Share
Scroll down

Baca
Artikel

Perikardia (pericardium) itu apa sih?

09-12-2019Category : Dewasa
Pericardium atau yang lebih dikenal perikardia adalah kantong atau pelapis yang melapisi jantung pada manusia dan beberapa hewan yang mempunyai tugas utama lapisan terluar dari jantung itu sendiri. Atau bisa dibilang sebagai membran yang tipis nan kuat ya>

Pericardium atau yang lebih dikenal perikardia adalah kantong atau pelapis yang melapisi jantung pada manusia dan beberapa hewan yang mempunyai tugas utama lapisan terluar dari jantung itu sendiri.


Atau bisa dibilang sebagai membran yang tipis nan kuat yang membungkus jantung dan akar pembuluh darah yang ditujukan ke arah dalam serta keluar dari organ organ kita. Ini sangat penting untuk dapat menstabilkan fungsi jantung dan juga melindungi gerakan jantung. Lapisan ini juga menjaga agar si jantung tetap menjadi ukuran yang seharusnya tidak menjadi membesar dari biasa atau bertumbuh. Pun fungsinya adalah sebagai pelumas bagi permukaan jantung.

Lebih lanjut perikardia dr gia pratama menurutnya membungkus semua jantung kecuali atrium bagian kiri. Bagian terluar dari perikardium ini adalah lapisan fibrosa dan lapisan mesotel di dalamnya. Kurang lebih sekitar 5-10 cc serous mengalir untuk melumasi daya gerak dan juga sebagai pemberian ruang gerak otot jantung. Sementara bagian kantong yang menempel di epikardial jantung sebutannya adalah perikardium visceral. Sifatnya yang tipis dan fleksibel memungkinkan jantung untuk bergerak lebih bebas. Sel mesothelial senantiasa melapisi bagian ini dan melapisi rongga perut dan dada.

Sementara perikardium parietal memiliki sifat tebal serta keras yang berfungi melindungi dari benturan dan menjaga bentuk jantung agar tidak mendapatkan darah berlebih di jantung. Letaknya berada di luar dan tidak menempel di jantung. Ini terdiri dari fibril nan elastis serta jaringan kolagen yang berserat. Cairan selalu dialiri diantara 2 lapisan ini di torax dan limfatik.

Untuk lebih jelasnya, ini tempatnya tepat di tulang rawan dari 3 sampai 7 rusuk di kiri rongga dada dan tepat di belakang dada.

Jika jantung kelebihan cairan, ini pertanda bahaya. Hal ini disebut efusi perikardia atau penumpukan cairan diatara ruang tersebut. Kira kira, dalam keadaan normal, ruang ini di isi dengan 2 sampai 3 sendok makan cairan berwarna kuning namun jernih. Namun jika diluar batas normal, cairan itu bisa sampai 2 liter mengisi ruang tersebut. Hal ini disebabkan oleh tekanan tinggi di jantung dan sanggup mengakibatkan tamponade jantung. Hal ini bisa menyebabkan fungsi jantung melemah yang dapat membahayakan nyawa seseorang.

Walaupun ketika cairan yang berlebih itu datang tidak akan ada berasa jika memang volumenya masih sedikit. Namun ketika cairan yang menumpuk itu semakin banyak, barulah efek itu muncul. Seperti nyeri di dada, sulit untuk menarik nafas panjang. Nafas tersengal sengal, demam dan efek lain bermunculan ketika volume dirasa sudah berlebih.

Jika gejala ini dirasa cepat, sang penderita akan mengalami jantung berdebar sangat kencang, napas pendek hingga pingsan. Ada baiknya memang penderita langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Jika disepelekan, hal ini bisa membahayakan nyawa. Untuk beberapa kasus, bahkan bisa menyebabkan kulit membiru, bibir membiru hingga syok.

An image

sumber: unsplash.com

Ada beberapa tes yang bisa dilakukan apabila memang penderita mengalami perikardia yakni :

  • EKG.
  • CT Scan
  • Perikardiosentesis

Untuk kasus yang masih ringan seperti penyebabnya adalah gagal ginjal, tanpa ada gejala apapun maka obat obatan oral seperti aspirin, colchicine, kotikosteriod dan anti inflamasi nonsteriod adalah tindakan yang akan dilakukan dr gia pratama. Namun jika menunjukkan hal yang berbahaya, lebih baik cairan yang menumpuk tersebut segera dikeluarkan dengan prosedur perikardiosentesis.

 


Baca Juga: Kenapa Dokter Gia Menulis Buku Berjudul Perikardia ?

Baca Juga: Bagaimana sih Rasanya Mengotopsi Mayat Saat Jadi Koas?


 

tags : perikardia, dokter gia,

Related Post

Back to top