia monumen passion (cinta) kepada ilmu kebijaksanaan dan gairah untuk menolong sesama. Haidar Bagir

Ia memberi contoh baik karena melakukan apa yang diungkapkannya (diutarakan secara lisan dan tulisan). N. Syamsuddin Ch. Haesy

Pejuang literasi sejati yang menulis dan berbagi sampai titik kata dan napas penghabisan. Bambang Trim

Hernowo tak hanya bicara tentang keterampilan baca-tulis; lebih dari itu, dia terutama bicara tentang sebuah kehidupan yang bermakna. Riris K. Toha-Sarumpaet

Hernowo layak dikategorikan sebagai man of letters—paling berjasa dalam meyakinkan khalayak bahwa mengikat makna (menulis) memang jalan paling ampuh buat merebut kebahagiaan. Sumardianta




Dapatkan “Mengikat Makna Selamanya: Hernowo Hasim dalam Kenangan” dari Sahabat dan Murid, Klik Tombol Di Bawah Ini :
Hernowo Hasim Mengikat Makna



[Oleh : Budhyastuti R.H.]
2

 
[Dikutip dari ikapi.org]
Kuala Lumpur International Book Fair
Kuala Lumpur International Book Fair

Kuala Lumpur – Kuala Lumpur International Book Fair 2018 yang berlangsung di Putra World Trade Center (PWTC) terus diramaikan oleh pengunjung. Penerbit Mizan menghadirkan penulis cilik yang ikut memeriahkan KLIBF 2018, Ahad (30/4/2018).

Fayanna Ailisha Davianny (13 tahun) adalah salah satu penulis cilik “Kecil-Kecil Punya Karya” yang telah menulis buku sebanyak 42 judul sejak umur 7 tahun. Fayanna memberikan beberapa tips bagi para pelajar yang ingin menjadi penulis dalam membuat buku, yaitu: “harus konsisten, tidak mengganggu jadwal sekolah, tidak boleh bermain gadget setiap waktu dan terus membaca.”

Kecintaan Fayanna pada buku diawali oleh kebiasaan orangtuanya yang suka membaca buku. Fayanna pun sering dibacakan buku oleh orangtuanya sejak usia satu tahun. Fayanna menang dalam berbagai kompetisi menulis hingga bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo.

Tiga buku karya penulis Indonesia mendapatkan kategori pada Anugerah Buku 2018 yaitu “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Darmono, “Dilan” karya Pidi Baiq dan “Sang Pemimpi” karya Andrea Hirata. Penghargaan yang diberikan oleh Ketua Yayasan Pembangunan Buku Negara di Hotel Seri Pasific, Kuala Lumpur. KLIBF berlangsung sejak tanggal 27 April sampai 6 Mei 2018 di Putra World Trade Center.

Tahun ini Indonesia hadir sebagai negara tamu bersama dengan Arab Saudi dan Kedah. Kehadiran ini didukung sepenuhnya oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.

Di KLIBF juga akan diselenggarakan Kuala Lumpur Trade and Copyright Center (KLTCC), Konferensi Penulis dan Malaysia’s Digital Lifestyle Exhibition.



*****************************

Kuala Lumpur (30/4/2018) – “Sebagai Negara Tamu” di Kuala Lumpur International Book Fair. Ikapi ingin mengambil peluang ini untuk membawa industri penerbitan Indonesia agar terus semakin berkembang di pasar Malaysia.

Hal ini terbukti dengan banyaknya buku Indonesia yang beredar di pasar Malaysia khususnya stan-stan di Pesta Buku. Pertemuan bisnis dengan reseller dan penerbit yang selalu ada sejak Pesta Buku dibuka.


Kuala Lumpur (30/4/2018) – Selain dimeriahkan acara talkshow dan meet and greet penulis.  Stan Paviliun Indonesia Juga menyajikan acara “Belajar Membatik” dengan pembicara Pak Andik dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur yang menceritakan sejarah Batik dan jenis-jenis Batik Indonesia.


