fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, Info

[Oleh: Redaksi]  

Yerusalem, adalah salah satu kota yang paling terkenal dan paling menggugah emosi di dunia. Kota yang memunculkan begitu banyak rasa; kerinduan, kesedihan juga harapan. Keindahan kota ini tak hanya karena lokasinya namun juga karena sejarahnya yang nyaris setua usia manusia.

Yerusalem adalah jantung kota Tanah Suci tiga agama samawi. Di kota ini, kaum yahudi pertama kali mendirikan Kuil mereka, di sini pula Yesus disalibkan dan dibangkitkan, dan di Yerusalem-lah Rasulullah mengalami mi’raj, naik ke langit ketujuh dari masjid Al Aqsa. Tak heran, Yerusalem menjadi tujuan ziarah dan wisata bagi jutaan orang di dunia.

Nah, tempat mana saja yang wajib sobat kunjungi di Yerusalem. Baca daftar berikut ya:  


1. Haram Al-Sharif atau Kubah Batu


Dome of the Rock atau Kubah Batu adalah landmark paling ikonik di Yerusalem. Di bawah kubah tersebut ada batu suci yang dipercaya oleh kaum Yahudi, dan Kristen sebagai tempat Nabi Ibrahim mempersembahkan putranya, tempat Nabi Sulaiman pertama kali membangun Kuil Suci, dan tempat Rasulullah SAW diangkat ke langit ke tujuh.

Pembangunan kubah emas Dome of the Rock dilakukan oleh Al Walid bin Abdul Malik, khalifah dari dinasti Umayyah. Pembangunan itu berlangsung selama 4 tahun dan selesai pada tahun 72 Hijriah.    


2. Masjid Al Aqsa


Masjid Al Aqsa adalah salah satu tempat suci umat muslim. Masjid ini dulu menjadi kiblat umat muslim sebelum akhirnya Allah memerintahkan agar kiblat diubah ke Kabah. Di masjid ini pula Rasulullah melakukan shalat dan memulai perjalanan ke ke Sidratul Muntaha. Letak masjid Al Aqsa ada di kawasan Kota Lama Yerusalem.  


3. Tembok Ratapan


Tembok Ratapan atau juga dikenal sebagai tembok Barat adalah sisa reruntuhan Bait Suci kaum Yahudi. Tembok Ratapan ini merupakan salah satu situs tersuci bagi umat Yahudi di Yerusalem dan menjadi tujuan ziarah kaum Yahudi sejak era kekhalifahan Ottoman.

Di tembok ini setiap hari, para penganut Yahudi berdoa, dan di sela-sela tembok banyak terselip kertas-kertas berisi doa.

 

Baca Juga: Yerusalem Kota Suci

 

4. Gereja Makam Kudus (Church of the Holy Sepulchre)


Gereja Makam Kudus adalah situs suci bagi penganut Kristiani dan konon dibangun di tempat Kristus disalib. Tempat itu dipilih oleh Empress Helena, ibu dari Konstantin Agung. Gereja asli yang dibangun di  tahun 335 M sempat dihancurkan pada tahun 1009, dan gereja yang berdiri sekarang adalah gereja yang dibangun di akhir abad 11.

Gereja ini ada di ujung ziarah Via Dolorosa, atau jalan penderitaan. Via Dolorosa adalah jalan yang dilalui Yesus saat menjalani hukuman salib dari Pontius Pilatus.  


5. Menara Daud atau Citadel


Menara Daud  juga dikenal sebagai Jerusalem Citadel atau Benteng Yerusalem. Sebuah benteng kuno yang terletak di tepi barat kota lama Yerusalem. Benteng ini sebenarnya tidak ada kaitannya dengan Nabi Daud, tetapi didirikan oleh Raja Herodes pada sekitar 24 SM untuk melindungi istana yang dibangunnya.

Setelah sempat dihancurkan beberapa kali akibat Perang Salib, benteng ini dibangun kembali oleh penguasa Ayyubiyah dan Mamluk. Di dalam benteng ini ada museum Menara Daud yang menjabarkan sejarah Yerusalem.

