Share
Scroll down

Baca
Artikel

Komidi Putar, Nostalgia Pasar Malam yang Meriah dan Menyenangkan

17-06-2020Category : Dewasa
Komidi Putar, Nostalgia Pasar Malam yang Meriah dan Menyenangkan>

Apakah masih banyak orang yang familier dengan komidi putar? Komidi putar menjadi salah satu permainan yang akhir-akhir ini mulai ditinggalkan masyarakat. Sebuah wahana berbentuk kuda-kudaan atau tempat duduk yang bisa dinaiki dan kemudian berputar sambil diiringi musik ini umumnya dijumpai di pasar malam. Sayangnya, saat ini pasar malam sudah jarang diselenggarakan karena peminat yang semakin berkurang, tergeser oleh pusat perbelanjaan seperti mall, plaza atau bahkan oleh korsel mini dan permainan yang sering dipasang di depan toko serba ada.

Pasar Malam, sebuah Nostalgia

Pasar malam umumnya menjual barang dagangan atau berbagai jasa dan berlangsung di malam hari. Pasar ini kerap menjadi atraksi pariwisata di negara sub-tropis dan tropis seperti Hong Kong, Taiwan, serta negara-negara Asia Tenggara. Di Indonesia, pasar malam mirip sebuah festival atau karnaval yang berisi wahana permainan, seperti komidi putar, korsel mini, kereta api mini, perahu ayun, kolam bola, dan memancing ikan di kolam mini.

Selain wahana permainan, pasar yang biasanya digelar selama sepekan ini juga menyediakan berbagai macam penganan dari mulai yang kekinian sampai yang jadul. Makanan seperti es krim, roti bakar, hot dog, hamburger, dan sosis panggang, serta beragam jajanan tradisional seperti tahu gejrot, putu, kerak telor, dan gulali atau permen kapas tersedia di pasar malam.  

 

An image

Gambar: permen kapas. Sumber: tokopedia.com

Sebelum theme park seperti Dunia Fantasi (Dufan) menjadi hit, pasar malam adalah alternatif hiburan bagi masyarakat –terutama kelas menengah ke bawah. Para orang tua akan membawa anak-anak mereka, anak-anak sekolah juga sering menghabiskan waktu di pasar malam bersama teman sepermainan, dan tak lupa muda-mudi yang mencari tempat menghabiskan malam minggu. Tidak perlu merogoh saku terlalu dalam, pengunjung sudah bisa membeli berbagai aneka makanan dan minuman serta mencoba bermacam-macam wahana permainan. Salah satunya, yang paling ditunggu-tunggu di pasar malam, komidi putar.

 

Komidi Putar, dari Wahana Berlatih Kuda sampai Hiburan Rakyat

Komidi putar memang menjadi salah satu wahana permainan yang banyak diminati, terutama oleh anak-anak. Daya tarik utamanya adalah tempat duduk mirip hewan yang bisa bergerak. Komidi putar sempat dijalankan oleh tenaga manusia dengan cara didorong. Wahana ini juga pernah digerakkan oleh tenaga hewan seperti keledai. Sesuai perkembangan zaman, komidi putar kemudian digerakkan menggunakan mesin dan juga dilengkapi musik serta lampu kerlap kerlip yang semakin menarik hati.

 

An image

Gambar: komidi putar. Sumber: tripadvisor.com

 

Pada zaman dahulu, komidi putar ternyata digunakan oleh orang dewasa untuk berlatih kuda. Awalnya orang Arab dan Turki berinisiatif menciptakan permainan untuk melatih kemampuan berkuda dengan mendirikan sebuah tiang yang bagian atasnya dapat diputar. Tiang digantungi beberapa buah kursi dan orang yang duduk di kursi gantung tersebut harus berlatih menjaga keseimbangan tubuh. Permainan ini kemudian sampai ke Eropa dan mengalami modifikasi berupa penggantian kursi menjadi kuda yang terbuat dari kayu.

 

Di akhir tahun 1700-an permainan ini mulai populer dan tidak lagi digunakan untuk melatih kemampuan berkuda, melainkan sebagai wahana bermain. Di Eropa, permainan ini dinamai carousel (korsel). Permainan ini juga menyebar sampai ke Amerika. Di Amerika, korsel lumrah diletakkan di taman bermain.

 

Tentu saja penampakan korsel berbeda dengan komidi putar. Korsel identik dengan keglamoran sebuah taman bermain yang besar –kadang juga muncul menjadi latar belakang foto romantis atau di video klip sebuah lagu yang sempat nge-hits. Sedangkan komidi putar menjadi wahana permainan merakyat –tetapi tetap menghibur dan lazim ditemukan di pasar malam.

 

An image

Gambar: korsel. Sumber: pexels.com

 

Gawai, Hiburan Masa Kini?

Minat masyarakat terhadap bentuk hiburan seperti pasar malam tergerus tidak hanya oleh munculnya taman bermain yang lebih bergengsi, tetapi juga karena adanya perkembangan teknologi, seperti penggunaan gawai (gadget). Gawai menjadi barang yang akrab dimiliki hampir semua orang –bahkan anak usia dini. Bukan sekadar sebagai alat komunikasi dan sumber informasi saja, gawai juga dimanfaatkan sebagai sebuah bentuk hiburan. Kegiatan seperti memainkan games, mendengarkan musik, atau menonton video bisa didapatkan dengan hanya bermodalkan jari dan koneksi internet tanpa harus bersusah payah keluar rumah.