Kuala Lumpur (30/4/2018) – Kunjungan pelajar-pelajar sekolah dasar dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur untuk menghadiri meet and greet bersama Fayanna Ailisha Davianny membicarakan cita-cita, hobi, dan kecintaannya terhadap buku mendapatkan sambutan yang meriah di Paviliun Indonesia.
0

Artikel

Puasa di Amerika dan Indonesia
Cuaca di Indonesia saat bulan Ramadhan tidak pernah terlalu ekstrem dibandingkan negara-negara subtropis. Iklim tropis di Indonesia membuat matahari bersinar kurang lebih 12 jam setiap hari di sepanjang tahun. Keadaan seperti ini membuat lama waktu berpuasa cenderung stabil dari tahun ke tahun.

Berbeda dengan Amerika, Ramadhan tahun 2018 jatuh menjelang musim panas. Suhu di sana bisa mencapai 37 derajat Celcius. Di Indonesia, 30 derajat saja sudah terasa panas minta ampun! (Belum lagi dengan lama puasa yang lebih dari 16 jam karena matahari bersinar lebih lama dari saat musim panas.) Selain lamanya waktu puasa di Amerika, tantangan lain muncul dari lingkungan.

Muslim di Amerika merupakan kelompok minoritas. Restoran dan pedagang makanan buka seperti biasa, berbeda seperti di Indonesia yang memasang tirai di jendela restoran. Apalagi saat musim panas, banyak orang bersantai di taman sambil makan es krim.

Kalau di Indonesia, bulan Ramadhan terasa spesial. Setiap tempat wisata, pusat perbelanjaan dan tempat umum lainnya membangun suasana bertema Ramadhan. Suasana seperti itu niscaya membuat kita ingat kalau sedang berpuasa. Sedangkan di Amerika, suasana Ramadhan tidak dibangun seperti di Indonesia. Kalau kita tidak ingat sedang berpuasa, kemungkinan kita akan ikut beli es krim sambil duduk-duduk di bangku taman.


Puasa di Amerika dan Indonesia
Namun,ada juga kelebihan yang hanya didapatkan oleh para Muslim di Amerika, yaitu menyaksikan kebudayaan Islam dari kelompok lain seperti Muslim Afrika-Amerika, Muslim Turki, dan kelompok Muslim lain yang ada di Amerika.

Jika pihak pemerintah Amerika cukup mendukung, biasanya diadakan perayaan Idul Fitri di gedung putih, seperti yang dilakukan mantan presiden Obama tahun-tahun lalu saat dia masih menjabat sebagai presiden. Keuntungan lainnya adalah saat bulan Ramadhan ini dijadikan ajang untuk berkumpul dengan sesama Muslim dari berbagai kota di Amerika.

Seperti dilansir dari share.america.gov [13/07/15], mereka tidak hanya berkumpul untuk bersilaturahmi, beberapa komunitas juga mengadakan “Hari Kemanusiaan” selama bulan Ramadhan dengan membagikan mainan untuk anak-anak yang kurang mampu. Ada juga program membagikan makanan untuk keluarga yang membutuhkan.


Puasa di Amerika dan Indonesia

Tantangan puasa di setiap tempat pasti berbeda-beda dan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tetapi segala tantangan itu dikembalikan lagi kepada individu yang menjalaninya. Menurut kalian tantangan terberat selama Ramadhan di Indonesia apa, ya?  



[Oleh : Rini]
0

Artikel

Apa arti kepiawaian menata banyak hal dalam kehidupan ini namun awam soal kehidupan kekal sejati yang menanti kita semua kelak?

Apa guna berbagai kemahiran mengolah tubuh dan pikiran, tapi pandir tentang seluk beluk hati dan jiwa kita sendiri?

Apa manfaat segala bentuk pencarian ilmu demi memahami alam semesta dan segenap isinya, tanpa (berupaya) memahami kehadiran Dzat Sang Maha Pencipta, Sang Maha Penguasa dan Sang Maha Pengasih?  


Tiga pertanyaan tersebut disampaikan dengan santun dan santai oleh Nouman Ali Khan dalam salah satu ceramah YouTubenya. Tiga pertanyaan yang telah membuat saya terhenyak cukup lama… bahkan sampai sekarang saat menuliskan ini. Tidak sekedar tersindir, namun tertohok dengan sempurna!

Akhirnya, apa yang sebenarnya saya lihat dari sosok seorang Nouman Ali Khan setelah memelajari ceramah-ceramahnya yang ia sampaikan?


