Share
Scroll down

Baca
Artikel

HIDUP ITU DIJALANIN BUKAN DIPIKIRIN

25-03-2021Category : Dewasa
hidup mau ngapain>

Kenapa hidup harus dijalanin bukan dipikirin?

Jawabannya sederhana, karena tidak semua jawaban dari semua pertanyaan hadir di saat itu juga. Karena bila kita terlalu banyak memikirkan tentang hidup, maka justru yang muncul itu bukanlah sebuah jawaban, melainkan sebuah kecemasan. Hal itu pula yang membuat kita menjadi nethink, banyak takutnya: takut salahlah, takut gagal, dan ketakutan-ketakutan lainnya.

 

Banyak memikirkan hidup pun tidak selalu menghasilkan keburukan, salah satu kebaikannya ialah bisa membuat kita lebih berhati-hati dalam menjalankan hidup, tapi bila kita terlalu banyak berpikir, kapan “hidupnya”? Apakah kita akan terus mengumpet dalam suatu kenyamanan hanya karena kita tidak bisa memecahkan sebuah permasalahan yang ada di dalam pikiran? Come on, menyimpan semua perencanaan dalam pikiran itu tidak dapat menghasilkan apa pun, itu sama halnya dengan ketika kita dalam perjalanan, kita tahu harus belok ke arah kanan, tapi karena ragu dan takut, kita hanya berhenti di pertigaan jalan saja. Maka bila seperti itu, kita tidak akan sampai pada tujuan yang kita tuju sampai kapan pun.  Andai salah jalan pun, setidaknya kita bisa berbalik arah dan mengambil jalan lain yang seharusnya daripada hanya diam di pertigaan saja.

 

Masalah yang sering dihadapi oleh orang kebanyakan, mereka terlalu sibuk memikirkan sebuah perencanaan demi hasil sempurna yang diidamkan. Tapi mereka lupa, kadang hal-hal yang dapat membuat rencananya “cacat” justru hadir ketika rencana itu sudah mulai dijalankan. Itu artinya, kesempurnaan itu tidak bisa diawang-awang, ia butuh sebuah pengujian untuk melihat kekurangan kecil yang tidak terlihat dari sebuah pikiran. Sesempurna apa pun rencana hidup yang telah dibuat, bila rencana itu sudah mulai dijalankan, maka akan terlihat juga ketidaksempurnaannya. Come on, jalanin aja!

 

Banyak keuntungan bila kita tidak terlalu banyak memikirkan hidup, salah satu di antaranya ialah mendapat ketenangan. Dengan tidak banyak berpikir, maka tentu yang kita perlu lakukan hanya menjalaninya saja. Tidak ada rasa takut, hanya perlu bersiap mengambil sebuah keputusan, bilamana di dalam perjalanan, kita dihadapi dengan sebuah pertanyaan yang bimbang. Selain itu, bila kita tidak terlalu banyak berpikir, setidaknya kita telah melakukan sebuah tindakan menuju arah ‘merealisasikan’ bukan hanya sekadar memimpikan.

 

Daripada sibuk berpikir, apalagi membandingkannya dengan orang lain, lebih baik kita mempersiapkan diri untuk sebuah permasalahan yang tidak terduga. Karena bila kita sudah membuat rencana hidup tapi kita hanya siap menghadapi permasalahan-permasalahan yang sudah kita pikirkan saja, mati juga kita karena tidak bisa menemukan solusi permasalahan yang tiba-tiba.

 

Baca Juga: Rahasia Sukses Mencapai Tujuan Hidup

 

Itu hanya segelintir jawaban saja dari sebuah pertanyaan besar mengenai kehidupan. Lebih lengkapnya, semua jawaban mengenai “kenapa hidup yang harus dijalanin aja?” itu ada dalam buku yang ditulis oleh Ali Zaenal Abidin seorang ahli dalam pengembangan diri. Buku itu mampu mengarahkan dan menjawab pertanyaan perihal kehidupan, terutama soal hal yang mesti dilakukan agar hidup dapat sesuai keinginan. Selain itu, dalam buku itu pun kita disuguhi oleh sebuah pemikiran yang out of the box sehingga kita bisa melihat sebuah hal dari berbagai sudut pandang. Salah satu contohnya, mengenai pertanyaan tadi.

 

Daripada sibuk berpikir, apakah harus membaca buku itu atau tidak, lebih baik membaca dan memusnahkan rasa penasaran daripada dinanti-nanti akhirnya baca juga. Lebih cepat lebih baik. Hidupmu tidak bisa dibiarkan berdiri sendiri di atas kebimbangan.

 

Beli di sini: Eksklusif di Tokopedia

 

Baca Juga: Tentang Ali Zaenal Abidin, Penulis Hidup Mau Ngapain?

Baca Juga: Quarter Life Crisis "Penyakit Anak Muda yang Membuat Galau"

tags : ,

Related Post

Back to top