fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel

Apakah kamu menggemari tokoh-tokoh superhero dari DC?

Selain mengikuti komik dan filmnya, sekarang kamu bisa menikmati kisah-kisah mereka dalam format novel. Serial DC Icons namanya. Serial ini digarap oleh sejumlah penulis papan atas dalam genre YA (Young Adult), karena novelnya memang menceritakan para tokoh ikonik DC di masa muda mereka. Langsung saja disimak, para tokoh yang bisa kamu baca kisahnya dalam seri DC Icons.


Buku Seri DC Icons

Wonder Woman: Warbringer karya Leigh Bardugo

Kisah pembuka dalam seri DC Icons adalah tentang Diana Prince sang Wonder Woman. Diana muda belum pernah meninggalkan Pulau Themyscira, tempat tinggalnya bersama kaum Amazon. Meskipun dia anak dari Ratu Hippolyta, bukan berarti dia otomatis dipuja-puji oleh para wanita Amazon. Kemampuan Diana belum teruji dalam perang, dan dia sangat ingin unjuk diri agar tidak diremehkan lagi.

Kesempatan Diana datang bersama seorang gadis yang diburu oleh berbagai pihak karena dia seorang warbringer atau pencetus perang. Misi Diana adalah menghentikan warbringer bangkit sepenuhnya dan membawa kehancuran dunia.

Wonder Woman


Leigh Bardugo, penulis yang sebelumnya telah sukses dengan trilogi Grisha dan dwilogi Six of Crows, berhasil menyajikan kisah Diana dengan apik; tokoh-tokohnya menarik, dan adegan-adegan laganya seru. Karena alur ceritanya cepat, novel setebal 500 halaman lebih ini rasanya masih kurang.

Leigh pernah bekerja sebagai copywriter, jurnalis, penata rias Hollywood, dan juga penulis skrip movie trailer, sebelum akhirnya menerbitkan buku perdananya. Wanita lulusan Yale University ini juga merupakan vokalis band Captain Automatic.


Batman: Nightwalker karya Marie Lu

Sebelum menjadi Batman, Bruce Wayne adalah seorang pemuda kaya raya nan gegabah dengan segala kegalauannya mencari jati diri. Gara-gara mengikuti instingnya untuk melawan perintah polisi dan mengejar komplotan penjahat Nightwalker, Bruce dihukum untuk melakukan pelayanan masyarakat di Arkham Asylum.

Arkham Asylum adalah tempat mengerikan, perpaduan antara fasilitas penjara dan rumah sakit jiwa. Para kriminalis yang ditahan di sana rata-rata memang psikopat berbahaya. Bahkan, ada satu bagian khusus dengan pengamanan ekstra, berisi tahanan-tahanan berisiko tinggi. Di bagian inilah Bruce bertemu dengan Madeleine, salah satu anggota Nightwalker.

Bruce berusaha membuat Madeleine buka mulut dan membocorkan rahasia Nightwalker, gerombolan pencuri dan pembunuh yang meneror Kota Gotham, khususnya meneror penduduk kalangan atas. Tindakan apa yang akan Wayne lakukan ketika dia diberitahu akan menjadi target Nightwalker berikutnya?

Batman Nightwalker


Marie Lu telah lebih dulu sukses dengan trilogi Legend, trilogi The Young Elites, dan Warcross. Ketika menerima tugas untuk menuliskan kisah masa muda Bruce Wayne, dia sangat bersemangat. Dilansir dari wawancaranya dengan Flickering Myth, Marie merasa kisah tokoh Batman sudah banyak dieksplorasi, sedangkan tokoh Bruce Wayne belum. Dia senang dapat mendalami karakter Bruce Wayne remaja dan mendalami bagaimana Bruce bisa tertarik pada penegakan keadilan di Kota Gotham.

Setelah lulus dari University of Southern California, Marie Lu sempat bekerja sebagai art designer di industri video game. Saat ini dia menjadi penulis purna waktu, dan tinggal bersama suaminya di Los Angeles, California.


Catwoman: Soulstealer karya Sarah J. Maas

Buku ketiga dalam serial DC Icons dan baru saja dirilis pada Agustus 2018 ini adalah Catwoman: Soulstealer. Di bagian akhir Batman: Nightwalker ada sedikit cuplikan Catwoman, isinya tentang Selina Kyle yang terpaksa berpartisipasi dalam pertarungan dan pertaruhan ilegal demi mendapatkan uang untuk bertahan hidup.

Menilik sinopsis yang telah beredar di Goodreads, dalam Catwoman: Soulstealer, pembaca akan kembali menjelajahi Kota Gotham, kali ini dari sisi penjahatnya. Catwoman, berkomplot dengan Poison Ivy dan Harley Quinn, membuat kekacauan di Kota Gotham. Berhubung Batman sedang bertugas ke luar kota, hanya ada Batwing yang bertugas menghentikan ketiga gadis ini. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Catwoman


Setelah mendapatkan sudut pandang superhero di dua buku pertama, menarik sekali mendapatkan sudut pandang supervillain di buku ketiga ini. Pembaca bisa melihat latar belakang sang tokoh dan memahami alasan di balik dia memilih jalan yang salah.