  1. Nouman Ali Khan adalah guru saya. Walaupun dia lebih muda, berbeda dalam banyak hal dan—saat artikel ini ditulis—tidak pernah berjumpa langsung. Guru bukan dalam pengertian sempit sebagai seseorang pengajar ilmu dan pemberi nilai, namun sebagaimana peruntukan kata “guru” dalam bahasa aslinya, Sansekerta, sebagai “penghancur kegelapan”. Atas izin Allah Azza wa Jalla, Nouman Ali Khan dihadirkan untuk menghancurkan kegelapan yang selama ini menaungi cara pandang, cara pikir dan cara hidup saya. Dan insya Allah—ribuan, ratusan ribu bahkan jutaan manusia lain
 
  1. Nouman Ali Khan sama sekali tidak membawa ajaran atau pesan baru. Dia seorang penyambung lidah pesan-pesan yang telah diwahyukan pada nabi terakhir penutup zaman, utusan Allah Swt. dan manusia dengan akhlak terbaik yang pernah hidup 1400 tahun lalu bernama Rasullulah Muhammad Saw.
 
  1. Nouman Ali Khan bukan motivator tenar yang kerap mengedepankan kecerdasan, pesona dan popularitas dirinya. Dia seorang pembelajar yang resah mengamati bagaimana kemajuan teknologi dan arus perkembangan dunia semakin membuat manusia melupakan esensi keberadaannya di dunia ini.
 
  1. Nouman Ali Khan juga berbeda dari sosok berpengaruh lainnya. Berbeda dengan para politisi ulung atau pemimpin dunia yang kerap menyuarakan visi pribadi tentang bagaimana masa depan dibawah kepemimpinannya. Dia mengambil peran dengan terus memunculkan karya-karya positif yang menggunggah. Buku ini adalah salah satunya. Silakan juga unduh aplikasi Bayyinah yang telah menjadi teman setia saya memelajari Al Quran.
 
  1. Nouman Ali Khan adalah seorang penggiat. Dia meyakini tidak ada kebetulan di dunia ini. Dan semua, apapun itu, terjadi atas izin-Nya. Dia adalah pengusung jalan hidup yang lurus. Dia mendudukan diri sebagai pengingat untuk dirinya sendiri dan banyak manusia lain tentang Allah Sang Maha Tunggal dan Islam sebagai agama pilihan-Nya yang telah, masih dan akan terus menjadi rahmat bagi alam semesta dan seluruh isinya.


Buku Revive Your Heart memang berlandaskan ajaran Islam yang disampaikan dengan cerdas dan asyik. Namun peruntukannya bukan hanya untuk muslim, namun bagi siapa saja yang berniat memantapkan pemahaman tentang diri (baca: hati dan jiwa), esensi hidup (baca: kehidupan ini dan selanjutnya) dan Allah Azza wa Jalla.

Baca dengan tenang. Baca dalam sabar. Baca untuk meninggikan kesadaran dan melatih kelembutan. Jadikan diri anda orang-orang beruntung yang telah membuka hati membaca pesan-pesan Allah Azza wa Jalla lewat tulisan Nouman Ali Khan.(*)


 
[Oleh: Rene Suhardono | Penyunting: Zahra Haifa]
0

Artikel

 

Teori Spesies Darwin


Charles Darwin, salah satu ilmuwan paling berpengaruh pada abad ke-20 mempopulerkan teori evolusi lewat bukunya yang berjudul On The Origin of Species. Lalu apa itu teori spesies?

Kita pasti pernah mendengar kalimat “survival of the fittest.” Dalam bukunya Darwin mengungkapkan fakta bahwa individu yang bisa beradaptasi dengan lingkungannya mempunyai kesempatan lebih besar untuk bereproduksi dan meninggalkan sifat-sifat yang dapat diturunkan pada generasi berikutnya. Proses tersebut akan menghasilkan generasi yang dapat beradaptasi dengan perubahan yang ada di lingkungannya yang secara perlahan akan menghasilkan generasi baru.

Saat berada di Pulau Galapagos, Darwin terkesan dengan keberagaman biota yang ada di sana. Dia mengamati kura-kura yang mempunyai tempurung yang berbeda. Makhluk hidup yang dia amati lainnya adalah burung dengan jenis yang sama yang biasa dia lihat di tempat lain namun dengan paruh berbeda.

