fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel

Orang pendiam itu cenderung sulit sukses. Apakah benar demikian?


Menurut KBBI, pendiam adalah kata benda yang mengacu pada orang yang tidak banyak bicara. Kenyataannya, orang pendiam pun beragam. Ada yang memang benar-benar pendiam, ada yang menjadi pendiam karena suasana hatinya, ada juga yang pendiam tapi memesona karena pembawaannya yang berbeda dan menarik, serta banyak pula pendiam yang hanya terjadi jika dia ingin menjadi pendiam. Tak jarang, justru si pendiam inilah yang membuat orang lain semakin penasaran dengan dirinya. Karena dia diam, orang lain justru diam-diam memerhatikannya.

Menjadi si pendiam tidak selamanya buruk. Ada banyak hal-hal baik yang justru melekat pada diri si pendiam yang terkesan ‘tertutup’ ini, seperti:

  1. Bisa menjadi teman curhat yang asyik


    kelebihan-orang-pendiam-buku-motivasi

    Terkadang, ketika ada masalah dan hendak bercerita, seseorang ingin didengarkan. Malas rasanya jika sedang bercerita, omongan dipotong sampai-sampai beralih topik ke hal yang lain. Selain itu, pernahkah kamu curhat kepada seorang teman kemudian curhatanmu tiba-tiba sudah menjadi konsumsi publik orang-orang sekitarmu keesokan harinya? Nah, inilah kelebihan dari sikap diam yang dimiliki si pendiam. Selain tidak memotong omongan di tengah pembicaraan, sikapnya yang diam dapat ‘menjamin’ rahasiamu tidak bocor ke muka umum. Orang pendiam pun biasanya akan memberikan solusi jitu atas masalah yang kamu curhatkan kepadanya.

    Si pendiam ini kebanyakan adalah seorang yang perasa. Si pendiam merupakan orang yang sensitif terhadap dirinya, terhadap suasana dan lingkungannya, juga terhadap orang-orang terdekatnya. Sehingga tidak heran kalau orang pendiam bisa tahu kondisi dan perasaan lawan bicaranya tanpa orang tersebut memberitahukannya. Si pendiam banyak memerhatikan sekelilingnya, sehingga dia tahu apa yang terjadi tanpa diberitahu terlebih dahulu.

    Si pendiam lebih memilih untuk bermain dengan pikiran dibanding banyak bicara, karenanya, si pendiam mampu menjadi pengamat yang handal. Di pikiran si pendiam, terbentuk dua figur yang dapat saling berinteraksi untuk melakukan pertimbangan, berpikir, dan memutuskan sesuatu. Hal ini tentu menjadi poin plus untuk si pendiam, dan membuat si pendiam semakin menjadi teman curhat yang asyik dan solutif.



  2. Tentu bisa menjaga lisan


    kelebihan-orang-pendiam

    Karena memang dirinya pendiam, tentu orang yang pendiam bisa menjaga lisannya dari kata dan kalimat yang tidak baik. Ketika ada sekumpulan orang sedang bergosip, si pendiam ini akan lebih memilih diam dan tidak bergabung dengan kelompok tersebut. Kegiatan bergosip, bergunjing, membicarakan orang lain, merupakan hal tidak disukai oleh orang pendiam. Kebanyakan dari orang pendiam hanya akan memerhatikan diam-diam dan tidak terlibat dalam pembicaraan. Si pendiam hanya akan berbicara ketika memang dirinya harus benar-benar bicara atau ketika orang lain menanyakan secara langsung tentang pendapatnya terhadap sesuatu. Seperti, “urusanmu bukan urusanku.”

    Selain itu, karena memang si pendiam jarang berbicara dan sangat pemilih terhadap apa yang hendak dibicarakannya, mereka tentu minim menyakiti hati orang lain. Karena hal tersebut pula, si pendiam akan jarang sekali memiliki musuh. Coba saja bandingkan dengan orang yang tidak pandai menjaga perkataannya, apalagi mereka yang gemar menyebut orang lain dengan kata-kata yang tidak baik. Tentu menjadi si pendiam akan lebih baik, bukan?



