Share
Scroll down

Baca
Artikel

Isu Perempuan di Masa Wabah

Kalis Mardiasih - Sister Fillah, You'll never be alone>

Wabah yang mengubah kehidupan kita jadi seratus persen berbeda dibanding satu sampai dua bulan lalu ini, ternyata banyak pengaruhnya juga ke perempuan. Apa aja ya isu perempuan di masa wabah?

 

 

Lihat postingan ini di Instagram

Wabah yang mengubah kehidupan kita jadi seratus persen berbeda dibanding satu sampai dua bulan lalu ini, ternyata banyak pengaruhnya juga ke perempuan. Apa aja ya isu perempuan di masa wabah? . . ???? teman-teman mungkin udah baca berita, kalau kasus kdrt di seluruh dunia, termasuk di Indonesia meningkat, bahkan angkanya mencapai 70%. Bayangkan para perempuan yang tinggal serumah dengan pasangan yang abusive kini nggak bisa kemana-mana karena karantina. Rumah yang udah lama nggak bisa jadi ruang aman buat mereka, sekarang jadi satu-satunya tempat mereka harus bertahan. . . ???? Ibu Rumah Tangga. Gara-gara wabah, anak-anak sekolah libur, bapak-bapak juga WFH. Di rumah, para ibu kini punya tiga peran: sebagai ibu dengan kerjaan rumah (masak, bersihin rumah), sebagai guru yang nemenin anak belajar sekaligus laporan ke gurunya, sekaligus sebagai istri. Kalau pasangan bisa gantian masak atau bersihin rumah (yang pasti makin berantakan dan cuci piring jadi makin banyak) wah syukur banget, deh! Kalau nggak, ya hehehe, gitu deh. Jadi guru, aduuuuh ini nggak gampang banget. Dan, jadi istri. Selain ngelayanin kebutuhan rumah, para aktivis perempuan juga udah banyak bikin peringatan: di rumah aja, bukan berarti kamu dihamili. Kalau kalangan kelas menengah yang pengetahuan kespronya baik dan akses ke alat kontrasepsi mudah karena sanggup beli sih, aman. Tapi buat yang kelas menengah ke bawah... nggak kebayang di situasi pandemi yang belum jelas kapan berhentinya dan masih kebingungan cari solusi, ternyata angka perempuan hamil meningkat pula. Kalau perempuan itu juga bekerja, artinya perannya lebih dari triple ya ???? . . Masih soal IRT, secara ekonomis, anak dan suami di rumah aja juga ada peningkatan biaya ya, Buk, buat ngemil seharian dan fasilitas belajarnya... ada nggak ya subsidi biaya pendidikan dari sekolah ke rumah? Kan bangunan dan listrik dll pindah ke rumah ya ???? . . ???? Dari angka PHK pekerja yang tinggi di berita-berita itu, belum ngecek sih berapa persen pekerja perempuan yang kehilangan pekerjaannya. Gelombang ART yang pada balik ke kampung juga perempuan. Ini juga bakal ngaruh banget sama siklus kemiskinan perempuan. ???? . . Ada yang mau berbagi cerita? ????‍??????‍??

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kalis Mardiasih (@kalis.mardiasih) pada 14 Apr 2020 jam 2:08 PDT

 

Teman-teman mungkin sudah baca berita, kalau kasus KDRT di seluruh dunia, termasuk di Indonesia meningkat, bahkan angkanya mencapai 70%. Bayangkan para perempuan yang tinggal serumah dengan pasangan yang abusive kini nggak bisa kemana-mana karena karantina. Rumah yang sudah lama nggak bisa jadi ruang aman buat mereka, sekarang jadi satu-satunya tempat mereka harus bertahan.

Ibu Rumah Tangga. Gara-gara wabah, anak-anak sekolah libur, bapak-bapak juga WFH. Di rumah, para ibu kini punya tiga peran: sebagai ibu dengan kerjaan rumah (masak, bersihin rumah), sebagai guru yang nemenin anak belajar sekaligus laporan ke gurunya, sekaligus sebagai istri. Kalau pasangan bisa gantian masak atau bersihin rumah (yang pasti makin berantakan dan cuci piring jadi makin banyak) wah syukur banget, deh! Kalau nggak, ya hehehe, gitu deh.

Jadi guru, aduuuuh ini nggak gampang banget. Dan, jadi istri. Selain ngelayanin kebutuhan rumah, para aktivis perempuan juga sudah banyak bikin peringatan: di rumah aja, bukan berarti kamu dihamili. Kalau kalangan kelas menengah yang pengetahuan kespronya baik dan akses ke alat kontrasepsi mudah karena sanggup beli sih, aman. Tapi buat yang kelas menengah ke bawah... nggak kebayang di situasi pandemi yang belum jelas kapan berhentinya dan masih kebingungan cari solusi, ternyata angka perempuan hamil meningkat pula. Kalau perempuan itu juga bekerja, artinya perannya lebih dari triple ya.

Masih soal IRT, secara ekonomis, anak dan suami di rumah aja juga ada peningkatan biaya ya, Buk, buat ngemil seharian dan fasilitas belajarnya. Ada nggak ya subsidi biaya pendidikan dari sekolah ke rumah? Kan bangunan dan listrik dll pindah ke rumah ya.

Dari angka PHK pekerja yang tinggi di berita-berita itu, belum ngecek sih berapa persen pekerja perempuan yang kehilangan pekerjaannya. Gelombang ART yang pada balik ke kampung juga perempuan. Ini juga bakal ngaruh banget sama siklus kemiskinan perempuan.

Ada yang mau berbagi cerita?[]

Sumber: Instagram Kalis Mardiasih

 

Sister Fillah - Kalis Mardiasih

 

Buku "Sister Fillah, You'll never be alone" karya Kalis Mardiasih sudah bisa dipesan! Klik tautan di bawah ini untuk informasi selengkapnya!

Pre-Order "Sister Fillah, You'll never be alone"

 

tags : Kalis Mardiasih, Sister Fillah, Perempuan, Nonfiksi, Qanita,

Related Post

Back to top