fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel
Wonder Woman 1984 yang disutradarai oleh Petty Jenkins menjadi salah satu film yang mungkin ditunggu oleh banyak orang pada tahun 2019. Film pertamanya yang sukses besar menjadi barometer film-film bertema pahlawan super lainnya dan membuat setiap orang yang menontonnya mengidolakan dan ingin menjadi tokoh komik DC tersebut.

Wonder Woman yang merupakan salah satu pahlawan besar dari DC Comics bahkan termasuk dalam trinity, yaitu tiga pahlawan paling besar dari DC, bersama Batman dan Superman. Tapi, menjadi pahlawan besar dengan kekuatan hebat bukan berarti kehidupannya selalu mudah. Selain harus menjaga identitas rahasianya dengan hidup seperti orang pada umumnya, dia juga harus melindungi masyarakat dari segala bahaya. Ditambah lagi, kebanyakan masalah yang dihadapi oleh pahlawan super berasal dari musuh yang juga mempunyai kekuatan super. Wonder Woman sebagai pahlawan super juga memiliki banyak musuh. Mari kita bahas 5 musuh terberat yang pernah dihadapi oleh seorang Wonder Woman.

Sebelumnya, perlu dicamkan bahwa artikel ini mungkin mengandung spoiler. Read at your own risk!


1. Circe



Sesuai dengan penggambarannya dalam mitologi Yunani, Circe adalah seorang penyihir yang kuat. Dia aslinya adalah seorang putri di kerajaan Colchis. Dia kemudian menetap di sebuah pulau kecil bernama Aeaea. Circe yang mendambakan kekuatan sihir yang hebat, memikat para pelaut agar datang ke pulau kecilnya dan melakukan percobaan pada mereka. Karena belum puas, dia pun berdoa, dan doanya dijawab oleh Hecate yang mempunyai dendam pada dewa-dewi Olympus. Hecate memberinya keabadian, kecantikan, dan kekuatan yang besar.

Dalam epik Odyssey karya Homer, Circe menahan pasukan Odiseus dan mengubah mereka menjadi babi. Beastiamorphic atau menyihir orang menjadi hewan adalah salah satu kekuatannya. Pada dasarnya, kekuatan Circe merupakan sihir, jadi dia hampir bisa melakukan segala hal, seperti mengendalikan pikiran, mengubah sebuah objek menjadi apapun yang dia inginkan, menembakkan sihirnya sehingga menjadi sebuah ledakan, atau teleportasi.

Dalam komik, Circe dan Wonder Woman terlibat banyak konflik. Salah satunya adalah karena Circe percaya bahwa Wonder Woman adalah bagian dari ramalan yang akan memberinya kekuatan besar. Saat terjadi konflik antara Amerika Serikat dengan Amazon, Circe memanipulasi kedua kubu agar bisa mengendalikan rudal nuklir dan mengarahkannya ke Themyscira. Pasti menarik ya, kalau Circe muncul di film.


2. Giganta



Mempunyai nama asli Doris Zuel, Giganta adalah seorang ilmuwan yang memiliki kecerdasan level intelek. Sebelum dia menjadi penjahat yang dikenal dengan nama Giganta, Doris Zuel mengidap penyakit darah yang mematikan. Dia berniat untuk memindahkan kesadarannya kepada Wonder Woman melalui sebuah mesin yang ada di fasilitas tempat dia bekerja. Namun sayang, rencananya tersebut digagalkan oleh Wonder Girl di tengah jalan dan akhirnya Zuel dianggap sudah mati, tapi sebenarnya kesadaran Zuel berada dalam mesin. Kesadaran tersebut dipindahkan oleh asistennya kepada seekor gorilla betina bernama Giganta. Itulah asal-usul nama Giganta.

Lalu, agar bisa kembali lagi ke dalam tubuh manusia, Zuel menculik seorang pekerja sirkus bernama Olga. Setelah berhasil memindahkan kesadarannya ke dalam tubuh Olga, tubuh Zuel bisa berubah menjadi raksasa. Dengan tubuh raksasanya, Giganta juga memiliki kekuatan dan ketahanan tubuh yang hebat. Sebelum ini, meskipun memiliki kecerdasan level intelek, saat Giganta berubah menjadi raksasa, kecerdasan itu menurun. Sekarang, meskipun Giganta menjadi raksasa, kecerdasannya tidak akan berubah.
Sepertinya akan sangat menarik melihat Doris Zuel atau Giganta muncul di film Wonder Woman terbaru. Pasti seru melihat Gal Gadot bertarung dan memperlihatkan kekuatan yang tidak kalah hebat dengan seseorang yang bisa menjadi raksasa.


3. First Born



Di film pertamanya, Wonder Woman melawan Ares, sang dewa perang. Bagaimana kalau di film keduanya, Wonder Woman kembali melawan musuh yang juga memiliki kekuatan dewa? Kalau begitu, First Born adalah pilihan yang paling tepat. First Born adalah anak pertama dari Zeus dan Hera, namun saat dia lahir, ada ramalan menyatakan bawa dia akan mengambil alih takhta Olympus dari ayahnya dan membuat mayat keluarganya berserakan. Saat itu juga, Zeus menyuruh seorang penyihir untuk membunuh bayi tersebut, namun Hera meminta sang penyihir agar tidak membunuhnya. Akhirnya First Born ditinggalkan di Afrika.

Walaupun hanya seorang bayi, First Born bisa mengendalikan sekawanan hyena untuk membawakannya makanan. Seiring bertumbuh dewasa, First Born juga menjadi sangat kuat dan belajar tentang asal muasalnya. Dengan pasukan manusia hyena-nya, First Born melakukan penaklukan dan menyerang Olympus. Namun sayangnya, First Born kalah dengan telak dan Zeus mengubur dia dalam kerak bumi.

Setelah berhasil keluar dari kerak Bumi, First Born, ditolong oleh Cassandra, kembali mencoba untuk menaklukkan Olympus. Jika First Born adalah keturunan pertama Zeus, maka untuk mengalahkannya dibutuhkan kekuatan dari Last Born atau keturunan terakhir Zeus, yaitu Wonder Woman. Namun kekuatan First Born terlalu kuat bahkan bagi Wonder Woman. Satu-satunya cara Wonder Woman mengalahkannya adalah dengan melemparnya dari Olympus.


4. Ares



Musuh dari film pertama Wonder Woman tahun 2017 ini pasti sudah tidak asing lagi bagi para penggemar filmnya. Semua orang tahu bahwa Ares adalah Dewa Perang, anak dari Zeus dan Hera. Meskipun dia adalah salah satu dari dewa utama, Ares tidak pernah merasa cocok tinggal bersama dewa-dewi lainnya. Dia hidup dengan memanfaatkan energi yang didapat dari peperangan manusia. Sudah bisa dipastikan jika ada perang, di situ ada Ares.

Sebagai dewa perang, tentunya Ares mempunyai kekuatan yang sangat besar. Selain kemampuan bertarungnya yang di atas rata-rata, Ares juga mempunyai kemampuan lain, di antaranya memanipulasi kegelapan, mencuci otak, necromancy, metamorphosis, dan masih banyak lagi. Dengan bergam kemampuannya itu, Ares adalah musuh yang sulit untuk ditumbangkan.

Akan sangat menarik sepertinya jika melihat kembali kemunculan Ares di film Wonder Woman atau Superhero DC lainnya. Karena Ares merupakan personifikasi perang itu sendiri. Selain itu, menarik sekali untuk melihat bagaimana sepak terjang Wonder Woman jika harus melawan Ares lagi.


5. Cheetah



Memiliki nama asli Barbara Ann Minerva, Cheetah adalah seorang arkeolog berkebangsaan Inggris yang terkenal dengan reputasinya melakukan apapun untuk mengamankan sebuah artifak. Barbara sendiri lahir sebagai pewaris keluarga dengan sejarah panjang di Notthinghamshire. Nasibnya berubah ketika ekspedisinya mencari kota hilang Urzkartagan. Saat timnya dikhianati oleh pemandu mereka dan diserang oleh orang Urzkartagan, Barbara, bersama dengan rekannya Dr. Leaven, berhasil selamat dan menemukan kota hilang tersebut. Setibanya di sana, dia melihat sebuah upacara yang akan mengubah seorang wanita menjadi avatar dewi cheetah. Desa tersebut diserang sebelum ritual berakhir, tapi sekali lagi Barbara selamat dan menyelamatkan seorang pendeta.
Dalam persembunyian, Barbara menerima persyaratan untuk menjadi Dewi Cheetah. Dari situ dia mendapatkan keabadian, kekuatan dan kecepatan super, serta kemampuan-kemampuan lainnya. Semua kemampuan itu membuatnya menjadi sangat kuat, bahkan dia bisa berduel seimbang dengan Wonder Woman.

Konflik pertama yang membuatnya mengejar Wonder Woman adalah karena dia ingin mencuri salah satu senjata milik putri Amazon ini, yaitu Lasso Of Truthatau Laso Kebenaran. Selain itu, musuh Wonder Woman yang satu ini disebut-sebut akan memulai debut layar lebarnya di film Wonder Woman 1984 mendatang. Sudah tidak sabar ya, untuk melihat aksinya di layar lebar.

[Oleh: Logika Anbiya]


Baca juga: Di balik Kisah Wonder Woman dan Batman Muda
Baca juga: Sebelum Gal Gadot, Berikut Daftar Wanita yang Pernah Memerankan Wonder Woman

0

Artikel
Kalau ditanya ingin liburan ke mana, pasti jawaban setiap orang berbeda. Namun setelah menonton film Wonder Woman yang rilis pada 2017, orang-orang dijamin jadi ingin berlibur ke Yunani. Memang, superhero wanita dari DC Comic yang diciptakan oleh Charles Moulton dan dipublikasikan pertama kali pada tahun 1941 ini memiliki asal muasal dan hubungan dengan mitologi Yunani. Kalau Yunani terlalu besar untuk dijelajahi dalamn sekali perjalanan, bagaimana kalau pergi ke salah satu kotanya saja yaitu Athena?

Banyak sekali tempat yang bisa kita kunjungi di Athena. Kota ini dulu menjadi gudangnya filsuf dan tempat terciptanya sistem negara yang dipakai hampir di seluruh dunia, yaitu demokrasi. Berikut ini rekomendasi lima tempat yang wajib dikunjungi di Athena.


1. Syntagma Square



Tempat yang namanya bisa diterjemahkan menjadi Constitution Square atau Alun-alun Konstitusi ini terletak di 19th Century Old Royal Palace, tempat parlemen Yunani sejak 1934. Nama Syntagma mengacu pada lingkungan sekitar alun-alun. Di sini, para pengunjung bisa belajar tentang sejarah konstitusi pertama Yunani.
Alun-alun Syntagma ini sendiri dibangun ketika awal abad ke-19 setelah Raja Otto memindahkan ibu kota kerajaan Yunani yang baru berdiri dari Nafplio ke Athena tahun 1834. Sebelumnya, alun-alun ini diberi nama Palace Square atau Alun-alun Istana karena istana kerajaan Raja Otta dibangun di sini. Sebelumnya istana tersebut memang akan dibangun di Alun-alun Omonoia di utara Athena, namun lokasi Alun-alun Syntagma dinilai lebih cocok dan akhirnya istana tersebut dibangun di sebelah utara alun-alun ini.

