Share
Scroll down

Baca
Artikel

Kamus Terjemah, KBBI, dan Tesaurus – Kenali Perbedaannya

21-05-2020Category : Dewasa
Kamus Terjemah, KBBI, dan Tesaurus – Kenali Perbedaannya>

Bagi seorang pelajar, kamus bahasa tentu merupakan sesuatu yang sudah tidak asing lagi. Ada banyak ragam kamus bahasa yang diproduksi, tak hanya kamus cetak, tetapi juga kamus daring (online). Dari kamus bahasa Inggris populer, seperti Merriam-Webster, Cambridge, dan Longman, hingga aplikasi-aplikasi kamus bahasa Inggris-Indonesia yang bisa diunduh secara gratis, ada banyak ragam kamus yang kita temui.
Selain itu, mungkin sebagian dari kita sudah tidak asing lagi dengan tesaurus. Apa, sih, tesaurus itu? Lalu, bagaimana dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)? Apakah sama saja dengan kamus terjemah pada umumnya?
Nah, ternyata, KBBI dan tesaurus punya sedikit perbedaan dengan kamus terjemah, lho! Simak penjelasannya di bawah ini, yuk.

Pengertian dan Bagian Kamus
Secara definisi, kamus bisa diartikan sebagai rujukan atau acuan dalam bentuk cetak maupun digital yang memuat kata dan maknanya. Ada beberapa elemen penting dalam sebuah kamus. Sebuah kamus bahasa memiliki lema, sublema, kelas kata, dan makna kata.
Lema atau entri merupakan kata dasar yang tidak diberi imbuhan apa-apa. Sublema adalah kata yang sudah diberi imbuhan. Sublema ini bisa memperjelas arti atau penggunaan lema yang terkait. Kelas kata biasanya ditulis dalam bentuk singkatan, misalnya v untuk verba (kata kerja), a untuk adjektiva (kata sifat), n untuk nomina (kata benda). Dan, yang terakhir adalah makna kata, yang berisi penjelasan makna lema tersebut. 

Jenis-Jenis Kamus
Jenis-jenis kamus bahasa dapat dibedakan berdasarkan bahasanya, yaitu kamus ekabahasa, kamus dwibahasa, dan kamus multibahasa.
Kamus ekabahasa adalah kamus yang hanya menggunakan satu bahasa. Kamus jenis ini memuat kata-kata yang dijelaskan dalam bahasa yang sama. Contoh kamus ekabahasa adalah KBBI. 
Kamus dwibahasa, yaitu kamus yang menggunakan dua bahasa. Kamus bahasa jenis inilah yang lebih banyak digunakan pada umumnya. Kamus terjemah Inggris-Indonesia, kamus terjemah Indonesia-Inggris, dan kamus terjemah Indonesia-Jepang merupakan contoh kamus dwibahasa.
Sementara itu, kamus multibahasa adalah kamus yang menggunakan lebih dari dua bahasa. Contohnya, kamus Indonesia-Arab-Inggris.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
 An image
Foto: Tampilan KBBI daring (Sumber: KBBI daring)

Seperti yang sempat dijelaskan sekilas di atas, Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI adalah kamus yang khusus membahas kata-kata dalam bahasa Indonesia. KBBI sangat berguna jika kita ingin mengetahui apakah suatu kata berbentuk baku atau tidak.
Sekarang, KBBI semakin mudah diakses dengan adanya KBBI versi daring. Jika kita memasukkan entri bentuk tidak baku pada KBBI daring, sistemnya akan menampilkan informasi tersebut dan secara otomatis memberikan rujukan ke bentuk baku kata tersebut. Ini menjadi sangat bermanfaat saat kita ingin membuat makalah atau dokumen resmi lain yang mengharuskan kita menggunakan bentuk baku kata-kata dalam bahasa Indonesia.

Memanfaatkan Tesaurus
 An image
Foto: Tampilan Tesaurus Temastis Bahasa Indonesia daring (Sumber: Tesaurus daring)

Nah, tesaurus bisa dibilang yang paling berbeda. Mengapa? Tesaurus lebih fokus kepada daftar sinonim (kata-kata yang memiliki arti yang sama), bukan makna kata atau lema. Beberapa tesaurus juga memuat antonim (kata-kata yang memiliki arti berlawanan) dan hiponim (jenis dari suatu kata lain).
Tesaurus menjadi sangat bermanfaat khususnya bagi para penulis, jurnalis, dan penggiat kata lainnya. Untuk menghasilkan sebuah tulisan, biasanya para penulis membutuhkan penguasaan kosakata yang luas dan beragam. Di sinilah tesaurus berperan. Misalnya, saat ingin menghindari penggunaan kata “melihat” berkali-kali, kita bisa mencari alternatif kata lain lewat tesaurus. Hasil yang keluar melalui pencarian tesaurus adalah “memandang”, “menengok”, “menyaksikan”, “menonton”, “mengamati”, “melirik”, dan masih banyak lagi.
Nah, sekarang sudah tahu, ‘kan, perbedaan antara kamus terjemah, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dan tesaurus? Sekilas memang terlihat mirip, tetapi ada pembeda di antara ketiganya. Perbedaan tersebut bisa dilihat dari jumlah bahasa yang digunakan dan fungsi kamus terjemah, KBBI, dan tesaurus.
Pada dasarnya, bahasa Indonesia adalah bahasa yang kaya. Sebagai penutur asli bahasa Indonesia, sudah sepantasnya kita mengenal dan mempelajari lebih dalam bahasa ibu kita. Ini bisa kita mulai dari hal-hal kecil, seperti penggunaan kata yang sesuai kaidah dan meminimalisasi penggunaan kosakata dari bahasa asing dalam pembicaraan sehari-hari. Buku Jangan Anggap Remeh Recehan Bahasa karya Ivan Lanin bisa menjadi titik awal kita untuk mulai membenahi penggunaan kosakata yang baku dan tepat makna dalam berbahasa Indonesia. Seperti yang sering diucapkan oleh Uda Ivan dalam cuitan Twitternya, bahasa baku tak mesti kaku. Jadi, jangan takut untuk menggunakan bahasa baku, ya!

[Assyifa N. Maryam, Redaksi Mizan Pustaka]

Sumber: 
Edutafsi.com 

The-scienttist.com ( Cover Blog )

tags : KBBI, Tesaurus, Kamus Terjemah,

Related Post

Back to top