fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel

Apakah Artificial Intelligence bisa gantikan manusia?


Dan Brown merupakan penulis best-seller novel-novel thriller dengan karya terbarunya Origin. Seperti dirilis nytimes.com, novel tersebut membahas beberapa topik menarik seperti kekhasan serta keunikan gereja Sagrada Familia dan juga perkembangan pesat dari artificial intelligence (AI) yang diwakili oleh komputer bernama Winston.

Pada bulan Agustus 2018, Dan Brown melakukan live di Facebook-nya dan menjawab berbagai pertanyaan seru dari para pembaca di seluruh dunia. Penulis merangkum sebagian pertanyaan dan jawaban tersebut dalam artikel ini. Salah satu topik yang dibahas pada artikel ini adalah apakah Winston akan benar-benar hadir di tengah-tengah kehidupan manusia?

(Artikel ini disadur oleh Fauziah Hafidha dari video live Facebook Dan Brown.)  

Q: Apa saran Dan Brown untuk penulis-penulis baru?

 

A: Salah satu hal terpenting yang bisa dilakukan sebagai penulis baru adalah Anda harus sangat serius tentang proses yang sedang dijalani. Hal tersebut berarti Anda harus menyediakan waktu tersendiri, setiap hari, 7 hari dalam seminggu, 365 hari setahun; untuk menulis. Saya tahu bahwa kita semua sibuk, namun bahkan jika waktu luang yang Anda miliki hanya 30 menit, luangkanlah.

Waktu menulis Digital Fortress, saya memiliki dua pekerjaan sekaligus. Saya bangun jam 4 pagi, menulis sampai jam 7, kemudian berangkat ke tempat kerja saya yang pertama. Sore hari saya pergi bekerja ke tempat pekerjaan saya yang lain. Keesokan harinya saya bangun pagi dan melakukan hal yang sama lagi.

Anda juga harus bisa menemukan tempat privasi khusus, di rumah atau apartemen Anda misalnya, atau bahkan jika Anda harus duduk di dalam mobil sendirian untuk menulis; lakukanlah. Saya menyarankan agar Anda menulis di pagi hari, tapi beberapa orang lebih suka menulis di malam hari; itu juga tidak apa-apa. Pastikan saja bahwa Anda menulis di waktu yang sama setiap harinya. Anda juga harus melindungi proses penulisan tersebut. Saya bahkan punya stiker yang saya tempelkan di komputer bertuliskan “protect the process and the result will take care of themselves”. Saya sangat percaya hal itu. Menulislah dan disiplin terhadap proses penulisan tersebut.

 

Meskipun disiplin, Anda tetap tidak perlu memaksakan hasilnya. Yang artinya, katakanlah pada diri Anda sendiri: meskipun saya hanya memiliki sedikit waktu untuk menulis –tidak apa-apa, yang penting sudah meluangkan waktu.

Writing is like hitting your head against the brick wall until the wall is weakened off and it breaks

Satu saran lagi tentang tempat khusus untuk menulis. Sebetulnya Anda tidak membutuhkan tempat menulis yang “sempurna”. Satu hal yang saya sarankan untuk tempat menulis adalah pastikan tempat tersebut tidak memiliki akses internet. Matikan internet dan fokuslah menulis 🙂


Q: Saya butuh Winston, apakah Dan Brown bisa memberikannya?

A: Saya harap saya memiliki kemampuan untuk membuat Winston, tapi saya tidak bisa. Winston akan datang sebentar lagi. Ketika melakukan riset untuk buku Origin, saya banyak meluangkan waktu dengan para ahli komputer di Barcelona Supercomputing Center –dan saya tahu bahwa artificial intelligence akan segera datang. Entah ini hal yang baik atau buruk, tapi kita akan segera memiliki Winston.

 

Let’s just hope that our morality keeps pace with our technology, and that we can figure out how to use this big technology

Q: Apa arti dari struktur lingkaran yang ada di cover buku Origin?



A: Saya terinspirasi setelah melihat sebuah tangga spiral di Sagrada Familia yang ketika dilihat dari atas terlihat mirip sekali dengan cangkang Nautilus. Bentuk tangga tersebut juga mengingatkan kepada bentuk helix DNA. Karena saya menulis tentang Barcelona, Sagrada Familia, dan DNA… saya merasa tangga spiral itu sesuai dengan bentuk yang saya dan tim ingin gunakan. Jadi Anda bisa melihat struktur lingkaran itu sebagai tangga spiral, melihatnya mirip seperti struktur DNA, atau Anda juga bisa melihatnya seperti cangkang Nautilus. Intinya, Anda bisa melihat struktur tersebut dan menginterpretasikannya sebagai bermacam-macam hal.

Q: Tempat paling menarik yang pernah dikunjungi Dan Brown? Mengapa?

A: Saya sangat beruntung karena bisa berkeliling dunia ketika proses penulisan buku. Saya juga berkesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang menarik, sejarawan, kurator, serta para sarjana. Saya rasa, dari semua perjalanan yang pernah saya lakukan, Istanbul adalah tempat yang paling berkesan karena keeksotisannya. Istanbul adalah tempat “timur” dan “barat” bertemu secara geografis. Istanbul juga satu-satunya tempat di bumi yang menjadi ibukota tiga kekaisaran.. hmm saya lupa apa nama ketiga kekaisaran tersebut. Roman, Byzantine, dan Ottoman..kalau tidak salah.

Q: Menurut Dan Brown, bagaimana proses pembuatan film yang diadaptasi dari novel-novelnya? Apakah Dan Brown menyukai prosesnya atau lebih memilih untuk menghindar?

A: Saya merupakan fans berat Tom Hanks dan Ron Howard. Saya mencintai film layar lebar. Saya pikir, novel-novel saya sulit untuk diadaptasi menjadi sebuah film karena terlalu banyak konten di dalamnya. Saya merasa berterima kasih kepada Ron Howard dan timnya, karena meskipun sulit sekali memasukkan semua konten yang ada di dalam buku ke dalam film, namun mereka berhasil mempertahankan pertanyaan mendasar dari novel-novel tersebut.

 

Ketika saya melihat script adegan pembuka untuk film Inferno, bunyinya seperti ini: “Akankah Anda membunuh setengah populasi manusia di bumi untuk menyelamatkan ras manusia?”. Saya tahu mereka tidak akan menutupi pertanyaan besar dari novel tersebut, meskipun pertanyaan-pertanyaan tersebut cenderung kontroversial. Harapan saya adalah pertanyaan tersebut membuka dialog, tapi kenyataannya terkadang malah menimbulkan kontroversial.

 

Begitu juga dengan film The Da Vinci Code. Novel tersebut mempertanyakan pertanyaan yang sangat sederhana: “Apa artinya bagi para pengikut agama Kristen, jika Jesus sebetulnya bukanlah anak Tuhan?” Saya besar di lingkungan keluarga yang memperbolehkan saya menanyakan ha-hal seperti itu. Orang tua saya selalu mendorong agar saya aktif bertanya mengenai agama. Setelah novel The Da Vinci Code dirilis, banyak orang yang tidak suka dengan pertanyaan yang saya lontarkan tersebut. Tapi harapan saya hanyalah agar pertanyaan tersebut membuka sebuah dialog.