Pemberontakan militer tahun 1843 di ibu kota Yunani yang dipimpin oleh Dimitros Kallergis mendesak Raja Otto untuk mengasahkan Konstitusi Pertama Yunani di depan istananya. Dengan desakan tersebut, akhirnya Raja Otto terpaksa mengesahkan konstitusinya. Dari kejadian tersebut, nama Palace Square diganti menjadi Constitution Square atau Syntagma Square.


2. Akropolis Athena


Tempat yang penuh dengan peninggalan sejarah masa lalu Yunani ini salah satu tempat yang kalau tidak dikunjungi akan membuat orang menyesal di kemudian hari. Karena selain menyuguhkan pemandangan yang indah, di sini juga para pengunjung bisa belajar tentang sejarah Yunani kuno. Tempat ini juga sering disebut Kekropeia, yang merujuk pada nama raja pertama Athena yang dalam mitologi disebutkan berwujud setengah ular.

Kata Akropolis sendiri berarti sebuah benteng, atau pemukiman yang berada di tempat yang tinggi. Istilah tersebut terdiri dari dua kata dalam Bahasa Yunani yaitu akro (acro) yang berarti sebuah tempat yang tinggi dan polis yang berarti sebuah kota.

Akropolis Athena adalah yang terbesar dibandingkan acropolis lainnya. Akropolis Athena ini juga merupakan salah satu situs peninggalan sejarah di Yunani dan Eropa. Terbukti, Akropolis Athena dinyatakan sebagai monumen unggulan dalam daftar monumen Pusaka Budaya Eropa pada 26 Maret 2007. Selain itu juga, tempat ini adalah Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Di dalam akropolis ini juga terdapat beberapa tempat lainnya yang wajib untuk dikunjungi. Seperti Museum Akropolis Athena. Di situ para pengunjung bisa belajar lebih banyak dan melihat artefak yang tersisa di Akropolis ini.


3. Ancient Agora of Athens



Siapa yang suka dengan mitologi Yunani atau sekedar hanya ingin tahu? Atau mungkin mau menggali lebih dalam agar bisa lebih paham juga dengan cerita Wonder Woman? Tempat ini adalah yang paling pas untuk dikunjungi. Lokasi Agora Kuno ini ada di arah barat laut Akropolis. Agora kuno ini juga sudah ada sejak zaman Sebelum Masehi. Dibuktikan dengan ditemukan banyak peninggalan sisa dari abad ke2-7 Sebelum Masehi. Semua peninggalan, seperti koin, guci, patung, dsb, sudah dimuseumkan di Museum of the Ancient Agora. Di area ini juga terdapat sebuah kuil yang didedikasikan untuk dewa Hepaestus, yaitu dewa pandai besi.
Penggalian situs ini pertama kali dilakukan pada tahun 1931 oleh American School of Classical Studies at Athens yang dipimpin oleh Leslie Shear, Sr. Lalu pada tahun 1950 Stoa Attalus direkruntruksi di area timur Agora kuno ini. Stoa adalah sebuah teras gaya Yunani yang biasanya dipakai orang-orang untuk berkumpul. Istilah stoa juga dipakai untuk menamai sebuah aliran filsafat yaitu Soticism.


4. Lycabettus Hill



Tempat yang satu ini sangat cocok untuk orang-orang yang suka melihat pemandangan kota dari atas bukit, karena Bukit Lycabettus ini merupakan titik tertinggi di Athena. Banyak sekali yang bisa dilihat dari sini, seperti Stadium Panathianiko, Kuil Zeus, hingga Akropolis.

Bukit Lycabettus ini beberapa kali juga disebutkan dalam legenda dan mitologi. Salah satu cerita mengatakan bahwa bukit ini adalah tempat serigala bernaung. Dalam Bahasa Yunani serigala berarti lycos. Beberapa orang percaya itulah asal mula nama Lycabettus atau bisa diartikan menjadi perbukitan yang ditapaki oleh serigala. Sedangkan dalam mitologi, bukit ini diciptakan oleh Dewi Athena yang tidak sengaja menjatuhkan gunung kapur yang dia bawa dari Semenanjung Pallene untuk membangun Akropolis.


5. Parthenon



Kuil yang satu ini wajib sekali dikunjungi kalau pergi ke Athena. Kuil ini terletak di areal situs Akropolis. Dibangun abad 447 sebelum masehi dan baru rampung abad 432 Sebelum Masehi, monument yang luar biasa ini dianggap sangat penting karena menjadi simbol Yunani Kuno, demokrasi Athena, dan peradaban Barat.
Kuil ini dulunya adalah kuil yang didedikasikan kepada Dewi Athena. Sebelum menjadi kuil Parthenon, kuil ini disebut kuil Athena, namun hancur saat invasi orang Persia. Lalu pada masa penaklukan dinasti Ottoman awal abad ke-15, kuil ini juga sempat menjadi sebuah masjid.

Wah, menarik kan, tempat-tempat yang ada di Athena. Sebenarnya masih banyak lagi tempat yang lebih menarik, tapi sisanya bisa dijelajahi sendiri setelah tiba di Athena.



[Oleh: Logika Anbiya]


Baca juga: Di Balik Kisah Wonder Woman dan Batman Muda


Baca juga: Sebelum Gal Gadot, Berikut Daftar Wanita yang Memerankan Wonder Woman


Baca juga: 8 Fakta Tersembunyi Wonder Woman
0

Artikel
Siapa di antara kalian yang belum mengenal sosok Marie Lu? Sebelumnya, kita telah membahas 7 fakta . Namun rasanya ketika berbicara mengenai penulis cantik ini, tidak lengkap kalau kita tidak membahas mengenai karya-karyanya yang cukup fenomenal. Apa saja ya, karya yang pernah ditulis seorang Marie Lu?


Marie-Lu


  • Seri Legend


Novel Seri Legend Marie Lu

Ketika menyebut nama Marie Lu, mungkin sebagian dari kalian akan teringat salah satu seri Distopia terbaik ini. Legend merupakan karya pertama Marie Lu yang diterbitkan, dan memiliki dua sekuel, yakni Prodigy dan Champion.

Karya ini merupakan salah satu karya terbaik Marie Lu yang mendapatkan nominasi dan memenangi berbagai ajang penghargaan, di antaranya adalah  Rhode Island Teen Book Award Nominee (2013), Milwaukee County Teen Book Award Nominee (2013), The Inky Awards Nominee for Silver Inky (2012), California Young Readers Medal Nominee for Young Adult (2015), Lincoln Award Nominee (2014), Missouri Truman Readers Award (2014), Goodreads Choice Award Nominee for Young Adult Fantasy and Science Fiction (2012) dan  Rebecca Caudill Young Readers’ Book Award (2015).

 

Seri Legend juga kerap masuk ke jajaran New York Times Best Seller, sehingga tidak heran jika produser film pun tertarik untuk mengangkat seri ini ke layar lebar. Saat ini, BCDF Pictures memegang hak atas produksi film ini. Kita doakan ya, semoga Legend segera diproduksi filmnya.

 

Seri Legend menceritakan tentang masa perang saudara di Amerika antara Wilayah Republik di Barat dan Koloni di Timur, tepatnya pada tahun 2130. Seolah tidak cukup dengan adanya Perang Saudara, rakyat Republik di rumah-rumah kumuh harus menghadapi wabah penyakit dan konflik kesenjangan sosial.

 

Day, seorang warga miskin Republik, mempunyai puluhan catatan kriminal dan tak punya rekaman sidik jari maupun potret diri. Selama lima tahun, pemuda itu menjadi buronan paling dicari, terlebih setelah dia dituduh membunuh Metias, salah satu tentara militer Republik.

 

June, adik perempuan Metias dari ranah elite dan calon prajurit militer, bersumpah untuk memburu Day demi membalas dendam atas kematian kakaknya, sekaligus mengabdi pada Republik. Namun, kenyataan berkata lain saat June dan Day saling jatuh cinta.

 

Di sini kita akan melihat bagaimana perjuangan keduanya untuk membalas dendam kepada pemerintah Republik yang mengakibatkan mereka kehilangan keluarga. Keistimewaan novel ini ada pada world building-nya dan juga alur serta plot yang kuat. Walaupun unsur romansa masih jelas terlihat, itu tidak menjadi fokus utama dalam seri ini.

 

Begitu banyaknya penggemar seri Legend di seluruh dunia membuat novel ini tidak hanya diterbitkan dalam bentuk novel, namun juga graphic novel. Jadi kita dapat melihat ilustrasi Day dan June, yang digarap oleh Kaari atau Karina Kusuma, ilustrator asal Jakarta, Indonesia.


Tidak hanya itu, Marie Lu juga telah menulis novella dari seri ini. Novella pertama adalah Life Before Legend yang mengisahkan tentang masa kecil June dan Day. Kemudian dilanjutkan dengan Life After Legend bagian I dan II yang dimuat di dalam novel Warcross dan Wildcard.


Namun, kisah Day dan June tidak berhenti sampai di situ, baru-baru ini, Marie Lu kembali mengumumkan bahwa dia akan menuliskan kelanjutan seri Legend yang akan dimuat ke dalam buku ke-4. Seperti apa ya, kelanjutannya? Mari kita tunggu di tahun 2019.

  • Seri The Young Elites


Buku Seri The Young Elites Marie Lu

Seorang Marie Lu tidak akan berpuas diri pada satu genre tertentu. Melanjutkan kesuksesan seri Legend, Marie Lu kembali dengan genre fantasi yang dituangkan ke dalam kisah seri The Young Elites series.

 

Seri ini merupakan kisah High (Dark) Fantasy yang tertuang dalam tiga buku, yakni The Young Elites, The Rose Society dan The Midnight Star.

Novel ini mengisahkan tentang suatu bangsa yang terserang  wabah penyakit. Orang-orang dewasa yang tak sanggup melawan wabah tersebut meninggal. Sementara anak-anak yang selamat harus menanggung sebuah “tanda” dan memiliki kekuatan supernatural. Mereka disebut “Malfetto” atau titisan iblis, karena kekuatan tersebut dianggap berbahaya bagi orang lain.

 

Kekuatan tersebut menimbukan perpecahan pada bangsa tersebut. Para Malfetto dijauhi dan bahkan berusaha untuk dimusnahkan oleh pihak Kerajaan. Hal ini membuat para Malfetto, dan sebagian dari mereka membentuk kelompok elite untuk menentang Kerajaan.

 

Keunikan dari seri ini adalah Marie Lu yang berusaha untuk menjadikan anti hero sebagai tokoh utamanya. Dan banyak sekali kekuatan-kekuatan yang dikisahkan di novel ini. Seri ini mungkin merupakan seri terkelam dari Marie Lu. Jangan lupa untuk menyediakan tisu ya, ketika kalian ingin menamatkan seri ini.

 

Sama dengan seri pendahulunya, The Young Elites juga mendapatkan berbagai nominasi dan penghargaan. Bahkan rumah produksi ternama, Fox dan Temple Hill (rumah produksi yang menangani film The Maze Runner)  juga telah membeli hak adaptasi filmnya. Marie Lu juga sudah memroses screenplay-nya. Wah, kita lihat ya, seri apa yang akan lebih dulu tayang di layar lebar.


Seri Warcross


Buku Seri Warcross Marie Lu

Genre distopia dan fantasi telah dijelajahi Marie Lu. Namun rasanya kreativitas penulis ini tidak berhenti sampai di situ. Kali ini, tema video game dan genre science fiction yang dipilih Marie Lu sebagai seri ketiga yang diterbitkan. Tidak mengherankan bagi Marie Lu untuk menuliskan kisah tentang gamers, mengingat dia pernah bekerja di industri video game dan dia juga menjadi gamer di sela waktu luangnya.

