Share
Scroll down

Baca
Artikel

Sumbangsih Kadaver, “Guru” yang Layak Dihormati

16-09-2020Category : Kesehatan
apa itu kadaver>

Bagaimana seorang dokter mengenali penyakit dan mengobatinya? Tentunya dengan memeriksa tubuh sang pasien. Kecakapan ini didapat setelah mempelajarinya sekian lama. Salah satu ilmunya adalah anatomi yang mempelajari struktur tubuh. Untuk mempelajari tubuh dalam manusia, terutama, tentunya tak bisa menggunakan objek hidup. Nah, praktikum anatomi menggunakan kadaver.

Kadaver adalah jasad yang digunakan sebagai objek pembelajaran anatomi. Walaupun dengan kemajuan teknologi saat ini, belum ada yang bisa menandingi kadaver, menurut dr. Junaedy Yunus, dosen Anatomi FK UGM yang juga lulusan Jepang saat diwawancarai Brilio.net.

 

An image

Ilustrasi anatomi tubuh manusia 3D. (Sumber: pixabay.com)

 

Jadi, dari manakah kadaver berasal? Kadaver biasanya berasal dari jenazah tanpa identitas yang setelah ditunggu sekian waktu, tidak ada keluarga yang mengakuinya. Atau, dari donor. Seperti yang dilakukan oleh dosen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UGM bernama Fitri Mardjono pada 2011 untuk almamaternya dan Budi Setiawan pada 2003 di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.

Penggunaan jasad untuk kadaver, walaupun tidak ada kriteria khusus jenis kelamin dan usia, tidak begitu saja. Ada proses yang harus dilalui, seperti diperiksa dulu oleh pihak laboratorium dan diawetkan setidaknya 6 bulan. Tujuannya, agar bisa bertahan lebih lama dan bisa digunakan beberapa kali. Seperti dilansir Brilio.net, di Fakultas Kedokteran UGM, praktik bedah anatomi dilakukan per organ dengan pemotongan bagian tubuh oleh dosen agar penggunaan kadaver efisien.

Sebelum diawetkan, kadaver diperlakukan secara baik: didoakan dan diberi formalin. Bahkan, jika sudah selesai, dikuburkan secara utuh, seperti diungkap oleh pranata laboratorium FK UGM, Mulyana, kepada Brilio.net. Sementara itu, para mahasiswa yang praktik harus menaati etika pula: didampingi dosen dan asisten dosen, memakai peralatan laboratorium lengkap, dan menghormati kadaver layaknya guru.

Pemerintah pun mengeluarkan peraturan tentang bedah mayat klinis, bedah mayat anatomis, serta transplantasi alat atau jaringan tubuh manusia dengan PP 18 Tahun 1981/LN 1981/23.

Bagaimana penggunaan kadaver dalam Islam? Walaupun ada selisih pendapat antarulama, Majelis Ulama Indonesia sudah mengeluarkan Fatwa No. 12 Tahun 2007 tentang Penggunaan Jenazah untuk Kepentingan Penelitian. Sebagaimana dimuat dalam republika.co.id, MUI membolehkan penggunaan jenazah untuk kepentingan penelitian dengan beberapa ketentuan:

  1. Penelitian tersebut bermanfaat untuk pengembangan keilmuan dan mendatangkan kemaslahatan yang lebih besar, yakni memberikan perlindungan jiwa, bukan praktik semata.
  2. Dilakukan seperlunya.
  3. Jika sudah selesai, jenazah harus segera dikuburkan sesuai dengan ketentuan syariat.
  4. Peneliti harus mendapat izin dari jenazah ketika hidup atau melalui wasiat, ahli waris, atau pemerintah.
  5. Sebelum digunakan, hak-hak jenazah harus dipenuhi (dimandikan, dikafani, dan dishalatkan).

 

Dokter Gia Pratama, seorang dokter yang sudah menelurkan 2 novel bestseller mengatakan, “Saat ini, semua mahasiswa kedokteran bisa belajar anatomi dari kadaver yang benar-benar legal ... bahkan, kini kita bisa belajar anatomi tidak dari jenazah manusia. Melalui internet, kita bisa mempelajari dengan detail anatomi tubuh manusia yang cukup bagus.“

Namun, pada kenyataannya, tidak banyak juga yang mengakses kemudahan tersebut. Untuk itu, dokter yang aktif di media sosial ini membuat buku tentang kesehatan berdasarkan anatomi dan fisiologi tubuh manusia. Berbeda dengan buku sejenis, Tentang Tubuhmu adalah buku yang praktis dan mudah dipahami awam untuk mengenali tubuhnya. Tak kenal, maka tak sayang, #serisayangidirimu diciptakan untuk hidup sehat yang lebih baik.

Harapan sang penulis:

jika kita mengerti bagaimana
tubuh kita bekerja,
kita menjadi tahu bagaimana cara menyayanginya,
menjaganya, bahkan membuatnya menjadi lebih baik lagi.

Segera dapatkan Tentang Tubuhmu, #serisayangidirimu yang terbit September 2020.[]

 

Redaksi Qanita

 

Sumber rujukan:

www.brilio.net

republika.co.id

PP.18 tahun 1981 / LN 1981/23

www.ugm.ac.id

tags : dokter gia, dr gia pratama, Seri Sayangi Dirimu,

Related Post

Back to top