Share
Scroll down

Baca
Artikel

5 Fakta Tragis Lucy Maud Montgomery

26-12-2019Category : Dewasa
5 Fakta Tragis Lucy Maud Montgomery>

Penulis Novel Klasik Anne of Green Gables


Orang bilang, kehidupan nyata tak seindah kisah fiksi. Dan ini sangat sesuai untuk menggambarkan kehidupan Lucy Maud Montgomery, penulis novel klasik Anne of Green Gables, salah satu kisah klasik yang sangat populer hingga saat ini.

Anne Shirley, gadis periang yang menjadi tokoh utama Anne of Green Gables bisa dikatakan menjalani hidup ideal. Tumbuh besar di tempat yang asri, di bawah asuhan wali yang baik hati dan tegas, memiliki sahabat perempuan, tidak kesulitan mencari pekerjaan, hingga akhirnya menikah dengan pria yang benar-benar dicintai.

Berbeda dengan Anne, Maud (kita sebut saja nama keduanya, karena dia tidak menyukai nama pertamanya) mengalami berbagai tragedi dalam hidupnya. Penulis yang telah menghasilkan karya sebanyak 20 novel, 530 cerpen, 500 puisi, dan 30 esai ini selalu berusaha tampil ceria di hadapan publik, sembari memendam kepahitan hidup dan meredam depresi. Publik dapat mengetahui kisah hidup Maud berkat diari yang Maud tulis secara detail.

An imagehttp://www.theparisreview.org/blog/wp-content/uploads/2015/11/lucymaudwrite.jpg

 

1. Ditelantarkan sang ayah

Maud lahir pada 1874 di Prince Edward Island, Kanada, dan hanya sebentar saja mengecap kasih sayang sang ibu yang meninggal kurang dari dua tahun kemudian akibat tuberkulosis. Sang ayah yang dilanda kesedihan mendalam, tidak sanggup mengurus Maud dan menyerahkan anak perempuan itu pada kakek neneknya.

An image

Maud di usia 10 tahun

 

Sepanjang masa kanak-kanaknya, Maud kesepian sehingga menciptakan teman-teman khayalan. Imajinasinya berkembang, dan kecintaannya akan menulis tumbuh, meskipun dia melakukannya diam-diam karena tidak didukung oleh orang-orang di sekitarnya.

2. Cinta sejati yang kandas

Sekitar tahun 1898, ketika Maud mengajar di Bedeque, dia jatuh cinta pada pria bernama Hermann Leard. Pada saat itu, Maud sedang bertunangan dengan pria lain, dan seluruh keluarga dan teman-temannya menganggap Hermann tidak cukup baik untuk Maud. Akhirnya Maud meninggalkan Hermann dan tahun berikutnya pria itu meninggal karena sakit flu. Maud sangat terguncang akan hal ini.

Maud tidak lagi mengharapkan dapat menjalin hubungan cinta dengan pria mana pun, tapi dia sadar tekanan sosial mengharuskannya menikah.

3. Rumah tangga yang tidak bahagia

Tahun 1911, tak lama setelah neneknya meninggal, tiga tahun setelah Anne of Green Gables terbit untuk pertama kalinya, Maud menikah dengan Ewan Macdonald, seorang pendeta gereja. Ewan tidak tertarik pada sastra, dan dia menganggap wanita adalah pelayan pria, tidak butuh kecerdasan dan tidak mungkin melakukan apa pun yang layak mendapat penghargaan.

https://i.pinimg.com/originals/1c/c2/e1/1cc2e1e915783029c2e76a45f82f28b2.jpg

Ewan dan Maud saat berbulan madu di Spanyol tahun 1911

 

Pada 1918, Maud terkena flu Spanyol dan nyaris tewas. Selama 10 hari Maud terbaring sakit tak berdaya, suaminya sama sekali tak peduli. Saat itu Maud mempertimbangkan untuk bercerai, tapi mengurungkan niatnya dan terus berusaha mempertahankan pernikahannya atas nama kewajiban wanita. Dalam kunjungannya ke Skotlandia, Maud berkata pada reporter bahwa jika Tuhan ingin menghancurkan seorang wanita, Dia akan membuat wanita itu menikahi pendeta.

4. Dicurangi penerbit

Anne of Green Gables pertama kali diterbitkan oleh L.C. Page & Company, penerbit yang dimiliki oleh Louis Coues Page. Page memiliki reputasi sebagai salah satu tokoh tiran dalam industri penerbitan Amerika. Dia memaksa para penulis menandatangani kontrak yang eksploitatif dan suka mempermalukan para bawahannya di muka publik.

Maud hanya menerima 7 sen dari setiap dolar penjualan buku Anne, padahal seharusnya dia menerima 19 sen. Ketika sadar dirinya dicurangi, Maud pindah penerbit. Page memaksanya untuk menyerahkan hak penerbitan Anne’s House of Dreams di Amerika, tapi Maud menolak. Meskipun tidak memiliki hak, Page malah menjual Anne’s House of Dreams pada penerbit lain yang punya reputasi buruk, dengan harapan Maud akan tertekan secara finansial. Tapi Maud tidak menyerah dan menyewa pengacara untuk menuntut Page.

Pada 1925, akhirnya pengadilan memenangkan Maud atas Page, setelah hakim menemukan bukti Maud telah dicurangi sejak 1908. Tapi Page masih berusaha mengelak membayar kewajibannya pada Maud. Page bahkan menyalahkan Maud atas kematian adik lelakinya, menyatakan bahwa adiknya itu terkena serangan jantung karena stres di persidangan. Page terus berkoar-koar di publik dan meneror Maud, hingga akhirnya bisnisnya bangkrut karena para penulis tidak mau bekerjasama dengannya lagi.

5. Depresi selama puluhan tahun

Selama hidupnya, Maud beberapa kali mengalami depresi, salah satunya adalah ketika dia tidak dapat memproduksi ASI untuk anak ketiganya dan anak tersebut harus diberi susu sapi. Pada saat itu belum dikenal proses sterilisasi, dan memberi susu sapi pada bayi itu berbahaya bagi kesehatan.

Maud juga tertekan karena suaminya sering terkena melankolia. Ewan meyakini bahwa Tuhan menciptakan dirinya sebagai orang terkutuk yang pasti akan masuk neraka, dan istri beserta anak-anaknya juga akan masuk neraka. Kondisi Ewan cukup parah hingga dia membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain, sampai harus dirawat di sanatorium. Begitu keluar dari sanatorium, Ewan diberi obat yang karena kesalahan apoteker tercampur pestisida. Ewan nyaris tewas. Dia menuduh Maud berusaha membunuhnya dan dia pun memukuli sang istri.

Pada 1941, saat Perang Dunia II terjadi, Maud hanya menulis satu entri di diarinya. Anak sulung Maud hidupnya kacau dan ditinggalkan istrinya, sementara anak bungsu akan segera direkrut negara untuk ikut perang. Maud menulis bahwa dia sudah tidak punya lagi alasan untuk hidup.

Tahun berikutnya, 1942, Maud meninggal dunia. Resminya, Maud dinyatakan tewas karena serangan jantung, namun sebagian orang menduga dia overdosis obat.[]

 

Ditulis oleh Dyah Agustine.

tags : Lucy Maud Montgomery, Anne of Green Gables, novel, fiksi,

Related Post

Back to top