Artikel

5 Fakta Menarik Tony Fernandes, Sang Bos AirAsia

Menjadi orang sukses adalah mimpi hampir semua orang. Untuk mendapatkannya, ada beragam jalan yang bisa ditempuh. Asal mau berusaha dan tekun, kesuksesan tentu bisa digapai oleh tanganmu. Salah satu orang yang sukses dalam mengejar mimpi masa kecilnya adalah Tan Sri Anthony Francis Fernandes alias Tony Fernandes, sang boss AirAsia, maskapai murah favoritnya para traveller.



Sebelum mendirikan AirAsia, Tony Fernandes dulunya bersekolah di London School dan mengambil jurusan Ekonomi. Untuk sepak terjang pekerjaan, sebelumnya Tony bekerja dalam industri musik. Namun ketika Tony merasa industri musik kurang bisa menghadapi perkembangan zaman, Tony memutuskan untuk berhenti dari industri tersebut dan nekat membuat keputusan penting yang mengubah hidupnya, yaitu membangun maskapai penerbangan murah pertama di Asia! 

Dan inilah 5 fakta tentang Tony Fernandes yang seru untuk diketahui!

 

  1. Pernah menjabat sebagai orang penting di industri musik Malaysia!


    Sebelum mendirikan AirAsia, Tony Fernandes ternyata adalah seorang direktur manajer termuda di Warner Music (Malaysia) Sdn Bhd. Tak sekadar sampai di situ, dari tahun 1992-2001 dia pun naik menjadi wakil presiden Warner Music Group Asia Tenggara. Saat masa jayanya dan saat Time Warner Inc. bergabung dengan America Online, Tony meninggalkan perusahaan tersebut untuk mengejar impiannya yaitu mendirikan sebuah perusahaan penerbangan yang bertarif rendah.


  2. Tony membeli AirAsia seharga 1 ringgit dari pemerintahan Malaysia?

    Mulanya, AirAsia dimiliki oleh pemerintah Malaysia. Namun, maskapai ini memiliki beban berat yang tak bisa ditanggung. Akhirnya, pada 2 Desember 2001, Tony membeli AirAsia dari pemerintah Malaysia dengan harga simbolik yaitu 1 ringgit saja. Dari situ, Tony Fernandes melakukan pembenahan hingga AirAsia berhasil hingga saat ini. Saat awal-awal penerbangan dilakukan dalam berbagai rute, harga promosi yang ditawarkan AirAsia untuk perjalanannya hanya senilai 10 ringgit.

    Banyak pihak yang meramalkan AirAsia akan rugi, apalagi saat itu penerbangan sedang buruk-buruknya karena kejadian serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat. Banyak orang yang menolak dan tak mau bepergian dengan pesawat. Namun ajaibnya, dalam waktu satu sampai 2 tahun saja, AirAsia mampu menyelesaikan seluruh utang sebelumnya dan tidak lagi mengalami kerugian. Setelahnya, AirAsia melakukan kembali penyusunan organisasi dan melakukan pengembangan pada konsep yang membawa perubahan besar sehingga AirAsia memperoleh keuntungan besar dalam waktu yang singkat.



  3. Menjadi salah satu CEO pertama yang menggunakan sosial media untuk marketing!

    Peka dengan perkembangan, Tony Fernandes banyak menggunakan media sosial resmi maupun pribadinya untuk menjual AirAsia kepada publik. Tony Ferandes sangat mengetahui bahwa teknologi adalah hal yang penting bagi kemajuan bisnisnya. Dia mengambil poin serius untuk mengembangkan website AirAsia, agar semua orang dapat merasa nyaman ketika mengunjungi lamannya. Tony Fernandes menginvestasikan banyak hal dalam lingkup marketing agar maskapai miliknya dapat semakin dikenal oleh dunia.



  4. Tony membangun kultur yang dinamis dalam menjalankan AirAsia

    Tony Fernandes membentuk AirAsia sebagai ‘pabrik mimpi’. Kondisi ini sangat disadari oleh setiap orang bahkan karyawan-karyawannya. Karenanya, setiap orang yang bekerja di AirAsia selalu mengejar passion mereka dan bersenang hati mengerahkan segenap potensi yang mereka miliki untuk hal tersebut.

    Selain itu, AirAsia mengedepankan keterbukaan dan menginginkan orang yang berada di dalamnya untuk lebih kreatif dan menjadi pribadi yang passionate terhadap apa yang mereka lakukan. Maka dari itu, hal utama yang menjadi persyaratan bagi Tony Fernandes ketika merekrut orang-orang untuk bersamanya di Air Asia adalah mereka harus memiliki passion dan berani bermimpi untuk mengejarnya.


  5. Dalam waktu 2 tahun, Tony berhasil mengantar AirAsia menjadi maskapai yang sukses

    Walaupun membeli AirAsia hanya seharga 1 ringgit, tapi marak diketahui juga kalau Tony Fernandes menjadi penanggung seluruh utang terdahulu AirAsia yang mencapai 40 juta ringgit. Demi melunasinya, Tony terpaksa menggadaikan rumah dan mengeluarkan seluruh uang simpanannya untuk membangkitkan AirAsia.

    Ditambah lagi, pada awal-awal munculnya AirAsia, banyak orang yang tidak percaya dengan maskapai ini. Tetapi dengan tekad dan kesungguhan yang kuat, Tony Fernandes tetap menggerakkan AirAsia dan berusaha berlari bersamanya. Saat itu, dia banyak menggunakan wadah online untuk promosi penerbangan. Dan voila, berkat kegigihan dan sikap pantang menyerah, dalam waktu 2 tahun AirAsia sudah dikenal dunia dan memenangi berbagai penghargaan dunia!


    Banyak kisah Tony Fernandes yang bisa dibaca dalam buku Flying High. Tak sekadar cerita kesuksesan AirAsia, dalam buku tersebut Tony juga mengingatkan kepada kita pentingnya bermimpi. Dan berkaca dari kisah Tony Fernandes, kita diingatkan untuk percaya pada power of dream. Jangan pedulikan orang menganggap gila, teruslah berusaha dan perlahan-lahan menjalankannya. Karena kekuatan mimpi mampu membakar semangat yang mulanya terkurung dalam diri kita. Dengan berani bermimpi, kita akan tergerak untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya kita kira tidak bisa kita lakukan.

    Siapa sangka seseorang yang pernah membantu ibunya berjualan wadah makanan plastik ternama ini bisa menjadi boss maskapai terkenal dunia? Tulis mimpi-mimpimu, tulis pula yang menjadi perjalananmu. Hal tersebut berguna untuk menjadi pelajaran ke depannya. Jangan lupa pula untuk selalu bersyukur, setelah mendapatkan apa yang telah diperjuangkan, atau hal di luar yang telah diperjuangkan.

     


    [Oleh: Adzhani Fatimah Az-Zahra]

    Baca juga: 5 Fakta Shailene Woodley yang Akan Membuatmu Tercengang

    Baca juga: 7 Blog Penulis Keren yang Wajib Dikunjungi Saat Butuh Inspirasi


Author


Avatar