Share
Scroll down

Baca
Artikel

Inilah Padanan Istilah Internet dan Teknologi Informasi dalam Bahasa Indonesia

24-06-2020Category : Dewasa
Inilah Padanan Istilah Internet dan Teknologi Informasi dalam Bahasa Indonesia>

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama menyelenggarakan program #SelasaBahasa Padanan Kata Kolibri, yaitu sebuah segmen berisi kata-kata dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dan ditujukan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Dikutip dari situs resmi Kemkominfo, segmen ini disebarkan secara rutin setiap Selasa melalui akun LINE resmi Kemkominfo yang diberi tajuk Kolibri (Kemkominfo Lintas Berita Terkini). Hal ini dilakukan sebagai bentuk usaha mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sejalan dengan program Kemkominfo dan Kemendikbud ini, sudah saatnya kita memperluas wawasan mengenai kebahasaan kita. Jika sebelumnya masih sering menggunakan bahasa asing untuk istilah-istilah seputar internet, kita bisa ubah kebiasaan tersebut sedikit demi sedikit. Berikut daftar padanan kata dalam bahasa Indonesia untuk istilah-istilah internet dan teknologi informasi.

1. Warganet

Istilah netizen memang marak digunakan. Tapi, warganet juga tak kalah bagus!

2. Daring dan Luring

Untuk para warganet yang masih belum tahu, istilah online dan offline sebetulnya sudah memiliki padanan dalam bahasa Indonesia. Kita bisa memakai kata daring sebagai pengganti online, dan luring untuk offline. Kata daring terbentuk dari singkatan dalam jaringan, sedangkan luring merupakan singkatan dari luar jaringan.

3. Surel

Mungkin agak sulit menghilangkan kebiasaan menyebut e-mail. Namun, jika sudah ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia, mengapa tidak kita manfaatkan? Mulai sekarang, kita gunakan kata surel, yuk!

4. Unduh dan Unggah

Kata download dan upload bisa dibilang sudah menjadi makanan sehari-hari kita, tapi bahasa Indonesia juga punya padanan kata untuk kedua istilah ini! Gunakan kata unduh sebagai pengganti download dan unggah sebagai pengganti upload, ya.

5. Peramban

Chrome, Firefox, Internet Explorer, dan Safari merupakan beberapa contoh peramban yang populer. Dalam bahasa Inggris, peramban disebut browser.

6. Riwayat

Peramban yang kita gunakan pasti memiliki riwayat. Riwayat, atau history, berisi daftar laman apa saja yang pernah kita kunjungi dan diurutkan secara kronologis.

7. Pranala

Hyperlink—rujukan atau elemen navigasi yang disisipkan pada suatu kata, frasa, atau gambar untuk mengarahkan pengguna ke bagian lain teks atau domain lain—disebut juga pranala dalam bahasa Indonesia. Sinonim pranala adalah tautan.

8. Markah

Pernah ingin menyimpan sebuah laman atau situs web agar bisa dikunjungi lagi di lain waktu? Markahi saja! Ya, markah merupakan padanan bookmark.

9. Beranda

Beranda merujuk kepada halaman utama, atau homepage, sebuah situs web.

10. Pembaruan

Hampir semua aplikasi ponsel yang kita gunakan sepertinya membutuhkan pembaruan. Ya, pembaruan merupakan padanan kata untuk update.

11. Keluku

Pernah menemukan gambar kecil di sebuah situs web, yang kemudian bisa kita klik untuk diperbesar? Nah, itulah keluku. Ya, keluku merupakan padanan kata thumbnail.

12. Retas

Kita bisa memakai kata retas untuk menggantikan hack, yang berarti kegiatan mengakses data suatu sistem tanpa seizin pemiliknya. Hati-hati, ya, jangan sampai komputer kamu diretas!

13. Gawai

Sering, kan, mendengar kata gadget? Dalam bidang komunikasi, gadget bisa berarti ponsel, tablet, ataupun alat komunikasi elektronik lainnya. Ternyata, gadget sudah ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia, lho! Kita bisa menyebutnya gawai.

 

Kata-kata tersebut sebetulnya sudah cukup lama disosialisasikan ke masyarakat. Salah seorang pencinta bahasa Indonesia, Ivan Lanin, juga sudah sering menyebarluaskan informasi ini melalui akun Twitter dan blog pribadinya. Tak jarang pula ia menjawab pertanyaan-pertanyaan warganet seputar padanan kata, penulisan baku, dan fenomena kebahasaan lainnya.

Hal ini pula yang menjadi salah satu pendorongnya untuk menulis buku terbaru, Jangan Anggap Remeh Recehan Bahasa. Ia bermaksud mengumpulkan informasi-informasi yang pernah diutarakannya seputar kebahasaan ke dalam sebuah buku. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih mudah mengaksesnya. Sungguh suatu usaha yang patut diacungi jempol.

 

[Assyifa N. Maryam, Redaksi Mizan Pustaka]

Sumber:

kominfo.go.id

ivanlanin.wordpress.com

 

Sumber Gambar:

pexels.com

 

tags : Ivan Lanin, Recehan Bahasa,

Related Post

Back to top