 

6. Pemukiman Kristen


di Kota Lama Yerusalem membentang ke utara dari gerbang Jaffa dan melingkari Gereja Makam Kudus. Pemukiman ini terdapat di Kota Lama Yerusalem membentang ke utara dari gerbang Jaffa dan melingkari Gereja Makam Kudus.

Di jalan-jalan kecil pemukiman ini terdapat toko-toko suvenir, kapel dan gereja, seperti Christ Church (di alun-alun Umar bin Khattab), biara Ethiopia yang menempel di pojok Gereja Makam Kudus, dan Church of St. John the Baptist yang merupakan gereja tertua di Yerusalem.  

Terkait: Yerusalem Kota Suci


7. Muslim Quarter


Pemukiman Muslim adalah tempat yang paling sibuk di daerah Kota Lama Yerusalem. Pemukiman ini terbentang dari Gerbang Damaskus ke arah timur laut kota lama. Di wilayah ini terdapat sisa-sisa arsitektur kekhalifahan Mamluk, termasuk Khan al-Sultan yang dibangun di abad 14.    


8. Bukit Zaitun


Bukit Zaitun adalah daerah perbukitan yang dihiasi gereja-gereja dan merupakan tempat bagi pemakaman tertua di dunia. Bagi umat Kristiani tempat ini dipercaya menjadi tempat ketika Yesus dibangkitkan dan diangkat ke Surga.

Di puncak Bukit Zaitun terdapat Gereja Ascension yang berdiri sejak tahun 1910, juga ada Gereja Pater Noster yang dibangun di dekat situs di mana Yesus mengajar murid-muridnya. Setelah itu adalah gereja Gereja Dominus Flevit, Gereja Maria Magdalena, Taman Getsemani dan Gereja All Nations. Di ujung semua peziarahan di bukit ini adalah Makam Perawan Maria



Sumber Terkait:

 


Tersedia di:

0

Artikel, Resensi

[Oleh: Yuliani]

Tak ada tempat lain di muka bumi ini di mana masa lalu menjadi bagian yang begitu lekat dengan masa kini seperti di Jerusalem. Mungkin memang demikianlah keadaannya di setiap tempat yang sedang bersengketa. Tetapi kesan ini sangat menyentakkan saya ketika pertama kali datang ke sana pada 1983. Aneh rasanya menemukan diri berada di tempat yang selalu muncul dalam khayalan kita sejak masih kecil.

Dulu saya sering diceritakan tentang kisah Nabi Daud dan Isa, dan, ketika menjadi seorang biarawati. Saya dilatih untuk memulai meditasi pagi hari dengan mengkhayalkan adegan biblikal yang akan saya renungkan. Maka saya pun mereka-reka sendiri pemandangan di Taman Getsemani, Bukit Moriah, atau Via Dolorosa. Kini, ketika saya harus menjalankan tugas di sana. Saya mendapati ternyata kota itu lebih merupakan sebuah tempat yang penuh gejolak dan membingungkan.

Pertama-tama, saya harus menerima kenyataan bahwa Jerusalem jelas-jelas sangat penting baik bagi orang Yahudi maupun Muslim. Ketika melihat tentara Israel yang garang menangis saat mencium Tembok Barat atau keluarga Muslim berbondong-bondong untuk melaksanakan shalat Jumat di Haram al-Syarif, untuk pertama kalinya saya menjadi sadar akan tantangan pluralisme agama. Betapa orang dapat melihat simbol yang sama dengan cara yang sama sekali berbeda.


  Jangan Lewatkan: Yerusalem, Satu kota Tiga Agama  


Pada pagi pertama saya di Jerusalem, teman Israel saya segera menunjukkan cara mengetahui mana batu-batu yang digunakan oleh Raja Herod untuk membangun tembok Kota Lama. Batu-batu itu seakan menjadi bukti komitmen bangsa Yahudi pada Jerusalem berabad-abad sebelum Islam hadir.