 

Q: Apakah Robert Langdon akan menikah?

A: Ya, mungkin saja. Never say never. Salah satu elemen yang membuat novel saya ber-genre thriller adalah ceritanya bisa membuat Anda bertanya-tanya akankah Robert Langdon menikah dengan Victoria atau menikah dengan Ambra? Hal tersebut menciptakan keromantisan –berbeda jika Robert Langdon menikah, tidak akan ada keromantisan seperti itu. Mungkin saja di buku selanjutnya dia akan bertemu dan menjalin hubungan dengan salah satu wanita yang pernah dia temui, saya tidak yakin… tapi pertanyaan Anda membuat saya memikirkan tentang hal tersebut dan mungkin saja bisa menjadi perubahan yang baik bagi Langdon 🙂 Kita lihat nanti, ya.





[Oleh : Fauziah Hadifha]



Baca juga: Memahami Artificial Intelligence Lebih Dalam

Baca juga: Penasaran dengan Novel Origin? Ini Dia Sinopsisnya

 

 

 

 

0

Artikel

Halloween sudah di depan mata. Bisa dipastikan, banyak novel horor yang terbit di bulan Oktober ini. Para pencinta buku yang menggemari genre horor akan bersuka cita, sedangkan mereka yang kurang menyukai horor mungkin akan coba-coba menjajal genre ini.


Goodreads, situs favorit para pencinta buku, merilis daftar 50 novel horor terpopuler sepanjang masa, berdasarkan dari seberapa sering novel-novel tersebut masuk ke dalam daftar bacaan para pengguna Goodreads di seluruh dunia. Daftar ini mencakup beragam genre, mulai dari buku klasik seperti Dracula karya Bram Stoker dan Frankenstein karya Mary Shelley, hingga horor kontemporer seperti The Girl with All the Gifts karya M.R. Carey.


Beberapa buku di daftar Goodreads ini sudah ada versi terjemahan Bahasa Indonesianya. Yuk, simak 13 di antaranya:

  1. A Head Full of Ghosts karya Paul Tremblay (2015)

    Novel A Head Full of Ghosts Mizanstore

    Merry tidak percaya pada orang-orang dewasa yang mengatakan bahwa kakaknya, Marjorie, kerasukan. Ya, Marjorie memang melakukan hal-hal aneh. Mengisahkan cerita-cerita horor, masuk ke kamar Merry diam-diam, mengeluarkan suara-suara mengerikan … dan, ada luka-luka misterius di tubuh Marjorie yang tak bisa dijelaskan. Ayah mereka yakin ada iblis jahat di dalam tubuh Marjorie. Namun, Marjorie bilang, ayah merekalah yang jahat.

    Paul Tremblay adalah nama yang cukup terkenal di kalangan para pencinta novel horor. Dia terkenal suka membuat kisah yang mempermainkan emosi para pembaca, dan akhir cerita yang terbuka, sehingga pembaca diajak untuk membuat kesimpulan sendiri.


    A Head Full of Ghosts
    memenangi Bram Stoker Award untuk kategori Best Novel pada 2015. Novel ini juga masuk nominasi World Fantasy Award untuk kategori Best Novel pada 2016 dan nominasi Goodreads Choice Award kategori Horror pada 2015.

  2. Anna Dressed in Blood karya Kendare Blake (2011)

    Anna Dressed in Blood Mizanstore

    Anna Korlov, yang muncul dalam sampul muka buku ini, adalah sesosok hantu ganas pembunuh siapa pun yang menjejakkan kaki ke dalam rumahnya. Cas, seorang pemuda pemburu hantu, bertekad untuk mengenyahkan keberadaan Anna. Namun ternyata Cas menemukan suatu kutukan penyebab sosok Anna menjadi beringas, dan mereka berdua pun bekerja sama untuk memusnahkan kutukan tersebut.


    Dengan tokoh utama seorang pemuda belasan tahun, Anna Dressed in Blood memang ditujukan untuk para pembaca remaja dan dewasa muda. Ada romansa di dalamnya, meskipun tidak terlalu kental.

     

    Anna Dressed in Blood mendapatkan beberapa nominasi penghargaan, seperti Lincoln Award pada 2015, Endeavour Award pada 2012, Cybils Award kategori Fantasy & Science Fiction untuk Young Adult pada 2011, dan Missouri Gateway Readers Award pada 2014.


  3. Carrie karya Stephen King (1974)

    Novel Carrie Mizanstore

    Sesuai namanya, Stephen King memang seorang raja. Ya, rajanya novel horor. Sudah ratusan karya yang dia tulis, dan tidak sedikit pula yang kemudian diadaptasi ke film layar lebar. Salah satunya adalah Carrie.

     

    Carrie adalah seorang gadis yang tidak populer, tapi memiliki kemampuan supernatural berupa telekinesis. Pada malam pesta dansa sekolah, terjadi insiden yang membuat emosi Carrie tak terkontrol, dan kekuatannya menimbulkan malapetaka bagi seisi kota.

     

    Film Carrie yang pertama dirilis pada 1976, dengan tokoh Carrie diperankan oleh Sissy Spacek. Film ini mendapat dua nominasi piala Oscar pada 1977, yaitu untuk kategori Aktris Pemeran Utama Terbaik dan Aktris Pemeran Pendukung Terbaik. Carrie di-remake pada 2013, dengan tokoh Carrie diperankan oleh Chloe Moretz.


  4. Dracula karya Bram Stoker (1897)

    Novel Horor Dracula

    Dracula
    mengisahkan tokoh antagonis bernama Count Dracula, dan upayanya pindah dari Transilvania ke Inggris agar dia dapat mencari darah baru dan menyebarkan virus vampir. Upaya sang Count dicegah oleh sekelompok manusia pemberani yang dipimpin oeh Prfessor Abraham Van Helsing.

     

    Sosok Count Dracula sang pengisap darah kini menjadi referensi utama vampir-vampir modern. Novel Dracula sendiri telah diadaptasi berkali-kali ke dalam format pertunjukan teater, film layar lebar, dan serial televisi.

     

    Sedangkan nama penulisnya, Bram Stoker, digunakan sebagai nama penghargaan yang dipersembahkan setiap tahun oleh Horror Writers Association bagi pencapaian dalam bidang penulisan dark fantasy dan horror.

  5. Frankenstein karya Mary Shelley (1818)

    Novel Horor Frankenstein Mizanstore

    Satu lagi novel klasik yang sangat terkenal hingga berkali-kali diadaptasi ke dalam film dan menginspirasi banyak buku. Frankenstein mengisahkan tentang seorang ilmuwan yang menggabungkan potongan-potongan mayat dan memberinya nyawa. Manusia yang dia ciptakan ternyata sangat buruk rupa, sehingga dia sendiri ketakutan dibuatnya.

     

    Judul Frankenstein mengacu pada nama sang ilmuwan, yakni Victor Frankenstein, bukan nama sang monster. Monster itu sendiri tidak bernama hingga akhir cerita.