Burung-burung tersebut adalah contoh dari adaptasi mereka dengan lingkungannya. Cara beradaptasi mereka adalah dengan makanan yang berbeda. Burung yang biasa memakan biji-bijian akan memiliki paruh yang berbeda dengan burung yang memakan cacing atau ulat.

Contoh lainnya yang paling sering disebutkan adalah jerapah. Pada masa lalu jerapah memilki leher yang pendek, tapi seiring waktu karena sumber makanan mereka makin tinggi, akhirnya setiap generasi dari jerapah harus berusaha menggapai makanan mereka dengan cara meraihnya dengan leher yang mengakibatkan leher mereka memanjang sampai pada generasi mereka tidak perlu lagi meraih makanan mereka dengan bersusah payah.

Teori spesies sangat menarik untuk dipelajari karena banyak bukti yang dapat kita lihat secara langsung. Mungkin kita semua juga adalah hasil dari evolusi dan kita mempunyai sifat bawaan yang unik. Apa kamu punya sifat bawaan tersebut?



[ OLEH : LOGIKA ]

Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/On_the_Origin_of_Species

https://en.wikipedia.org/wiki/Charles_Darwin

Sumber Gambar :

https://www.gettyimages.com/detail/news-photo/four-or-the-species-of-finch-observed-by-darwin-on-the-news-photo/463894821

0

Artikel

Lebaran Di Amerika


Sumber Gambar : tribunnews(dot)com


Idul Fitri adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh umat muslim setelah menjalankan puasa Ramadhan selama sebulan penuh. Suasana lebaran di Amerika tidak kalah meriah dengan di Indonesia. Didukung keberagaman budaya di negara liberal tersebut. Mengutip VOA, setiap tahun umat muslim di Amerika juga tidak kalah melakukan persiapan sama seperti umat muslim di Indonesia.

Kalau di Indonesia, menjelang lebaran pasti banyak penjual kue kering, baju muslim, dan perlengkapan lebaran lainnya. Di Amerika juga sama, banyak warga muslim menjual kue kering khas lebaran seperti kastangel, nastar, dan kue lainnya. Baju muslim juga tidak sulit dicari, karena banyak pusat perbelanjaan yang menyediakan baju-baju muslim untung mengusung suasana Idul Fitri.


Lebaran Di Amerika
Sumber Gambar : hijaz(dot)id


Setiap umat muslim di Amerika tergabung dalam komunitasnya sendiri, seperti komunitas muslim Indonesia, Pakistan, Turki atau Afrika-Amerika. Diantara mereka banyak yang mengadakan open house dengan menyajikan makanan khas masing-masing. Untuk warga Indonesia sendiri, tidak sulit membuat hidangan seperti opor atau rendang, karena terdapat banyak halal store yang menyediakan bahan makanan ini.

Mungkin ini salah satu keuntungan yang tidak dialami jika berlebaran di negara asal, karena Amerika merupakan negara multikultur. Hal yang membedakan Idul Fitri di Amerika dan Indonesia salah satunya adalah malam takbiran. Karena muslim merupakan minoritas, takbiran tidak diadakan seperti di Indonesia. Terlebih Amerika memiliki aturan batas kegaduhan.

Selain takbiran, sholat Idul Fitri juga tidak diadakan di lapangan seperti kebanyakan orang Indonesia. Sholat Idul Fitri dilakukan di mesjid-mesjid yang oleh karena itu, sering terjadi perebutan tempat sholat Ied karena terbatasnya mesjid dan banyaknya komunitas muslim.

Idul Fitri di Amerika juga belum ditetapkan sebagai libur nasional, jadi umat muslim di Amerika harus mengajukan izin kerja atau sekolah dari jauh hari. Meskipun begitu, kedutaan besar Indonesia untuk Amerika selalu mengundang warga muslim Indonesia untuk bersilaturahmi dan merayakan Idul Fitri di kedutaan besar.



[ OLEH : RINI ]
0

Artikel, Info, Tips
Bagaimana puasa Anda sampai hari ini? Tambah semangat? Sudah merasakan manfaatnya?
@dinainhaps @erikarlebang efek positif? Banyak..! Bebas ngantuk, bebas bau naga, bebas begah, gak lemesan. Pokoknya KECE BEUT.. 😉
 
@VentaAiuu @erikarlebang seger di badan, gak bikin ngantuk dan gak cepet haus.
 