 

Warcross, dwilogi yang mengisahkan tentang sebuah teknologi virtual game yang diciptakan oleh Hideo Tanaka. Teknologi ini disebut Warcross, di mana para penggunanya dapat masuk ke dalam dunia virtual, menciptakan karakter mereka sendiri dan bahkan bertarung antara satu dan lainnya. Mereka berkelompok dan berusaha saling menantang. Awalnya semua tampak baik-baik saja, namun ternyata penciptaan Warcross ini memiliki misteri tersendiri, dan ada pihak-pihak lain yang berusaha untuk menjatuhkan Warcross dan bahkan membunuh penciptanya.

 

Kita akan diajak berkelana masuk ke dalam dunia virtual ini, banyak kejutan-kejutan yang muncul serta tokoh-tokoh yang mencuri perhatian. Novel Warcross ini dilanjutkan oleh sekuelnya Wildcard yang mulai meluas ke dalam tema Artificial Intelligence.

 

Mengikuti karya-karya Marie Lu pendahulunya, Warcross juga masuk ke dalam jajaran New York Times Best Seller selama beberapa minggu di tahun perilisannya.

 

Warcross juga meraih berbagai penghargaan sastra, seperti: An Amazon Editor’s Favorite YA Book for Fall 2017, An Amazon Best YA Book of 2017, A Kirkus Best Teen Book of 2017, A Publishers Weekly Best YA Book of 2017, A Barnes & Noble Best Book of 2017 dan masih banyak lainnya.

 

Pada versi ARC-nya, Wildcard telah mendapatkan review yang sangat positif dari para kritikus novel. Salah satunya dari Kirkus Review yang menyebutkan bahwa Wildcard merupakan “A fast, intense, phenomenal read.


  • Batman: Nightwalker


batman-nightwalker

Sebagai salah satu penulis novel Young Adult terkemuka, baru-baru ini Marie Lu dan beberapa penulis lainnya, Sarah J Maas, Leigh Bardugo, dan Matt de La Pena, ditunjuk oleh Random House Books for Young Readers untuk mengangkat kehidupan remaja para Superhero DC ke dalam karakter novel. Marie Lu pun mendapat bagian untuk menuliskan kisah Batman.

Batman: mengisahkan tentang komplotan Nightwalker yang meneror Kota Gotham,
di mana Bruce Wayne menjadi target utama mereka. Di balik topeng Batman, Bruce Wayne adalah pemuda gegabah yang bersedia melanggar aturan demi seorang gadis yang mungkin musuh terburuknya. Bruce baru menginjak usia ke delapan belas dan mewarisi harta keluarga, beserta akses ke dalam Tech Industries dan berbagai perangkat canggih kegemarannya. Namun dalam perjalanan pulang dari pesta ulangtahunnya, Bruce melakukan sesuatu yang membuatnya dihukum menjalani pelayanan masyarakat di Arkham Asylum, penjara terkenal tempat para kriminalis paling keji ditahan.


Salah satu tahanan di Arkham adalah Madeleine Wallace, gadis pembunuh yang memiliki hubungan dengan komplotan Nightwalker. Madeleine yang misterius hanya mau berbicara pada Bruce. Namun apakah Bruce berhasil meyakinkan Madeleine untuk membeberkan rahasianya, atau malah dia yang memberi gadis itu informasi yang dapat membawa Kota Gotham ke dalam kehancuran?

 

Menarik ya, dengan adanya Batman: Nightwalker, Marie Lu semakin membuktikan bahwa dia adalah penulis yang serbabisa. Karena terbukti nyaris berbagai genre telah dia coba, dan semuanya menunjukkan kesuksesan, bahkan beberapa di antaranya akan diangkat ke dalam layar lebar.

 

Lalu, menurut kalian, seri apakah yang menjadi karya terbaik dari seorang Marie Lu?




[Oleh: Ade Nurmarita]



Baca juga: 7 Fakta Marie Lu, Rising Star di Genre Fantasi


Baca juga: Wow! Marie Lu Tak Hanya Jago Nulis, Tapi Juga Jago Gambar
0

Artikel

Kemerdekaan berarti keadaan berdiri sendiri, bebas, lepas, dan tidak terjajah. Kemerdekaan bukan hanya berarti kebebasan suatu Negara terhadap Negara lain yang menjajahnya. Melainkan juga kemerdekaan mengenai kebebasan hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan hal lainnya. Tugas memperjuangkan kemerdekaan tidak pandang bulu, baik laki-laki atau perempuan, muda atau pun tua, berkewajiban melakukannya.

Selain Ahed Tamimi, gadis berani yang menjadi ikon perlawanan Palestina terhadap Israel, terdapat juga wanita-wanita pejuang kemerdekaan di berbagai dunia. Ada wanita yang ikut bertempur langsung di medan perang, ada pula yang menjadi penasehat dan melakukan diplomasi politik dalam mewujudkan kemerdekaan.

Berikut ini 7 wanita pejuang kemerdekaan dari berbagai Negara di dunia.

  1. Joan of Arc

    Joan of Arc - Buku Ahed Tamimi

    Jeanne d’Arc atau yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Joan of Arc, merupakan pahlawan Negara Perancis. Dalam agama Katolik, dirinya dianggap sebagai seorang yang suci dan dijuluki La Pucelle yang berarti sang dara atau sang perawan. Joan of Arc mengaku mendapat pencerahan yang dipercayainya berasal dari Tuhan.

    Hal itu digunakan untuk membangkitkan semangat pasukan Charles VII dalam upaya merebut kembali bekas wilayah kekuasaan Perancis yang dikuasai Inggris dan Burgundi pada masa Perang Seratus Tahun.

    Joan of Arc menjadi terkenal karena perjuangannya yang berhasil membebaskan kota Orleans dalam waktu hanya sembilan hari. Strategi peperangan yang dianut Joan of Arc berbeda dengan pasukan lainnya yaitu penyerangan frontal terhadap benteng pertahanan musuh.

  2. Loretta Perfectus Walsh

    Loretta Perfectus Walsh-Buku Ahed Tamimi

    Loretta Perfectus Walsh merupakan wanita pertama yang terdaftar sebagai seorang tentara Angkatan Laut Amerika Serikat. Loretta menjadi salah satu ahli strategi pertempuran laut yang ikut andil dalam pertempuran melawan Jerman di front Pasifik. Loretta berhasil menumbangkan  lima kapal tempur pada perang laut dengan Jerman.

    Di saat wanita lainnya terjun sebagai perawat, Loretta mengambil pilihan yang berbeda. Pada awal tahun 1917, Loretta mendaftarkan dirinya di Angkatan Laut menjadi seorang Yeomanettes  yang bertugas dalam posisi administratif. Loretta merupakan wanita pertama penerima hak dalam Dunia Perang Pertama dengan manfaat dan tanggung jawab yang sama dengan pria, termasuk bayaran yang sama.

  3. Djamila Bouhired


    Djamila Bouhired - Buku Ahed Tamimi

    Wanita asal Aljazair ini melakukan perlawanan terhadap pendudukan Prancis di Aljazair. Bersama para mahasiswa Aljazair lainnya, Djamila tergabung dalam front pembebasan Aljazair. Tak hanya melalui jalur diplomasi, Djamila kerap aktif dalam jalur baku tembak dengan  pasukanPrancis.

    Djamila yang lahir dari keluarga menengah, mendapatkan hak pendidikannya di sekolah Prancis. Kala itu, ketika semua murid Aljazair harus mengulang sebuah kalimat “France is our mother“, Djamila menolak dan meneriakkan “Algeria is our mother” yang membuat dirinya dihukum. Sifat nasionalisme Djamila berkembang dari keluarganya.

    Kakaknya sendiri sudah tergabung dalam gerakan bawah tanah untuk kemerdekaan Aljazair.

  4. Kasturba Gandhi

    Kasturba Gandhi - Buku Ahed Tamimi

    Istri dari pemimpin gerakan kemerdekaan India, Mahatma Gandhi, ini juga mempunyai peran dalam pergerakan kemerdekaan India. Kasturba melakukan kampanye untuk memperjuangkan hak masyarakat sipil dan kemerdekaan India dari Inggris.

    Menikah di usia yang muda tidak menghalangi Kasturba untuk menjadi seorang pejuang kemerdekaan  melalui kampanye dan diplomasi politik.  Dia  bersama suaminya mengunjungi Afrika untuk menjadi aktivis di Phoenix Settlement, organisasi yang mengurus persamaan hak dan kewajiban kerja bagi masyarakat India di Afrika Selatan.

    Bekerja bersama suaminya membuat sosok Kasturba dikagumi dan memberikan inspirasi untuk wanita-wanita India lainnya dalam gerakan kemerdekaan.

  5. Dolores Huerta


    Dolores Huerta - Buku Ahed Tamimi

    Bernama lengkap Dolores Clara Fernandez Huerta, wanita kelahiran New Mexico ini merupakan pemimpin serikat buruh Amerika dan aktivis pejuang hak asasi. Bersama Cesar Chavez, dia mendirikan United Farm Workers.

    Dolores membantu mengorganisir pemogokan pekerja kebun anggur di Delano tahun 1965 di California dan menjadi pemimpin negosiator dalam kontrak  pekerja yang diciptakan setelah aksi pemogokan.

    Sepak terjang Dolores dimulai saat dirinya masih duduk di bangku sekolah Stockton High School. Aktif mengikuti berbagai klub di sekolah dan mempunyai pengalaman dibedakan karena rasnya, membuat Dolores percaya bahwa lingkungan sosial harus diubah. Dirinya terjun dalam kegiatan aktivis membela hak buruh dan telah menerima banyak penghargaan atas jasa dan usahanya.

     

  6. Laksamana Malahayati

    Laksamana Malahayati - Buku Ahed Tamimi

    Nama aslinya adalah Keumalahayati. Pejuang perempuan yang berasal dari Kesultanan Aceh. Pada tahun 1585 – 1604, Malahayati memegang jabatan sebagai Kepala Barisan Pengawal Sitana Pangila Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alaudiin Riayat Syah IV.

    Malahayati  mendapatkan gelar Laksamana setelah dirinya melakukan pertempuran satu lawan satu dengan Cornelis de Houtman di geladak kapal Belanda. Pertempuran yang pecah pada 11 September 1599, Malahayati memimpin 2000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid)berperang melawan kapal dan benteng Belanda.


  7. Raden Ajeng Kartini

    Raden Ajeng Kartini - Buku Ahed Tamimi

    Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat atau yang dikenal sebagai R.A. Kartini merupakan tokoh pejuang emansipasi wanita Indonesia semasa hidupnya. Kartini terlahir di keluarga bangsawan dengan ayahnya bernama R.M. Adipati Ario Sosroningrat dan ibunya M.A. Ngasirah.

    Sebagai seorang bangsawan, Kartini berhak untuk mendapatkan pendidikan. Saat mendapatkan pendidikan ini, Kartini belajar bahasa Belanda dan bersekolah hingga usia 12 tahun. Dari sinilah Kartini memulai sepak terjangnya menyuarakan pandangannya mengenai emansipasi wanita di tanah Jawa yang terkungkung oleh adat dan budaya.



    [Oleh: Fifi Feby Yanti]



    Baca juga: Ahed Tamimi; Remaja Asal Palestina yang Dikenal Dunia 

    Baca juga: 5 Wanita Terkuat dan Berpengaruh di Dunia

0

Artikel, Ruang Redaksi

Sebuah ruangan tanpa buku bagaikan sebuah raga tanpa jiwa.”

