Share
Scroll down

Baca
Artikel

Bahasa Indonesia Itu Kaya. Inilah 7 Kata Bahasa Gaul dan Alay yang Bikin Kamu Nostalgia

03-06-2020Category : Dewasa
Bahasa Indonesia Itu Kaya. Inilah 7 Kata Bahasa Gaul dan Alay yang Bikin Kamu Nostalgia>

Kata itu netral.
Tafsir manusia membuatnya berpihak.
Imajinasi warganet membuatnya liar.
Kendalikanlah
!

(Ivan Lanin, 2019)

 

Bahasa kita, bahasa Indonesia, jelas sangat kaya dan beragam. Selain bahasa baku, bahasa Indonesia juga diperkaya oleh bahasa-bahasa slang atau gaul. Bahasa alay pun ada dan mungkin pernah kamu gunakan dalam keseharian.

Ragam bahasa gaul senantiasa berubah sesuai dengan generasi pemakainya. Berikut ini tujuh kata bahasa gaul dan alay yang bisa bikin kamu nostalgia. Siap-siap teringat masa lalu yang kadang lucu itu, ya!

 

1. Ambyar

Kata ini mulai populer sejak 2019. Jajak pendapat (japat) di Twitter yang digelar Ivan Lanin pada 12 Desember 2019 mempertandingkan popularitas empat kata di kalangan warganet, yaitu “ambyar”, “ashiaaap”, “julid”, dan “santuy”.

Japat yang diikuti lebih dari 14 ribu orang itu menetapkan “ambyar” sebagai #KataTerpopuler 2019. Kamus Besar Bahasa Indonesia mencantumkan “ambyar” sebagai kata ragam cakapan dengan arti ‘bercerai-berai; berpisah-pisah; tidak terkonsentrasi lagi’.

Kemudian, pada 2019, kata yang berasal dari bahasa Jawa ini dipopulerkan (kembali) oleh para #SobatAmbyar. Kamu yang termasuk #SobatAmbyar pasti sangat merindukan kata ini; terutama pada sosok yang kembali memopulerkannya. Lahul-faatihah untuk Pakde Didi Kempot.

 

2. Hebring

Nah, kata ini sekilas memang sudah terdengar alay, ya, hi-hi-hi.

“Hebring” adalah istilah gaul untuk “heboh”. Namun, konotasinya cenderung negatif dan meledek. Biasanya, kata ini digunakan untuk mengejek orang lain yang penampilannya mencolok.

“Wow, baju kamu hebring banget, euy! Mau kondangan ke mana?” Begitulah kira-kira ejekannya. Kamu pernah diejek begitu? He-he-he.

 

3. Ember

Beberapa dari Generasi Z mungkin ada yang tak paham dengan kata ini, “Apa istimewanya ember?” Terlebih Generasi Alfa yang notabene masih terlampau muda dan sangat kekinian, ya. Kata “ember” dulu digunakan sebagai kata ganti “emang” dalam bahasa gaul.

Seperti contoh percakapan berikut ini:

A: “Eh, ternyata paket data kamu habis. Aku jadi enggak bisa tethering, deh.”

B: “Ember, kan udah aku bilang dari tadi.”

 

Namun, kini kata “ember” lebih sering digunakan sebagai perumpamaan untuk orang yang senang membocorkan rahasia orang lain.

Kamu punya teman yang suka ember? Punya, dia suka banget ngoleksi ember di kamar mandinya. LOL!

 

4. Sepik

Pernah dengar kata ini? Atau mungkin dulu kamu suka menggunakannya?

Selain dibalik, kata-kata bahasa Indonesia gaul juga sering sekali berasal dari bahasa Inggris yang dieja dengan logat Indonesia. Ya, seperti kata “sepik” ini, yang diambil dari speak. Sama-sama memiliki arti berbicara, tapi untuk kata sepik ini konotasinya jadi berbeda, loh.

Misalnya dalam penggunaan kalimat berikut:

A: “Lusa nanti kita makan siang di resto yang dekat Jalan Senopati, ya.”

B: “Ah, lu mah paling sepik doang.”

 

5. Kongkow

Kamu mungkin tak asing dengan istilah ini. “Kongkow” adalah istilah gaul bagi remaja ’90-an. Istilah ini digunakan ketika berkumpul bersama teman. Kita sebut saja dengan “nongkrong bareng”.

Kegiatan ini biasanya dilakukan di tempat-tempat ramai sambil ngobrol ngalor-ngidul  dan menikmati camilan andalan. Obrolan itu pun sering ditingkahi oleh gelak tawa yang membuatmu betah berlama-lama. Betul, kan?

 

6. Ciyus - Miyapah

A: “Aku suka sama kamu melebihi apa pun.”

B: “Ciyus? Miyapah?”

A: “Mi goreng!”

Kamu dulu sering begitu bersama teman atau mungkin pacar? Selamat, kamu berarti termasuk generasi alay, hehehe. Peace!

Dalam bahasa Indonesia, istilah semacam itu masuk ke dalam gejala modifikasi fonetis. Kita bisa lihat contoh lain seperti “terciduk” menjadi “tercyduk” ataupun “so cute” menjadi “sekut”. Hal yang sama terjadi pada “serius” yang menjadi “ciyus” dan “demi apa” menjadi “miyapah”.

Jadi, ciyusan kamu suka sama aku?

 

7. Muna

Kok, kayak nama orang, ya? Hihihi.

Kata ini sering digunakan untuk seseorang yang baik di depan, tapi punya sifat sebaliknya ketika di belakang kita. Kependekan dari “munafik”. Duh, semoga kamu tidak begitu, ya.

Namun, tahukah kamu, kata “muna” tercantum dalam KBBI juga, loh. Artinya pun berlainan dengan yang dikenal sebelumnya. Ternyata, Muna adalah nama sebuah pulau di Sulawesi Tenggara. Wow!

 

Itulah tujuh kata bahasa gaul dan alay yang disadari atau tidak sering kamu gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan-jangan, sekarang juga masih, ya? Tidak apa-apa, asalkan kamu bahagia dan bisa sambil bernostalgia.

Semoga bermanfaat.

tags : Bahasa Gaul dan Alay,

Related Post

Back to top