Share
Scroll down

Baca
Artikel

Puasa Sehat, Tingkatkan Imunitas

29-04-2020Category : Kesehatan
Puasa Sehat, Tingkatkan Imunitas>

Gimana Caranya?

Bulan Ramadan tahun 2020 ini bisa dibilang sangat berbeda karena harus dilalui di tengah pandemi virus corona. Selagi menjalankan ibadah puasa, kekebalan tubuh harus tetap optimal supaya badan dapat menangkal segala macam virus dan penyakit. Lalu, bagaimana sebenarnya manfaat puasa bagi kesehatan tubuh? Apakah puasa dapat memengaruhi kekebalan tubuh? Apa yang sebaiknya dilakukan untuk menjaga atau bahkan meningkatkan daya tahan tubuh ketika sedang berpuasa?

Tim Penerbit Qanita berkesempatan untuk berbincang dengan Erikar Lebang, praktisi food combining serta penulis sejumlah buku kesehatan bestseller bertema yoga, food combining, dan detoksifikasi, lewat Instagram live. Yuk, simak tips kesehatan dari Erikar yang bisa diterapkan pada bulan puasa di tengah pandemi tahun ini.

Apa manfaat puasa bagi kesehatan?
Ketika bicara mengenai kesehatan, kita terbiasa berfokus pada bagaimana cara mengobati penyakit, tapi jarang sekali diajarkan bagaimana merawat kesehatan dan mencegah datangnya penyakit. Banyak juga orang yang melihat puasa hanya sebagai ujian iman, dari sisi spiritual saja, padahal berpuasa juga baik bagi kesehatan tubuh. 

Ketika berpuasa, tubuh mengalami proses rejuvenate dan revitalized. Tubuh diibaratkan sedang mendaur ulang sel-sel yang telah dipenuhi “sampah” akibat gaya hidup dan pola makan sehari-hari sehingga menghasilkan efek positif, yaitu tubuh terasa lebih ringan. Sedikit merasa lapar tidak akan terlalu berpengaruh bagi kesehatan, malah justru membuat badan lebih segar. Manfaat puasa, jika dilakukan dengan benar, bisa membuat badan lebih sehat, awet muda, dan membuat kulit terlihat lebih segar serta kinclong.

Apa pengaruh puasa terhadap daya tahan tubuh?
Jika hanya melihat secara jangka pendek, puasa tidak terlalu berpengaruh meningkatkan daya tahan tubuh, tapi secara jangka panjang, mungkin dapat memengaruhi karena puasa membuat sel-sel tubuh sehat.

Namun, jika puasa dilakukan secara salah, malah bisa menurunkan daya tahan tubuh. Misalnya, menu berbuka puasa pada umumnya identik dengan makanan dan minuman manis, seperti teh manis. Sebetulnya, ini kebiasaan yang salah karena minuman manis malah menyebabkan badan menjadi lemas karena tubuh harus mengeluarkan insulin. Proses ini membuat energi yang dibutuhkan oleh pencernaan jadi terlalu besar. Puasa malah bisa menurunkan daya tahan tubuh jika melakukan pola makan yang salah.

 An image
Buku Food Combining & Yoga oleh Erikar Lebang bisa didapatkan di mizanstore.com

Para pelaku food combining rutin minum jeruk nipis peras hangat setiap pagi. Benarkah dapat meningkatkan kekebalan tubuh? 
Minum perasan jeruk nipis dengan air hangat, secara langsung tidak memengaruhi kekebalan tubuh. Namun, secara jangka panjang, tentu saja bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Meminum perasan jeruk nipis, jeruk limau, atau lemon, sebenarnya dilakukan sebagai tonik untuk lever. Saat manusia tidur, hampir semua organ beristirahat, sementara lever justru bekerja lebih keras sehingga perasaan jeruk tadi berfungsi sebagai tonik atau penguat. Banyak orang yang berpikir bahwa meminum perasan jeruk nipis hangat setiap pagi merupakan elemen utama food combining, padahal kebiasaan tersebut hanyalah elemen tambahan.

Pembuatan perasan jeruk nipis yang dianjurkan adalah diseduh dengan air hangat. Banyak orang yang malah jadi berlebihan, misalnya dengan tidak menambahkan air. Ini malah bisa menyebabkan perih dan iritasi pada perut serta membahayakan bagi orang yang memiliki penyakit tukak lambung.

Ketersediaan cairan tubuh yang cukup memainkan peran sangat vital bagi daya tahan tubuh seseorang. Bagaimana caranya menjaga ketersediaan cairan tubuh ketika berpuasa?
Puasa sebetulnya bisa membuat daya tahan tubuh menurun bukan karena tidak makan, melainkan karena tidak minum sehingga menyebabkan cairan tubuh berkurang. Namun, kebanyakan, ketika berpuasa, orang jadi lebih fokus ke aktivitas makan ketika sahur atau berbuka, bukannya fokus untuk memenuhi kebutuhan cairan. Ini tidak berarti kita harus minum air sampai kembung, tapi utamakan asupan cairan untuk tubuh. Sebaiknya, hindari minuman seperti kopi, susu, apalagi minuman bersoda. Usahakan hanya minum air mineral.