—Marcus Tullius Cicero


Pojok baca, atau reading nook, adalah sebuah tempat khusus yang digunakan untuk kegiatan membaca. Biasanya di pojok ini ada rak-rak berisi buku, kursi atau bantal, lampu baca, dan benda-benda lainnya yang membuat seseorang merasa nyaman dan betah berlama-lama membaca.

 

Baru-baru ini, dalam Instagram stories-nya, Marie Lu sang penulis buku Warcross dan Batman: Nightwalker berbagi foto pojok baca di rumahnya.


Pojok Baca Marie Lu

Di pojok baca Marie Lu, terlihat dua rak buku mengapit sebuah bangku panjang yang dihiasi berbagai bantal duduk dan plushies (boneka empuk). Bangku tersebut sepertinya multifungsi sebagai tempat penyimpanan juga. Kalau boleh menebak, mungkin di dalamnya berisi timbunan buku yang tidak muat ditaruh di rak.


Di dinding terpampang gambar sebuah kota entah apa, yang sepertinya cocok menjadi latar tempat The Young Elites, salah satu buku karya Marie Lu. Nuansa kelam dari gambar tersebut diimbangi dengan bantal yang berwarna-warni. Secara keseluruhan, pojok baca ini membuat orang kagum dan ingin merasakan sendiri nyamannya duduk dan membaca di sana.


Kalau kamu ingin membuat pojok baca sendiri di rumah, beberapa pojok baca berikut ini mungkin dapat memberimu inspirasi untuk berkreasi.


  1. Pojok Baca di Bawah Tangga


    Inspirasi Pojok Baca - Buku Marie Lu


    Jika rumahmu bertingkat dan ruangan di bawah tangga masih kosong, bisa diberdayakan sebagai pojok baca. Jangan lupa tambahkan lampu atau lilin-lilin dalam wadah kaca untuk membantu penerangan, terutama jika ruangan di bawah tangga tersebut tidak berada dekat dengan jendela yang menghadap ke luar.

    Penggunaan warna putih pada cat tembok dan rak buku, serta pada kursi dan bantal, akan membuat pojok baca di bawah tangga ini terkesan bersih dan modern, tidak terkesan suram dan menakutkan. Atau kalau kamu suka dengan nuansa yang lebih hangat, kamu bisa memilih perpaduan warna coklat, krem, atau merah.


  2. Pojok Baca di Samping Jendela


    Inspirasi Pojok Baca Samping Jendela - Buku Marie Lu


    Kalau di rumahmu ada jendela besar, apalagi yang di luarnya ada halaman atau pemandangan indah, kamu cukup menaruh kursi atau sofa favoritmu di sampingnya untuk membuat pojok baca. Untuk membuatmu lebih nyaman, tambahkan kursi kecil berbantal untuk menopang kaki.

    Tambahkan lampu jika dianggap perlu saja, karena pada siang hari, kamu akan mendapat penerangan alami dari sinar matahari sebagai teman membaca.

    Pojok Baca Samping Jendela

    Jika kamu suka membaca sambil minum teh, kopi, atau coklat panas, jangan lupa sediakan meja kecil di samping kursi membacamu. Tapi hati-hati, jangan menumpuk buku di atas meja dan menjadikannya sebagai alas cangkirmu… kalau tak sengaja tersenggol, bisa basah dan rusak bukunya.

    Sebagai pengganti meja kecil, kamu bisa juga menyediakan kabinet atau laci kecil. Cangkir minuman disimpan di bagian atas kabinet, sementara buku-buku bisa dimasukkan ke dalam laci di bagian bawah.


  3. Pojok Baca di Luar Ruangan


    Inspirasi Pojok Baca di Rumah - Buku Marie Lu

    Apa kamu pencinta alam yang suka membaca di bawah sejuknya pohon rindang atau dikelilingi tanaman? Kamu bisa membuat pojok baca di kebun atau halaman rumah. Tidak perlu menyediakan rak buku, untuk mencegah buku-buku cepat rusak akibat terpapar sinar matahari dan udara luar.


    Inspirasi-Pojok-Baca-Buku-Marie-Lu

    Khawatir digigit nyamuk atau serangga? Kamu bisa menyelubungkan kelambu ke pojok bacamu. Jangan lupa pula mengenakan losion anti-nyamuk, atau kamu bisa menyimpan kulit jeruk atau sereh yang sudah terbukti aromanya dapat mengusir nyamuk.


    Inspirasi-pojok-baca

    Jika kamu tidak memiliki kebun atau halaman, pojok baca bisa dibuat di balkon. Tambahkan banyak tanaman hijau, sehingga ketika matamu lelah melihat tulisan di buku yang kamu baca, kamu bisa memandang tanaman-tanaman hijau itu agar kembali merasa segar.


  4. Pojok Baca Sang Penulis

    Pojok-Baca-Marie-Lu

    Penulis yang baik adalah pembaca yang baik, jadi tidak heran jika rumah seorang penulis memiliki pojok baca dan perpustakaan sarat buku. Idealnya, pojok baca seorang penulis punya area terpisah untuk membaca dan menulis. Ini untuk memisahkan antara kegiatan bekerja dan kegiatan santai.

     

    Rak buku seorang penulis tidak hanya berisi buku-buku yang dibaca untuk hiburan, melainkan juga buku-buku referensi, seperti kamus atau ensiklopedia.


  5. Pojok Baca Anak-Anak

    Inspirasi Pojok Buku Baca Anak

    Kebiasaan membaca memiliki banyak sekali manfaat. Beberapa di antaranya, seperti dilansir dari kompas.com, adalah untuk menstimulasi mental, mengurangi stres, memperbanyak kosakata, memperbaiki memori, melatih kemampuan berpikir, meningkatkan konsentrasi, dan melatih keterampilan menulis. Oleh karena itu, amat penting untuk menanamkan kecintaan akan baca buku sejak dini.

     

    Kamu punya anak, adik, atau adik sepupu yang masih kecil? Ajaklah dia untuk membuat pojok baca. Pojok baca untuk anak-anak harus dibuat semenarik mungkin, dengan pilihan warna kursi dan bantal yang cerah ceria.

     

    Rak bukunya tidak perlu terlalu banyak dan padat isi. Karena buku-buku anak biasanya tipis dan sarat ilustrasi berwarna, kamu bisa susun buku-bukunya menghadap ke depan agar desain sampulnya terlihat dan menarik minat anak untuk membacanya. Perlu diingat juga untuk tidak terlalu tinggi memasang raknya, agar buku-bukunya mudah dijangkau anak-anak.

     

    Sebagai pemanis pojok baca anak, kamu bisa menghias dindingnya dengan stiker atau gambar hasil karya sang anak, dan menyelipkan beberapa mainan di antara buku-buku di rak.

    Pojok Baca

    Untuk alternatif, kursi atau sofa bisa diganti dengan karpet tebal dan tenda. Ini pilihan yang bagus jika pojok baca anak berada di luar kamarnya, karena anak-anak pun butuh ruang privasi sendiri, yang bisa mereka dapatkan dari ruang tertutup di dalam tenda.

     

    Ketika membaca di dalam tenda pada malam hari, anak-anak bisa menggunakan senter, sehingga memberi kesan berkemping yang mengasyikkan. Atau, gantungkan fairy lights di bagian dalam tenda, sehingga memberi kesan magis.


    Inspirasi Pojok Baca

    Untuk anak-anak yang aktif, penggunaan kursi atau sofa di pojok baca dapat diganti dengan kursi gantung atau hammock. Kursi gantung ini dapat berfungsi juga sebagai ayunan, sehingga anak-anak tidak bosan duduk diam dalam waktu lama.

     

    Bagaimana, apakah kamu jadi tergugah untuk membuat pojok baca di kamar atau di rumahmu? Seperti apa pun gaya pojok baca yang kamu pilih, pastikan kamu melengkapinya dengan perabot dan buku-buku yang kamu suka, sehingga pojok tersebut bisa menjadi suaka yang menyenangkan untuk didatangi setelah kamu lelah beraktifitas seharian.





[Oleh: Dyah Agustine]



Baca juga: 7 Blog Penulis Keren yang Bisa Dikunjungi Saat Butuh Inspirasi

 

Baca juga: 7 Fakta Marie Lu, Rising Star di Genre Fantasi

0

Artikel

Sudah tidak asing kan, nama Marie Lu di telingamu? Penulis yang tahun ini merilis novel Batman: Nightwalker ternyata tak hanya pandai menggoreskan pena menjadi sebuah cerita, namun juga menjadi gambar yang sungguh memesona.


Dalam akun instagramnya, Marie Lu mengunggah beberapa hasil gambarnya. Yang unik, sebagian besar gambar-gambar itu adalah sketsa wajah tokoh-tokoh dalam berbagai buku yang ditulisnya.


Seperti apa hasilnya? Simak daftar ilustrasi berikut ini yang dikumpulkan dari akun Instagram @marieluthewriter

June dan Metias Iparis dari trilogi Legend


Karya Marie Lu

Kita awali menikmati ilustrasi tokoh dalam buku Marie Lu dengan gambar yang satu ini. Adegan ini tidak ada dalam buku, namun tetap terjadi dalam dunia Legend. Kapten Metias Iparis—seorang hacker bermata hitam dengan kilatan emas, rambut gelap, dan kulit berwarna coklat—memeluk adik perempuannya saat mereka berdua kehilangan kedua orangtua karena kecelakaan mobil.

June yang rapuh kemudian menjadi perempuan tangguh di bawah pengawasan Metias. Meski akhirnya, June hidup hanya berdua bersama anjing bernama Ollie, karena Metias—yang dikenal sebagai salah satu prajurit terbaik Republik—tewas dibunuh.

June Iparis dari trilogi Legend


Karya Marie Lu 1

June Iparis adalah seorang perempuan kurus atletis yang dijuluki Genius Kecil Favorit Republik. Dia memiliki warna mata yang sama dengan mata kakaknya, Metias. Gadis ini berkulit coklat dan memiliki rambut panjang yang nyaris selalu dikuncir kuda.


June mendapatkan nilai sempurna dalam ujian dan dikirim ke Universitas Drake pada usia dua belas tahun. June kemudian diluluskan lebih cepat atas permintaan Komandan Jameson—atasan Metias—untuk melakukan misi pertamanya di militer. Misi ini belum berhasil dilakukan siapa pun di Republik. Dengan sikap dingin dan nekatnya, June ditugaskan untuk menangkap Day.

 

June dan Day dari trilogi Legend

Karya Marie Lu 2

Bisa menebak siapa pasangan ini? Ya, mereka adalah June dan Day. Pasangan paling fenomenal yang Marie Lu ciptakan. Bagi yang sudah selesai membaca Champion—buku ketiga sekaligus buku terakhir dari seri Legend—mungkin merasakan betapa menyiksanya melihat hubungan yang terjadi di antara mereka. June yang berasal dari kalangan elit, jatuh hati pada buronan miskin yang paling dicari oleh Republik.


Mata biru cerah dan wajah oriental Day telah memikat June pada pandangan pertama. Dan wajah elok June telah mengacaukan pikiran Day, meski pada saat itu June berpenampilan seperti anak jalanan. Day memiliki mata kanan yang sedikit lebih pucat dari mata kiri—hal yang Day katakan sebagai hadiah Republik di hari ulang tahunnya—dan rambut panjang berwarna pirang.