  6. Heart-Shaped Box karya Joe Hill (2007)

    Novel Horor Heart Shaped Box Mizanstore

    Hanya karena iseng, Judas Coyne membeli hantu dari situs lelang di Internet berupa setelan milik orang mati. Sejak setelan itu datang, dalam kotak berbentuk hati, mulai terjadi hal-hal aneh. Hantu pemilik setelan tersebut benar-benar datang, membawa pendulum berbandul silet yang bisa memengaruhi Jude sehingga melakukan hal-hal gila, dia bahkan nyaris menembak kekasihnya. Sejauh ini, yang mampu menjaga kewarasan Jude cuma anjing-anjingnya. Tetapi dia tak bisa terus mengandalkan mereka…

     

    Joe Hill adalah nama pena dari Joseph Hillstrom King, putra dari Stephen King. Heart-Shaped Box adalah novel debutnya yang diterima cukup baik di pasaran. Novel ini memenangi Bram Stoker Award pada 2007 dan Locus Award pada 2008 untuk kategori Best First Novel.


  7. Let The Right One In karya John Ajvide Lindqvist (2004)


    Novel Horor Let The Right One in

    Novel horor ini pertama kali terbit dalam Bahasa Swedia, dengan judul Låt den rätte komma in. Let the Right One In mengisahkan tentang persahabatan seorang anak laki-laki manusia, Oskar, dengan seorang anak perempuan vampir yang sebenarnya berusia 200 tahun, Eli.

     

    Let the Right One In masuk James Tiptree Jr. Award Honor List pada 2008, dan pernah dua kali diadaptasi ke film layar lebar. Film pertama rilis pada 2008, dan tokoh Eli diperankan oleh Lina Leandersson. Film kedua rilis pada 2010, dengan tokoh Eli diperankan oleh Chloe Moretz.


  8. Interview with The Vampire karya Anne Rice (1976)

    Novel horor Interview With The Vampire

    Interview With The Vampire
    adalah tentang Louis, seorang vampir yang menceritakan kisah hidupnya, sejak dia masih menjadi manusia, hingga setelah dia diubah menjadi vampir oleh Lestat. Louis kemudian mengubah seorang gadis kecil bernama Claudia menjadi vampir juga. Berdua, Louis dan Claudia mencari jati diri mereka.

     

    Buku ini pernah masuk nominasi Bristish Fantasy Award pada 1977, lalu diadaptasi ke dalam film layar lebar pada 1994. Tokoh Lestat diperankan oleh Tom Cruise, Louis diperankan oleh Brad Pitt, dan Claudia diperankan oleh Kirsten Dunst.


  9. The Exorcist karya William Peter Blatty (1971)

    Novel Horor The Exocirst

    Teror itu dimulai secara diam-diam. Di loteng ada suara-suara gaduh. Di kamar anak, ada bau-bau tak sedap, perabotan berpindah tempat sendiri, suhu mendadak turun drastis.


    Awalnya semua itu masih dapat dijelaskan secara rasional, namun kemudian perubahan-perubahan mengerikan mulai terjadi pada Regan, gadis berusia 11 tahun. Seolah-olah ada kepribadian lain dalam tubuhnya. Berbagai uji medis gagal menjelaskan perubahan ini, hingga akhirnya Ibu Regan meminta bantuan kepada Bapak Damien Karras.

    Sepertinya eksorsisme adalah satu-satunya solusi…


    Premis cerita seorang anak tak berdosa yang dirasuki entitas jahat mungkin sudah tidak asing lagi dalam genre horor. Namun, pada zamannya, The Exorcist adalah yang paling mencengangkan dan mengguncang emosi orang-orang.

     

    Setelah merilis novel ini, William Peter Blatty juga membuat naskah filmnya. Film The Exorcist yang rilis pada 1973 ini sukses besar; menyabet 10 nominasi Academy Award dan memenangi kategori Best Sound and Writing (Adapted Screenplay), juga menjadi film horor pertama yang dinominasikan untuk kategori Best Picture.


  10. The Girl with All the Gifts karya MR Carey (2014)

    The Girl With All The Gifts

    Di antara berbagai kisah zombi yang beredar di dunia, The Girl With All The Gifts adalah satu dari sedikit kisah yang mengambil sudut pandang unik dan memiliki penjelasan logis tentang awal mula virus zombi. Tokoh utama novel ini adalah Melanie, gadis kecil yang pada awalnya tidak menyadari bahwa ada virus zombi yang tertidur dalam dirinya.

     

    The Girl With All the Gifts mendapatkan beberapa nominasi penghargaan sastra, seperti Goodreads Choice Award kategori horor pada 2014, serta Audie Award for Paranormal dan British Fantasy Award untuk kategori novel horor terbaik pada 2015.

     

     Versi film The Girl With All The Gifts rilis pada 2016, mengandalkan aktris-aktris kawakan Gemma Arterton sebagai Miss Justineau dan Glenn Close sebagai Dr. Caldwell. Tokoh Melanie sendiri diperankan oleh aktris yang kurang terkenal, Sennia Nanua.


  11. The Haunting of Hill House karya Shirley Jackson (1959)

    Novel Horor The Haunting of Hill House

    The Haunting of Hill House
    adalah salah satu novel horor terbaik abad ke-20. Pada 1960, novel ini menjadi finalis National Book Award kategori fiksi.

     

    The Haunting of Hill House mengisahkan tentang satu orang dokter dan tiga orang relawan yang tinggal selama liburan musim panas di sebuah rumah terpencil. Bukan tanpa tujuan, sang dokter sedang mengadakan penelitian terkait trauma dan dampak psikologis. Hill House yang dirumorkan berhantu menjadi lokasi tepat untuk penelitian sang dokter.

     

    Novel ini telah dua kali diangkat ke layar lebar. Versi pertama rilis pada 1963 dan mendapat pujian dari para kritikus, sedangkan versi keduanya yang rilis pada 1999 mendapat kecaman, karena jauh berbeda dengan novelnya. Tahun ini, 2018, The Haunting of Hill House diadaptasi ke dalam format serial TV yang ditayangkan di Netflix.


  12. The Silence of The Lambs karya Thomas Harris (1988)

    Novel Horor The Silence of The Lambs

    Mari berkenalan dengan Dr. Hannibal Lecter, salah satu tokoh fiksi penjahat paling cerdas dan paling keji sepanjang masa. Untungnya, sang dokter kanibal ini sudah ditangkap dan mendekam di penjara. Sialnya, Clarice Starling, seorang detektif muda, membutuhkan bantuan sang dokter untuk menangkap pembunuh berantai yang kasusnya sedang dia tangani.

     

    The Silence of The Lambs merupakan buku kedua dari serial Hannibal Lecter. Pada 1988, novel ini memenangi Bram Stoker Award, dan pada 1989 memenangi Anthony Award. Keduanya untuk kategori novel terbaik.

     

    The Silence of the Lambs telah diangkat ke layar lebar pada 1991, dengan aktris Jodie Foster memerankan Starling, dan aktor Anthony Hopkins memerankan Dr. Lecter. Film ini dinilai sangat sukses, berhasil menyabet piala Oscar di kelima kategori paling bergengsi: Best Picture, Best Director, Best Actor, Best Actress, dan Best Adapted Screenplay.


  13. We Have Always Lived in the Castle karya Shirley Jackson (1962)

    Novel horor We Have always lived in the castle shirley jackson

    Satu lagi karya Shirley Jackson yang wajib dibaca para pencinta horor. Ini adalah karya terakhir Shirley, yang didedikasikan untuk editornya, sebelum sang penulis meninggal dunia. Shirley sangat populer pada masanya, dan hingga kini menjadi inspirasi banyak penulis horor lainnya, seperti Stephen King.

