A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: tags

Filename: templates/header.php

Line Number: 27

Backtrace:

File: /home/mizanpublishing/public_html/application/views/templates/header.php
Line: 27
Function: _error_handler

File: /home/mizanpublishing/public_html/application/controllers/Product.php
Line: 42
Function: view

File: /home/mizanpublishing/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Share
STEPHEN HAWKING: A MIND WITHOUT LIMITS
Detail Buku
    Penulis : BBC (kontributor: Hayley Bennett, Peter J. Bentley, Marcus Chown, Brian Clegg, Charlotte Sleigh)
    Penerbit : Mizan Publishing
    SKU : UC-98
    ISBN : 978-602-441-101-5
    Berat : 140 Gram
    Dimensi P/L/T : 28 cm / 21 cm / 0 cm
    Total Halaman : 140
    Jenis Cover : Soft Cover

STEPHEN HAWKING: A MIND WITHOUT LIMITS

“Lihatlah ke bintang-bintang di atas, bukan ke kakimu di bawah. Pahami apa yang kau lihat, dan bertanyalah tentang apa yang membuat Alam Semesta ini ada. Bertanyalah.”
Stephen Hawking

Hawking mulai memusatkan perhatiannya pada lubang hitam setelah meneliti tentang singularitas Big Bang bersama Roger Penrose. Bersama para ahli fisika lainnya, dia membuktikan serangkaian teorema tentang vacuum cleaner kosmik ini. Yang paling mencengangkan adalah penemuan bahwa, tidak peduli seperti apa penampakan bintang yang menyusut hingga membentuk lubang hitam, wujud akhir lubang hitam pada intinya memiliki dua ciri-ciri—massanya dan kecepatan rotasinya. Lubang hitam ternyata sangat sederhana. Sebagaimana pandangan Chandrasekhar, yang meraih Penghargaan Nobel di bidang Fisika pada 1983: “Lubang hitam adalah objek makroskopik paling sempurna di Alam Semesta: satu-satunya elemen pembangunnya adalah konsep kita mengenai ruang dan waktu.”

Kiprah Hawking selanjutnya, yang juga tersohor, berlandaskan pada pemikiran tentang Big Bang yang telah diliriknya bersama Penrose. Fakta bahwa teori Einstein terpatahkan pada singularitas tidak berarti asal mula Alam Semesta akan selamanya menjadi misteri. Ini hanya berarti dibutuhkan sesuatu yang lebih baik daripada teori Einstein untuk menembus masa silam. Itulah yang secara luas diyakini sebagai teori kuantum, teori tentang atom-atom dan pembangunnya yang bisa menjelaskan mengapa tanah yang kita injak padat dan Matahari bersinar, dan yang telah memberi kita laser, komputer, dan reaktor nuklir. Masalahnya, tidak ada yang mengetahui cara untuk menyelaraskan teori kuantum dengan teori Einstein: bahkan, menyatukan keduanya hingga kini masih menjadi masalah terbesar di dunia fisika.

Hawking berniat untuk mengurai singularitas dalam Big Bang dan pusat lubang hitam, menggunakan teori kuantum untuk menyingkap tirai tebal yang ditutup oleh singularitas yang menghalangi pandangan kita. Namun, masalah ini ternyata sulit dipecahkan. Maka, Hawking memutuskan untuk mencobanya dengan masalah yang lebih sederhana.

Beli Produk