Sarah J. Maas terkenal dengan novel-novelnya yang tebal, serial Throne of Glass dan serial A Court of Thorns and Roses. Kedua serial ini memiliki sangat banyak penggemar dan menjadi New York Times bestsellers. Catwoman: Soulstealer ini mungkin karyanya yang paling tipis, hanya setebal tiga ratusan halaman.

Sarah lulus dari Hamilton College dengan Magna Cum Laude di jurusan creative writing. Saat ini Sarah dan suaminya tinggal di Pennsylvania, pada Juni 2018 lalu mereka baru saja dikaruniai seorang anak laki-laki.


Superman: Dawnbreaker karya Matt de la Pena

Kisah Clark Kent muda ini baru direncanakan akan terbit pada Januari 2019, namun sinopsisnya sudah muncul di Goodreads. Berikut ini terjemahan lepasnya.

Clark Kent selalu lebih cepat, lebih kuat, dan lebih baik dibandingkan orang-orang di sekitarnya. Tapi dia dibesarkan untuk tidak bersikap pamer, dan menarik perhatian orang lain bisa jadi berbahaya. Lagipula, dia bisa dibilang belum layak mendapatkan kekuatannya.

Akhir-akhir ini, rasanya sulit untuk menyembunyikan tindakan-tindakan heroik Clark. Ketika suatu hari dia mengikuti suara tangisan seorang gadis, Clark menemukan suatu rahasia gelap di Smallville. Rupanya bukan hanya Clark yang menyembunyikan sesuatu.

Dibantu oleh sahabatnya, Lana Lang, dia menyelidiki kebenaran. Kejahatan apa yang bersembunyi di kota kecil ini? Seberapa besar harga yang harus Clark bayar demi mempelajari masa lalunya dan menerima masa depannya sebagai Superman? Karena sebelum dapat menyelamatkan dunia, Clark Kent harus terlebih dulu menyelamatkan Smallville.

Superman


Sama seperti Leigh, Marie, dan Sarah, Matt de la Pena pun telah menghasilkan buku-buku yang masuk dalam jajaran New York Times bestseller. Dia juga pernah memenangi Newbery medal untuk bukunya yang berjudul Last Stop on Market Street, hasil kolaborasi dengan ilustrator Christian Robinson.

Januari 2018 ini Matt baru saja merilis buku anak-anak berjudul Love, hasil kolaborasi dengan ilustrator Loren Long. Buku ini mendapat sambutan yang baik di kalangan pembaca.

Matt meraih gelar master dalam bidang creative writing dari San Diego State University dan meraih gelar sarjana seni dari University of the Pacific, di mana dia menerima beasiswa penuh berkat prestasinya di bidang basket. Saat ini Matt tinggal di Brooklyn, New York. Dia mengajar creative writing dan mengunjungi sekolah-sekolah tinggi serta kampus-kampus di sepenjuru negeri.



Apakah tokoh DC favoritmu termasuk dalam daftar di atas? Atau kamu punya tokoh favorit lainnya yang ingin kalian baca kisahnya dalam bentuk buku? Semoga saja seri DC Icons ini sukses ya, sehingga berpeluang besar dilanjutkan dengan tokoh-tokoh lainnya.



[Oleh: Dy]

0

Artikel, Kolom Editor

Siapapun dirimu

Apa pun keyakinanmu

Semuanya akan berubah


Dan Brown, sang penulis novel-novel bestseller, kembali dengan kisah mencengangkan tentang Profesor Robert Langdon. Bertajuk Origin, novel ini menjadi novel kelima dalam serial Robert Langdon yang sebelumnya telah dikenal oleh jutaan pembaca di sepenjuru dunia lewat Angels and Demons, The Da Vinci Code, The Lost Symbol, dan Inferno.

Origin pertama kali dirilis pada Oktober 2017 dalam Bahasa Inggris. Di tahun yang sama, novel ini mendapat nominasi Goodreads Choice Award untuk kategori Mystery & ThrillerOrigin bertengger di daftar New York Times bestsellers selama lebih dari 20 minggu. Kini, Origin telah diterjemahkan dan diterbitkan dalam berbagai bahasa, salah satunya Bahasa Indonesia.

Origin Dan Brown


Butuh waktu 4 tahun bagi Dan Brown untuk melakukan riset dan menulis novel Origin. Dia menghabiskan banyak waktu di Spanyol, yang menjadi latar tempat utama dalam novel ini.

Seperti novel-novel Dan Brown lainnya, Origin juga memiliki ciri khas berupa deskripsi mendetail tentang berbagai lokasi bersejarah yang didatangi oleh Langdon, wanita cantik nan cerdas yang mendampingi Langdon dalam menjalankan misinya, serta tema cerita yang kontroversial.


Penasaran lebih lanjut tentang Origin? Simak sinopsisnya berikut ini


Robert Langdon, profesor simbologi dan ikonologi agama Universitas Harvard, tiba di Museum Guggenheim yang supermodern di Bilbao, Spanyol, untuk menghadiri pengumuman besar tentang penemuan yang “akan mengubah dunia sains.” Tuan rumah acara malam hari itu adalah Edmond Kirsch, seorang miliuner dan futuris berusia empat puluh tahun.

