Share
Scroll down

Baca
Artikel

Pandemi Covid-19 Bikin Takut ke Rumah Sakit? Tenang, Sekarang Semua Serba-Online!

31-08-2020Category : Kesehatan
covid 19 rumah sakit>

Perkembangan teknologi, salah satunya internet, telah membawa perubahan pada kehidupan manusia. Berbagai sektor, seperti pendidikan, pariwisata, layanan perbankan, dan layanan kesehatan telah terbantu oleh kemudahan yang disediakan internet ini. Misalnya, hadirnya layanan booking penginapan via gawai mempermudah pengunjung yang ingin berwisata akhir pekan. Internet juga memungkinan adanya layanan konsultasi online bagi pasien yang perlu memeriksakan diri, tetapi takut ke rumah sakit karena adanya pandemi COVID-19. Kini, pasien cukup mendaftar, menyampaikan keluhan, menerima resep obat, serta melakukan pembayaran secara online tanpa harus keluar rumah.

 

Pemerintah, lewat BPJS Kesehatan, juga menyadari pentingnya perkembangan teknologi. BPJS Kesehatan pun meluncurkan fitur baru pada layanan Mobile JKN, yaitu Menu Konsultasi Dokter JKN. Seperti yang ditulis di situs web suara.com, fitur ini berfungsi sebagai media komunikasi pasien (peserta JKN) dengan dokter yang dipilihnya di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Sebelumnya, Mobile JKN sudah mampu mengakomodasi beberapa menu untuk memudahkan peserta memperbarui data atau mengganti fasilitas kesehatan. Fitur baru konsultasi dokter ini memudahkan pasien untuk berinteraksi dengan dokter di tengah pandemi.

 

Selain konsultasi online, teknologi juga sudah membuat banyak perkembangan dan kemajuan di dunia kesehatan lho! Cepatnya perkembangan teknologi juga membuat para pakar memprediksi akan adanya gebrakan baru di dunia kesehatan dalam waktu dekat. Seperti ditulis pada situs web klikdokter.com, berikut beberapa teknologi dunia kesehatan di masa depan:

 

Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI)

AI memungkinkan mesin untuk menggantikan beberapa pekerjaan manusia. Dalam bidang kesehatan, AI bisa berupa chatbot atau asisten virtual dan berfungsi sebagai customer service. AI juga bisa diatur untuk melakukan diagnosis penyakit atau pemeriksaan tertentu. Bahkan, kini juga sedang dikembangkan robot untuk membantu dokter melakukan operasi-operasi dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

 

https://stikesyarsi-pontianak.ac.id/wp-content/uploads/2015/03/tc1-1-800x445.jpg

Gambar: Ilustrasi penggunaan teknologi dalam dunia kesehatan. (Sumber gambar: stikesyarsi-pontianak.ac.id)

 

Perangkat yang Dikenakan di Tubuh atau Wearables

Salah satu wearables yang sering digunakan adalah gelang pintar, yang berfungsi untuk mengukur frekuensi dan target berbagai jenis aktivitas fisik, mencatat pola tidur, serta mengukur detak jantung. Saat ini juga terdapat wearables yang mampu memberikan hasil pantauan terkini pada pasien berisiko tinggi sehingga dapat memprediksi peluang terjadinya penyakit yang lebih serius.

 

Perangkat Medis yang Berbasis Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR)

Teknologi AR dan VR bisa digunakan untuk membantu pasien Alzheimer dan demensia, misalnya memunculkan kembali ingatan yang berhubungan dengan waktu, suara, pengalaman dan peristiwa penting di masa lalu. Teknologi ini juga bisa membantu bidang pendidikan medis. Dokter dapat mengasah keterampilannya, misalnya, untuk simulasi operasi yang rumit tanpa harus dipraktikkan langsung pada manusia.

 

Meskipun teknologi di dunia kesehatan semakin berkembang, menjaga kesehatan tetap menjadi fokus utama. Seperti yang disampaikan dr. Gia Pratama lewat karya terbarunya, Tentang Tubuhmu, #serisayangidirimu, komitmen hidup sehat dapat dicapai salah satunya dengan memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Terutama pada masa pandemi COVID-19 ini. Menjaga daya tahan tubuh merupakan benteng utama mengadang penyakit. Dokter yang juga penulis novel best-seller #BERHENTIDIKAMU ini banyak membagikan tips untuk menyayangi diri dengan menjaga kesehatan. Tunggu karya terbaru dr. Gia hanya di mizanpublishing.com!

 

[Fauziah Hafidha, Marcomm Penerbit Mizan]

 

Sumber:

klikdokter.com

suara.com

tags : dr gia,

Related Post

Back to top