Share
Scroll down

Baca
Artikel

Hari Kartini dan Rangkayo Rahmah El Yunusiyah

Kalis Mardiasih>

Setiap Hari Kartini tiba, pasti ada broadcast yang mencatut kutipan dari Rangkayo Rahmah El Yunusiyah bahwa perempuan Muslim tidak perlu emansipasi karena hak-hak kaum perempuan sudah diatur dalam Islam. Ya memang benar, teksnya sangat indah, mengatur hak perempuan. Tapi yang menjadi soal, hak itu tidak mudah diraih.

Ada perempuan Muslim yang masih tidak bisa mendapat hak pendidikan, bukan hanya karena tradisi, tapi karena pandangan dasar bahwa pendidikan tidak akan terlalu berguna buat perempuan. Masalah bertambah berat jika ada problem sosial berupa kemiskinan. Juga soal akses. Seperti wilayah terjauh, terpencil dan terluar yang amat berjarak dari pusat kota. Saya sering melihat situasi ini dalam film India yang menggambarkan bagaimana kampung Rajashtan yang amat miskin akhirnya hanya menyisakan laki-laki untuk berjalan ke pusat kota, sedangkan perempuan mencukupkan diri dengan menyalakan tungku dengan kayu bakar.

Demikian juga dengan hak tubuh perempuan atas kesehatan. Teks Islam menjamin hak kehidupan semua manusia. Maqashid syariah menjamin hak atas diri. Tapi bagaimana realitasnya? Layanan kesehatan perempuan belum merata, entah karena harganya yang mahal, karena aksesnya yang jauh, karena bias budaya (tradisi versus sains) dll. Masih banyak perempuan yang tidak punya kesempatan untuk menentukan apa yang terbaik buat tubuhnya: memakai tampon menstruasi, merencanakan keluarga, mengatur jarak kelahiran, memakai alat kontrasepsi aman, melahirkan dengan fasilitas memadai, dll.


Pesan buku terbaru Kalis Mardiasih, "Sister Fillah, You'll never be alone". Klik di sini.


Islam mengajarkan konsep keluarga sakinah (ala Muhammadiyah) dan konsep keluarga maslahah (ala NU). Tapi bagaimana praktiknya? Sejak sebelum perkawinan terjadi, masih banyak perempuan yang bahkan tidak bisa menentukan nasibnya sendiri. Suaranya dirampas oleh pihak di luar dirinya. Setelah memasuki lembaga perkawinan, tiba-tiba banyak perempuan yang kehilangan dirinya, kehilangan cita-citanya, kehilangan masa depannya. Padahal ia tetap khalifah yang memegang amanah mulia tugas kemanusiaan di bumi.

Saya percaya Islam mengatur hak-hak perempuan dengan sangat lengkap dan indah. Itu yang saya imani. Dan itulah yang saya perjuangkan: Usaha mendapatkan hak-hak itu.[]

*Artikel ini diambil dari postingan Instagram Kalis Mardiasih

Hari Kartini


Pesan buku terbaru Kalis Mardiasih, "Sister Fillah, You'll never be alone".Klik di sini.

tags : Kalis Mardiasih, Hari Kartini, Muslimah, Sister Fillah You'll never be alone, Perempuan,

Related Post

Back to top