Share
Scroll down

Artikel
Terbaru

Sains dan agama haidar bagir

Pengantar buku Sains Religius, Agama Saintifik Ditulis oleh: Ihsan Ali-Fauzi   Saya kurang bergairah mengikuti polemik terkait sains dan agama yang berkembang akhir-akhir ini, sekalipun ini sebenarnya tema penting untuk kerja-kerja saya. Dua alasannya perlu saya kemukakan agak detail di sini. Pertama, dari beberapa sumbangan yang sempat saya baca, saya memperoleh kesan kurang tersedianya ruang di hati kita untuk bisa reach out ke pihak lai...


Read more
letak bahagia

Ada begitu banyak buku—terutama buku-buku motivasi dan self-improvement, yang fokus menjawab pertanyaan “bahagia itu apa?” atau “bagaimana cara agar bahagia?”. Buku-buku seperti ini biasanya laris (tentu, tidak semuanya) dan kadang menghibur, terutama bagi masyarakat urban yang sehari-hari menjumpai keruwetan. Eric Weiner dalam The Geography of Bliss (Penerbit Qani...


Read more
sains dan agama

Perbedaan mendasar antara sains dan agama adalah bahwa dalam sains, seorang saintis akan dengan gembira menyambut koreksi dan kritik oleh sesama koleganya manakala teori yang ia ajukan terbukti salah; atau, dalam istilah filsuf Karl Popper, “difalsifikasi”. Dia tidak akan mengafirkan saintis lain yang telah mengoreksinya, apalagi melaporkannya ke dewan inkuisisi untuk diadili. Ini, kat...


Read more
sains dan agama

Sekarang ini, banyak orang mengkritik agama padahal tidak banyak tahu tentang agama. Orang suka lupa bahwa pemikiran-pemikiran yang berbeda memiliki apa yang oleh Wittgenstein disebut sebagai language game (permainan bahasa) yang khas. Jangankan beda agama, intra-agama yang sama pun punya language game yang bisa beda. Apalagi antar sains, filsafat dan agama. Lebih-lebih antara ateisme dan agama. Dan metod...


Read more
sainsdanagama

Sains Religus, Agama Saintifik (Pengantar Penulis—Haidar Bagir & Ulil Abshar Abdalla) Awalnya salah seorang penulis di antara kedua penulis buku ini, Haidar Bagir diundang untuk bicara di sebuah diskusi zoom bertajuk agama dan sains. Konteksnya adalah wabah Covid 19, yang di dalamnya orang—termasuk, khususnya, para agamawan—harus menurut pada...


Read more