fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, e-Mizan

Jadi Snackbooker atau Vlogger | Featured

Tren menjadi seorang vlogger saat ini sedang digandrungi oleh berbagai elemen masyarakat, kalangan artis maupun masyarakat umum sudah mulai gencar memproduksi video dan mengunggahnya ke channel Youtube-nya masing-masing.

Ada yang mengangkat konten video untuk sekadar hiburan seperti vlog humor, ada juga yang mengangkat konten video lebih serius seperti vlog tutorial dan sebagainya. Keuntungan materil maupun non-materil dari dunia vlog memang sangat menggoda.

Bayangkan saja dengan konten video yang diangkatnya, beberapa vlogger dapat terkenal dan mendapatkan banyak kontrak kerja dari berbagai sponsor maupun program televisi. Mendapatkan penghasilan dari iklan ads Youtube dan mendapatkan endorse produk tertentu, juga membuat daya pikat menjadi seorang vlogger kian menjadi-jadi.



Apa itu snackbook? Kalau kamu belum tahu, cek di sini ya



Vlogging | Image


Apakah kamu tergolong orang yang ikut-ikutan tren? Atau ingin menciptakan tren sendiri? Kalau pilhan kedua yang kamu pilih, maka mari menjadi seorang snackbooker mulai dari sekarang. Mengapa harus dari sekarang? Selagi tren snackbook belum terlalu menggema, kesempatan dan peluang untuk dapat membentangkan karirmu menjadi seorang snackbooker masih terbuka lebar.

Tidak hanya sekadar menikmati snackbook karya orang lain, kita pun bisa ikut andil dalam memeriahkan tren membaca buku digital ini dengan membuat snackbook sendiri. Konten yang diangkat pun tidak harus selalu dari buku yang sudah terbit, mengangkat cerpen atau artikel yang pernah ditulis di blog atau media sosial juga dapat disajikan menjadi snackbook.

Selain dapat membantu publikasi karya literasi, snackbook juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi penulisnya. Ada royalti yang akan didapatkan oleh penulis dari setiap penjualan snackbook, jumlahnya memang tidak besar tetapi akan cukup untuk menambah uang saku.

Apalagi kalau tren membaca snackbook sudah digandrungi oleh mayoritas netizen di Indonesia, bukan tidak mungkin bila nanti akan ada orang-orang yang menggantungkan hidupnya dari royalti penjualan snackbook.

Untuk mencapai titik tersebut, memang dibutuhkan peran aktif dari berbagai pihak dalam mempopulerkan snackbook, mulai dari pegiat literasi hingga masayarakat awam pengguna media sosial. Siapa tahu kelak akan muncul para Snackbooker yang terkenal karena karyanya dan berhasil menjadi jutawan, layaknya tren Vlogger yang saat ini sedang naik daun.


Lalu, apakah kamu siap untuk mempopulerkan tren snackbook dan menjadi seorang snackbooker?  



Sandra Nurdiansyah Publisis Penerbit Mizan

(Penyunting: Suta)
0

Artikel, e-Mizan

Ebook dan Snackbook Mizan | Featured
Digitalisasi sudah merambah pelbagai aspek kehidupan, salah satunya dunia buku. Kalau dulu kita masih terbiasa untuk membaca dengan cara membuka lembaran-lembaran buku, sekarang membaca buku cukup dengan mengusap layar smartphone saja.

E-Book atau buku elektronik, telah lama dikenal sebagai produk digitalisasi dalam bidang buku dan literasi. Dalam pengembangan produk digitalisasi di bidang buku dan literasi, kini telah hadir produk baru dengan nama yang cukup unik yaitu Snackbook. 

Snackbook adalah e-book berupa cerita pendek ataupun chapter buku yang terbagi-bagi. Jadi, Snackbook bisa dibilang sebagai e-book yang telah dibuat menjadi versi mini-nya. Sebenarnya tidak tergolong produk yang baru, karena snackbook merupakan produk re-branding dari e-single.

Ada beberapa perbedaan yang akan membuat para pembaca tergiur untuk mengonsumsi snackbook daripada e-book yang konvensional, terutama dari segi harga yang lebih ekonomis. Dengan harga snackbook yang lebih murah dari e-book dan umumnya berada di kisaran harga Rp. 5.000, pembaca akan lebih mudah dalam mengonsumsi kudapan bacaan yang renyah dan menyedapkan kapan pun dan di mana pun.


Dalam waktu dekat ini, Mizan akan segera merilis Snackbook secara resmi di Google Play Store. Tidak hanya buku-buku tertentu saja, tetapi semua jenis buku mulai dari buku anak hingga buku dewasa. Saat ini, sudah tersedia beberapa judul yang dapat kamu download di Google Play Store. Salah satunya adalah snackbook dari buku After Office Hour yang bisa kamu lihat di sini.

Contoh Snackbook Mizan | Image
Apabila dibandingkan dengan e-book konvensional, snackbook memang kalah dalam segi kelengkapan materi sajiannya. Jumlahnya yang lebih simple, membuat konten yang dapat disajikan pun menjadi lebih terbatas. Akan tetapi, jika pembaca membeli snackbook lengkap yang menyamai jumlah halaman pada edisi e-book konvensional, justru pembaca akan lebih diuntungkan karena harganya akan jauh lebih murah.

Jika ditinjau dari segmentasi pasarnya, snackbook lebih bagus ditargetkan untuk para pembaca pemula, yang tidak terbiasa membaca dan membutuhkan bahan bacaan yang lebih ringan.
Snackbook dapat menjadi media yang berperan aktif dalam membudayakan aktivitas membaca di era digital, tentu dengan bantuan dari berbagai pihak terkait dan masyarakat pada umumnya.

 

Sandra Nurdiansyah Publisis Penerbit Mizan

(Penyunting: Suta)
2

X