Share
Scroll down

Baca
Artikel

Recehan Bahasa, Ayo Gunakan Bahasa Baku karena #bakutakmestikaku

24-06-2020Category : Dewasa
Recehan Bahasa>

Ivan Razela Lanin, atau lebih dikenal dengan Ivan Lanin, adalah aktivis yang mengampanyekan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ivan Lanin mulai menulis di Wikipedia Bahasa Indonesia (WBI) sejak 2006 dengan suntingan pertamanya di WBI pada artikel Pajak. Ia juga turut mendirikan Wikimedia Indonesia pada akhir 2008. Seperti ditulis di situs web wikipedia.org, Ivan bersama rekannya juga mengembangkan “Kateglo” yang merupakan singkatan dari “kamus”, “tesaurus”, dan “glosarium”. Kateglo adalah salah satu upaya Ivan Lanin untuk semakin menyebarluaskan pengetahuan bahasa Indonesia.

 

An image

Foto Ivan Lanin. Sumber: Twitter Ivan Lanin

 

Wikipediawan yang aktif menjawab pertanyaan warganet di media sosial ini ditunjuk oleh Badan Bahasa sebagai juri untuk blog kebahasaan pada 2012. Sejak 2014, Ivan Lanin juga ikut serta dalam Sidang Tahunan Komisi Istilah. Pria yang kerap dijuluki “kamus berjalan” ini mendapat penghargaan Pembina Bahasa Indonesia 2016 sebagai Peneroka Bahasa Indonesia Daring dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud. Ivan Lanin pun menerima penghargaan Kusala Pencapaian Hidup (Lifetime Achievement Award) pada #Kompasianival 2019. Penghargaan tersebut diberikan atas keaktifan Ivan Lanin menyebarkan pengetahuan bahasa Indonesia melalui media sosial dan ia juga dianggap mampu meningkatkan keterampilan menulis narablog (blogger) Kompasiana.

Upaya menyebarluaskan pengetahuan tentang bahasa Indonesia juga dilakukan Ivan Lanin dengan menerbitkan buku berjudul Xenoglosofilia pada 2018. Tahun 2020 ini, Ivan Lanin akan menerbitkan karya terbarunya bertajuk Recehan Bahasa. Buku yang terbit lewat Penerbit Qanita ini merupakan salah satu usaha Ivan Lanin untuk mengumpulkan pengetahuan kebahasaan yang sudah ia bagikan di media sosial, terutama Twitter, sejak 2010.

Recehan Bahasa tak hanya sarat dengan pengetahuan bahasa, juga dilengkapi ilustrasi yang menarik sehingga mengasyikkan untuk dibaca. Ilustrasi ini akan membantu pembaca lebih memahami istilah-istilah yang dianggap kurang populer dan jarang digunakan oleh masyarakat.

 

Padanan Istilah Asing Terbaru

Sejalan dengan perkembangan saat ini dan upaya penggunaan bahasa Indonesia sebanyak mungkin, buku terbaru Ivan Lanin memuat teknik penciptaan istilah baru dan proses pembentukan istilah. Selain itu, dibahas pula proses pemadanan —yang terdiri dari dua teknik, yaitu penyerapan (kata serapan) dan penerjemahan (terjemahan). Penyerapan dilakukan saat ejaan atau pelafalan istilah sumber cukup sesuai dengan bahasa kita, sedangkan penerjemahan dilakukan saat penyerapan tidak bisa dilakukan.

Recehan Bahasa juga membahas padanan istilah-istilah populer terkait pandemi Covid-19 yang merebak sejak akhir 2019. Dalam buku tersebut, Ivan Lanin menjelaskan perbedaan arti istilah yang biasa digunakan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus, yaitu isolasi dan karantina. Begitu pula lockdown, social distancing, dan work from home. Pengetahuan bahasa dalam buku ini akan membuat pembaca lebih percaya diri untuk menggunakan kata dalam bahasa Indonesia dan mempraktikkannya pada kehidupan sehari-hari, seperti dalam percakapan atau membuat takarir (caption) media sosial.

An image

Foto salah satu ilustrasi dalam buku Recehan Bahasa. Sumber: dokumentasi Penerbit Qanita

 

#BakuTakMestiKaku

Lewat buku terbarunya itu, Ivan Lanin ingin mengubah anggapan bahwa menggunakan bahasa baku membuat seseorang terlihat kaku. Untuk menghindari hal tersebut, ia membagikan kiat dalam melenturkan bahasa:

1. Variasikan diksi.
2. Luweskan struktur kalimat.
3. Sisipkan kata seru seperti “wah” (informal).
4. Memakai emotikon (informal).
5. Mainkan intonasi (lisan).

Seperti yang pernah diungkapkan Ivan Lanin dalam situs web voxpop.id, keterampilan berbahasa menunjukkan kecendekiaan seseorang serta membuat orang tersebut dapat menyampaikan pesan dengan baik. Ivan berpendapat bahwa pada era media sosial ini, warganet memerlukan keterampilan berbahasa karena ragam bahasa tulis semiformal yang terbatas pada media sosial rentan disalahartikan. Keterampilan berbahasa akan membantu memastikan pesan dapat tersampaikan dengan bernas.

 

[Fauziah Hafidha, Redaksi Mizan Pustaka]

 

Sumber:

Buku Recehan Bahasa

wikipedia.org

voxpop.id

 

tags : Ivan Lanin, Recehan Bahasa,

Related Post

Back to top