Pun ketika kami melewati bangunan-bangunan di Kota Lama, saya diceritakan betapa Jerusalem telah ditelantarkan oleh Utsmaniyyah ketika dinasti itu berkuasa di sana, dan kota itu baru kembali hidup berkat investasi Yahudi.  lihatlah kincir angin yang dibangun oleh Sir Moses Montefiore dan rumah sakit-rumah sakit yang dibiayai oleh keluarga Rothschild. Berkat Yahudilah Jerusalem menjadi maju seperti sekarang, katanya.


Teman Palestina saya menunjukkan wajah Jerusalem yang lain sama sekali. Mereka memperlihatkan keagungan Haram al-Syarif dan keindahan madrasah-madrasah yang dibangun di sekitar pinggirannya oleh dinasti Mamluk, sebagai bukti komitmen Muslim pada Jerusalem. Mereka membawa saya ke tempat suci Nabi dekat Jericho, yang dibangun untuk mempertahankan Jerusalem dari serangan Kristen, serta istana-istana Umayyah di dekat situ.

Ketika berjalan-jalan di Bethlehem suatu sore, dia menghentikan mobil di pemakaman Rachel untuk menunjukkan betapa orang Palestina telah memelihara tempat-tempat suci Yahudi selama berabad-abad — suatu kebaikan yang tak pernah dihargai secara layak oleh Yahudi. Namun bagi kedua pihak yang berseteru itu, ada satu kata yang sama bagi Jerusalem: “suci”. Bahkan orang Israel maupun Palestina yang paling sekular sekalipun menyebut kota itu suci.

Tapi, apakah arti kata “suci” di sini? Bagaimana mungkin sebuah kota, yang penuh dengan manusia yang tak sempurna dan sibuk dengan aktivitas yang jauh dari suci, bisa disebut suci? Mengapa orang-orang Yahudi yang mengaku ateis militan pun peduli pada sebuah kota suci dan merasa begitu posesif terhadap Tembok Barat? Mengapa orang Arab yang mengaku tak beriman juga bisa meneteskan air mata ketika untuk pertama kali berdiri di dalam Masjid al-Aqsa? Saya bisa mengerti mengapa kota itu dianggap suci oleh orang Kristen.


Jerusalem adalah tempat kematian dan kebangkitan Yesus: kota inilah yang menjadi saksi kelahiran agama mereka. Tetapi peristiwa-peristiwa formatif bagi Yahudi dan Islam terjadi di tempat-tempat yang jauh dari Jerusalem, di Tanjung Sinai dan Jazirah Arab. Mengapa, misalnya, Bukit Zion di Jerusalem yang menjadi suci bagi Yahudi. Bukannya Bukit Sinai, tempat Tuhan memberikan Sepuluh Perintah pada Musa?  


Terkait: Yerusalem karya Karen Armstrong  


Ternyata saya keliru telah mengasumsikan kesucian sebuah kota tergantung pada keterkaitannya dengan peristiwa-peristiwa penyelamatan sejarah. kisah mitos tentang campur tangan Tuhan dalam urusan manusia. Ternyata kata “suci” telah dilekatkan secara bebas dalam hubungannya dengan Jerusalem. seakan maknanya telah jelas dengan sendirinya — sementara nyatanya sangatlah kompleks.

Kota suci atau tempat suci merupakan fenomena yang nyaris universal. Untuk menemukan makna dalam beragama, manusia ternyata membutuhkan geografi sakral, yang tak ada hubungannya dengan peta dunia, tetapi untuk memetakan kehidupan batin mereka. Dan Jerusalem — untuk alasan-alasan yang berbeda — telah menjadi pusat geografi sakral bagi kaum Yahudi, Kristen dan Islam.

Inilah yang menyulitkan ketiga agama itu untuk melihat kota suci ini secara objektif. Dan inilah yang telah membuatnya bergolak, tak henti-hentinya sepanjang abad  



Bagian Pertama Nukilan Buku Jerusalem: Satu Kota Tiga Agama



Tersedia di:


0

X