@missmita18 Sahur buah itu nyenengin bgt @erikarlebang ga ribet nyiapinnya, engga berasa lapar dan terutama engga ngantuk :)))
 
@Donald @erikarlebang ada banget. Di Den Haag waktu puasa selama 19 jam. Sahur eksklusif buah. Dengan #FoodCombining badan tetap segar smpai maghrib.
 
@noveward @erikarlebang masuk thn ke 4 sahur eksklusif buah, bdn seger,ga ngantuk an, jadwal BAB tetap lancar (pagi hr) & ga ada lg masalah pencernaan.

    Itulah beberapa testimoni yang terekam dalam buku Food Combining Itu Gampang #2: Paham Melakukan Food Combining Saat membicarakan puasa, kita seringkali lebih banyak membahas sisi spiritual secara mendalam, terkait hawa nafsu yang dikendalikan, berempati terhadap rasa lapar dan ritual ibadah yang dibuat lebih kuat. Sayangnya sisi fisikal sering kali diabaikan dengan dilakukan sekedarnya. Demikian penuturan Erikar Lebang menyambut Ramadhan kali ini. Salah satu sisi fisikal ini menyangkut sahur yang tepat.

Bagaimanakah sahur para pemberi testimoni itu? Ternyata, mereka bersahur hanya dengan buah segar dan minum air putih—yang merupakan kebiasaan para pelaku Food Combining. Mengapa sahur dengan buah segar?


1.Ritme Sirkadian

Waktu sahur, sesuai Ritme Sirkadian, adalah saat revitalisasi besar-besaran tubuh antara pukul 20.00-04.00. Sementara, siklus lanjutannya (04.00-12.00) adalah momen sistem cerna sedang berusaha mengeluarkan sisa limbah metabolisme. Jangan bebani proses ini dengan kesibukan mencerna makanan berat.  


2.Buah segar sarat unsur baik

Sifat ringannya tidak membebani siklus tubuh. Dan, tetap memberikan semua kebutuhan: enzim, mineral, vitamin, bahkan amino dalam wujud asam amino yang lebih bersahabat dengan konsep serap tubuh manusia alami.  


3.Konsumsi buah secara eksklusif

Buah menjadi sulit cerna saat dikonsumsi bersamaan dengan makanan padat lain. Fruktosa cenderung merusak mereka. Selain itu, kandungan asam karbonat/vitamin C pada buah mengganggu kerja enzim cerna amilase (karbo) dan pepsin (protein).  


4.Makanlah buah dalam keadaan perut kosong

Ini agar maksimal gunanya. Makan buah pascamakan-berat sangat mengganggu kesehatan. Buah dikonsumsi setelah makan akan mengubah buah menjadi racun tak berguna untuk tubuh, plus merusak apa yang telah dimakan sebelumnya.  


5.Buah no problemo bagi asam lambung

Konsumsi buah dalam keadaan perut kosong tidak menimbulkan masalah bagi asam lambung karena sifat buah adalah pembentuk basa. Ketakutan tinggi di alam bawah sadar (psychosomatic) terhadap buahlah yang bisa memicu sakit perut.\


6.Buah Terbaik

Buah manis karena matang pohon, berserat, serta berair adalah kriteria terbaik. Hindari buah beralkohol seperti durian, nangka, dan cempedak karena tidak sesuai dengan kriteria buah baik santap pada pagi hari.  


7.Cermat mengonsumsi buah segar


Inilah tips dari suhu Erikar Lebang, sebagai pelaku konsisten Food Combining sejak 1999 dan penulis sejumlah buku kesehatan.  

Nah, setelah mendengar fakta-fakta ini, besok mau sahur dengan apa?   Disarikan dari Food Combining Itu Gampang#2: Paham Melakukan Food Combining, Erikar Lebang, Qanita, 2017



[Oleh: Budhyastuti R.H.]
0

Artikel, Info, Kumpulan Artikel

Zikir-zikir ini dapat dipraktikkan kapan saja. Namun, mempraktikkannya pada bulan Ramadan, tentu lebih utama dan baik. Sebab, bulan tersebut, selain bulan dikabulkannya doa, juga segala amal akan dilipatgandakan pahalanya. Luar biasa, bukan?