Tak lama lagi, kita akan dapat menyaksikan visualisasi June dan Day dalam film layar lebar. Dilansir dari Hollywood Reporter, hak cipta film Legend telah berpindah tangan dari CBS Films ke BCDF Pictures, dan prospeknya cerah.

Adelina dari trilogi The Young Elites

Karya Marie Lu 3

Adelina Amouteru adalah gadis Tamoura yang tertandai setelah sembuh dari wabah berdarah yang telah menewaskan ratusan orang. Wabah tersebut mengubah warna rambut dan bulu mata Adelina menjadi sewarna perak. Wabah itu juga membuat mata kiri Adelina sangat bengkak sehingga harus dicungkil dengan pisau dan tang panas.

 Ayah Adelina menganggap Adelina yang cacat sebagai aib. Dia memperlakukan putri pertamanya itu dengan perlakuan yang berbeda dibandingkan dengan perlakuan terhadap Violetta, putri keduanya. Sang ayah tak hanya mematahkan jari manis Adelina, tapi juga menjual gadis itu demi uang emas untuk melunasi utang-utangnya.

Setelah melatih dan menguasai kekuatan untuk mengendalikan ilusi, Adelina dapat menyamarkan luka di wajahnya, membuat dia terlihat jauh lebih cantik dan bahkan mengubah penampakannya menjadi persis seperti orang lain. Ilusinya juga nyata. Bayang-bayang yang Adelina ciptakan dapat memadat menjadi senjata yang dapat mencabut nyawa.

Enzo Valenciano dari trilogi The Young Elites


Karya Marie Lu 4

Masih dari dunia yang sama dengan Adelina, sekarang kita bertemu dengan Enzo. Dia adalah seorang pangeran yang terpaksa melepaskan takhtanya karena dia tertandai setelah sembuh dari wabah berdarah. Rambutnya berubah merah sangat pekat nyaris hitam, membingkai wajahnya yang berwarna coklat dengan tulang pipi tinggi, juga mata gelap dengan bulu mata tebal. Tanda ini membuat dirinya dan banyak anak lain sepertinya dipanggil Malfetto.


Tapi kondisinya yang berbeda tidak membuat Enzo menyerah untuk kembali merebut apa yang seharusnya dia miliki. Dengan kemampuan supranatural yang membuatnya dijuluki Sang Pencabut Nyawa, Enzo mengumpulkan beberapa orang sepertinya dan membentuk perkumpulan Elite Muda. Mereka bertujuan untuk menjadi mengangkat Enzo menjadi Raja dan membebaskan para Malfetto yang mengalami penderitaan karena diperjualbelikan.

 

Emika Chen dari dwilogi Warcross

Karya Marie Lu 5

Emika Chen adalah seorang peretas yang menjadi tokoh utama dalam novel Warcross. Emika digambarkan memiliki rambut panjang berwarna pelangi dengan tato di sepanjang lengan kirinya—corak berwarna warni, bunga peoni, bangunan, not balok, juga planet-planet. Selain memiliki tampilan yang menarik perhatian, Emika adalah gadis pemberani. Berani mengambil resiko dengan menjadi pemburu bayaran demi mempertahankan hidup.


Emika menggunakan skateboard listrik usang untuk mengelilingi kota. Menggendong ransel yang berisi peralatan seadanya, dia mengejar penjahat kelas rendahan demi imbalan dari kepolisian.


Sama seperti yang jutaan orang lakukan, Emika juga bermain Warcross. Hanya saja dia memainkannya dengan kacamata yang disewa murah dan bermain dengan identitas anonim. Ketika Emika meretas pertandingan Warcross internasional, dia tepergok oleh Henka Games—perusahaan yang memproduksi Warcross.

 

Hideo Tanaka dari dwilogi Warcross


Karya Marie Lu 6

“Tidak ada seorang pun di dunia yang belum pernah mendengar tentang Hideo Tanaka, pereka cipta muda yang membuat Warcross pada usia tiga belas tahun.” Hideo menciptakan kacamata nirkabel tipis dengan gagang logam dan earphone lipat yang diberi sebutan NeuroLink yang membuatnya memperoleh uang dari setiap byte penggunaan game Warcross. Dan hampir semua orang di dunia menggunakannya. Hideo menyewa Emika untuk menangkap Zero—julukan bagi peretas misterius yang mencoba menghancurkan Warcross.

Di usia dua puluh satu, Hideo sudah mendapatkan sejumput tipis rambut perak yang menghiasi rambut tebal hitamnya. Matanya gelap dengan bulu mata panjang. Hideo berpenampilan rapi seperti layaknya seseorang dengan posisi tertinggi di perusahaan: kemeja berkerah dipadu dengan celana panjang. Tapi terkadang, lengan kemejanya digulung sesiku dan kancing bagian atas kemejanya terbuka.

 

Asher Wing dari dwilogi Warcross

Karya Marie Lu 7

Laki-laki di atas kursi roda ini tak lain dan tak bukan adalah Asher Wing—Kapten tim Phoenix Rider yang berasal dari Los Angeles. Rambutnya berwarna coklat tebal yang nyaris merah dan matanya berwarna biru cerah.


Meski tak bisa berjalan, Ash tetap bisa memesona penggemarnya lewat keahlian dan kepemimpinannya dalam pertandingan Warcross. Ash dapat membawa timnya menjadi salah satu dari enam belas tim resmi Warcross. Kemunculannya di acara pertandingan pembuka turnamen Warcross diiringi teriakan penggemar yang mengelukan namanya. Ash memilih Emika sebagai anggota timnya, meskipun Emika dinominasikan dengan cara yang tidak seharusnya.

 

Hammie Jiménez dari dwilogi Warcross


Karya Marie Lu 8

Hamilton Jiménez atau Hammie adalah teman satu tim Emika dalam pertandingan Warcross. Dia merupakan tangan kanan Asher yang suka bermain catur. Hammie memiliki rambut ikal panjang tebal dengan tubuh setinggi Emika.


Dengan sabar, Hammie menemani Emika dan membuatnya merasa nyaman di asrama meski dirinya kadang sedikit usil dan suka menggoda. Hammie melatih Emika menjadi pemain yang bisa memprediksi pola langkah yang akan diambil lawan.


Hammie juga membantu kapten tim menganalisa kemampuan lawan dan memperkirakan kemungkinan setting tempat Warcross yang akan mereka hadapi. Hammie merupakan pemain berpengalaman dan memiliki kecepatan yang tidak bisa diremehkan.

 

Tokoh Misterius dari The Kingdom of Back

Karya Marie Lu 9

Siapa makhluk bertelinga runcing ini? Dia adalah seorang pangeran muda (mungkin dari kerajaan kaum peri?), tokoh dalam The Kingdom of Back—buku yang direncanakan akan rilis tahun depan, 2019. Setelah trilogi Legend, trilogi The Young Elites, dwilogi Warcross, dan juga Batman: Nightwalker, Marie Lu akan menerbitkan The Kingdom of Back sebagai novel standalone.


Karya Marie Lu 10

Dilansir dari epicreads.com, The Kingdom of Back berbeda dengan novel-novel yang sudah ditulis oleh Marie Lu sebelumnya. Novel ini  bergenre Historical Fiction dan bercerita tentang saudari Mozart—Wolfgang Amadeus Mozart sang komposer—yang akan dibumbui nuansa fantasi. Novel ini sudah ditulis bahkan sebelum Legend dilahirkan.


Penasaran seperti apa ceritanya? Mari kita menunggu buku ini rilis di tahun 2019.




[Oleh: Rhapsody Maryana]



Baca juga: 7 Fakta Marie Lu, Rising Star di Genre Fantasi

Baca juga: 7 Blog Penulis Keren yang Bisa Dikunjungi Saat Butuh Inspirasi

0

Artikel

Dalam sejarah hidup Batman, berpuluh-puluh, bahkan beratus-ratus penjahat telah tercipta. Para penjahat atau musuh terburuk Batman yang jumlahnya sangat banyak tersebut secara bergantian meneror kehidupan masyarakat di kota Gotham dengan berbagai macam tindakan kriminal, seperti perampokan, penghancuran, hingga pembunuhan.

Dengan kehancuran yang selalu menimpa kota Gotham, dan musuh yang datang silih berganti, Bruce Wayne tidak pernah hidup dengan tenang. Bahkan sebagian besar musuhnya tak kalah tenar dibandingkan dengan sang manusia kelelawar sendiri. Dilansir dari forum Comic Vine, sepuluh musuh terburuk Batman adalah Jason Todd, Joker, Ra’s al Ghul, Riddler, Penguin, Two-Face, Superman, Poison Ivy, Mr. Freeze, dan Scarecrow.


Baca juga: 
– Justice League, Tim Superhero Bergengsi dari DC, Siapa Saja Anggotanya? 
– 8 Teknologi Andalan Batman, Nomor 3 Keren Banget!


Mereka muncul di berbagai macam media, mulai dari versi awalnya, yaitu komik, hingga versi adaptasinya di serial televisi hingga film layar lebar. Beberapa di antaranya hadir dalam trilogi film Batman karya Christopher Nolan, trilogi yang sukses dan dipuji-puji oleh para penikmat film di sepenjuru dunia: Batman Begins, The Dark Knight, dan The Dark Knight Returns. Siapa saja mereka? Simak daftar berikut ini:




  1. Ra’s Al Ghul


    Musuh Batman Al Ghul

    Namanya dalam bahasa Arab berarti Kepala Iblis atau The Demon’s Head. Dia dikenal memiliki umur yang sangat panjang (sekitar 700 tahun) dan ahli dalam beragam macam keahlian beladiri. Keahliannya begitu melegenda, hingga tak sedikit pahlawan maupun penjahat super selain Batman, ikut dilatih oleh Al Ghul sendiri.

     

    Al Ghul menganggap umat manusia sebagai kanker yang menggerogoti Bumi, dia memiliki misi untuk melenyapkan sebagian besar manusia untuk menghindari bencana. Al Ghul sempat menginginkan Batman menjadi penerusnya, tapi Batman tidak setuju dengan rencananya untuk melakukan genosida.

    Musuh Batman Liam Neeson

    Ra’s Al Ghul muncul dalam film Batman Begins dan The Dark Knight Rises dengan rencana untuk menghancurkan kota Gotham, kota yang menurutnya bobrok luar dalam. Di dalam kedua film ini, tokoh Ra’s al Ghul diperankan oleh aktor Liam Neeson yang karismatik.

     

    Al Ghul juga adalah pemimpin dari League of Assasins, sebuah organisasi yang menampung para penjahat tenar, dan salah satunya adalah penjahat berikutnya dalam daftar ini.

  2. Bane

    Iya, Bane adalah salah satu anggota League of Assasins. Bane tumbuh besar di dalam sebuah penjara bernama Pena Duro hanya karena alasan yang sepertinya berlebihan. Ayah Bane, yang dikenal sebagai King Snake, buron. Karena tak kunjung mendapatkan sang Ayah, para penegak hukum memutuskan untuk memenjarakan Bane. Tak heran kalau dia kemudian menjadi penjahat, kan!

     

    Selama dipenjara, Bane terus berlatih. Tidak hanya melatih ototnya, Bane juga melatih otaknya dengan membaca buku apa pun yang dapat dia peroleh dalam penjara tersebut. Sudah kuat, cerdas lagi… sungguh perpaduan yang berbahaya dalam diri seorang penjahat.


