Share
Scroll down

Baca
Artikel

Menerbitkan Buku di Masa Pandemi

Sister Fillah You'll never be alone, Kalis Mardiasih, nonfiksi, muslimah, perempuan>

Ada yang rencana resepsi pernikahan, lalu batal karena pandemi. Ada yang rencana punya gawe macam-macam, batal karena pandemi. Saya pun. Satu minggu sebelum pandemi, saya ada di Bandung untuk cek akhir naskah dan bicara rencana promosi bareng tim dari Penerbit Qanita. Ada Mbak Dhias, Ilham, Zahra Haifa juga Fauziah Hafidha yang mengajakku makan-makan di Bandung atas. Bu Esti Budihabsari nggak diajak. Kami sudah sambil membayangkan rencana launching buku di beberapa kota.

Sebagai penulis yang tidak terlalu populer, saya berbinar-binar mendengar tawaran launching di Gramedia Matraman, misalnya. Juga rencana berkolaborasi dengan banyak komunitas anak muda dan para sahabat seperti Bib Husein Jafar dan Kang Maman Suherman. Saya sudah siap meluangkan Maret, April dan Mei secara total untuk berkeliling promosi buku di toko buku, komunitas, pameran serta acara perbukuan lainnya. Juga akan menggabungkan launching buku dengan kelas-kelas pelatihan. Tentu, semuanya lalu batal. Sempat terpikir mau bikin launching-launchingan online tapi tetap saja nggak mantap rasanya.

Akhir Maret, Tim Penerbit Qanita memastikan buku tetap akan terbit karena memang sudah jadwal. Terus-terusan menunda jadwal terbit akan mengganggu jadwal-jadwal yang lain.

Sister Fillah, You'll never be alone buku Kalis Mardiasih

Sejak kemarin, bukuku "Sister Fillah, You'll never be alone" sudah ngiklan Pre Order. Tentu saja, sebagai penulis aku sangat deg-degan! Aku mengelola toko buku online, yang sejauh ini penjualannya masih wajar. Seminggu terakhir bahkan aku merasa pengiriman buku justru meningkat. Aku belum bisa menganalisisnya. Tapi tetap saja, mengiklankan buku di masa sulit akan membuatmu tak enak hati.

Dan, memang ada banyak reply yang bernuansa sedih.

"Saya pembaca buku Mbak Kalis, tapi untuk kali ini, aku lagi underpaid, Mbak. Doakan ya biar kelak punya uang lagi buat beli buku..."

"Pengen banget segera pesan, tapi uangnya kubuat bertahan dulu ya, Mbak."

Meskipun, sampai siang tadi, jumlah pemesan kupikir cukup baik, sangat baik malahan. Teman-teman Instagram tetap gercep dan tidak sabaran ketika memesan.

Semalam, Ilham, tim promosi Qanita juga memberikan pesan penghiburan. Kata Ilham, toko buku online yang ikut jadi reseller buku ini banyak dan semua sangat bersemangat ngiklan seharian di mana-mana. Artinya, penerbitan buku ini juga bikin banyak orang senang dan jadi rejeki buat banyak orang juga. Syukurlah.[]

tags : Sister Fillah You'll never be alone, Kalis Mardiasih, nonfiksi, muslimah, perempuan,

Related Post

Back to top