Kirsch adalah sosok yang terkenal di seluruh dunia, berkat penemuan-penemuan teknologi tingkat tingginya yang mengagumkan, serta prediksi-prediksinya yang berani. Dia juga merupakan salah satu mahasiswa Langdon dua puluh tahun yang lalu, dan sekarang dia akan mengungkap suatu terobosan yang mencengangkan… yang akan menjawab dua pertanyaan fundamental terkait eksistensi manusia.

Begitu acara dimulai, Langdon dan beberapa ratus hadirin lainnya terpukau oleh pemaparan yang begitu orisinil, dan Langdon menyadari bahwa ini akan jauh lebih kontroversial daripada dugaannya. Namun acara yang telah diatur dengan amat cermat itu tiba-tiba kacau balau, dan penemuan berharga Kirsch nyaris hilang selamanya.

Terguncang dan menghadapi bahaya besar, Langdon terpaksa melarikan diri dari Bilbao. Dia didampingi oleh Ambra Vidal, sang direktur museum yang bekerja sama dengan Kirsch untuk menyelenggarakan acara. Keduanya bertolak ke Barcelona untuk mencari password teka-teki yang akan mengungkap rahasia Kirsch.

Menyusuri koridor-koridor gelap sejarah rahasia dan agama ekstrim, Langdon dan Vidal harus menghindari lawan yang sepertinya tahu segalanya, yang kemungkinan didukung oleh pihak Istana Kerajaan Spanyol … yang akan melakukan apa pun untuk membungkam Edmond Kirsch.

Mengikuti jejak-jejak tersembunyi dalam karya seni modern dan beragam simbol misterius, Langdon dan Vidal menemukan petunjuk-petunjuk yang pada akhirnya membawa mereka berhadapan dengan penemuan Kirsch… dan kenyataan mencengangkan yang selama ini tidak kita ketahui.

Dan Brown dan Columbia Pictures kini sedang bekerjasama untuk mengadaptasi Origin ke film layar lebar. Ini akan menjadi film keempat yang diangkat dari novel karya Dan Brown setelah The Da Vinci Code pada 2006, Angels and Demons pada 2009, dan Inferno pada 2016.

 

 

0

Artikel
Di kalangan para pencinta buku fiksi, terutama para wanitanya, ada satu istilah yang akrab di telinga, yakni book boyfriend. Istilah ini mengacu pada tokoh lelaki di dalam novel, yang kepribadian dan fisiknya begitu menawan hingga membuat pembaca jatuh cinta.

Penasaran tipe-tipe lelaki macam apa saja yang layak disebut book boyfriend? Simak daftar 9 lelaki pencuri hati dari novel fantasi ini yuk:


1. Oliver Wood (serial Harry Potter)
Oliver Wood Harry Potter
Oliver Wood pertama kali muncul dalam Harry Potter and The Sorcerer’s Stone sebagai kapten tim Quidditch asrama Gryffindor. Saat itu, Oliver yang merupakan siswa tingkat lima menjadi mentor bagi Harry Potter yang baru masuk Hogwarts. Sikapnya yang tenang tapi tegas membuat siapa pun yang dia pimpin merasa aman.

Bisa dipastikan, rumah tangga yang nantinya dia pimpin akan sejahtera. Sip.Dalam tim Quidditch, Oliver berperan sebagai keeper atau penjaga gawang. Dia amat lihai menangkap dan menangkis bola sembari melakukan manuver-manuver sulit di atas sapu terbang. Hmmm… Kebayang kan, gawang saja dijaga, apalagi hatimu.

Sesudah lulus dari Hogwarts, Oliver masuk tim Quidditch Puddlemere United Reserve. Tapi dalam beberapa pertandingan Hogwarts, Oliver terlihat hadir memberi dukungan. Tidak seperti kacang yang lupa pada kulitnya, Oliver tak lupa pada tim yang awalnya membesarkan dia.  

       
2. Peeta Mellark (The Hunger Games)

Peeta Mellark
Siapa yang tidak kenal dengan pembuat roti dari distrik 12? Seorang tribute yang terpaksa membahayakan hidupnya demi kesenangan warga Capitol. Laki-laki berambut pirang yang bernama Peeta Mellark ini adalah tipe pencinta dalam diam. Menyukai seseorang namun tak pernah berani mengungkapkannya karena yakin si dia tak pernah menyadari keberadaannya.

Peeta berpartisipasi dalam Hunger Games yang brutal dan hanya akan mengizinkan satu orang untuk pulang kembali ke distriknya. Namun, dia tidak pernah menunjukkan kekuatannya dan bersikap seperti halnya anak laki-laki biasa, padahal dia bisa mengangkat seratus kilogram tepung terigu. Jadi jangan khawatir, kalau kau pingsan, Peeta bisa menggendongmu ke tempat aman.