     

    We Have Always Lived in The Castle mengisahkan kakak beradik Constance dan Merricat Blackwood, yang tinggal bertiga bersama paman mereka di sebuah rumah besar. Semua anggota keluarga Blackwood lainnya telah tewas keracunan arsenik. Mereka kini hidup terkucil dari penduduk desa. Hingga pada suatu hari datang seorang pria yang mengaku sebagai sepupu mereka, dan Merricat curiga dia punya niat buruk.


    Dari daftar di atas, berapa buku yang telah kamu baca? Kalau ada yang belum kamu baca, kamu bisa memasukkannya ke dalam daftar bacaanmu bulan ini. Dijamin semuanya akan membuatmu merinding dengan cara yang berbeda-beda. Selamat membaca!




    [Oleh: Dyah Agustine]



    Baca juga: 9 Lelaki Pencuri Hati dari Novel Fantasi

    Baca juga: 5 Buku Wajib Baca Bagi Kamu yang Berputus Asa

0

Artikel
Khaled Hosseini baru-baru ini merilis karya terbarunya, Sea Prayer, yang berhasil masuk deretan New York Times best seller. Khaled merupakan duta UNHCR (UN Refugee Agency) dan juga pendiri The Khaled Hosseini Foundation, organisasi nirlaba yang bergerak di bidang kemanusiaan. Novelis terkenal yang karya-karyanya selalu dinanti para pembaca ini, ternyata pernah berkarir sebagai dokter. Apa saja fakta-fakta menarik lain tentang Khaled Hosseini?


  1. Pengungsi dari Afghanistan

    Invasi Uni Soviet ke Afghanistan memaksa keluarga Khaled Hosseini mencari suaka ke Amerika pada tahun 1980. Khaled baru berusia 15 tahun saat invasi tersebut berlangsung. Keluarga Khaled berharap bisa kembali lagi ke rumah sehingga meninggalkan hampir semua barang-barang yang mereka miliki di Kabul.

     

    Ayah Khaled mulai bekerja sebagai instruktur mengemudi dan ibunya bekerja sebagai pelayan yang kemudian berganti menjadi penata rambut. Kedua orang tua Khaled mengalami masa yang sulit di Amerika. Mereka harus bergantung pada bantuan pemerintah, padahal sebelumnya mereka adalah keluarga kelas atas di Kabul. Namun, Khaled mengatakan bahwa tantangan tersebut tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kesulitan yang dihadapi oleh para pengungsi yang sekarang dia bantu dalam kapasitasnya sebagai duta UNHCR.


  2. Bukan Siswa yang Populer di Sekolah

    Buku-Sea-Prayer-Khaled-Hosseini


    Novel-novel best-seller karya Khaled, The Kite Runner, A Thousand Splendid Suns dan And The Mountains Echoed, sudah dibaca jutaan orang di seluruh dunia. Namun ternyata dulu Khaled Hosseini bukan siswa yang populer di sekolah. Khaled yang saat itu belum bisa berbahasa Inggris disekolahkan di sekolah lokal California oleh orangtuanya. Khaled merasa seperti karakter anonim –tidak terlihat oleh murid-murid lain. Tetapi dia cukup dekat dengan beberapa murid yang juga merupakan pengungsi Kamboja. Khaled merasa, meskipun dia tidak begitu mengerti bahasa Kamboja, ada semacam ikatan kekeluargaan di antara mereka.

     

    Pernah suatu ketika, Khaled datang ke sekolah dan melihat orang-orang mengenakan pakaian yang aneh –ada yang mengenakan jubah vampir serta ada juga yang mengenakan kostum tikus. Khaled merasa bingung. Ternyata, saat itu orang-orang sedang merayakan Haloween –dan Khaled belum pernah mendengar tentang perayaan tersebut!



  3. Sea Prayer Ditulis Saat Petang Hari


    Buku Sea Prayer karya Khaled Hosseini


    Sea Prayer
    merupakan karya Khaled yang ditunggu-tunggu setelah beberapa karya sebelumnya begitu laris diminati oleh para pembaca di seluruh dunia. Khaled menjadi khawatir para pembaca mengharapkan karya tersebut merupakan novel penuh –seperti novel-novel sebelumnya. Khaled mengingatkan pada para pembaca bahwa Sea Prayer merupakan novel ilustrasi dengan teks yang sedikit. Pada wawancara yang dirilis oleh thetimes.co.uk Khaled juga mengaku bahwa dia hanya membutuhkan satu petang saja untuk menulis Sea Prayer.

     

    Sea Prayer memang singkat, tapi indah dan puitis –ciri khas Khaled. Karya ini menggambarkan beberapa kepribadiannya, sebagai novelis, seorang ayah dan bahkan sebagai seorang dokter. Hal ini tecermin dari kalimat yang digunakannya dalam salah satu bait Sea Prayer: “You have learned dark blood is better news than bright.”



  4. Khaled Meninggalkan Karir Sebagai Dokter untuk Menjadi Penulis


    Quotes Khaled Hosseini Sea Prayer


    Sebelum menjadi novelis, Khaled merupakan seorang dokter. Dia lulus dari Independence High School dan kemudian mempelajari Biologi di Santa Clara University. Dia lulus dengan gelar Sarjana Biologi pada 1988 dan kemudian masukUniversity of California-San Diego’s School of Medicine sampai menyelesaikan gelar M.D. pada tahun 1993. Khaled mengaku alasan utamanya menjadi dokter adalah karena pekerjaan tersebut stabil dan memberikan harapan masa depan yang lebih baik.

     

    Ketika masih menjadi seorang dokter, Khaled harus bangun pagi-pagi sekali setiap hari untuk menulis novel The Kite Runner sebelum berangkat ke tempat praktik. Tragedi 9/11 yang menimpa World Trade Centre sempat membuat Khaled berpikir untuk berhenti menulis novel yang berlatar belakang di negara Afghanistan tersebut. Namun berkat dukungan dari orang-orang terdekat, terutama istrinya, membuat Khaled berhasil menyelesaikan The Kite Runner.

     

    Khaled ingin novel tersebut membantu para pembaca mengenal dan melihat Afghanistan sebagai tempat yang lebih dari hanya sekedar berisi perang, kemiskinan, narkoba, dan Taliban. Khaled ingin agar orang-orang dapat melihat Afghanistan sebagai negara indah dengan budaya yang kaya.



  5. Karyanya Best Seller, Hidup Khaled Tidak Glamor

    Meskipun menjadi salah satu penulis best-seller, Khaled mengaku bahwa hidupnya jauh dari kata glamor. Kegiatan sehari-hari Khaled biasanya diisi dengan olahraga di pagi hari. Khaled juga hobi bermain tenis –meskipun dia tidak begitu mahir. Dia juga menyebutkan bahwa kantor yang digunakannya untuk bekerja merupakan kantor yang sederhana –hanya dinding dan atap dengan sebuah meja dan kursi. Khaled biasanya menutup tirai sehingga dia bebas dari gangguan. Khaled Hosseini berada di kantor pada jam 9 pagi sampai 3 sore, dan setelah itu berkumpul bersama keluarganya.