    Musuh Batman Tom Hardy

    Tapi semua latihan tersebut tak serta merta menjadikan Bane beringas. Sebuah percobaan telah dilakukan di dalam penjara Pena Duro. Dan bukan sembarang percobaan, karena semua orang yang menjadi kelinci percobaan tersebut telah meregang nyawa. Hanya Bane yang mampu bertahan setelah disuntikkan serum mematikan bernama Venom. Serum tersebut terbukti dapat meningkatkan kekuatan fisik Bane, tapi dia harus terus mengonsumsinya setiap 12 jam sekali (melalui serangkaian selang yang terhubung langsung ke kepalanya). Bane lalu melarikan diri dari penjara, dan menghantui kota Gotham. 


    Bane menjadi antagonis utama dalam film The Dark Knight Rises, tokohnya diperankan oleh aktor Tom Hardy. Melihat perawakan Hardy yang kurang tinggi besar, bahkan tidak lebih tinggi daripada Christian Bale yang memerankan Batman, para fans sempat meragukan Hardy. Namun Tom Hardy membuktikan dirinya mampu berakting memerankan Bane dengan luar biasa. Efek khusus dan tambahan sol tiga inci di sepatu botnya juga membantu Hardy terkesan jauh lebih mengintimidasi dari sebenarnya.

     

    Dengan keunggulan fisiknya, Bane menjadi satu-satunya penjahat yang mampu “mematahkan Batman,” dalam artian dia benar-benar mematahkan punggung Batman. Adegan ikonik ini juga dapat dilihat dalam The Dark Knight Rises.

  3. Joker

    Tokoh Joker pertama kali diperkenalkan pada 1940, dan kini menjadi tokoh penjahat terpopuler di seluruh dunia. Joker bertanggung jawab atas beberapa tragedi besar dalam hidup Batman.




    Penampilan luarnya mungkin konyol mirip badut, namun kepribadian Joker sungguh kejam. Dia tidak hanya senang menyiksa secara fisik, tapi juga psikologis. Joker adalah sosiopat yang membunuh orang demi kesenangan semata. Joker menjunjung tinggi anarkisme, motif kejahatannya bukan uang, dia tokoh yang sulit dipahami.


    Musuh Batman Joker Nolanverse

    Dalam trilogi Batman-nya Christopher Nolan, Joker muncul dalam film kedua, The Dark Knight. Di sini, Joker diperankan dengan sangat sukses oleh Heath Ledger, hingga meraih berbagai penghargaan dalam kategori peran pendukung, di antaranya Academy Award dan Golden Globe Award. Sayangnya, sang pemeran tokoh Joker ini tidak dapat menikmati kesuksesannya, karena dia meninggal dunia sebelum The Dark Knight rilis.



  4. Two-Face

    Harvey Dent awalnya adalah seorang Jaksa, dan dia juga merupakan sekutu bagi Batman. Jika Batman dijuluki Dark Knight, Harvey dijuluki White Knight. Harvey akan melakukan berbagai cara untuk menegakkan keadilan dan membersihkan Kota Gotham dari para kriminalis.


    Musuh Batman Two Face

    Dalam versi komik, separuh wajah Harvey Dent rusak karena disiram cairan asam oleh salah seorang mafia di ruang persidangan, sedangkan dalam versi film Nolan, kerusakan wajah Harvey disebabkan oleh luka bakar. Setelah insiden tersebut sifat Harvey beranjak mengalami perubahan. Two-Face yang diperankan oleh aktor Aaron Eckhart muncul dalam film The Dark Knight.

    Musuh Batman Two Face Aaron Eckhart

    Karakter Two-Face sendiri terinspirasi dari karakter sastra klasik berjudul The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde karya Robert Louis Stevenson. Two-Face selalu melemparkan koin miliknya sebelum memutuskan akan berbuat baik atau jahat. Jadi kalau berhadapan dengan Two-Face, berharap saja koin miliknya menghadap ke arah yang benar.

     

    Keterikatan Two-Face dengan koin berasal dari pengalaman masa kecilnya dianiaya oleh ayah sendiri. Ayah Harvey akan melempar koin terlebih dahulu untuk menentukan dia akan memukul anaknya atau tidak. Namun Harvey kecil tidak tahu bahwa koin yang ayahnya gunakan memiliki dua sisi sama, sehingga setiap kalinya Harvey akan tetap dipukul.

  5. Scarecrow

    Nah, kita telah tiba pada penjahat terakhir dalam daftar musuh Batman ini. Kalau sebelumnya kita bertemu dengan jaksa bermuka dua, kini kita akan berjumpa dengan seorang psikiater bernama Dr. Jonathan Crane, yang bekerja di Arkham Asylum.


    Musuh Batman Scarecrow

    Dr. Crane terobsesi untuk menguji coba bagaimana sebuah fobia atau ketakutan itu bekerja. Dia menciptakan semacam gas beracun yang jika dihirup, membuat korbannya berhalusinasi melihat kekakutan terbesarnya. Crane mengenakan topeng dari karung goni yang mencegahnya terpengaruh oleh gas tersebut. Topeng ini membuatnya tampak seperti orang-orangan sawah, karena itulah dia dijuluki Scarecrow.

     

    Crane melakukan berbagai macam tindakan kriminal hanya demi penelitiannya. Dia tidak terobsesi dengan kekayaan, walaupun dia pernah merampok sebuah bank. Uang tersebut dia gunakan hanya untuk penelitian gilanya.

    Scarecrow atau Dr. Crane muncul dalam ketiga film Nolan: Batman Begins, The Dark Knight, dan The Dark Knight Returns, diperankan oleh aktor Cillian Murphy.

    Musuh Batman Scarecrow Cillian Murphy

    Nah, dengan beragam jenis kegilaan dan obsesi para penjahat ini masing-masing, yang mana menurutmu penjahat paling menakutkan?



    [Penulis: Lathifah Thifa]



    Baca juga:
    – 8 Fakta Bruce Wayne yang Perlu Kamu Tahu


Dapatkan buku Batman: Nightwalker karya Marie Lu di Mizanstore.com atau Google Play Book!
0

Artikel

Siapa sih yang tidak kenal Batman? Superhero pembasmi kejahatan di kota Gotham dengan penampilan serba hitam. Seperti superhero pada umumnya, Batman juga mempunyai identitas asli yaitu Bruce Wayne, seorang miliarder pemilik perusahaan Wayne Enterprises.

Dari kecil, Bruce Wayne merupakan yatim piatu karena kedua orangtuanya dibunuh dalam peristiwa perampokan di kota Gotham. Di balik topeng Batman-nya, Bruce Wayne mempunyai fakta-fakta yang belum diketahui orang banyak. Terlepas dari sisi pahlawannya, Bruce Wayne mempunyai karakter yang menarik, dan berikut ini adalah faktanya.

  1. Asal usul nama Bruce Wayne

    Pencipta karakter Batman alias Bruce Wayne, yakni Bob Kane dan Bill Finger, mengambil nama Bruce Wayne dari dua tokoh sejarah ikonik. Bruce merupakan nama dari prajurit Skonlandia, King Bruce I of Scotland yang memimpin perang untuk kemerdekaan Skolandia. Dan nama belakang Wayne juga diambil dari tokoh sejarah yakni Brigadir Jenderal Anthony Wayne yang merupakan pahlawan perang revolusioner Amerika.


    Asal usul nama Bruce Wayne

    Sedangkan di dalam cerita, orangtua Bruce Wayne, Thomas dan Martha Wayne, memberikan nama Bruce Wayne seperti nama keponakan mereka, Bruce N. Wayne yang juga seorang detektif. Rupanya orangtua Bruce berharap kelak anaknya menjadi seorang penegak keadilan seperti halnya keponakan mereka yang seorang detektif.

    Di dalam komik, Bruce N. Wayne tinggal di Wayne Manor ketika menolong Kepolisian kota Gotham. Keahliannya analisisnya yang mumpuni dan intuisinya yang tajam sebagai detektif membuatnya menduga bahwa Bruce Wayne adalah Sang Batman.


  2. Bruce memulai pelatihan dari umur 14 tahun

    Tidak seperti para superhero DC yang mempunyai kekuatan super, Bruce Wayne menjadi seorang Batman dengan usaha keras dari pelatihannya yang memakan waktu dan biaya yang banyak. Bruce Wayne telah menjalani pelatihan mulai dari umur 14 tahun.


    Selama pelatihan dia mempelajari kriminologi, kimia, martial arts, dan forensik yang kesemua ilmunya itu berguna ketika dirinya menjadi Batman. Dia menekan dirinya selama pelatihan baik secara fisik dan mental, dengan tujuan untuk membuat dirinya menjadi tangguh seperti superhero yang kita cintai sekarang.


  3. Bruce Wayne menguasai 40 bahasa


    Bruce Wayne Batman
    Bruce Wayne tidak hanya menempa fisik dan tubuhnya saja, namun juga mengasah intelegensianya. Buktinya Bruce Wayne menguasai 40 bahasa. Di antaranya adalah bahasa Spanyol, Italia, Rusia, dan bahasa lainnya yang umum. Selain itu dia juga menguasai bahasa pemrograman komputer yang dipelajarinya ketika pelatihan. Hal itu berguna untuk menciptakan teknologi yang mendukung aksi Batman.

  4. Bruce Wayne punya kakak laki-laki

    Owlman Thomas Wayne


    Kisah keluarga Bruce Wayne merupakan kisah yang tragis, karena kedua orangtuanya dibunuh oleh perampok. Tapi tahukah kamu bahwa Bruce Wayne mempunyai seorang kakak laki-laki? Bahkan Bruce Wayne sendiri juga tidak tahu bahwa dia mempunyai kakak laki-laki.

    Kakak laki-lakinya bernama Thomas Wayne Jr. dan usianya 3 tahun lebih tua daripada Bruce Wayne. Thomas mengalami kecelakaan sewaktu kecil yang menyebabkan kerusakan pada otaknya sehingga menggangu stabilitas mentalnya dan menjadikannya individu yang berbahaya. Tak punya pilihan, suami istri Wayne memasukannya ke rumah sakit jiwa Willowood dan mengubah nama belakangnya menjadi Willowood.

    Secara tidak sengaja, Thomas melarikan diri dari rumah sakit dan menjadi seorang pembunuh bernama Boomerang Killer. Meskipun menjadi pembunuh kejam, di akhir hidupnya dia menyelamatkan adiknya, Bruce.


  5. Makanan kesukaan Bruce adalah sup mulligatawny


    Makanan kesukaan Batman


    Menjadi seorang miliarder, memilih makanan semahal apapun tidak masalah untuk Bruce Wayne. Akan tetapi, makanan favorit Bruce bukanlah daging steak sapi mahal, melainkan sup mulligatawny. Buat yang belum tahu, sup mulligatawny adalah sup yang dibuat dengan daging, sayuran, nasi, dan bumbu kari.

    Tak hanya sup mulligatawny, makanan favorit lainnya adalah sup french onion. Hal ini dibuktikan pada episode Vendetta dalam Batman the Animated Series. Alfred, asisten rumah tangga Bruce, mengatakan bahwa sup french onion adalah kesukaannya. Sup french onion terbuat dari karamelisasi sup bawang dengan daging dan sherry.


  6. Bruce Wayne fobia akan kelelawar


    Fobia Batman


    Bruce Wayne, Sang Batman memiliki berbagai peralatan canggih yang memiliki bentuk menyerupai kelelawar, mulai dari mobilnya yang disebut Batmobile, hingga markasnya yang bernama Batcave. Namun sesungguhnya bentuk kelelawar yang diambil oleh Bruce Wayne bukanlah sebuah tindakan dari kesukaannya terhadap kelelawar, melainkan karena Bruce Wayne fobia terhadap kelelawar.