  3. Lebih bisa mengontrol emosi dan lebih sabar


    orang-pendiam-bisa-sukses

    Biasanya orang pendiam malas terlibat dalam perdebatan. Sehingga ketika lawan bicaranya emosi, si pendiam akan lebih memilih untuk diam. Semarah-marahnya orang pendiam, mereka akan lebih memilih untuk bungkam. Si pendiam adalah tipikal pemendam, hanya terhadap orang-orang tertentu dia akan menuangkan apa yang dirasakannya.

    Si pendiam pun akan lebih memiliki sikap bersabar ketika mendapatkan perlakuan atau ucapan yang tidak mengenakkan dari orang lain. Bukan karena dia menyerah apalagi kalah, si pendiam hanya akan mencari saat yang tepat untuk berbicara jika situasi sekitarnya sudah memungkinkan. Bahkan seringkali si pendiam akan berbicara langsung dengan orang terkait saja. Atau bahkan dia diamkan saja dan menganggap masalah lewat.


  4. Cenderung perfeksionis


    tips-sukses-orang-pendiam

    Bagi orang pendiam, menjalin hubungan dengan orang-orang pembawa pengaruh negatif dalam hidupnya adalah hal yang sangat tidak berguna. Si pendiam yang kebanyakan cenderung perfeksionis ini memiliki sikap untuk tidak ragu dalam memutuskan hubungan dengan orang-orang yang tidak punya pengaruh positif dalam hidupnya. Siapa bilang si pendiam adalah orang yang mudah terima dan sungkan dengan orang lain? Justru mereka tegas untuk dirinya sendiri, dan mampu bertindak untuk memutuskan apa yang terbaik untuknya atas pertimbangan dirinya sendiri.


  5. Misterius dan membuat penasaran

    keistimewaan-orang-pendiam

    Orang yang belum mengenal pribadi si pendiam akan menganggap si pendiam sebagai sosok yang misterius. Sifatnya yang tertutup membuat si pendiam lebih memilih untuk melampiaskan apa yang ada di hatinya ke dalam pikiran mereka, bukan lewat perkataan. Sehingga seringkali orang di sekelilingnya tak paham seolah si pendiam memiliki dunia sendiri yang sulit untuk diselami orang lain.


    Lagi dan lagi, si pendiam ini seakan memiliki 2 roh dalam satu raga. Pikirannya selalu berdiskusi dengan dirinya sendri. Bukan karena si pendiam gila, melainkan otak mereka berpikir dan terus berpikir, sehingga memunculkan diskusi dalam kepalanya sendiri. Bahkan perbincangan dalam kepalanya mampu membuat suatu rangkaian drama yang begitu seru!


    Kenal Feni Rose, sang presenter kondang yang sering muncul di televisi? Sosoknya adalah contoh seorang pendiam yang sukses. Dalam sebuah wawancara untuk bukunya yang berjudul The Secret of Nekat Presenter, Feni Rose bercerita bahwa dia seringkali tenggelam dalam pikirannya alias melamun. Dia mengaku bahwa dirinya lebih memilih untuk berdiam daripada harus berceloteh dengan orang-orang sekitarnya. Dia adalah si pendiam, yang sangat cerewet di dalam kepalanya sendiri. Dia menjadi pendiam di lingkungan baru, dan cenderung malas melakukan basa-basi. Bahkan ada suatu cerita yang terjadi ketika Bisa dilihatkan? Jika seorang pendiam seperti Feni Rose saja bisa sukses, berarti kamu juga bisa dong 😉

     

    Penasaran seperti apa perjalanan Feni Rose yang awalnya seorang pendiam menjadi presenter sukses di Indonesia? Kamu bisa menemukan jawabannya dalam buku The Secret of Nekat Presenter!




    [Oleh: Adzhani Fatimah Az-Zahrah]



Baca juga: Malas Itu Perlu Lho: 9 Efek Positif untuk Sukses

Baca juga: Butuh Ide Buat Update Status? 5 Quotes Inspiratif Ini Dijamin Oke Banget!
0

Artikel
Meeting Nouman Ali Khan (NAK). Padahal, kenal juga tidak. Ketemu juga belum. Yet I feel like I owe so much to this guy: Nouman Ali Khan (NAK)


I watched his youtube channel daily.

I quoted him, downloaded his app

and repeated his stories many times.

Those videos helped me

when I was in my lowest spiritual moment.

In short, Nouman Ali Khan helped me

to reconnect with Al-Quran.”