    ***

    Karya apalagi yang kira-kira akan dimunculkan oleh Khaled Hosseini setelah Sea Prayer? Kabarnya Khaled sedang menggarap novel yang sampai saat ini belum mau dia bocorkan isinya. Kita tunggu saja ya!



    [Oleh: Fauziah Hafidha]


    Baca juga: Sea Prayer; Sebuah Penghormatan untuk Para Pengungsi 

     

0

Artikel

Katanya, jadi orang sukses modalnya harus besar. Entah modal uangnya, pendidikan kerennya, atau latar belakang keluarga yang kebanyakan juga sukses. Katanya, definisi sukses adalah mereka-mereka yang punya jabatan tinggi di suatu perusahaan atau mereka yang justru mendapat penghargaan pendidikan. Terkesan sulit untuk digapai. Sampai-sampai keinginan menjadi sukses seperti sekadar ada di pikiran saja. Tapi kenyataannya, definisi sukses sekarang ini tidak melulu tentang bekerja di suatu perusahaan besar atau harus punya modal uang yang banyak.

Belakangan, banyak orang yang mulai melirik wirausaha ketimbang menjadi karyawan di perusahaan dan menjejak karir di sana. Kesuksesan finansial bisa diperoleh dari membangun usaha sendiri dan memulai dari nol. Menjadi sukses juga bisa ditempuh dengan melewati jalan panjang berliku terlebih dahulu. Bahkan, kesuksesan juga bisa dimodali dengan kenekatan. Tidak percaya? Ini bukti kalau ada 4 tokoh yang sukses dengan bermodalkan nekat.

  1. Elon Musk, sang Bos Paypal yang  disebut juga sebagai Iron Man versi dunia nyata!

    Buku Elon Musk

    Lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Afrika Selatan, Elon Musk yang ternyata seorang introvert ini mengembangkan minatnya di dunia komputer. Elon sekarang ini dikenal sebagai pengusaha yang gemar sekali melakukan dobrakan di bidang teknologi. Karakter Tony Stark atau Iron Man yang ada di film superhero itu ternyata sedikit banyak terinspirasi dari tokoh dunia nyata, yaitu Elon Musk.

    Ketika kecil, Elon Musk belajar sendiri bagaimana melakukan dan menjalankan sebuah program. Sampai-sampai, di umurnya yang baru 12 tahun, Elon Musk sudah membuat penjualan perangkat lunak pertamanya, Blastar, yang dia kembangkan dari permainan yang dia ciptakan sendiri.


    Sang introvert ini pun pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan semasa sekolah. Dia pernah sampai dirawat di rumah sakit setelah didorong hingga terjatuh dari atas tangga oleh sekelompok penindas. Dia pun pernah dipukuli hingga pingsan. Namun, bukannya malah berkepribadian pesimistis, Elon Musk justru lahir besar menjadi seorang introvert dengan segudang ambisi dan ide brilian.

    Pada usia 20 tahun (1989), Elon pergi belajar bisnis dan fisika di Universitas Pennsylvania. Setelah selesai, dia melanjutkan pendidikannya ke Universitas Stanford (1992). Namun, baru 2 hari bergabung, momen ketika dia masuk ke Universitas Stanford untuk gelar Ph. D-nya bertepatan dengan ‘ledakan’ di internet. Dengan modal nekat, Elon keluar dari Stanford dan meluncurkan perusahaan pertamanya, Zip2 Corporation. Dari Zip2 Corporation, Elon mendapatkan uang tunai sebesar US$ 307 juta dan US$ 34 juta (opsi saham) dari Compaq Computer Corporation (1999). Nekatnya Elon memiliki artian bahwa dia adalah tipe pribadi yang mudah mengambil keputusan dalam waktu singkat, namun dalam artian yang positif.

    Setelah Zip2 berada di bawah naungan Compaq Computer Corporation, Elon kembali mendirikan perusahaan yang dia namai X.com.  Dari X.com, muncullah sistem pembuatan PayPal oleh Elon. Pada tahun 2002, PayPal diakusisi oleh eBay seharga US$ 1,5 miliar. Luar biasa!

    Tak berhenti di situ, dengan kenekatan lainnya, Elon Musk kembali mendirikan perusahaan bernama Space Exploration Technologies Corporation atau SpaceX (bergerak di bidang transportasi luar angkasa) yang berujung relasi dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional NASA. Setelahnya, muncul pula Musk Foundation, Tesla Motors, dan ‘kegilaan-kegilaan’ lain hasil pemikiran dan kenekatan seorang Elon Musk. Elon percaya bahwa ide gila yang dia miliki bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. Bahkan Elon memiliki cita-cita nekat lain, yaitu menghabiskan masa tuanya di Mars.

  2. Bill Gates, si kaya raya pendiri Microsoft yang dianggap gila

    Bill Gates_Buku Tony Fernandes

    Ketika kecil, Ibu Bill Gates benar-benar menanamkan nilai disiplin pada anaknya. Selain itu, Ibu Bill Gates juga menuntut anak-anaknya untuk selalu bekerja keras, berolahraga, dan mengikuti les musik. Bahkan ibunya juga berharap anak-anaknya selalu berpakaian dengan pantas dan bersikap ramah kepada setiap tamu yang berkunjung ke rumah mereka.

    Menurut ayahnya, Bill Gates kecil juga sudah sangat menyukai belajar. Bahkan ketika umurnya 10 tahun, dia sudah tamat membaca World Book Encyclopedia dari seri awal sampai akhir. Saat usia Bill  Gates 11 tahun, dia pun sudah tertarik dengan topik bisnis hingga peristiwa dunia. Kebanggaan ayah bertentang dengan sang ibu yang justru merasa khawatir karena Gates lebih suka berkutat dengan buku ketimbang berhubungan dengan orang lain.

    Saat usianya 13 tahun, Bill Gates belajar di sekolah eksklusif, Lakeside School. Di sana dia dikenal sebagai siswa yang sangat pandai. Pada fase ini, Bill Gates juga mulai tidak suka dikontrol oleh orang tuanya. Hal tersebut sampai memunculkan pertengkaran antara Gates dan orang tuanya.

    Semasa kuliah, Bill Gates bersama Paul Allen mendirikan Microsoft. Bukannya tetap melanjutkan pendidikan sambil menjalankan perusahaannya, dia malah nekat dan memutuskan drop out dari Harvard University. Meski berat, orang tuanya tetap mendukung keputusan yang diambil Bill Gates.

    Memilih untuk drop out adalah keputusan yang tepat bagi Gates. Setelahnya, dia fokus mengembangkan Microsoft hingga berjaya sebagai produsen software komputer terbesar di dunia. Sistem operasi Windows pun masih sangat dominan digunakan di berbagai komputer. Sampai akhirnya, Gates dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia dengan harta kekayaan mencapai USD 61 miliar.