    Alasan di balik ketakutan Bruce Wayne terhadap kelelawar dapat dilihat dalam film Batman Begins. Dalam film tersebut, ada adegan Bruce kecil jatuh ke dalam sumur yang penuh dengan kelelawar. Lalu saat di opera, dia ketakutan ketika melihat ada orang berpenampilan seperti kelelawar. Hal ini menunjukkan bahwa seorang pahlawan juga memiliki rasa takut akan sesuatu dan berusaha untuk melawan rasa takutnya.


  7. Ayah Bruce Wayne dan Ayah Clark Kent berhubungan


    Batman dan Superman


    Bruce Wayne alias Batman dan Clark Kent alias Superman mempunyai hubungan yang rumit seperti yang digambarkan pada film Batman v Superman Dawn of Justice. Keduanya saling berkelahi dan menjatuhkan sama lainnya. Padahal jauh sebelum itu, kedua ayah mereka yaitu Thomas Wayne dan ayah kandung Clark Kent dari Planet Krypton saling berkomunikasi.

    Di dalam serial komik Superman/Batman, ayah Superman melakukan komunikasi dengan ayah Bruce dan akhirnya memutuskan untuk mengirim Superman ke bumi. Ayah Bruce menggunakan kesempatan ini dan menggunakan teknologi dari Krypton untuk membantu Wayne Enterprises dan menghindari bangkrut. Fakta bahwa kedua orangtua Bruce dan Clark sempat berkomunikasi satu sama lainnya tidak diketahui oleh kedua anaknya.



  8. Bruce Wayne adalah pemilik The Daily Planet

Bruce Wayne pemilik The Daily Planet

Semua orang mengetahui bahwa Bruce Wayne merupakan ahli waris dari Wayne Enterprises dan menjadikannya miliarder muda di kota Gotham. Berbeda dengan Superman alias Clark Kentyang merupakan seorang wartawan dan mempunyai orang tua angkat yang mengurusi ladang. Secara kelas sosial, keduanya berada dalam kelas yang berbeda.

Dalam film Batman v Superman: Dawn of Justice, diceritakan bahwa Clark, seorang wartawan The Daily Planet, ingin mengungkap rahasia bahwa Batman adalah Bruce Wayne. Namun sesungguhnya, The Daily Planet merupakan anak perusahaan dari Wayne Entertprises. Jadi secara tidak langsung, The Daily Planet merupakan milik Bruce Wayne dan Clark Kent akan membongkar rahasia dari pemiliknya sendiri.



Nah itu dia 8 fakta tentang Bruce Wayne yang jarang diketahui. Untuk kamu yang masih ingin tahu fakta-fakta menarik lainnya tentang Bruce Wayne khususnya sewaktu masa remaja, kamu bisa dapatkan beragam infonya di novel Batman: Nightwalker karya Marie Lu.

Di novel ini kamu bisa tahu bagaimana kisah dan sepak terjang Bruce Wayne muda sebelum menjadi Batman. Siapa tahu kamu bisa mendapatkan fakta menarik seputar Bruce Wayne ketika remaja.





[Oleh: Fifi Feby Yanti]

Baca juga: DC Icons: Masa Muda Tokoh Ikonik DC

Baca juga: 8 Teknologi Andalan Batman


0

Artikel

Wawancara penulis Leigh Bardugo dan Marie Lu

Dalam rangka memperluas audiens, karakter para superhero, dan kisah mereka, DC Comics berinisiatif untuk merambah dunia Young Adult (YA) dengan merilis serial novel DC Icons. Mereka menggandeng beberapa penulis YA papan atas untuk menciptakan kisah-kisah baru tentang masa muda para superhero DC.

Novel pertama dalam serial DC Icons adalah tentang Diana sang Wonder Woman. Bertajuk Wonder Woman: Warbringer, novel garapan Leigh Bardugo ini mengisahkan Diana muda yang tinggal di Pulau Themyscira bersama Kaum Amazon. Kemampuan Diana belum teruji dalam perang, sehingga dia sering dipandang sebelah mata oleh beberapa Amazon.

Untuk membuktikan diri, Diana pergi ke dunia manusia untuk menghentikan kebangkitan seorang warbringer atau pencetus perang yang diramalkan akan memporakporandakan dunia. Diana yang sebelumnya tak pernah meninggalkan Pulau Themyscira, terbengong-bengong di tengah hiruk pikuk Kota New York. Rasanya lucu jika dibayangkan.


Leigh Bardugo
Tentu saja, Wonder Woman: Warbringer juga sarat aksi menegangkan. Diana dan Alia sang warbringer harus berhadapan dengan para pembunuh bayaran, tentara militer, hingga Dewa Dewi keji yang ingin menyaksikan pertumpahan darah di kalangan umat manusia.

Leigh dengan lihai menjalin kisah Diana, dan juga memasukkan unsur-unsur mitologi Yunani ke dalamnya. Bagaimana cara Leigh menyajikan pesona seorang Wonder Woman ke dalam bentuk novel? Mari simak wawancara berikut ini.


Apa yang membuatmu tertarik terhadap gagasan menulis Wonder Woman dalam format novel, bukannya komik?

Bukan masalah menarik atau tidak. Random House menghubungiku dan mengajukan proposal serial novel YA tentang tokoh-tokoh superhero ini, dan peluang untuk menulis kisah Diana yang berusia 17 tahun sangat sayang untuk dilepaskan.

Aku terbiasa membangun dunia dan karakter dalam bentuk prosa, tapi aku banyak membaca komik, dan aku senang jika Warbringer diadaptasi ke dalam format komik.

Wonder Woman: Warbringer mengangkat mitologi Yunani, dengan tokoh Alia yang disebutkan sebagai keturunan Helen of Troy. Dari mana inspirasinya datang?

Kisah tentang Helen sesungguhnya jauh lebih luas daripada yang selama ini kita tahu. Dia punya kehidupan sebelum dan sesudah menjadi Helen of Troy. Aku menemukan informasi tentang sekte yang dibentuk untuk memuja dia di Sparta Kuno, dan salah satu versi kisah kelahirannya menyebutkan bahwa ibu Helen bukanlah Leda, melainkan Nemesis, Dewi Pembalasan.

Jadi bagaimana jika kekuatan Helen tidak ada hubungannya dengan kecantikan, melainkan kemampuan untuk memancing konflik—suatu kekuatan yang tidak dapat dia kendalikan, kekuatan yang dia wariskan kepada para keturunannya? Aku melakukan riset lebih dalam dan mulai menulis.


Leigh Bardugo

Novel ini juga mengangkat tema pencarian jati diri; Diana berusaha membuktikan dirinya sebagai salah satu Kaum Amazon, dan Alia melarikan diri dari identitasnya sebagai warbringer. Bagaimana menurutmu tentang ini?

Diana dibesarkan dengan nilai-nilai spesifik mengenai heroisme dan kekuatan. Nilai-nilai ini dikonfrontasi oleh persahabatannya dengan Alia, yang menunjukkan kekuatan dan keberanian dalam cara berbeda. Alia dibesarkan untuk selalu waspada terhadap dunia, namun dalam diri Diana dia menemukan cara hidup yang tak kenal takut.

Keduanya harus menentukan ingin jadi seperti apa mereka—terlepas dari nilai-nilai yang selama ini mereka anut. Aku ingin kisahnya fokus pada persahabatan mereka.

Tema keluarga juga menjadi tema penting dalam kisah ini; hubungan Diana dengan ibunya dan Kaum Amazon, serta hubungan Alia dengan kakak lelakinya. Mengapa tema keluarga menjadi sangat penting, terutama bagi tokoh Wonder Woman?

Kisah Diana selalu mengedepankan kekuatan dan nilai-nilai Kaum Amazon, juga keinginan Diana untuk meninggalkan mereka dan pergi ke dunia manusia. Kita semua mengalami ini ketika beranjak dewasa; terkadang kita harus menolak asal muasal kita, terkadang kita harus merengkuhnya.

Namun kita belum benar-benar memahami jati diri kita dan makna keluarga bagi kita, sebelum kita menjauhkan diri dari mereka.

Wonder Woman: Warbringer adalah novel DC Icons yang pertama dirilis. Apa tujuannya, dan bagaimana rasanya menjadi yang pertama?

Kurasa tujuannya adalah untuk menarik minat para fans superhero ini untuk membaca novel, juga untuk mengenalkan para pembaca muda pada tokoh-tokoh yang mungkin selama ini hanya mereka kenal sedikit dari film layar lebar dan film kartun.

Aku tidak keberatan jadi objek percobaan DC Icons. Aku suka tokoh-tokoh superhero ini dan rasanya menyenangkan melihat mereka memasuki ranah YA.

Terkadang kita lupa bahwa eksistensi Wonder Woman tak kalah panjangnya dengan eksistensi Batman atau Superman. Menurutmu, apa daya tarik Wonder Woman hingga bisa bertahan selama puluhan tahun?

Lucunya, seseorang bertanya padaku apakah Wonder Woman ada komiknya! Ternyata orang-orang yang belum pernah membaca komiknya atau menonton filmnya, kenal siapa dia dan nilai-nilai yang dia cerminkan: kekuatan dan welas asih.

Kombinasi ini sangat luar biasa, dan kupikir kebaikan hatinyalah yang membuat kita selalu menyukai tokoh Wonder Woman.


Wonder Woman

Apa kau sudah menonton film Wonder Woman? Bagian mana yang menjadi favoritmu?

Favoritku mungkin di bagian No Man’s Land. Bagian itu terlihat hebat, dan rasanya mendebarkan melihat sosok seorang wanita di tengah-tengah adegan slow motion yang heroik. Kuharap di film berikutnya kita dapat kembali mengunjungi Pulau Themyscira.

Aku ingin melihat lebih banyak adegan yang melibatkan Phillipus dan kaum Amazon lainnya, dan kudengar kabarnya, entah bagaimana Antiope juga akan muncul lagi.


Marie Lu


Novel kedua dalam serial DC Icons berjudul Batman: Nightwalker, mengisahkan tentang Bruce Wayne sebelum dia menjadi Batman. Marie Lu menuliskan kisah yang menarik mengenai sepak terjang Bruce muda yang baru saja mewarisi kekayaan keluarga Wayne, sekaligus menjadi pimpinan Wayne Enterprises.

Tak lama setelah perayaan ulang tahunnya, Bruce Wayne dihukum melakukan pelayanan masyarakat di Arkham Asylum gara-gara dia melanggar perintah polisi dan ikut campur dalam pengejaran kelompok kriminalis bernama Nightwalker yang meneror Kota Gotham.

Para fans Batman pasti sudah tidak asing dengan nama Arkham Asylum, yang merupakan penjara bagi para penjahat paling sinting dan berbahaya Kota Gotham. Di tempat inilah, Bruce bertemu dengan Madeleine Wallace, salah satu tahanan, yang diduga sebagai anggota penting dalam gerombolan Nightwalker.

Para Nightwalker merampok dan membunuh satu per satu kalangan elite Kota Gotham. Dan Madeleine bilang, target mereka berikutnya adalah Bruce.