Lelaki yang selalu rendah hati ini rela mengorbankan nyawa demi orang yang dia pedulikan. Peeta merasa tidak ada yang mengharapkan kepulangannya, padahal dia selalu punya tempat pulang di hati tiap wanita yang membaca kisahnya.  
         

3. Newt (The Maze Runner
) Newt The Maze Runner
Newt adalah salah satu remaja yang terjebak dalam Glade (suatu area yang dikelilingi labirin raksasa), dan menjadi sosok pengikat di antara para glader. Oleh karena itu, sebutan Glue melekat pada dirinya. Da tidak memiliki tubuh yang kekar seperti Minho atau kenekatan seperti Thomas. Namun kebaikan hatinya membuat semua orang sayang padanya.

Newt tak segan-segan mengorbankan diri dan selalu siap siaga untuk menolong para sahabatnya. Dan yang paling penting, dia selalu mampu memahami orang lain. Bisa dibayangkan, kalau kamu punya pacar seperti Newt, kamu akan sangat disayangi dan dipahami. Benar-benar sosok pacar yang ideal, ya.


4. Magiano (trilogi The Young Elites) Magiano The Young Elites
Magiano adalah salah satu elite muda, sebutan bagi kelompok individu yang memiliki berbagai kemampuan unik. Lelaki hitam manis ini memiliki mata berwarna emas dan lancip bagaikan mata kucing, tatapannya mampu membuat para wanita meleleh seketika.Kemahiran Magiano bermain gitar dan bernyanyi, juga keceriaannya, akan membuat suasana selalu meriah dan hati orang-orang di sekitarnya bahagia.

Sekali pun kau sedang bersedih atau suasana hatimu muram, Magiano dapat menghadirkan kembali senyum di wajahmu. Magiano berprofesi sebagai pencuri, tapi bukan berarti dia gemar mencuri hati para wanita, alias playboy. Buktinya, dia hanya mau mencuri hati satu wanita, dan selalu setia kepadanya.


5. Carswell  Thorne (The Lunar Chronicles) Carswell Thorne
Thorne adalah pilot militer yang mangkir dan kabur membawa pesawat yang dikendarainya. Semangat pemberontak dan sikap kesatrianya sering membuat Thorne bermasalah dengan pihak berwenang, tapi juga membuatnya menjadi semacam selebriti dan buah bibir di kalangan para wanita.Kesan pertama Thorne adalah lelaki penggoda, yang mengedipkan sebelah mata dan tersenyum pada setiap wanita yang dia jumpai.

Namun setelah mengenal lebih jauh, Thorne bisa jadi sangat manis san protektif terhadap kawan-kawannya, terutama pada kekasihnya.Banyak pembaca wanita yang menggemari Thorne karena sifatnya yang humoris dan sarkastis. Mereka bilang dia menggemaskan, ucapan dan kelakuannya sering membuat terbahak.


6. Leo Valdez (serial Percy Jackson) Leo Valdez Percy Jackson
Leo Valdez adalah anak Hephaestus, Dewa Api dan pandai besi dalam mitologi Yunani. Berbeda dengan sosok sang ayah yang tinggi besar, Leo adalah cowok ceking yang sering berlepotan oli. Dia juga sering memakai sabuk perkakas ajaib yang bisa mengeluarkan permen mint tanpa batas.

Sekilas, tampak tak menarik ya? Kecuali mungkin bagian permen mint-nya.Tapi jangan salah, Leo berlepotan oli karena kemahirannya memperbaiki mesin. Dan di balik noda oli, Leo adalah sosok sahabat dan, uhuk… pacar idaman. Kalau mesin saja bisa dia perbaiki dengan mudah, hatimu yang hancur karena patah hati juga tentunya bisa dia perbaiki.

Selain itu, Leo orangnya humoris. Kalau terjebak bersamanya di sebuah pulau tak berpenghuni untuk waktu lama, kamu tidak akan cepat bosan. Kamu akan selalu terhibur berkat berbagai lelucon yang keluar dari mulutnya.        
 

7. Anthony Lockwood (serial Lockwood & Co.)
Anthony Lockwood
Dunia Lockwood & Co adalah dunia yang menderita wabah hantu. Di usia yang terbilang muda, Anthony Lockwood menjadi salah satu pemimpin perusahaan pembasmi hantu. Ini membuktikan kepiawaiannya dalam bersosialisasi dan menjalin relasi.

Lockwood adalah sosok yang karismatik, memesona, dan misterius. Para wanita jadi menebak-nebak ada rahasia apa di balik senyuman yang selalu terulas di wajahnya. Yang jelas, jika ingin mendapatkan perhatian Lockwood, jangan lupa membawa hantaran makanan, karena dia gemar mengudap sembari minum teh, layaknya seorang English gentleman.

Dengan pakaian yang selalu bersih dan rapi, serta sikap yang kalem dan supel, Lockwood dijamin tidak akan memalukanmu kalau dikenalkan kepada kedua orangtua dan keluarga besar.
Semua orang akan menyukainya.      
     

