fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, baru

Alhamdulillah Pak Haidar (Haidar Bagir – Direktur Utama MIZAN, red.) dalam ulang tahun saya ke-65, tanggal 30 Juni kemarin, anak-anak dan mantu-mantu saya tanpa saya duga memberi hadiah istimewa berupa buku terjemahan The Message of the Quran: Tafsir Al-Quran Bagi Orang-Orang yang Berpikir, terbitan Mizan dengan pengantar Pak Haidar dan editor ahli Prof. Dr. Afif Muhammad, M.A.

Saya baru baca pengantar dan Surah Al-Fatihah serta awal Surah Al-Baqarah. Sungguh saya menemukan tafsir yang lain cara penyampaiannya dibandingkan tafsir-tafsir Al-Quran yang selama ini kita baca. Sungguh segala sesuatunya menjadi lebih “hidup” dan lebih mudah meresapinya.


Baca juga:
– Testimoni The Message of the Quran dari Mochtar Pabottingi

 

Tentu saya sebagai orang awam, sangat jauh pemahaman saya tentang Al-Quran, karena baru akhir-akhir ini agak sedikit rajin baca Al-Quran dan Tafsir-nya. Mudah-mudahan dengan membaca buku Tafsir Al-Quran terbitan Mizan ini, semakin mendorong saya lebih mendalami Al-Quran yang penuh rahmat ini.

Terima kasih kepada Pak Haidar dan Prof. Afif Muhammad serta semua pihak yang telah bertahun-tahun menyiapkan buku yang sangat luar biasa ini. Semoga Allah memberikan balasan yang setimpal di surga-Nya nanti. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

—Dr. Ir. H. Suharyadi, M.S., Mantan Rektor Mercu Buana Periode 1997-2010


Dapatkan The Message of the Quran di Mizanstore.com!
*Diskon 20% dan gratis Al-Quran khusus periode pembelian 2 Mei – 24 Mei 2019.

0

Artikel, baru
“Asad tidak berupaya memindahkan struktur terperinci dan irama linguistik yang ada pada bahasa Arab Al-Quran ke dalam bahasa Inggris, sebab hal itu merupakan usaha yang sia-sia. Alih-alih, dia memfokuskan upayanya untuk memproduksi dan menyampaikan berbagai lapisan makna yang terkandung dalam ayat Al-Quran itu melalui wadah gaya ungkapan bahasa Inggrisnya.”

Murad Wilfred Hofmann, mantan Duta Besar Jerman di Timur Tengah, eks pejabat NATO, dan penerima penghargaan bergengsi Islamic Personality of the Year (2009) dari Dubai International Holy Quran Award. Kata-kata menarik Murad Wilfred Hoffmann, yang juga merupakan murid Muhammad Asad, tersebut saya temukan di “Bab Epilog”, buku jilid ketiga, The Message of the Quran karya Muhammad Asad yang terjemahan bahasa Indonesia (Mizan, Januari 2017)-nya diluncurkan belum lama ini.

Kata-kata Hoffmann itu masih ada lanjutannya. Lanjutannya lebih menarik lagi. Mari kita simak: “Juga, Asad—dalam sebagian besar terjemahannya—menahan diri dari godaan untuk memasukkan penafsirannya sendiri ke dalam batang tubuh teks terjemahan Al-Qurannya (yakni, dengan cara menyisipkan kata/kalimat tafsir di dalam tanda kurung siku, sehingga pembaca bisa membedakan mana tambahan teks tafsirannya dan makna teks terjemahannya—peny.).

Namun, Asad mengulas berbagai kemungkinan terjemahan dari sebuah ayat yang sarat-makna (termasuk versi terjemahan harfiahnya—peny.) dalam catatan kaki, dan di sinilah dia mengungkapkan alasan untuk menjustifikasi pilihan tafsirannya.” Apa yang saya kutip dan tunjukkan di atas sudah saya cermati nikmati di buku The Message of the Quran.

Begitulah Tafsir Al-Quran ala Muhammad Asad ini. Sangat teliti, sangat cermat, kaya pemaknaan, dan teks wahyu itu benar-benar dibiarkan bercahaya dalam bentuk aslinya, sementara pendapat Asad (pendapat manusia) hanya beredar mengelilinginya. Wahyu itu cahayanya diperkuat oleh ketelitian dan kecermatan Asad lewat ungkapan-ungkapan bahasa Inggris yang tidak dipadankan.