  3. Steve Jobs, pendiri Apple yang berhasil mematahkan dominasi Microsoft Bill Gates!

    Steve Jobs - Buku Flying High Tony Fernandes

    Sama seperti Bill Gates, Steve Jobs pernah drop out dari Reed College. Bahkan dia mencoba bertahan hidup dengan tidur menumpang di asrama teman-temannya dan menukarkan botol cola agar mendapatkan uang untuk makan. Dia pun pernah berjalan sejauh 10 km seminggu sekali untuk mendapatkan makanan yang baik. Jobs tetap mencoba terus belajar di kampus dengan mengambil kelas non formal bidang kaligrafi. Dari mempelajari hal tersebut selama 10 tahun, Jobs mendapat ilham untuk mendesain komputer Macintosh pertama.

    Steve Jobs mengembangkan Apple ketika umurnya 20 tahun. Ketika mengembangkannya, dia bersama Steve Wozniak tidak punya uang, mereka berdua nekat mengumpulkan barang untuk Apple dengan menjual barang-barang berharga milik mereka. Tak lama, komputer pertama mereka (Apple 1) berhasil mereka rancang dan mereka jual sebanyak 50 unit di sebuah toko lokal. Dalam 10 tahun, bersama 2 orang kawannya, Apple berkembang pesat hingga memiliki 4000 karyawan dan menghasilkan USD 2 miliar.

    Pada tahun 1985, Jobs justru diberhentikan dari perusahaan karena mengalami konflik dengan salah satu temannya yaitu Sculley. Akhirnya dia menjual semua saham dan mengalami kesedihan yang berat. Dari momen itu, Jobs memulai usahanya lagi dengan mendirikan perusahaan yang bernama NeXT dan perusahaan animasi bernama Pixar.

    Pixar terkenal dengan film-film animasinya yang berkesan. NeXT kemudian dibeli kembali oleh Apple, dan Steve Jobs pun kembali ke Apple.  Setelah Steve Jobs kembali bergabung, Apple meningkat luar biasa dengan inovasi yang terus muncul. Akhirnya, Apple pun seperti yang kita kenal sekarang.

  4. Tony Fernandes, pemilik Air Asia yang membeli Air Asia seharga Rp 3.500?

    Buku Flying High Tony Fernandes

    Tony Fernandes nekat meninggalkan pekerjaannya untuk mewujudkan mimpi masa kecil yang dia miliki. Dia bermimpi untuk membangun maskapai penerbangan murah pertama di Asia. Pertama kali membeli Air Asia dari pemerintah Malaysia September 2001 lalu, Tony Fernandes hanya membayar 25 pance atau sekitar 3.500 rupiah saja! Setelah membelinya, Fernandes bingung karena dia tidak memiliki pengalaman menjalankan perusahaan penerbangan.

    Pada tahun 2002, Air Asia memulai bisnisnya dengan 2 pesawat. Namun sekarang, Air Asia memiliki 86 pesawat yang menerbangkan sekitar 30 juta orang ke seluruh dunia. Tak puas dengan penerbangan jarak dekat, Air Asia memperluas jangkauan dengan melayani penerbangan jarak jauh dengan maskapai baru mereka, Air Asia X.

    Semua perjalanan yang dia lakukan tidak mudah. Pernah suatu ketika maskapai membutuhkan kendaraan untuk mengangkut barang-barang ke kabin dengan harga yang sangat mahal yaitu satu juta dolar. Tony mengaku hampir sakit pinggang gara-gara memasukkan barang-barang secara manual. Kisah sepak terjang dan kenekatan yang dilakukan Tony Fernandes bersama Air Asia lainnya bisa dibaca dalam buku Flying High.



    [Oleh: Adzhani Fatimah Az-Zahra]



    Baca juga: 5 Fakta Tony Fernandes, Sang Bos AirAsia

    Baca juga: 8 Motivator Terkenal di Dunia yang Bisa Menginspirasimu

     




0

Artikel

Shailene Woodley.  
Kalau kamu penggemar film layar lebar, pasti tidak asing dengan aktris muda nan cantik satu ini. Aktingnya sebagai Tris dalam film Divergent dan Hazel dalam film The Fault in Our Stars menuai pujian dari para kritikus. Kedua film box office ini merupakan adaptasi dari novel-novel young adult dengan judul sama.  


Yuk, kenalan lebih jauh dengan gadis kelahiran tahun 1991 ini lewat 5 fakta menarik berikut:  


1. Pernah Menderita Skoliosis

Di usia 15 tahun, Shailene didiagnosis menderita skoliosis, yakni kondisi tulang belakang yang melengkung ke samping. Dilansir dari webmd.com, Shailene pertama kali menyadari kelainan ini ketika hendak berenang dan sahabatnya berkomentar bahwa tulang belakang Shai terlihat aneh.

Setelah diperiksakan ke dokter, ternyata tulang belakang Shailene melengkung sebanyak 38 derajat (jika melengkungnya lebih dari 45 derajat, dia harus dioperasi). Akhirnya selama dua tahun, 18 jam sehari, Shailene harus mengenakan semacam korset plastik untuk mencegah tulang belakangnya melengkung semakin parah.

Meskipun tidak nyaman, Shailene bertahan, karena dia tahu bahwa jika tidak diatasi sejak dini, skoliosis bisa berakibat pada sakit punggung, cacat tubuh, bahkan gangguan fungsi jantung dan paru-paru.  


2. Beradu Akting Dengan George Clooney

Kepiawaian Shailene dalam berakting mulai diakui dunia perfilman internasional setelah dia memerankan tokoh remaja bermasalah bernama Alexandra King dalam film The Descendants (2011).

Di film yang memenangi Academy Award kategori Best Adapted Screenplay ini, Shailene beradu akting dengan George Clooney yang memerankan Matthew King, ayah Alexandra. Tentu bukan hal mudah, mengingat Clooney adalah aktor papan atas yang telah berkarir di bidang akting selama kurang lebih 30 tahun dan telah mengantongi segudang penghargaan.  

Namun, Shailene terbukti dapat menjalani tantangan ini dengan baik. Bahkan perannya sebagai Alex membuat Shailene dinominasikan menjadi Best Supporting Actress untuk penghargaan Golden Globe, dan memenangi Independent Spirit Award untuk kategori Best Supporting Female.

 
3. Mendonasikan Rambutnya

Untuk memerankan Hazel Grace Lancaster yang menderita kanker dalam film The Fault in Our Stars, Shailene harus memotong pendek rambut lebat dan indahnya. Alih-alih meratapi, Shailene melakukannya dengan senang hati.

Bahkan dia mendonasikan rambutnya itu pada organisasi Children with Hair Loss, untuk dibuat wig bagi anak-anak yang membutuhkan.


4. Adegannya Dihapus Dari Film

Pada 2013, Shailene memerankan tokoh Mary Jane Watson dalam film The Amazing Spiderman 2, wanita yang nantinya akan terlibat romansa dengan Peter Parker sang Spiderman. Namun, sutradara memutuskan untuk menghapus semua adegan yang melibatkan Mary Jane karena ingin fokus pada hubungan antara Peter dan Gwen.  

Dikutip dari wawancara dengan Entertainment Weekly, Shailene berkomentar: “Tentu saja aku kecewa. Tapi aku sangat yakin bahwa segala hal yang terjadi pasti ada alasannya… Berdasarkan plot yang diajukan, aku paham bahwa Mary Jane sebaiknya diperkenalkan pada film berikutnya.”  