8. Four (trilogi Divergent
) Theo James
Four, alias Tobias Eaton, adalah salah satu mentor ilmu beladiri dalam faksi Dauntless, faksi berisi orang-orang berani mati. Tidak diragukan lagi, Four memiliki fisik yang prima hasil latihan setiap hari, dan dia bagaikan abang yang selalu bisa diandalkan untuk menyelesaikan berbagai masalah.Meskipun terkesan selalu kuat, Four juga memiliki sisi rapuh yang tidak segan dia tunjukkan kepada kekasihnya.

Dia tidak ragu mengakui bahwa dia pun butuh orang lain sebagai tumpuan. Ini menjadikannya sosok yang manusiawi dan banyak wanita ingin menjadi tumpuan hidupnya.Four memiliki raut wajah serius dan jarang tersenyum atau tertawa, tapi sekalinya dia tersenyum…. dijamin para wanita jatuh cinta. Four mengajarkan bahwa rasa takut itu perlu, tidak seharusnya membuatmu terpaku, melainkan bangkit dan bertindak.


9. Ezra Mason (Illuminae) Ezra Mason Illuminae
Sebelum terpaksa mengungsi bersama ribuan penduduk Kerenza lainnya gara-gara planet tempat tinggal mereka diserang, Ezra Mason adalah atlet geeball di sekolahnya. Dia kemudian direkrut menjadi pilot pesawat tempur, dan ternyata dia pilot yang andal.Ezra tipe cowok ganteng dan kekar, tapi kelakuannya imut.

Kepada kekasihnya, dia mengirimkan pesan minta maaf berupa bunga mawar besar yang dibentuk dari kata-kata “sorry.” Awww… siapa sih yang tega tidak memaafkannya? Ezra juga tidak ragu-ragu melontarkan rayuan maut, seperti, “Kau layak mendapatkan setiap bintang di galaksi.” Atau, “Aku milikmu, hingga bintang terakhir di galaksi ini mati. Aku milikmu.”



So sweet!Meskipun para book boyfriend ini sering membuat wanita terbuai dalam khayalan indah, jangan sampai halusinasi berkepanjangan ya. Dan untuk para lelaki, daftar ini bisa dijadikan referensi untuk tahu tipe-tipe seperti apa yang digandrungi wanita.  



[Oleh: Team Sukses Marie Lu]  


Baca Juga: 7 Fakta Marie Lu, Rising Star di Genre Fantasi

Baca Juga: DC Icons; Masa Muda Tokoh Ikonik DC
0

Artikel

Untuk sebagian orang, rasa kesepian, sedih, patah hati bisa berujung pada perasaan putus harapan. Perasaan kesepian tentu bukan sesuatu yang memalukan, karena bagaimanapun setiap orang pasti pernah merasa kesepian sampai putus harapan.

Dilansir dari situs telegraph.co.uk, membaca bisa menjadi salah satu terapi yang dapat mengurangi stres. Bahkan, membaca selama 6 menit saja dapat mengurangi tingkat stres lebih dari dua pertiganya. Kalau membaca saja dapat mengurangi stres, membaca bacaan yang tepat tentu bisa memberi dampak yang lebih positif.

Supaya semangat hidup tumbuh kembali, berikut rekomendasi beberapa buku terbitan Mizan Pustaka yang bisa kamu baca jika kamu merasa putus harapan.


 1. Adrift karya Tami Oldham Ashcraft dan Susea McGearhartBuku Adrift
Buku yang filmnya sudah tayang ini merupakan memoar dari sang penulis sendiri. Buku ini menceritakan perjalanan pelayaran Tami dan tunangannya, Richard. Mereka berlayar dari Tahiti untuk mengantarkan kapal pesiar ke San Diego. Alih-alih mendapat pengalaman berlayar yang menyenangkan, pasangan ini justru menghadapi badai luar biasa besar yang memecahkan rekor badai terbesar di dunia.

Bagaimana perjuangan mereka menghadapi badai dan terombang-ambing di laut akan membuat pembacanya melihat bahwa semangat hidup manusia adalah hal yang bisa membuat manusia itu bertahan lebih dari apapun. Penasaran ingin membaca, kan?


2. Turtles All The Way Down karya John Green

Buku teranyar dari John Green menceritakan tentang Aza (protagonis dalam buku) yang mengidap anxiety disorder dan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD). Kondisinya ini membuatnya bertarung dengan dirinya sendiri untuk menjadi seorang putri yang baik bagi orangtuanya, murid yang baik, teman yang baik, dan detektif yang baik dalam petualangannya bersama sahabat baiknya untuk mengungkap misteri seorang miliarder buronan, Russell Pickett.      


3. The Geography of Bliss
karya Eric Weiner
 

Saat putus harapan, kadang kita tidak bisa melihat indahnya dunia. Semua terasa membosankan dan pahit. Buku ini akan mengajak kamu keliling dunia untuk memaknai kebahagiaan. Menurut buku ini, kebahagiaan itu ada dalam diri kita, bukan karena orang lain atau lingkungan sekitar. Mungkin buku ini akan membuat kamu memandang hidupmu dari sisi lain yang belum pernah kamu lihat.    