 

Gawai sesungguhnya memiliki segudang manfaat jika digunakan dengan bijak. Gawai bisa menjadi media belajar lewat aplikasi atau tayangan mendidik seperti ditemukan di banyak kanal YouTube yang berkualitas. Kemampuan berpikir kreatif juga bisa didapatkan lewat berbagai games edukatif. Selain itu, gawai juga menyediakan informasi ter-up to date dengan cepat. Pengguna gawai tidak perlu takut ketinggalan berita –bahkan gosip selebritas terbaru. Datangnya media sosial menambah semarak kemeriahan dunia digital. Kini orang dengan mudah membagikan keseharian, hobi atau kegiatan akhir minggu sambil tetap terhubung dengan keluarga atau teman lewat media sosial.

 

An image

Gambar: anak-anak bermain gawai. Sumber: kompasiana.com

 

Namun, kehadiran teknologi seperti gawai layaknya pisau bermata dua; membawa manfaat tapi juga bisa berbahaya dan menimbulkan kecanduan. Bagi anak-anak, penggunaan gawai secara berlebihan dapat menimbulkan gangguan kognitif atau pertumbuhan otak serta meningkatkan risiko kelainan mental. Beberapa kasus telah menunjukkan bahwa banyak anak yang terpaksa mendapatkan perawatan medis di RSJ. Terlalu banyak waktu yang dihabiskan dengan gawai juga memiliki risiko kesehatan seperti berkurangnya kualitas penglihatan, meningkatkan risiko obesitas karena minim aktivitas fisik, serta gangguan tidur (insomnia).

 

Pengawasan orang tua yang rendah terhadap anak biasanya menjadi alasan utama mengapa anak kecanduan gawai. Anak yang sudah telanjur kecanduan gawai bisa ditangani dengan bantuan psikiater, misalnya. Namun bagi kasus yang tidak terlalu berat, anak bisa dibimbing secara perlahan untuk mengurangi waktu penggunaan gawai. Tidak lupa juga anak diberikan aktivitas pengganti, seperti berolahraga, bermain alat musik, menggambar atau membaca buku.

 

Buku dan Kecerdasan Anak

Membaca buku, meski terdengar klise, bisa menjadi salah satu kegiatan berfaedah bagi anak, bahkan orang dewasa, sebagai pengganti waktu interaksi dengan gawai. Aktivitas positif ini diduga membantu meningkatkan kemampuan bahasa dan kemampuan kognitif serta dapat menambah perbendaharaan kata dan mengasah perkembangkan konseptual anak. Selain itu, membaca buku tentu saja akan meningkatkan kualitas hubungan orang tua dan anak. Ketika anak dibacakan buku cerita yang berkualitas, mereka akan lebih mudah mengingat pesan moral dalam cerita tersebut. Kelak anak bisa menerapkan nilai-nilai positif yang ia dapatkan dari cerita tadi pada kehidupan sehari-hari.

 

An image

Gambar: membaca bersama anak. Sumber: beritagar.id

 

Komidi Putar, sebuah Usaha Menyemarakkan Literasi

Dengan spirit layaknya komidi putar di pasar malam yang jadi alternatif hiburan menyenangkan, murah meriah, tetapi juga edukatif, dan bermanfaat, Mizan Group akan segera menyelenggarakan festival literasi Komidi Putar. Festival Literasi Anak & Keluarga ini merupakan event online yang memadukan berbagai acara yaitu conference, diskusi, workshop dan bazaar berbagai produk serta layanan yang bertemakan literasi anak dan keluarga. Beragam acara berkualitas yang tersedia di antaranya talk show, webinar, free zoom class, paid zoom class, live shopping, serta kulwap (kuliah WhatsApp). Tidak main-main, narasumber yang dihadirkan juga berasal dari bermacam-macam latar belakang, baik yang profesional di bidangnya, pejabat pemerintahan, penulis, public figure, penulis, dan editor buku.

 

An image

Gambar: Event Komidi Putar. Sumber: dokumentasi Mizan Group

 

Jangan khawatir kekurangan produk Komidi Putar karena tersedia ratusan judul buku dari banyak penerbit termasuk KKPK. Buku-buku ini juga akan mudah didapatkan di berbagai kanal dan marketplace. Produk yang disiapkan dalam acara online ini tidak hanya buku-buku berkualitas saja lho, tetapi juga terdapat produk non-buku seperti board games sebagai media penunjang pembelajaran yang mengasyikkan serta mainan edukasi seperti die cast, boneka, dan puzzle 3D.

 

Sama seperti ketika mengunjungi pasar malam, Komidi Putar tidak akan membuat kita merogoh kocek terlalu dalam karena ada diskon 20-90%!

 

Yuhuuu, tidak sabar sekali menunggu Komidi Putar berlangsung pada 23 Juni sampai 23 Juli 2020!

An image

 

Gambar: Event Komidi Putar. Sumber: dokumentasi Mizan Group

 

[Fauziah Hafidha, Redaksi Mizan Pustaka]

tags : Komidi Putar,

Related Post

Back to top