Share
Scroll down

Baca
Artikel

Virus dan Bakteri, si Makhluk Superkecil Apa Bedanya?

02-09-2020Category : Kesehatan
virus dan bakteri>

Virus dan bakteri adalah jenis mikroorganisme yang kerap menimbulkan berbagai penyakit pada manusia. Menurut situs web halodoc.com, mikroorganisme atau mikrob adalah organisme berukuran sangat kecil yang hanya bisa diamati menggunakan mikroskop. Sebagian kecil mikroorganisme bersifat patogen, atau mampu menimbulkan penyakit. Sedangkan mikroorganisme alami yang hidup di tubuh manusia disebut mikroorganisme normal (flora normal) tidak bersifat patogen. Namun, pada keadaan tertentu, flora normal juga dapat menimbulkan penyakit atau infeksi.

 

Seperti yang ditulis pada laman health.kompas.com, virus dan bakteri juga dapat hidup di dalam atau di permukaan tubuh manusia dan bisa menyebabkan infeksi yang berujung pada masalah kesehatan serius. Infeksi yang disebabkan kedua mikroorganisme tersebut bersifat menular. Meskipun sama-sama merupakan mikroorganisme golongan prokariot, yaitu tidak memiliki inti sel dan materi genetiknya tidak berada dalam membran sel, virus dan bakteri memiliki perbedaan yang signifikan.

 

Yuk, simak beberapa perbedaan antara virus dan bakteri di bawah ini!

 

Ukuran dan sifat sel

Bakteri memiliki ukuran relatif cukup besar sehingga dapat dilihat menggunakan mikroskop cahaya. Berbeda dengan bakteri, virus merupakan organisme subseluler yang memiliki ukuran sangat kecil dan hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop elektron. Seperti yang ditulis di wikipedia.org, virus terkecil berdiameter hanya 20 nm (1 nanometer = 0,000001 mm), sedangkan virus dengan ukuran terbesar sekalipun sukar dilihat menggunakan mikroskop cahaya.

An image

 

Gambar: Jenis-jenis mikroskop. (Sumber gambar: slideplayer.info)

 

Seperti yang dijelaskan di situs web halodoc.com, bakteri bersifat uniseluler dan secara biologis memiliki dinding sel ribosom serta bisa bereproduksi secara mandiri. Sedangkan virus tidak memiliki sel dan sering disebut sebagai makhluk “antara hidup dan mati”. Virus juga harus menumpang pada makhluk hidup lain, disebut inang, agar dapat menggunakan sel dalam tubuh inang untuk proses replikasi. Hal tersebut membuat virus bersifat parasit karena membutuhkan inang untuk bertahan hidup.

 

Jangkauan infeksi

Seperti yang ditulis pada laman health.kompas.com, infeksi bakteri hanya terbatas pada satu area tubuh dan tidak mudah menyebar. Berbeda dengan infeksi bakteri, virus dapat menyerang sel-sel sehat untuk replikasi dan menyebar luas hingga ke bagian sel tubuh inang yang lain. Dijelaskan di laman wikipedia.org, penyebaran virus dari satu inang ke inang lain bisa dilakukan dengan berbagai cara, bergantung pada karakteristik virus tersebut. Beberapa virus, misalnya, dapat berpindah melalui kontak langsung antara individu terinfeksi dengan individu sehat.

 

Pengobatan

Infeksi bakteri diobati menggunakan antibiotik. Pada laman sains.kompas.com, antibiotik sebetulnya tidak hanya membunuh bakteri yang menyebabkan penyakit, tetapi terkadang juga bakteri-bakteri yang baik bagi tubuh sehingga saat ini banyak orang yang sangat berhati-hati dalam mengonsumsi antibiotik. Sementara, pengobatan untuk infeksi beberapa virus dilakukan menggunakan vaksin. Lebih lanjut pada laman sains.kompas.com, vaksin mulai dikembangkan sejak awal abad ke-20. Vaksin juga dapat membantu pencegahan berbagai penyakit: flu, hepatitis A, dan sebagainya.

 

Sayangi Dirimu, Jauhi Infeksi Mikroorganisme

Pada akhir 2019, terjadi pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh salah satu mikroorganisme bernama severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau dikenal dengan nama virus corona. Seperti yang ditulis di laman alodokter.com, virus ini menular sangat cepat dan menyebar ke hampir semua negara hanya dalam waktu beberapa bulan. Lebih lanjut pada alodokter.com dijelaskan bahwa virus ini bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia) hingga menyebabkan kematian.

 

Seorang dokter yang dikenal juga sebagai penulis novel best seller #BERHENTIDIKAMU, dr. Gia Pratama, membagikan tips pencegahan infeksi virus corona pada kiriman Twitter Januari 2019, yaitu:

  • wash your hands: mencuci tangan,
  • use your mask properly: menggunakan masker,
  • have temperature checked regularly: mengecek suhu tubuh secara berkala,
  • avoid large crowds, menghindari kerumunan, dan
  • never touch your face with unclean hands, jangan menyentuh wajah sebelum mencuci tangan.

An image

 

Gambar: dr. Gia Pratama mengampanyekan #StayAtHome. (Sumber gambar: dokumentasi pribadi dr. Gia Pratama)

 

Dalam buku terbarunya, Tentang Tubuhmu, #serisayangidirimu yang terbit pada 2020 ini, dr. Gia juga menjelaskan berbagai macam virus lain. Salah satunya adalah virus Hepatitis A, B, dan C yang merupakan virus dengan penyebaran paling banyak di Indonesia. Hal tersebut mendasari alasan pemberian vaksin hepatitis sejak bayi. Penulis yang sukses dengan novel Perikardia tersebut juga membahas berbagai penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme lain di bukunya Tentang Tubuhmu, #serisayangidirimu.

 

Jangan lupa menyayangi diri dengan selalu menjaga kesehatan ya, Mizaners!

 

[Fauziah Hafidha, Marcomm Mizan Pustaka]

 

 

Baca Juga: Begini Cara Menyayangi Otak

Baca Juga: Jantung si Pekerja Keras

 

 

Sumber:

halodoc.com

health.kompas.com

wikipedia.org

sains.kompas.com

alodokter.com

tags : virus, bakteri, virus dan bakteri, corona,

Related Post

Back to top