4. I am Malala
karya Christina Lamb dan Malala Yousafzai
I Am Malala
Buku ini berdasarkan kisah nyata. Malala adalah seorang gadis yang memperjuangkan hak dasar untuk mendapatkan pendidikan. Saat kelompok Taliban menguasai daerah Swat Valley, Pakistan, dia tidak tinggal diam dan terus berjuang untuk bisa bersekolah.

Ketika usianya 15 tahun, dia mendapat tembakan di kepalanya saat perjalanan pulang di dalam bus sekolahnya. Hampir tidak ada yang mengira Malala akan selamat dari tembakan itu. Tapi dia terus berjuang dan tidak pernah menyerah untuk memperjuangkan hak dan kehidupannya.    


5. Love Letters to The Dead
karya Ava Dellaira
Love Letters to The Dead
Dari judulnya sudah super sedih, pasti ceritanya tentang kehilangan seseorang, ya? Diceritakan Laurel (karakter utama dalam buku) mendapat tugas dari guru Bahasa Inggris untuk menulis surat kepada tokoh yang sudah meninggal. Dia memilih menulis surat untuk Kurt Cobain, Judy Garland, River Phoenix, Janis Joplin dan beberapa tokoh .

Dia memilih untuk menulis kepada mereka karena mereka memiliki kesamaan dengan kakaknya sendiri; meninggal saat usianya masih muda. Meskipun tugas sekolahnya sudah selesai, Lauren terus menulis untuk orang-orang tersebut.

Dalam surat-suratnya, Laurel mempertanyakan dan mencoba mencari tahu tempatnya di dunia, dan mencoba belajar memaafkan kakaknya karena meninggalkannya dengan begitu tiba-tiba. Sepertinya kita bisa mencoba apa yang dilakukan Laurel, menulis saat merasa sedih mungkin bisa sedikit membuat kita merasa lebih baik.  



Dari kelima buku di atas, kamu tertarik membaca buku yang mana? Semuanya? Siapa takut!



[Oleh : Rini]

0

Artikel

Berpisah adalah sebuah kepastian

Tapi,

Melupakan adalah pilihan.

  Hernowo Hasim Mengikat Makna Selamanya
“Buat saya, Hernowo bukan Cuma sahabat puluhan tahun. Dia juga sebuah monumen hidup. Monumen? Hernowo telah menunjukkan dengan jelas kepada saya: bagi makhluk yang namanya manusia, tidak ada kata mentok.”
Haidar Bagir  


“Mas Hernowo adalah guru sejati saya. Beliau adalah orang yang paling konsisten dan paling disiplin yang pernah saya kenal yang rajin sekali membagikan ilmunya.”
Sari Meutia  


“Beliau berjasa dalam tumbuh kembang karya intelektual Muslim. Beliau pionir yang memperkenalkan teori mengemas buku di dunia penerbitan. Sejak karyanya banyak diminati, banyak penerbit mengikuti jejaknya”
Miftah Fauzi Rakhmat


  “Manusia terbaik adalah manusia yang mampu mengikat makna eksistensinya dalam keseluruhan konteks hidup dan kehidupan. Nilai ikatan maknanya adalah khairunnâs anfa’uhum linnâs. Sebaik-baiknya manusia adalah yang (eksistensinya) bermanfaat luas bagi manusia lain”
N. Syamsuddin Ch. Haesy  



Bukan hanya salah seorang pendiri Penerbit Mizan, beliau lebih dari itu. Seorang Sahabat, Guru, dan Panutan. Passion-nya tidak hanya mengantarkan beliau menjadi senior yang disegani dalam dunia penerbitan, namun menjalarkan semangatnya kepada orang-orang di sekitarnya.  

Mas Hernowo sudah berpulang, namun eksistensinya melalui buku-buku karyanya membuktikan bahwa beliau adalah orang yang baik, yang bermanfaat luas bagi manusia lain. Mengikatkan makna keberadaan dirinya dalam setiap tulisan yang diterbitkannya.  


Bagaimana sosoknya di mata rekan dan sahabat? Berikut kesaksian dari segenap rekan dan sahabat yang terangkum dalam e-book yang bisa Anda unduh di sini.

Hernowo Hasim Mengikat Makna Selamanya



[Oleh : Rini ]
 
Baca Juga :

Mengikat Makna, Warisan yang Tak’kan Sirna

0

Artikel
Hernowo Hasim Mengikat Makna

(sumber gambar)


Perkembangan digital, terlebih media sosial (medsos) atau social media (socmed), pada saat ini menjadi tantangan tersendiri sehubungan dengan minat membaca dan menulis buku. Kita lebih senang menulis di duniamaya: Facebook, WhatsApp, Line, Instagram, Snapchat, Path, Twitter, dan yang lain.

Sering sekali kita menumpahkan segala sesuatu yang terjadi atau pemikiran kita di media sosial. Berbagai berita dan kabar pun bisa kita dapatkan dengan mudah di era ini; dari yang penting hingga hal sepele, bahkan kabar hoax pun kita baca. Tak jarang, dari socmed itu, banyak berita yang kita telan mentah-mentah.