Tidak dipadankan? Ya, ketika, misalnya, Asad ingin memindahkan makna kata “ghaib” yang dalam bahasa Indonesia sudah dijadikan kata serapan dalam bentuk “gaib” dan kita tahu apa makna kata “gaib” tersebut, Asad menuliskan dalam bahasa Inggris sebagai “that which is beyond the reach of human perception” (hal-hal yang berada di luar jangkauan persepsi manusia). Juga ketika memindahkan makna kata “alladzina kafaru” (orang-orang kafir).

Asad menerjemahkan “allladzina kafaru” sebagai “those who are bent on denying the truth” (orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran). Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal dan memahaminya dalam bentuk “orang-orang kafir” dan kata “kafir” sudah masuk dalam bahasa serapan dengan makna tertentu yang mencancap di dalam pikiran kita. Nah, edisi terjemahan bahasa Indonesia karya Asad ini mencoba mempertahankan pengertian yang disusun oleh Asad dan mengalihkan makna itu persis dengan pemaparan Asad dalam konteks bahasa Inggris.

Ketika Anda membaca—untuk memahami—terjemahan The Message of the Quran, Anda akan diperkaya dan diberi sebuah pemaknaan yang melimpah ruah. Apalagi jika pembacaan Anda kemudian disertai dengan “comparative reading”.

Misalnya Anda membaca tafsir karya Asad ini bersama tafsir karya Ustaz Muhammad Quraish Shihab, Al-Mishbah, atau tafsir karya Buya Hamka atau yang lain. Maka Anda akan diserbu oleh cahaya makna kata yang luar biasa gemerlapan! Siapa sesungguhnya Murad Wilfred Hoffmann? Sekali lagi, selain menjabat banyak jabatan penting, Murad Wilfred Hoffmann adalah murid Muhammad asad. Dia mengetahui secara terperinci kehidupan Asad, perjuangan, dan kelebihan-kelebihannya.

Pandangannya tentang Muhammad Asad, yang kemudian dipakai oleh Penerbit Mizan sebagai “Epilog” edisi terjemahan The Message of the Quran, sangatlah tepat. Murad Wilfred Hoffmann mengukuhkan dan meneguhkan kepiawaian Asad dalam menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Inggris.

—Hernowo Hasim, Penulis, Trainer, & Penggagas Program Klinik Baca-Tulis

Dapatkan The Message of the Quran di Mizanstore.com!
*Gratis Al-Quran khusus periode pembelian 2 Mei – 24 Mei 2019.

0

Artikel, baru

Selama beberapa hari terakhir ini, saya tenggelam dan tercekam membaca terutama bagian-bagian introduksi penting dan krusial dari Prospektus, bagian-bagian awal Jilid I, dan bagian-bagian Lampiran dan Suplemen dari Jilid III The Message of the Quran karya Muhammad Asad.

I was spellbound! Sangat mungkin inilah eksegesis yang paling mencerahkan dari Al-Quran yang saya peroleh sepanjang hidup! Terima kasih tulus! Semoga Allah membalas kebaikan Mizan berlipat ganda dalam Kasih dan Ridha-Nya! Semoga terus berlimpah pulalah Rahmat dan Kasih-Nya kepada Muslim Utama bernama Muhammad Asad.

Baca juga:
Cahaya Gemerlapan Al-Quran: Muhammad Asad & “Tafsir”-nya di Mata Murad Wilfred Hofmann

Anak kedua saya juga langsung tak bisa melepasnya. Dan anak keempat sudah dua tiga kali menanyakan kapan gilirannya. Sekali lagi, terima kasih tulus!

 

Penerbitan The Message of the Quran ini harus disebut sebagai sebuah penerjemahan dan penerbitan monumental, yang seperti kata Muhammad Asad, mustahil lahir tanpa CINTA!

 

—Mochtar Pabottingi, Peneliti


Dapatkan The Message of the Quran di Mizanstore.com!
*Diskon 20% dan gratis Al-Quran khusus periode pembelian 2 Mei – 24 Mei 2019.

0

X