Bisa terbayang rasanya saat mendengar Nouman Ali Khan berencana ke Jakarta pada ceramahnya dengan tema Reconnect with Quran, Minggu (06/05/2018) di Masjid Istiqlal. Berbagai ikhtiar dijalankan untuk bisa hadir di sana serta belajar dan berinteraksi langsung.

Alhamdulilah Allah Azza wa Jalla membukakan banyak pintu untuk berjumpa dengan Nouman Ali Khan—dan lebih asyik lagi bertemu banyak kawan-kawan baru. Dalam sebuah kesempatan,Nouman Ali Khanpernah berkata bahwa misinya adalah membantu sesama Muslim, terutama pemuda Muslim untuk lebih kenal, paham, dan lebih mencintai Islam (baca: Allah Sang MahaPengasih dan Al-Quran).

Kenapa? Karena terlalu banyak orang Islam yang melihat Al-Quran sebagai kitab suci yang ditinggikan, namun tidak dijadikan petunjuk hidup. Karena terlalu sering Al-Quran difungsikan sebagai “apotek” (contoh: apa ya ayat buat dapat rezeki? Atau apa ayat enteng jodoh?), tapi bukan sahabat yang setia menemani setiap waktu.


In short, we respect Al-Quran, but we do not feel the need to connect with Al-Quran   The time is now.  To open our eyes,  to open our heart, and to open the pages of Al-Quran. Thank you, Nouman Ali Khan for showing the way.  May Allah azza wa jalla shine your path always.

Terima kasih untuk kawan-kawan @nakindonesia @hijup @penerbitmizan yang sudah berbaik hati mengundang Nouman Ali Khan dan membukakan jalan untuk berjumpa langsung dengan beliau.(*)    



[Oleh: Rene Suhardono | Penyunting: Zahra Haifa]
0

Artikel, Info, Liputan


ASEAN Literary Festival 2017 atau disingkat ALF 2017,  sudah berlangsung sejak hari Kamis, 3 Agustus kemarin. Event ini menghadirkan penulis ternama dari kawasan Asia Tenggara, yang dinilai sangat berpengaruh serta kritis terhadap isu sosial. ALF 2017 diadakan di komplek Kota Tua Jakarta, dan berlangsung hingga hari Minggu, 6 Agustus besok.

Tema yang diangkat dalam ALF 2017 kali ini salah satunya adalah populisme dan radikalisme, isu yang saat ini sedang hangat-hangatnya mencuat di masyarakat. Selain itu ALF tahun ini juga akan mengangkat tema peran media sosial dalam kebebasan berekspresi.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendukung penuh berlangsungnya acara Asean Literary Festival 2017. Salah satu acara spesial dalam ALF 2017 adalah program baru yang dinamakan Jambore Nasional Sastra. Program ini ditujukan bagi anak-anak yang masih duduk di bangku SD-SMA. Ada satu lagi yang spesial di ALF 2017, Penerbit Mizan membuka booth khusus untuk memeriahkan momen tahunan ini.

Bagi pengunjung yang ingin berkonsultasi mengenai penulisan serta cara submit naskah ke penerbit, dapat berbincang langsung dengan editor dari tim redaksi Mizan Pustaka, Zahra Haifa. Di booth Mizan, penulis juga dapat drop/submit naskah secara langsung. Seru kan! Selain kehadiran booth Mizan.

Presiden Direktur Mizan Group, sekaligus penulis buku Islam Tuhan Islam Manusia, Haidar Bagir juga ikut mengisi acara di ALF 2017. Haidar Bagir bersama Donny Gahral Adian (Pengajar Filsafat), menjadi dua pembicara dalam peluncuran serta diskusi buku Islam Tuhan Islam Manusia, yang berlangsung tadi siang di Gedung Pos, Kota Tua, Jakarta .
Buat kamu yang hari ini belum sempat datang ke booth Mizan, masih ada besok, hari terakhir perayaan ALF 2017. Kamu juga masih bisa menghadiri berbagai sesi diskusi yang menjadi acara utama di ALF 2017 ini.

Jangan lupa juga untuk mampir di booth Mizan, kamu bisa berbelanja dengan harga spesial, sekaligus menggali ilmu tentang penerbitan, dari tim redaksi Mizan Pustaka.
0

X