Alfred dan Lucius Fox dalam film Batman Begins
Di dalam Batman: Nightwalker, para fans Batman juga akan dihibur dengan kehadiran tokoh-tokoh yang sudah familier, seperti Alfred (pengurus rumah tangga Keluarga Wayne, sekaligus wali Bruce), Lucius Fox (pakar teknologi di Wayne Enterprises), dan Harvey Dent (sahabat Bruce yang nantinya akan menjadi salah satu musuh Batman).

Dalam wawancara berikut ini, Marie Lu menjelaskan apa yang mengilhami dia menciptakan tokoh Madeleine, serta bagaimana perasaannya saat menulis kisah Bruce Wayne muda.

Hai, Marie! Sebagai penulis, aspek apa yang bagimu menarik dari kisah Bruce Wayne muda? Apa yang ingin kau eksplorasi dari karakter Bruce Wayne sendiri?

Batman adalah tokoh yang telah banyak dieksplorasi, sedangkan Bruce Wayne belum. Selain dalam serial televisi Gotham, masa muda Batman belum banyak dibahas. Bagaimana rasanya menjadi anak yatim piatu kaya raya dalam menghadapi berbagai tantangan untuk menjadi dewasa?

Aku ingin memahami hal-hal apa yang dianggap penting oleh Bruce Wayne muda, dan bagaimana dia menemukan landasan untuk kemudian menjadi seorang pahlawan pembela keadilan.


Salah satu sifat Bruce yang menarik adalah caranya mengelompokkan orang-orang ke dalam kategori-kategori spesifik berdasarkan kepribadian dan keunikan mereka. Menurutmu, bagaimana peran sifat ini dalam diri Bruce sebagai seorang detektif pemula?

Menurutku, bagian dari proses memecahkan suatu teka-teki adalah berusaha menemukan pola-pola, kemudian menemukan satu bagian yang menonjol. Jadi, aku membayangkan seorang detektif pemula sebagai seseorang yang selalu mengelompokkan berbagai hal: orang, tempat, skenario, dan lain-lain.

Bagiku, ini juga sesuatu yang secara logika akan dilakukan oleh seorang remaja untuk menemukan jati dirinya dan menentukan siapa saja yang bisa dia percayai. Aku juga melakukannya!

 

Madeleine adalah tokoh yang sangat unik; dia dapat memahami Bruce, tapi juga merasa Bruce itu menarik dan membingungkan. Madeleine sepertinya memiliki aura seperti Hannibal Lecter. Bagaimana caramu menciptakan tokoh ini?

Ya, Hannibal. Tepat sekali! Aku memang menginginkan dia memiliki aura seperti Hannibal Lecter (tapi tanpa kanibalismenya). Di novel ini, Bruce sedang berada dalam usia yang amat mudah dipengaruhi, jadi aku ingin agar cara pandang dan moralnya yang masih berubah-ubah ditantang oleh seseorang yang sanggup dengan mudah berhadapan dengannya.

Bisa dibilang, Madeleine memberikan pelatihan detektif pertama bagi Bruce, dan aku ingin Madeleine memberikan pengaruh kuat terhadap Bruce. Aku suka pada tokoh-tokoh perempuan yang karakternya berada di area abu-abu.

 

Ini novel kedua dalam serial DC Icons, setelah Wonder Woman: Warbringer. Bagaimana perasaanmu sebagai penulis kisah Bruce Wayne muda?

Aku merasa terintimidasi… dan merasa terhormat! Leigh Bardugo adalah salah satu penulis favoritku, dan dia menuliskan kisah Diana dengan sangat baik dalam Wonder Woman: Warbringer.

Aku tidak yakin telah mencapai standar kualitas yang dia buat dengan debut DC Icons-nya, tapi berada dalam serial yang sama dengannya saja sudah merupakan suatu kehormatan buatku.



Setelah membaca kedua wawancara di atas, apakah kamu menjadi semakin penasaran dengan kisah Wonder Woman dan Batman muda? Jika kamu sudah membaca komik-komiknya, dan sudah menonton film-filmnya, rasanya kurang lengkap sebelum membaca juga novel-novelnya.

Sebagai catatan tambahan, setelah Wonder Woman: Warbringer dan Batman: Nightwalker, ada dua novel lagi yang akan menyusul terbit dalam serial DC Icons. Kedua novel itu adalah Catwoman: Soulstealer yang ditulis oleh Sarah J. Maas dan Superman: Dawnbreaker yang ditulis oleh Matt de la Pena.





Diterjemahkan dan disadur oleh: Dy

Dari artikel:

Exclusive Interview with Wonder Woman: Warbringer author Leigh Bardugo

Exclusive Interview with Batman: Nightwalker author Marie Lu


Baca juga: DC Icons: Masa Muda Tokoh Ikonik DC

Baca juga: 7 Fakta Marie Lu, Rising Star di Genre Fantasi 

 

0

Artikel

Bagi para penikmat novel fantasi, mungkin nama Marie Lu sudah tidak asing lagi. Penulis cantik kelahiran Beijing ini secara aktif menerbitkan novel setiap tahunnya. Tidak tanggung-tanggung, novel-novel tersebut laris manis dan selalu menduduki jajaran New York Times Best Seller.

Karya-karya Marie Lu juga menerima berbagai penghargaan loh. Legend memenangi Missouri Truman Readers Award pada 2014 dan Rebecca Caudill Young Readers’ Book Award pada 2015. The Young Elites mendapatkan nominasi Goodreads Choice Award for Young Adult Fantasy & Science Fiction pada 2014 dan Pennsylvania Young Readers’ Choice Award for Young Adults pada 2016.

Novel terbarunya Warcross mendapat nominasi Goodreads Choice Award for Young Adult Fantasy & Science Fiction pada 2017. Wah sepertinya karya Marie Lu sudah jaminan mutu ya.

marie lu
Tetapi, walau rajin membaca novelnya, sejauh mana kalian mengenal Marie Lu? Nah, agar semakin akrab, simak deh 7 Fakta Marie Lu berikut  ini.


  1. Mengalami Momen Bersejarah Tiananmen Square Massacre

    Ketika para balita seusianya mengalami masa bahagia dengan bermain boneka atau mobil-mobilan, di usia 5 tahun Marie Lu harus menjadi saksi hidup aksi Pembantaian di Lapangan Tiananmen – Beijing. Konon aksi demonstrasi besar-besaran ini memakan jumlah korban antara 180 sampai 10.454 orang. Dilansir dari gradesaver.com, saat itu Marie Lu kecil harus menyaksikan bagaimana para tentara dan tank mempersiapkan diri untuk menghadapi para demonstran.

    Tiananmen Square Massacre

    Wow, pengalaman masa kecil yang mencekam, ya. Mungkin karena inilah Marie Lu bisa begitu detail mendeskripsikan setiap aksi revolusi atau peperangan di trilogi Legend


  2. Mahir Menggambar

    Para penggemar Marie Lu dan followers setia Instagram-nya kerap disuguhi sosok tokoh-tokoh kesayangan dari novel-novelnya yang ditampilkan dalam bentuk 2 dimensi. Gambar-gambar yang dibuat sendiri oleh Marie Lu itu harus diacungi jempol, sangat bagus!

    Instagram Marie Lu

    Selain melalui Instagram, Marie Lu juga mengunggah gambarnya melalui portal Pinterest dengan nama akun mreefish. Di akun tersebut, Marie Lu juga menampilkan berbagai fancast tokoh-tokoh di dalam novelnya.


  3. Magang di Disney Interactive Studios

    Saat remaja, Marie Lu bersekolah di University of Southern California. Walaupun sibuk dengan dunia kampus, sepertinya Marie Lu enggan menyia-nyiakan waktunya yang berharga. Didukung dengan kemampuan menggambar yang mumpuni, Marie Lu pun ikut program magang di salah satu perusahaan terbesar di Dunia, yakni Disney Interactive Studios. 

    Disney Interactive Studios

  4. Bekerja sebagai Art Designer di Industri Video Game

    Selain menjadi anak magang di kantor Disney, Marie Lu pun bekerja sebagai Art Designer di Industri Video Game selepas lulus kuliah. Pekerjaan ini sesuai dengan salah satu hobinya, yaitu bermain games. Hal ini juga yang nantinya menjadi inspirasi Marie Lu untuk menulis Warcross yang bertemakan Science Fiction dan Virtual Reality.

    Marie Lu


    Namun, karena ingin fokus menulis dan menerbitkan Legend, Marie Lu pun memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan menjadi penulis purnawaktu. Tapi jangan salah, main games tetap menjadi hobinya hingga saat ini!


  5. Bersahabat dengan Tahereh Mafi

    Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa para penulis di Amerika sering sekali berinteraksi dan saling mendukung satu sama lain. Demikian pula halnya Marie Lu dan Tahereh Mafi, penulis serial Shatter Me. Keduanya kerap bertukar komentar dan mengunggah foto bersama.

    Marie Lu dan Tahereh Mafi


    Salah satu fotonya adalah ketika mereka bersama-sama mengikuti aksi demonstrasi bersama para suami masing-masing. Wah! Kompak ya.

    Sebagai tambahan informasi, Marie Lu sudah menikah dengan Primo Gallanosa, seorang pria tampan keturunan Filipina. Ada yang bisa menebak siapa suami Tahereh Mafi yang muncul dalam foto di atas?


  6. Fans BTS

    Tak mau kalah dari para remaja kebanyakan, Marie Lu juga ternyata adalah fans salah satu boyband terkenal asal Korea Selatan, BTS (Bangtan Boys)! Marie kerap mendukung BTS di akun media sosialnya seperti Twitter dan juga Instagram stories.

    Twitter Marie Lu

    Marie Lu tak segan-segan ber-fangirling ria di akunnya. Tidak hanya itu! Nama BTS dan salah satu lagunya juga dia sebutkan dalam sekuel Warcross.

  7. Novel Legend dan The Young Elites Akan Difilmkan!

    Mengiringi kesuksesan novelnya, trilogi Legend dan The Young Elites sudah dibeli hak ciptanya untuk diadaptasi ke layar lebar. Sebenarnya, sejak tahun 2011, hak cipta film Legend sudah dibeli oleh CBS Films. Namun entah kenapa,  rumah produksi tersebut tidak melakukan kemajuan yang berarti pada pembuatan filmnya.

    Tetapi jangan bersedih hati dahulu. Marie Lu mengumumkan melalui akun Instagram-nya, bahwa Legend telah menemukan rumah produksi yang baru, yakni BCDF Pictures! Wah, ayo kita doakan bersama, semoga di rumah produksi ini, film Legend segera terealisasi ya.

    Twitter Marie Lu2

    Sementara itu, The Young Elites dibeli hak cipta filmnya oleh Fox dan Temple Hill, rumah produksi ternama yang telah sukses mengadaptasi novel The Maze Runner karya James Dashner ke layar lebar.



    Rasanya tidak sabar ya, menunggu kedua serial ini difilmkan. Kalau menurut kalian, siapa saja aktor atau aktris yang tepat untuk memerankan, June, Day, Adelina, Enzo hingga Magiano?

    Sesungguhnya, ketika membahas Marie Lu, 7 fakta yang dijabarkan rasanya kurang dan tidak mampu mendeskripsikan secara menyeluruh sosok penuh inspirasi ini. Kalau ingin tahu lebih banyak tentang Marie Lu, silakan ikuti berbagai akun media sosialnya ya, dan jangan lupa baca juga novel-novelnya.


    [Oleh : Ade Nurmarita]

         
         Baca Juga : 7 Blog Penulis Keren yang Bisa Dikunjungi Saat Butuh Inspirasi

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 3NO NEW POSTS
X