Share
Scroll down

Baca
Artikel

Dan Brown, Penulis Novel Best-Seller, The Da Vinci Code

Judulnya: Dan Brown, Penulis Novel Best-Seller, The Da Vinci Code>

Daniel Gerhard Brown, lebih dikenal dengan panggilan Dan Brown, merupakan penulis novel-novel best seller termasuk The Da Vinci Code –salah satu novel terlaris sepanjang masa.  Seperti dilansir pada situs danbrown.com, novel-novel karya Dan Brown telah diterbitkan dalam 56 bahasa dan pada tahun 2012 sudah terjual lebih dari 200 juta eksemplar. Pada tahun 2015, Dan Brown masuk daftar 100 Most Influential People in the World oleh TIME Magazine sebagai penghargaan atas kontribusi yang antara lain adalah menjaga keberlangsungan industri penerbitan; keberhasilan memunculkan minat baru pada Leonardo da Vinci dan sejarah agama Kristen; memacu pertumbuhan kunjungan wisata ke kota Paris dan Roma; menggalakkan antusiasme pada sejarah yang berhubungan dengan thriller; serta menghasilkan keuntungan finansial dari adaptasi novel-novelnya ke layar lebar.

Ayah Dan Brown berprofesi sebagai guru matematika di Phillips Exeter Academy dan ibunya seorang pianis gereja. Tinggal di lingkungan sekolah membuat Dan Brown tertarik pada pertentangan antara sains dan agama –tema yang melatarbelakangi penulisan novel-novelnya. Seperti ditulis pada laman wikipedia.org, Dan Brown kecil sering menghabiskan waktu untuk bermain anagram dan teka-teki silang. Dia dan saudara-saudaranya terbiasa mencari ‘harta karun’ yang disembunyikan oleh ayah mereka sebagai hadiah ulang tahun atau hadiah ketika hari libur tiba. Misalnya ketika hari Natal, Dan Brown dan saudara-saudaranya tidak mendapatkan hadiah di bawah pohon Natal, tetapi mencari lokasi hadiah tersebut berdasarkan peta berisi kode dan petunjuk yang tersebar di seluruh bagian rumah. Pengalaman dengan ayahnya tersebut menginspirasi hubungan Sophie Neveu dan Jacques Saunière dalam The Da Vinci Code –Bab 23 novel itu juga terinspirasi oleh salah satu perburuan harta karun masa kecil Dan Brown.

 
Sumber: aarp.org

Dan Brown lulus dari Phillips Exeter Academy dan kemudian melanjutkan pendidikan ke Amherst College. Dia sempat berprofesi sebagai pengajar Bahasa Inggris dan berkiprah di dunia musik sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang penulis purnawaktu. Ketika menjadi musisi, Dan Brown sempat bergabung dengan National Academy of Songwriters dan mengikuti beberapa event nasional. Asosiasi musik tersebut juga menjadi awal pertemuan dirinya dengan Blythe Newlon, perempuan yang ikut andil di balik karir Dan Brown sebagai pemusik (saat itu) dan penulis. Dan Brown menikahi Blythe Newlon pada tahun 1997. Saat ini, Dan Brown dan istrinya tinggal di New England.

Seperti yang ditulis pada artikel di laman mizanpublishing.com (backlink ke artikel yang ditulis Teh Dy tentang tips menulis ala Dan Brown), dalam menulis sebuah cerita Dan Brown selalu membuat janji kepada pembaca –dan menepatinya. Memperkenalkan tokoh-tokoh misterius, teori-teori konspirasi, dan teka-teki di awal cerita akan menjerat para pembaca, yang mengarahkan mereka pada pertanyaan-pertanyaan yang perlu dijawab. Ciri khas Dan Brown ialah tidak menjawab semua sekaligus –namun pada akhir cerita, semua pertanyaan akan terjawab. Dan Brown juga menambahkan dirinya kadang menulis plot akhir sebelum menulis plot awal. Kadang juga ia menulis prolog dan epilog-nya terlebih dulu. Dan Brown menjelaskan bahwa tugas seorang novelis adalah membawa pembaca dari titik A (prolog) ke titik B (epilog). Dia beranggapan banyak orang berpikir bahwa mereka harus memiliki ide yang sangat brilian untuk dapat menulis novel –bagi Dan Brown, novel bukan tentang “What” tapi tentang “How”.

Dan Brown menambahkan, dikutip dari laman theguardian.com, saran dari salah seorang gurunya tentang menulis yang paling berkesan adalah: tulis apa yang kamu ketahui. Saat mendengar nasihat tersebut, ia baru berusia 16 tahun dan tidak banyak tahu. Dan Brown kemudian memutuskan untuk menulis apa yang ingin diketahuinya. Salah satu karyanya, Deception Point, menceritakan tentang glasiologi dan NASA. Dan Brown sama sekali tidak mengetahui tentang kedua topik tersebut sehingga dia meluangkan waktu sekitar satu tahun untuk mempelajarinya. Lebih lanjut dalam theguardian.com, Dan Brown mengaku terinspirasi oleh karya-karya Joseph Campbell dan juga mengagumi Much Ado About Nothing yang ditulis oleh Shakespeare. 

Salah satu rutinitas yang Dan Brown lakukan adalah menulis pada pagi hari –sekitar jam 4 pagi, sebelum membuka email atau smartphone. Rutinitas menulis Dan Brown diawali dengan meminum smoothies sehat dan kopi. Dan Brown akan bekerja sekitar 6 sampai 8 jam sehari, termasuk menyunting tulisan yang dia buat sehari sebelumnya, menulis, atau membuat outline –tergantung apa yang harus dia kerjakan pada hari itu. Dan Brown juga memiliki kebiasaan unik ketika menulis, yaitu mengatur layar komputernya agar mati setiap 60 menit sekali. Dan Brown kemudian beristirahat dan melakukan push-ups, sit-ups atau berdiri terbalik. Dan Brown merasa cara tersebut membuat tulang belakangnya tegak dan menyebabkan aliran darah menuju otak menjadi lancar.

 

Berikut karya-karya Dan Brown (Wikipedia):
Digital Fortress (1998)
Deception Point (2001)

Seri Robert Langdon:
Angels & Demons (2000)
The Da Vinci Code (2003)
The Lost Symbol (2009)
Inferno (2013)
Origin (2017)

Novel terbaru Dan Brown, Origin, sudah terbit dalam Bahasa Indonesia pada tahun 2017. Dilansir pada laman focustaiwan.tw, judul novel Origin terinspirasi dari sebuah karya musik klasik berjudul Missa Charles Darwin ciptaan komposer sekaligus adik kandung Dan Brown, Gregory W. Brown. Dan Brown berharap Origin dapat berkontribusi dalam perdebatan antara sains dan agama.

Origin mengeksplorasi dua pertanyaan mendasar bagi umat manusia: Dari mana kita berasal? Ke mana kita akan pergi? 

Oleh: Fauziah Hafidha

Sumber:
https://danbrown.com/#author-section
https://en.wikipedia.org/wiki/Dan_Brown
http://mizanpublishing.com/10-tips-menulis-buku-laris-ala-dan-brown/
http://mizanpublishing.com/ingin-jadi-penulis-simak-pesan-penting-dari-dan-brown-yuk/
https://www.theguardian.com/books/2018/nov/18/4am-starts-and-spinach-smoothies-da-vinci-codes-dan-brown-on-how-to-write-a-bestseller
http://focustaiwan.tw/news/aedu/201805250024.aspx
 

tags : Dan Brown, The Da Vinci Code,

Related Post

Back to top