Nah, berikut 5 zikir yang bisa dibaca dan dipraktikkan selama ramadhan seperti dikutip dari buku Zikir-Zikir Utama Penenang Jiwa karya M. Fauzi Rachman:


1. Lafaz Basmallah atau Bismillahirrahmannirrahim



bismillah  

Untuk memulai segala kegiatan, terutama kegiatan positif lafaz ini mesti diucapkan agar kegiatan tersebut diberkahi Allah. Misalnya, mengawali sahur atau berbuka puasa.  

Rasulullah Saw. bersabda,”Barang siapa membaca bismillahirrahmanirrahim sebanyak 21 kali ketika hendak tidur, insyaallah aman pada malam itu dari gangguan setan, dari mati secara terkejut, dan dari segala kejahatan manusia, seperti pencuri dan lain-lain.”    


2
. Lafaz Tasbih atau Subhanallah.


lafaz Subhanallah

Lafaz ini bermakna menyucikan Allah. Artinya, tiada yang suci di langit dan bumi selain Allah. Kesucian tersebut mengandung 3 aspek, yakni kebenaran, keindahan, dan kebaikan.   Bila melihat kendahan, baik keindahan alam maupun ciptaan Allah yang lain, ucapkanlah ‘Subhanallah’ sebagai pengakuan atas kebenaran sekaligus keindahan ciptaan-Nya.

Barang siapa membaca ‘subhanallah wa bihamdihi’ 100 kali, dihapuskan segala dosanya walaupun laksana buih air laut” (HR Bukhari dan Muslim)  


3. Lafaz Tahmid atau Alhamdulillah


Lafaz Alhamdulillah

Sederhananya, lafaz ini sebagai bentuk kesyukuran manusia atas berlimpahnya rezeki atau terhindar dari segala yang tidak disenangi. Misalnya, tetangga memberi menu ta’jil atau THR. Atau, ketika di jalan raya terhindar dari kecelakaan.   Rasulullah Saw. bersabda,

Zikir paling utama adalah ‘La ilaha illallah’. Sementara doa terbaik adalah ‘alhamdulillah’” (HR Al-Tirmidzi).    


4. Lafaz Tahlil atau La ilaha illallah



Lafaz Laillahailallah

Ini adalah lafaz tauhid, sebentuk pengakuan bahwa tiada Tuhan kecuali Allah. Atau prinsip yang sangat mendasar pada akidah seorang Muslim. Dengan kata lain, lafaz tersebut dapat memperkuat akidah/keyakinan bahwa Allah itu esa.

Apa keistimewaannya? ,”Barang siapa meninggal dalam keadaan mengetahui sesungguhnya tiada Tuhan kecuali Allah (La ilaha illallah) dia masuk surga” (HR Al-Bukhari)    


5. lafaz Takbir atau Allahu akbar



Lafaz Allahu Akbar

Lafaz ini bermakna Allah lah yang mesti diagungkan, sebab tiada yang lebih agung selain Dia. Biasanya, ‘Allahu akbar’ digaungkan sebagai penyemangat ketika berkegiatan.   Bagaimana mempraktikkan ‘Allahu akbar’ saat ramadhan? Gampang! Pada siang hari, biasanya tubuh lemas disertai kantuk. Nah, agar tetap semangat, ucapkanlah ‘Allahu akbar’ agar stamina tetap kuat. Insyaallah.  

Lafaz ‘Allahu akbar’ termasuk lafaz yang disukai. Rasulullah Saw. bersabda,”Ucapan yang paling disukai Allah ada empat, engkau bisa memulai dari mana saja: subhanallah, alhamdulillah, la ilaha illallah, dan allahu akbar” (HR Muslim).   



Zikir-zikirnya pendek, bukan? Selain pendek, tiap zikir memuat keistimewaan dan khasiat luar biasa, yang bila dipraktikkan dengan konsisten dan penuh pengharapan, insyallah keutamaan dan khasiat tersebut akan didapat. Aamiin.

Selamat mencoba.



[Oleh: Cecep Hasannudin]
0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 2NO NEW POSTS
X