Hernowo Hasim Mengikat Makna (sumber gambar)

 
Kegiatan berselancar di media sosial juga menjadi tempat masuknya informasi yang beragam. Berbagai akun medsos seolah menjadi profesor yang tahu segalanya. Namun, jika hanya melihat sisi negatifsebuah perkembangan teknologi, tentu kita akan banyak tertinggal.

Lalu, mengapa kita tidak memanfaatkan media sosialuntuk meningkatkan kemampuan dalam menulis dan membaca? Inilah yang penulis lakukan dalam kelasnya di kampus. Beliau memanfaatkan Facebook dan e-mail untuk berinteraksi dengan mahasiswanya. Tugas perkuliahan dikirim via e-mail dan berdiskusi dilakukan lewat grup Facebook.

Hernowo, penulis sejumlah buku tentang kegiatan membaca dan menulis ini, ingin menghilangkan tren copy-paste yang sering membuat mahasiswa terjebak dalam kemudahan tanpa melatih ide-ide dan mengeluarkan pikiran orisinalnya. Beliau mengajari dan melatih mahasiswanya untuk menyatukan kegiatan membaca dan menulis, atau mengikat makna.

Hernowo Hasim Mengikat Makna Hernowo Hasim mengisi sebuah seminar
(sumber gambar)


Dalam buku “Flow” di Era Socmed: Efek–Dahsyat Mengikat Makna, Hernowo Hasim—identik dengan kata “mengikat makna”—mengatakan, terkadang kita masih terjebak atau terkerangkeng oleh pemikiran logis dan tertib. Pikiran yang terkerangkeng menghambat kita untuk mengembangkan ide-ide liar yang ada di otak untuk menulis dan membaca.  

Untuk itu, ia menyarankan untuk mencari tahu pemahaman dan atau mengulang kembali apa yang pernah dibaca dan ditulis, lalu “mengikatnya” agar abadi. Kegiatan “mengikat makna” yang dimaksud adalah membaca sederet teks, kemudian menuliskan kembali pemahaman atas deretan teks yang telah dibaca tersebut secara bebas ke selembar kertas atau layar laptop, atau juga merekam suara yang berisi penyampaian kembali pemahaman tersebut.

Dalam buku inipun, dipaparkan tiga definisi kegiatan membaca yang baik. Pertama, membaca yang baik adalah kemampuan membaca yang di dalamnya terdapat kesigapan menemukan buku yang baik. Kedua, membaca yang baik juga berarti memanfaatkan kegiatan membaca sebagai kegiatan belajar. Dan ketiga, membaca yang baik adalah membaca dengan efektif.

Yang terpenting, kegiatan membaca harus memiliki efek atau pengaruh terhadap peningkatan kualitas diri. Jika dibandingkan, kita lebih banyak membaca dan menulis lewat gadget daripada buku. Dalam kegiatan menulis, terkadang kita terpatok pada outline dan susunannya.

Padahal, seharusnya kita membebaskan pemikiran kita di ruang privat agar tidak ada beban dan tekanan ketika menulis. Untuk itu, seorang penulis tentu harus gemar membaca agar dapat mengeluarkan pikiran dan gagasannya dengan menarik. Lewat membaca,koleksi kata-kata baru yang beragam dan banyak akan bertambah.


“Ketika Anda membaca buku, carilah terus kata-kata baru sebab pengetahuan akan kata-kata baru yang Anda temukan dalam buku, sebenarnya merupakan salah satu cara mengolah otak. Bacalah kata-kata baru itu dan ucapkan secara keras, serta cari tahu maknanya. Tunggulah beberapa saat, saya yakin, otak Anda akan segera menyala.” – Taufiq Pasiak


Membaca sebenarnya bukan kegiatan yang mudah dan ringan, jika kita tidak memahami apa yang kita baca.Ini berhubungan dengan bagaimana kita memaknai kata, mengingat dan menghubung-hubungkan kalimat per kalimat, serta menyimpulkan semua hal yang sudah kita baca.


Nah, dalam buku ini, penulis memberikan salah satu kiatnya, yakni mengganti persepsi itu dengan menganggap membaca tidak ubahnya dengan ngemil.

Hernowo Hasim Mengikat Makna Hernowo di depan peserta seminar
(sumber gambar)


Membaca ngemil adalah membaca dengan cara memasukkan materi bacaan kedalam pikiran perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit agar pembaca dapat merasakan sesuatu yang sedang dibacanya. Penulis layaknya seorang koki dan pembaca adalah orang yang menyantap “sajiannya”.

Untuk dapat menikmati “masakan” itu, kita pasti akan mencicipi sajian tersebut lewat gaya penulisan, rangkaian kata, dan kosa kata yang mempermudah kita memahaminya. Hernowo berpendapat, membaca adalah kegiatan melisankan gambar huruf yang bersusun menjadi kata, kata menjadi kalimat, dengan menyelaraskan pikiran, hati, dan penglihatan.

