fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, Kolom Editor

Siapapun dirimu

Apa pun keyakinanmu

Semuanya akan berubah


Dan Brown, sang penulis novel-novel bestseller, kembali dengan kisah mencengangkan tentang Profesor Robert Langdon. Bertajuk Origin, novel ini menjadi novel kelima dalam serial Robert Langdon yang sebelumnya telah dikenal oleh jutaan pembaca di sepenjuru dunia lewat Angels and Demons, The Da Vinci Code, The Lost Symbol, dan Inferno.

Origin pertama kali dirilis pada Oktober 2017 dalam Bahasa Inggris. Di tahun yang sama, novel ini mendapat nominasi Goodreads Choice Award untuk kategori Mystery & ThrillerOrigin bertengger di daftar New York Times bestsellers selama lebih dari 20 minggu. Kini, Origin telah diterjemahkan dan diterbitkan dalam berbagai bahasa, salah satunya Bahasa Indonesia.

Origin Dan Brown


Butuh waktu 4 tahun bagi Dan Brown untuk melakukan riset dan menulis novel Origin. Dia menghabiskan banyak waktu di Spanyol, yang menjadi latar tempat utama dalam novel ini.

Seperti novel-novel Dan Brown lainnya, Origin juga memiliki ciri khas berupa deskripsi mendetail tentang berbagai lokasi bersejarah yang didatangi oleh Langdon, wanita cantik nan cerdas yang mendampingi Langdon dalam menjalankan misinya, serta tema cerita yang kontroversial.


Penasaran lebih lanjut tentang Origin? Simak sinopsisnya berikut ini


Robert Langdon, profesor simbologi dan ikonologi agama Universitas Harvard, tiba di Museum Guggenheim yang supermodern di Bilbao, Spanyol, untuk menghadiri pengumuman besar tentang penemuan yang “akan mengubah dunia sains.” Tuan rumah acara malam hari itu adalah Edmond Kirsch, seorang miliuner dan futuris berusia empat puluh tahun.

Kirsch adalah sosok yang terkenal di seluruh dunia, berkat penemuan-penemuan teknologi tingkat tingginya yang mengagumkan, serta prediksi-prediksinya yang berani. Dia juga merupakan salah satu mahasiswa Langdon dua puluh tahun yang lalu, dan sekarang dia akan mengungkap suatu terobosan yang mencengangkan… yang akan menjawab dua pertanyaan fundamental terkait eksistensi manusia.

Begitu acara dimulai, Langdon dan beberapa ratus hadirin lainnya terpukau oleh pemaparan yang begitu orisinil, dan Langdon menyadari bahwa ini akan jauh lebih kontroversial daripada dugaannya. Namun acara yang telah diatur dengan amat cermat itu tiba-tiba kacau balau, dan penemuan berharga Kirsch nyaris hilang selamanya.

Terguncang dan menghadapi bahaya besar, Langdon terpaksa melarikan diri dari Bilbao. Dia didampingi oleh Ambra Vidal, sang direktur museum yang bekerja sama dengan Kirsch untuk menyelenggarakan acara. Keduanya bertolak ke Barcelona untuk mencari password teka-teki yang akan mengungkap rahasia Kirsch.

Menyusuri koridor-koridor gelap sejarah rahasia dan agama ekstrim, Langdon dan Vidal harus menghindari lawan yang sepertinya tahu segalanya, yang kemungkinan didukung oleh pihak Istana Kerajaan Spanyol … yang akan melakukan apa pun untuk membungkam Edmond Kirsch.

Mengikuti jejak-jejak tersembunyi dalam karya seni modern dan beragam simbol misterius, Langdon dan Vidal menemukan petunjuk-petunjuk yang pada akhirnya membawa mereka berhadapan dengan penemuan Kirsch… dan kenyataan mencengangkan yang selama ini tidak kita ketahui.

Dan Brown dan Columbia Pictures kini sedang bekerjasama untuk mengadaptasi Origin ke film layar lebar. Ini akan menjadi film keempat yang diangkat dari novel karya Dan Brown setelah The Da Vinci Code pada 2006, Angels and Demons pada 2009, dan Inferno pada 2016.

 

 

0

Artikel

Negara-negara Eropa didominasi oleh perkembangan Kristiani, gereja-gereja berdiri megah. Tapi ternyata Islam pernah menorehkan peradaban di sana. Penyebaran Islam ke Eropa dimulai dari Semenanjung Iberia atau lebih dikenal dengan sebutan Andalusia.

Kawasan Andalusia kini merupakan wilayah Spanyol dan sekitarnya. Meskipun saat ini hanya sedikit situs sejarah Islam yang masih dapat disaksikan, ternyata Islam menguasai wilayah Eropa Selatan ini dalam kurun waktu yang cukup lama.

Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, ketika pasukan Umayyah pimpinan Thariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Tak butuh waktu lama untuk Thariq menguasai Spanyol. Kota demi kota dibuka oleh pasukan Muslimin.

Philip K Hitti, seorang antropolog menyebutkan dalam History of The Arabs, sejak berlayar pertama kali menuju Eropa pada musim semi 711, Thariq mampu menguasai separuh Spanyol hingga akhir musim panas. Tetapi pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut kembali Iberia dari tangan umat Islam dalam proses yang disebut Reconquista (secara harfiah berarti “penaklukkan ulang”), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tetapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu.

Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada, menyatakan tunduk kepada Fernando III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) yang dipimpin oleh Fernando II dari Aragon dan Isabel I dari Kastilia.


Beberapa situs peninggalan peradaban Islam di Spanyol yang masih bisa dikunjungi meliputi:

1. Granada

Di Granada terdapat Istana Alhambra. Nama Alhambra sendiri diambil dari bahasa Arab, ‘hamra’, bentuk jamak dari ahmar yang berarti merah. Dinamakan istana Alhambra karena istana ini banyak dihiasi ubin-ubin dan bata-bata berwarna merah, serta penghias dinding yang agak kemerah-merahan dengan keramik yang bernuansa seni Islami.


Istana ini juga dilengkapi dengan taman dan bunga-bunga. Yang unik lagi pada bagian luar dan dalam istana ini ditopang oleh pilar-pilar panjang sebagai penyangga dan penghias istana. Dinding luar dan dalam istana banyak dihiasi kaligrafi dan ukiran khas yang sangat sulit dicari tandingannya hingga kini.


2. Cordoba


Cordoba terletak di sebelah selatan Spanyol dan merupakan salah satu kota paling kaya peninggalan sejarah Islam. Kota ini pernah menjadi ibukota saat pemerintahan Bani Umayah di Spanyol dari tahun 711 sampai 1039 M.

Di Cordoba, ada Mezquita Cathedral atau Masjid Cordoba. Bangunan yang dialihfungsikan sebagai Katedral Cordoba ini awalnya merupakan sebuah gereja bernama Katedral Saint Vincent yang dibangun tahun 600 M. Ketika Islam berhasil menaklukan Spanyol, gereja tersebut diubah menjadi Masjid.

Masjid Cordoba dibangun pertama kali oleh Abdurrahman I pada tahun 787 M. kemudian diperbesar beberapa kali oleh penerusnya. Di gerbang utama Masjid Cordoba terdapat menara yaitu Torre de Alminar, dengan tinggi sekitar 93 m. Dulunya, menara ini digunakan untuk adzan, tapi sekarang menjadi tempat bergantungnya lonceng Baroque.


3. Sevilla


Orang Arab menyebutnya Asbiliya, kota ini merupakan salah satu saksi kejayaan Islam. Ada beberapa bangunan yang sangat kental dengan arsitektur Islam. Pertama, Menara Giralda. Giralda merupakan salah satu menara terindah di benua Eropa. Menara ini dulunya adalah minaret atau menara Masjid yang kini beralih fungsi sebagai menara lonceng Katedral Sevilla.

Kemudian ada Alcazar Sevila yang lokasinya tak jauh dari menara La Giralda. Bangunan spektakuler ini ornament dindingnya memuat skrip berbahasa Arab termasuk frasa Wa La Ghalib ill Allah artinya Tiada pemenang kecuali Allah.

Lalu, di Sevilla juga ada menara emas Torre del Oro. Sebuah menara yang dibangun sebagai tempat pengawasan untuk mempertahankan kota Sevilla dari serangan musuh. Menara emas ini mengontrol akses menuju pelabuhan kota.

Torre del Oro memiliki rangkaian rantai raksasa yang menyambung dengan menara lain di seberang sungai yaitu Torre de la Plata. Rantai tersebut berguna untuk mencegah invasi kapal pasukan kerajaan Kristen masuk ke dalam kota.


4. Toledo


Toledo yang terletak di daerah otonomi Castilla la Mancha ini pernah menjadi ibukota kerajan Spanyol sebelum kedatangan bangsa Moor pada abad ke-8. Toledo pernah menjadi salah satu kota pada masa pemerintahan Islam di Spanyol.

Bangsa Arab yang berkuasa di kota ini menyebut Toledo ini dengan Tulaytullah. Pada masa kekuasaan Islam, Toledo pernah dikenal dengan tingkat toleransi kehidupan beragama yang tinggi. Yahudi, Kristen dan Islam hidup berdampingan secara harmonis. Masa itu disebut dengan La Convivencia (The Coexistence).

La Convivencia juga menjadikan Toledo sebagai pusat penerjemahan ilmu pengetahuan. Ilmuwan Muslim, Yahudi, dan Kristen bahu-membahu menerjemahkan beragam manuskrip ilmiah dari bahasa Arab dan bahasa Latin.

Kemudian ada juga Mezquita Cristo de la Luzz. Masjid ini dibangun pada tahun 999 M oleh bangsa Moor. Awalnya, masjid ini bernama Masjid Bab Al Mardum, mengambil nama dari gerbang kota Toledo yang letaknya 20 m dari Masjid. Lantai Masjid masih beralas tanah dengan pilar-pilar yang desainnya dipengaruhi oleh Masjid Agung Cordoba.



Demikian beberapa situs peninggalan peradaban Islam yang tersebar di seluruh Spanyol. Meskipun sudah banyak yang beralih fungsi, peninggalan tersebut adalah bukti kejayaan Islam di Spanyol pada jamannya dahulu.

0

X