Share
Scroll down

Baca
Artikel

Jangan Menikah Tanpa Cinta

31-12-2019Category : Dewasa
7 Fakta Menarik Jane Austen dan Karya-Karyanya>

7 Fakta Menarik Jane Austen dan Karya-Karyanya

 

Para pencinta buku pastilah pernah mendengar nama Jane Austen, meskipun mungkin belum pernah membaca satu pun bukunya. Wanita berkebangsaan Inggris ini terkenal sebagai penulis roman klasik. Dia telah menghasilkan enam karya besar, dengan satu yang paling terkenal yaitu Pride and Prejudice. Semua karyanya telah diadaptasi menjadi film layar lebar dan serial televisi.

Jane Austen, dilukis oleh kakak perempuannya, Cassandra
Jane Austen, dilukis oleh kakak perempuannya, Cassandra

Karakteristik Jane Austen yang sesungguhnya sulit untuk dibayangkan, karena sebagian besar surat yang dia tulis telah dihancurkan oleh kakak perempuannya, Cassandra. Alasannya, Cassandra tidak mau komentar-komentar pedas Jane tentang tetangga dan anggota keluarga mereka tersebar luas. Dia ingin publik lebih mengenal Jane sebagai wanita yang alim dan berdedikasi pada keluarga. Dari sedikit informasi yang dapat kita ketahui tentang Jane Austen, berikut ini beberapa di antaranya.

An image
Lady Susan dalam film Love and Friendship (2016), diadaptasi dari Lady Susan karya Jane Austen
Sumber: https://www.theguardian.com/

Menjadi Penulis Profesional dan Karya Serius Pertama Jane

Didukung penuh oleh sang ayah, sejak remaja Jane sudah hobi menulis. Awalnya dia menulis puisi dan potongan cerita untuk keluarganya saja, tapi kemudian dia memutuskan untuk menjadi penulis profesional untuk mendukung perekonomian keluarga.

Di usia 18 tahun, selama dua tahun Jane menulis novel serius pertamanya yang berjudul Lady Susan. Berbeda dengan karya-karya Austen lainnya, Lady Susan adalah epistolary novel (novel yang terdiri dari kumpulan surat), dengan tokoh utama wanita antagonis. Novel ini tidak diterbitkan hingga tahun 1871, 54 tahun setelah kematian Jane.

Kasih Tak Sampai dan Pernikahan yang Dibatalkan

Di usia 20 tahun, Jane bertemu dengan cinta pertamanya (dan mungkin cinta satu-satunya), Tom Lefroy, seorang pemuda asal Irlandia. Meskipun keduanya saling tertarik, mereka tidak menikah, karena sama-sama berasal dari keluarga yang kurang berada, dan pernikahan mereka dianggap tidak bisa menaikkan status sosial keluarga.

Di usia 27 tahun, Jane dilamar oleh seorang pria kaya raya bernama Harris Bigg-Wither. Awalnya Jane menerima lamaran ini, tapi keesokan harinya dia berubah pikiran dan menolaknya. Jane tidak merasakan ketertarikan pada sosok Harris yang gagap, agresif, dan kurang peka. Pada saat itulah Jane mengungkapkan bahwa “apa pun lebih baik daripada menikah tanpa cinta.”

Derita Penulis Wanita

Semasa hidupnya, tidak ada karya Jane Austen yang terbit dengan mencantumkan namanya sebagai penulis karya tersebut. Semuanya anonim, hanya diberi keterangan “by a lady.” Pada masa itu, wanita Inggris tidak punya kekuatan hukum untuk menandatangani kontrak penerbitan, dan Jane diwakili oleh kakaknya, Henry dalam berurusan dengan pihak penerbit.

An image
Kiri: Sense and Sensibility terbitan pertama, tahun 1811
Kanan: Sense and Sensibility terbitan Qanita, tahun 2016

Sense and Sensibility: Novel Pertama Jane yang Diterbitkan

Novel yang awalnya diberi judul Elinor and Marianne ini adalah novel pertama Jane Austen yang diterbitkan. Novel ini laris terjual, hingga buku-buku Jane selanjutnya diberi keterangan “by the author of Sense and Sensibility.”

Sense and Sensibility mengisahkan dua bersaudari, Elinor dan Marianne Dashwood yang memiliki kepribadian bertolak belakang. Elinor lebih mengutamakan logika, sementara Marianne lebih mengutamakan perasaannya. Meskipun situasi keluarga mengharuskan mereka segera menikah, Elinor dan Marianne tidak mau terburu-buru dan menikah hanya demi harta. Keduanya berusaha untuk mencari pria yang benar-benar mereka cintai.

An image
Ilustrasi Mr. Darcy dan Lizzy karya @davecharacterart

Pride and Prejudice: Novel Jane yang Paling Populer

Dua tahun setelah Sense and Sensibility, Jane Austen menerbitkan Pride and Prejudice. Novel yang mengisahkan romansa antara dua muda mudi dari kelas sosial berbeda ini awalnya diberi judul First Impressions. Elizabeth Bennet, atau Lizzy, yang cerdas dan periang berasal dari keluarga biasa bertemu dengan Mr. Darcy yang angkuh dan alim dari keluarga bangsawan.

Pride and Prejudice menunjukkan bahwa cinta tidak selalu bersemi dari tatapan pertama, dan bahwa prasangka seringkali menyesatkan manusia.

An image
Kiri: Emma terbitan Qanita, tahun 2019
Kanan: Poster film Emma yang akan dirilis pada 2020

Emma: Novel Jane yang Didedikasikan untuk Pangeran Inggris

Di tahun 1815, menjelang terbitnya novel keempat Jane yang berjudul Emma, Jane diundang ke kediaman Pangeran Inggris (yang nantinya akan menjadi Raja Inggris dari 1820 hingga 1830). Sang Pangeran ternyata menggemari karya-karya Jane, dan pustakawan pribadinya meminta Jane untuk mendedikasikan Emma bagi sang Pangeran. Meskipun sesungguhnya Jane tidak menyukai pribadi sang Pangeran yang suka main wanita, berjudi, dan minum-minum, tentu saja dia tidak bisa menolak permintaan seorang anggota keluarga kerajaan.

Emma sendiri mengisahkan tentang seorang wanita lajang yang cantik, cerdas, dan kaya raya, namun bebal dalam hal percintaan.

An image
Pride and Prejudice terbitan Richard Bentley
Sumber: http://brickbatbooks.blogspot.com/

Setelah Jane Austen Tiada

Dari enam karya besar Jane Austen, yaitu Sense and Sensibility, Pride and Prejudice, Mansfield Park, Emma, Northanger Abbey, dan Persuasion, dua judul terakhir diterbitkan setelah Jane meninggal dunia di tahun 1817.

Pada 1832, Richard Bentley membeli hak cipta novel-novel Jane Austen dan menerbitkannya dilengkapi dengan ilustrasi. Dan untuk pertama kalinya, nama Jane Austen dicantumkan dengan layak sebagai seorang penulis.[]

 

Penulis: Dyah Agustine

tags : Jane Austen, Novel, Fiksi, Romance, Classics,

Related Post

Back to top