5. Makan 350 Kalori Sehari

Dalam rangka menurunkan berat badan untuk peran di film terbarunya, Adrift, Shailene diharuskan makan 350 kalori sehari, selama dua minggu. Padahal menurut FAO (Food and Culture Organization), orang dewasa rata-rata harus mengonsumsi minimal 1800 kalori per hari. Bayangkan bagaimana kelaparan dan tersiksanya Shailene.  

Selama dua minggu itu, Shailene hanya makan sekaleng salmon, sejumlah brokoli rebus, dan dua kuning telur. Dia tidak makan malam, dan harus minum segelas anggur agar bisa tidur.  



[Oleh : Dy]
0

Artikel

Gangguan mental atau penyakit kejiwaan adalah pola psikologis atau perilaku  yang mempengaruhi suasana hati, pikiran, atau kebiasaan pengidapnya. Gangguan mental serius meliputi schizoprenia, gangguan mood (bipolar disorder), gangguan kecemasan akut (anxiety disorder), serangan panik (panic attack), dan obsessive-compulsive disorder (OCD).

Pasti tidak mudah saat didiagnosa menderita gangguan mental, mengejutkan untuk keluarga, sahabat, bahkan pengidapnya sendiri. Akan banyak perubahan yang terjadi antara penderita dan orang-orang di sekitarnya. Misalnya saja mereka menjadi lebih sensitif dan perasa. Sebagai teman, kadang kita bingung untuk bersikap karena kita takut menjadi serba salah dan menyinggung perasaannya.

Kebanyakan orang Indonesia mengartikan gangguan mental dengan sangat sempit. Stigma masyarakat mengenai gangguan mental pun masih menjadi hantu bagi para penderitanya. Banyak yang menganggap penderita gangguan mental tidak bisa bekerjasama dalam dunia kerja, tidak stabil bahkan tidak bisa diandalkan. Hal ini membuat mereka lebih memilih untuk menutup diri dan berpura-pura.

Buku Turtles All The Way Down
Tetapi, sebenarnya apa sih yang diharapkan oleh penderita gangguan mental dari teman-temannya? Sebuah situs themighty.com melakukan survey kepada para penderita gangguan mental tentang bagaimana cara menjadi teman yang baik menurut penderita gangguan mental. Dan inilah hasilnya:

“Perlakukan aku seperti sebelum aku menderita gangguan mental”

“Peluk aku dan biarkan aku melepaskan amarahku. Kadang hanya itu hal terbaik yang bisa seseorang lakukan untukku”

“Dengarkan, berikan dukungan dan pengertian, jangan menghakimi”

“Bantulah untuk menghilangkan stigma. Pikirkan baik-baik pilihan katamu secara pribadi maupun di depan umum”

“Aku harap kamu bersedia melewati pasang surut ini bersama-sama, jangan tinggalkan aku”

“Dukungan terbesar untuk saya adalah untuk diakui, bahwa untuk merasakan hal ini adalah hal yang wajar”

“Jangan mencoba untuk memperbaiki aku karena itu tugasku. Tapi dorongan dan  dukungan moral itulah yang paling kubutuhkan”

Dari beberapa jawaban yang diambil dari situs tersebut menunjukan bahwa kebanyakan dari mereka tidak ingin diperlakukan berbeda dan hanya ingin mendapat dukungan moral dari teman-temannya. Kita tidak harus berdiri di atas sepatunya untuk tahu apa yang harus kita lakukan kepada mereka dan ternyata, menjadi teman yang baik untuk mereka hanya memerlukan pengertian.

Jika perlu, kita bisa mendukung mereka untuk mencari pertolongan dari profesional atau psikiater. Sebagai teman mungkin kita ingin memahami teman kita lebih dalam, salah satunya dengan banyak membaca buku yang berkaitan dengan gangguan mental.



Banyak novel yang mengambil tema gangguan mental, salah satunya novel terbaru karya John Green; Turtles All The Way Down. Buku ini menceritakan seorang yang mengidap anxiety disorder dan obsessive-compulsive disorder.

Dengan membaca buku ini setidaknya kita bisa sedikit melihat apa yang dilalui orang dengan gangguan mental dari sudut, pandang penderitanya. Karena buku ini sangat emosional!  



[ Oleh : Rini ]

0

Artikel

Apakah kamu sering mengulang-ulang pemikiran yang membuatmu cemas?

Apakah kamu suka kesal jika melihat kaus kaki temanmu tidak sama tinggi?

Atau kamu selalu mengecek tempat sampah sebelum akhirnya membuangnya?

Jika iya, kamu bisa diindikasikan sebagai pengidap OCD.


Disadur dari Psychology Today, OCD (Obsessive Compulsive Disorder) adalah suatu kelainan mental yang membuat pengidapnya mengulang-ulang pikiran, perasaan, bayangan, dan sensasi (obsesi) yang tidak diinginkan, lalu melakukan berbagai hal untuk menanggapi pemikiran atau obsesi tersebut. Perilaku ini sering disebut ritual.

Ritual dapat mengurangi atau melenyapkan pemikiran obsesif untuk sementara waktu. Jika ritual tidak dilakukan, pengidap OCD akan merasa luar biasa cemas dan tidak mampu beraktifitas sehari-hari dengan nyaman. Hal ini bisa sangat mengganggu dan membuat risih orang-orang di sekitarnya.

Para penderita OCD sering kali menganggap orang-orang di sekitarnya tidak peduli akan perasaannya, atau bahkan memusuhinya. OCD sangat erat kaitannya dengan kecemasan (anxiety) dan salah satu kecemasan penderita OCD berkaitan dengan hal-hal yang berbau seksual dan lingkungannya. Namun pada beberapa kasus penderita OCD, mereka akhirnya bisa menikah, bahkan memiliki keturunan.

Penerbit Turtles All The Way Down

Dalam novel terbaru John Green, Turtles All The Way Down di mana sang tokoh utama, Aza, selain pengidap anxiety disorder, juga pengidap OCD. Di novel tersebut disebutkan bahwa Aza jatuh cinta kepada pemuda bernama Davis.

Kemudian Aza melihat banyak kemungkinan buruk yang akan ditimbulkan Davis untuknya; seperti bagaimana jika kuman di tangan Davis membunuhnya sewaktu mereka berpegangan tangan? Atau bagaimana jika banyak virus mematikan yang ditularkan ketika menonton bioskop bersama? Walaupun Aza hanya tokoh fiksi, namun kisahnya sangat mungkin terjadi di dunia nyata.

Dilansir dari psychcentral.com, seorang konselor OCD di New England menceritakan kisah pasiennya yang mengidap OCD dan suaminya (yang tidak mengidap OCD) menjalani hari-hari mereka. Nyatanya pernikahan keduanya berjalan baik, walau awalnya sangat sulit bagi sang suami untuk menerima fakta bahwa istrinya lebih memilih arahan dari sifat OCD-nya ketimbang dirinya dan anak-anak.

Namun di tahun-tahun berikutnya, segalanya menjadi mudah. Mereka bisa menjadi sebuah tim yang baik. Mereka tidak bertengkar satu-sama lain, melainkan melawan OCD. Mereka juga rutin mengunjungi klinik konsultasi untuk mengurangi kecemasan hasil dari penyakit tersebut.

