Share
Scroll down

Baca
Artikel

Belajar Bahasa Indonesia lewat Media Sosial, Bagaimana Caranya?

24-06-2020Category : Dewasa
Belajar Bahasa Indonesia lewat Media Sosial, Bagaimana Caranya?>

Media sosial berkembang semakin pesat dengan jumlah pengguna yang semakin bertambah. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa pengguna media sosial di Indonesia ditaksir mencapai 171,17 juta jiwa serta didominasi oleh generasi milenial. APJII merilis bahwa persentase pengguna media sosial di Indonesia yang berusia 13--18 tahun adalah sebanyak 75,50% dan yang berusia 19--34 tahun sebanyak 74,23%.

Ternyata, beraktivitas di media sosial juga bisa dijadikan ajang untuk mempelajari bahasa Indonesia. Ketika membuat postingan di Facebook misalnya, pengguna bisa melatih kemampuan berbahasa secara tulisan, salah satunya dengan menggunakan istilah dalam bahasa Indonesia. Postingan adalah salah satu contoh kata yang tidak baku. Kata tersebut berasal dari bahasa Inggris “post” yang memiliki padanan bahasa Indonesia “kirim”. Berarti, padanan kata “posting-andalam bahasa Indonesia adalah “kiriman”.

Masih banyak pengguna media sosial yang kurang memahami perbedaan antara “sinonim” dan “padanan”, sehingga kesulitan mencari informasi. Sinonim adalah kata dalam bahasa yang sama yang memiliki makna mirip. Untuk mencari sinonim kata, bisa menggunakan tesaurus. Sedangkan padanan adalah kata dalam bahasa lain yang memiliki makna mirip.

Ivan Lanin, seorang aktivis bahasa Indonesia dan pemrogram komputer, telah menyediakan sebuah situs web bernama Kateglo (kependekan dari “kamus”, “tesaurus”, “glosarium”) yang bisa digunakan untuk mencari padanan kata. Sementara, untuk keperluan padanan dari bahasa asing, bisa menggunakan kamus dwibahasa.

Selain menggunakan Kateglo dan kamus, akun Twitter Ivan Lanin juga bisa dijadikan acuan untuk menemukan padanan sebuah kata. Kata kunci “from” dapat digunakan untuk mencari cuitan dari pengguna tertentu melalui kotak pencarian yang disediakan Twitter. Uda Ivan, panggilan akrab Ivan Lanin, juga biasanya menerima pertanyaan dari warganet yang berkaitan dengan bahasa dan menyediakan waktu khusus untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jadi, boleh juga langsung bertanya kepada Uda Ivan melalui akun Twitter.

 

An image

Gambar: Tangkapan layar akun Twitter Ivan Lanin. (Sumber: Twitter Ivan Lanin)

 

Berikut ini beberapa padanan istilah yang biasa digunakan di media sosial.

 

  • followers = pengikut

Akun Twitter Ivan Lanin diikuti lebih dari 730 ribu pengikut.

 

  • tweet = twit; kicauan; cuitan

Apa cuitan favoritmu di Twitter?

 

  • thread = utas

Saat ini terdapat ribuan utas bermanfaat di Twitter setiap harinya.

 

  • mention = sebut

Saya suka membagikan foto buku favorit saya di Instagram dan menyebut akun Instagram penulis buku tersebut.

 

  • reply = balasan

Salah satu aktivitas harian admin media sosial adalah mengecek kolom komentar dan membalas komentar-komentar yang dikirim warganet.

 

  • direct message (DM) = pesan langsung (PL)

Jika ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut, bisa langsung mengirim pesan langsung (PL) ke akun Instagram PenerbitQanita, ya!

 

  • scroll = gulir

Generasi milenial kecanduan menggulir lini masa di Instagram.

 

  • swipe = usap

Untuk mendapatkan info lebih lanjut terkait promo yang sedang berlangsung, usap layarnya!

 

  • caption = takarir

Pengguna media sosial berlomba-lomba untuk membuat takarir menarik pada setiap kiriman di akun media sosial pribadi mereka.

 

  • hashtag = tanda pagar; tagar

Tagar merupakan salah satu cara efektif untuk mengelompokkan kiriman di Instagram.

 

Sekarang, warganet bisa mencoba lebih sering menggunakan kata-kata dalam bahasa Indonesia untuk membuat takarir atau membalas balasan di media sosial. Warganet juga bisa menambah pengetahuan berbahasa Indonesia lewat buku terbaru Ivan Lanin, Recehan Bahasa, yang membahas banyak hal tentang penggunaan bahasa Indonesia. Tidak melulu soal ragam bahasa formal, tetapi juga bahasa percakapan dan berbagai ragam bahasa tidak resmi, seperti bahasa slang. Dilengkapi ilustrasi karakter yang menarik hati, dijamin, buku ini bisa jadi teman belajar yang mengasyikkan, deh!

An image

Gambar: Recehan Bahasa (Sumber gambar: dokumentasi Penerbit Qanita)

 

Yuk, belajar mencintai dan menggunakan bahasa Indonesia dengan lebih baik dan benar!

 

[Fauziah Hafidha, Redaksi Mizan Pustaka]

Sumber:

apjii.or.id

twitter.com

(Sumber gambar: tempo-institute.org)

tags : Ivan Lanin, Recehan Bahasa,

Related Post

Back to top