Sedangkan menulis adalah menggambarkan ekspresi hati yang tampak pada gambar dan huruf melalui proses berpikir yang bermakna karena tulisan adalah tuturan lisan yang dicerna oleh indra mata. Tulisan rapi dan bersih akan menimbulkan rasa nyaman dalam membaca dan akan memberikan kesan tertentu.

Lewat buku ini, Hernowo Hasim memanfaatkan mengikat makna sebagai bentuk atau model yang membantu seseorang untuk membangun komunikasi efektif. Cara ini memang tidak menekankan pada kegiatan berbicara dan menyimak dalam bentuk langsung dan eksplisit. Mengikat makna bertumpu pada kegiatan membaca dan menulis sebagai cara memasukkan dan mengeluarkan sesuatu yang penting dan berharga dari pikiran.

Hernowo Hasim Mengikat Makna

Kegiatan mengikat makna juga dilakukan secara mengalir atau flow. Dengan membiarkan semua itu mengalir, tentu akan membebaskan kita dalam mengeluarkan semua pikiran dan gagasan, yang kita tuangkan dalam segala hal. Salah satu contohnya lewat menulis yang mengalir bebas (free writing).



[Oleh : ibn Maxum]
0

Artikel
Hernowo Hasim Mengikat Makna Selamanya  

Hernowo Hasim Mengikat Makna Selamanya Sumber: Mengikat Makna Update (Kaifa, 2009)


Mengalami hal-hal di atas ini? Hernowo Hasim—biasa dipanggil Mas Her—telah memberikan kunci dalam dunia literasi yang benar-benar mencerminkan dirinya: Mengikat Makna. Ini diungkapkan dalam Pembuka bukunya: Mengikat Makna Update: “Saya ingin buku ciptaan saya yang ke-35 merupakan buku yang benar-benar mencerminkan diri saya dan telah menjadi bagian dari sejarah hidup saya.

Akhirnya, buku Mengikat Makna Update ini saya pilih untuk keperluan itu.”
Mas Her sudah tiada. Tapi, warisannya di dunia literasi tak akan sirna, terutama Mengikat Makna. Apakah “mengikat makna” itu?

Hernowo Hasim Mengikat Makna SelamanyaSumber: “Flow” di Era Socmed: Efek Dasyat Mengikat Makna

Mas Her berhasil merumuskan Mengikat Makna yang praktis. Agar kegiatan Mengikat Makna berhasil, hanya perlu 3 langkah:

Hernowo Hasim Mengikat Makna Selamanya

Sumber: Mengikat Makna Update (Kaifa, 2009)


Mas Her senantiasa mengingatkan bahwa memperoleh makna begitu penting ketika seseorang ingin menjalankan kegiatan membaca dan menulis. Ini agar, ketika membaca, pengetahuan kita bertambah, pikiran kita diperluas dan dikembangkan.

Begitu pula ketika kita menulis, saat pikiran kita mengembara, menjalar ke mana-mana, kemudian mengumpulkan sebuah pemahaman akan sesuatu yang akan kita tulis. Untuk itu, pesan Mas Her, senantiasa:

  • Petiklah manfaat ketika Anda membaca dan menulis!
  • Tunjukkan manfaat konkret ketika Anda membaca dan menulis!
  • Rasakanlah manfaat langsung dan nyata selama Anda membaca dan menulis!
  •  
Dengan demikian, kegiatan membaca dan menulis akan menjadi:

Hernowo Hasim Mengikat Makna Selamanya

Sumber: Mengikat Makna Update (Kaifa, 2009)

 
Tak sedikit yang sudah merasakan dan mendapatkan manfaat Mengikat Makna. Semoga, ini menjadi tabungan amal Mas Hernowo. Kesaksian sejumlah sahabat dan murid atas kesan dan kenangannya bersama Mas Her terangkum dalam e-book. Semoga, kesaksian ini meringankan jalan Mas Hernowo di alam keabadian.

Hernowo Hasim Mengikat Makna Selamanya



Dia monumen tentang keharusan manusia tak berhenti belajar,
dia monumen tentang ketakterbatasan potensi manusia, dan dia monumen passion (cinta) kepada ilmu kebijaksanaan dan gairah untuk menolong sesama. Haidar Bagir

Ia memberi contoh baik karena melakukan apa yang diungkapkannya (diutarakan secara lisan dan tulisan). N. Syamsuddin Ch. Haesy

Pejuang literasi sejati yang menulis dan berbagi sampai titik kata dan napas penghabisan. Bambang Trim

Hernowo tak hanya bicara tentang keterampilan baca-tulis; lebih dari itu, dia terutama bicara tentang sebuah kehidupan yang bermakna. Riris K. Toha-Sarumpaet

Hernowo layak dikategorikan sebagai man of letters—paling berjasa dalam meyakinkan khalayak bahwa mengikat makna (menulis) memang jalan paling ampuh buat merebut kebahagiaan. Sumardianta




Dapatkan “Mengikat Makna Selamanya: Hernowo Hasim dalam Kenangan” dari Sahabat dan Murid, Klik Tombol Di Bawah Ini :
Hernowo Hasim Mengikat Makna



[Oleh : Budhyastuti R.H.]
2

X