Penyakit OCD memang menyebalkan, namun tidak ada hal yang tidak bisa diatasi. Seperti halnya Aza dan para penderita OCD lainnya yang bisa melewati segala macam jenis pergulatan batin untuk berusaha sembuh, berusaha hidup normal, dan memiliki pasangan.



[Penulis: Deby Nemo | Penyunting: Dy]
0

Artikel

Banyak bangunan bersejarah di dunia yang menjadi tempat wisata terkenal. Bangunan bersejarah memang memiliki daya tarik tersendiri mulai dari arsitektur pembangunannya, atau ornamennya. Terutama gedung-gedung di Eropa yang terkenal karena sejarahnya. Tidak terkecuali gedung-gedung bersejarah di Spanyol.

Spanyol yang merupakan negara terbesar kelima di Eropa, memiliki bangunan-bangunan indah dengan arsitektur yang khas. Nah, berikut ini beberapa gedung bersejarah yang ada di negara Spanyol.


1. Old Town of Ávila




Ávila merupakan salah satu gedung bersejarah yang terkenal di abad pertengahan sekitar tahun 1090 dengan julukan kota bertembok raksasa. Di dalam Ávila ini banyak patung-patung dan lukisan yang menarik sedangkan bagian luar bangunan dilindungi oleh benteng dan 2 menara.

Bahan bangunan Ávila adalah granit cokelat dengan konstruksi bangunannya terdiri atas 88 menara dan 9 pintu gerbang.


2. Alhambra


bangunan spanyol 2

Alhambra merupakan istana peninggalan Bani Ummayah yang terletak di bukit La Sabica. Alhambra berarti Istana Merah karena hampir seluruh bagian bangunan yang didirikan oleh Sultan Muhammad bin Ahmar, raja bangsa Moor yang berasal dari Afrika Utara, ini berwarna merah. Bangunan Istana ini berupa halaman persegi yang indah dengan banyak air mancur.

Salah satu struktur terpentingnya adalah menara La Vela, yang menawarkan pemandangan indah dari ketinggian. Ciri khas bangunan Alhambra adalah ornamen huruf Arab yang mewarnai dinding bagian dalam, bertuliskan “Laaghalibailallah” atau berarti tiada kejayaan selain Allah.


3. Torre del Oro




Torre del Oro dikenal dengan nama Gold Tower. Torre del Oro adalah Menara intai militer pada sebuah benteng pertahanan yang menghubungkan Alcazares dan dermaga. Tahun 1220-1221 bangunan ini pertama kali dibangun oleh Gubernur Abul-Ula.

Nama Torre del Oro sendiri berasal dari lantai bangunanya yang terbuat dari emas. Sekarang Torre del Oro dimanfaatkan sebagai museum Maritim dan menjadi salah satu landmark kota Sevilla.


4. Mezquita


bangunan spanyol 3

Mezquita biasa dikenal dengan Masjid Katedral (Cordoba). Awalnya Mezquita dijadikan tempat pemujaan kaum Pagan yang diambil alih oleh gereja Kristen visi gothic dengan menambahkan unsur gothic ke tengah-tengah bangunan, sehingga seperti ada gereja dalam masjid.

Kemudian saat bangsa Moors menduduki Spanyol (Andalusia), bangunan ini diubah menjadi Masjid. Masjid Mezquita sekarang dijadikan salah satu Warisan Dunia PBB dan dikenal sebagai Masjid tercantik dan terbesar di dunia.


5. Giralda



Giralda merupakan simbol paling terkenal di Sevilla, dikarenakan ukurannya yang sangat besar, dengan luas wilayah 13,61 meter persegi dan tinggi 42 meter. Giralda merupakan elemen masjid berupa menara masjid yang awalnya adalah Cathedral of Seville.

Di sana terdapat makam Colombus. Menara ini juga menawarkan pemandangan yang luar biasa. Orange Tree Courtyard, dalam gaya Almohad dengan kolam di salah satu sisinya.


6. Reales Alcazarez




Reales Alcazarez adalah istana yang dibangun tahun 913, pada masa pemerintahan oleh Abd Al Ramn III. Ciri khas dari bangunan ini adalah kamar yang banyak, teras, dan ruangan yang bervariasi dengan gaya Islam neoklasik.

Istana yang memiliki konstruksi kokoh ini merupakan istana kerajaan tertua yang masih digunakan di Spanyol dan didaftarkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1987 bersama dengan Katedral Sevilla dan Arsip Umum Hindia.



Nah, itulah beberapa Gedung bersejarah di Spanyol. Setiap bangunan memang memiliki cerita dan daya tarik tersendiri. Mungkin ada yang berencana mengunjungi negara Spanyol untuk berlibur? Seperti Robert Langdon dalam Origin yang bertualang di Spanyol untuk memecahkan sebuah misteri.



  [Oleh : Widia]
0

Artikel, Info

Penerbit Buku Dilan  
Ikuti Kompetisi Vlog Milea, yuk! Kamu bebas mengekspresikan kreativitas kamu dalam kompetisi vlog ini selama berhubungan dengan kisah Dilan dan Milea. Boleh berupa review novel (Dilan 1, Dilan 2 dan atau Milea), cerita pengalaman mendapatkan novel, visualisasi cerita dalam novel, musikalisasi puisi, cover lagu-lagu Dilan, apapun.

Media: Video Boleh menggunakan alat perekam video apa saja asalkan jelas Channel: Youtube Juri akan menilai dari akun youtube kamu, sebaran di akun social lainnya menambah poin kamu Periode Lomba: 16 Oktober – 25 Desember 2016 Syarat Kompetisi:

  1. Peserta memiliki akun Youtube.
  2. Kompetisi ini boleh diikuti oleh perseorangan atau kelompok.
  3. Peserta mengirimkan profil atau biodata diri/kelompok dan link vlog ke [email protected] dengan subject “Kompetisi Vlog Milea”.
  4. Peserta boleh mengirimkan lebih dari 2 vlog.
  5. Durasi vlog maksimal 5 (lima) menit.
  6. Peserta wajib memfollow Twitter, Instagram dan akun Youtube @PenerbitMizan.
  7. Share shortlink vlog kamu di Instagram dan Twitter dengan mention Instagram dan Twitter @PenerbitMizan.
  8. Peserta harus menyertakan tagar #KompetisiVlogMilea dalam caption video di Youtube dan social media lainnya.
  9. Vlog tidak boleh bermuatan politik dan SARA, atau memojokkan individu/golongan tertentu, tidak melanggar hukum dan tidak melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun.
  10. Penerbit Mizan berhak untuk mendiskualifikasi peserta dan/atau pemenang yang dianggap melanggar sebagian atau seluruh syarat dan ketentuan kompetisi ini.


Hadiah
:

Favorit 1 : Rp 5,000,000,- + Kaos & CD lagu Dilan + Voucher Kantinnasion

Favorit 2 : Rp 3,000,000,- + Kaos & CD lagu Dilan + Voucher Kantinnasion

Favorit 3 : Rp 1,000,000,- + Kaos & CD lagu Dilan + Voucher Kantinnasion


Informasi: Twitter @PenerbitMizan Instagram @ PenerbitMizan



Ini yang udah ikutan (Restu Firman Sari dari Bogor), cek videonya di bawah ini:


0

X