Untuk meningkatkan kekebalan tubuh, perlukah booster seperti jus dan suplemen/vitamin?
Suplemen itu tambahan, jadi boleh saja. Tapi, kadang banyak yang salah kaprah dan menganggap suplemen jadi hal utama sehingga malah tidak memikirkan elemen utama yang sesungguhnya, yaitu pola makan sehat. Jika kita sudah melakukan pola makan sehat, barulah memikirkan asupan suplemen atau vitamin, misalnya karena kita hidup di lingkungan yang kurang sehat atau udara sekitar yang tidak bagus.

Baru-baru ini, banyak orang yang melakukan aktivitas berjemur untuk menangkal virus. Benarkah berjemur meningkatkan daya tahan tubuh? 
Berjemur dalam konteks sintesis vitamin D memang bisa menjadi penguat daya tahan tubuh. Akhir-akhir ini, timbul konflik kapan waktu terbaik untuk berjemur dan berapa lama. Apakah lebih baik berjemur sebelum jam 10 pagi atau setelahnya? Banyak info beredar yang menyatakan berjemur di bawah jam 10 pagi kurang efektif, tapi ada juga yang menyatakan berjemur di atas jam 10 malah bisa memicu kanker. Menurut saya sederhana, kalau berjemur di bawah jam 10, luangkan waktu lebih lama, misalnya 30 menit, sedangkan kalau berjemur di atas jam 10, mungkin 15 menit saja sudah cukup.

Sehubungan dengan makan buah, sebaiknya secara utuh seperti yang dianjurkan Hiromi Shinya atau lebih baik dijus? 
Keduanya bagus, selama kita pastikan jus dibuat sendiri atau tahu proses pembuatannya. Saran saya, buat jus sendiri dengan menggunakan slow juicer. Untuk tipe slow juicer yang digunakan, pilih yang putarannya sangat pelan, walau biasanya harganya mahal. Namun, sebenarnya tidak melulu harus menggunakan slow juicer, memakai tangan secara manual juga bisa.

Kalau mau memakan buah secara utuh, pilihlah buah lokal yang sedang musim, supaya nutrisi yang didapatkan bisa optimal karena jarak antara waktu petik dengan waktu makan yang dekat. Buah potong juga sebenarnya bagus, tapi mungkin kurang ada variasi. 

Olahraga saat berpuasa baiknya bagaimana dan berapa lama?
Saya tidak terlalu menyarankan untuk berolahraga berat karena aktivitas tersebut membutuhkan cadangan cairan tubuh yang cukup. Jika ingin berolahraga untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit, pilihlah yang ringan serta usahakan untuk melakukannya menjelang waktu berbuka. Cari gerakan yang sederhana saja jangan sampai terlalu mengeluarkan keringat.

Kebiasaan apa yang sebaiknya dilanjutkan sehari-hari di luar bulan Ramadan? 
Meskipun ketika Ramadan banyak juga yang tidak melakukan ini, kebiasaan yang sangat baik untuk diteruskan adalah memperhatikan pola makan. Banyak orang yang ketika bulan Ramadan cenderung malah seperti orang yang tidak makan sebulan ketika menyantap santapan sahur dan buka. Padahal, ketika sahur, tubuh kita belum siap menerima makanan berat, karenanya dianjurkan mengonsumsi buah dan air mineral.

Begitu juga dengan waktu berbuka, tubuh kita tidak menerima asupan makanan dalam jangka waktu cukup panjang, jadi akan kaget jika langsung mengonsumsi makanan berat. Oleh karena itu, pilih makanan yang sederhana tapi kaya manfaat, seperti buah dan sayuran segar. Jika kebiasaan memerhatikan asupan makanan kita lanjutkan juga selepas bulan Ramadan, hasilnya akan sangat baik bagi kesehatan tubuh.

 An image
Buku Detoksifikasi oleh Erikar Lebang bisa didapatkan di mizanstore.com

Sky, dikenal sebagai anak yang menerapkan food combining. Bagaimana sikapnya terhadap junk food yang sudah menjadi hal sangat biasa dalam kehidupan masa kini?
Food combining tidak membuat kita menjadi makhluk asing, tidak seperti berbagai macam diet yang kadang membuat pelakunya terlihat aneh. Misalnya, ada yang harus menghitung jumlah nasi yang dimakan atau, ke mana-mana selalu membawa bekal sendiri. Food combining memiliki konsep yang jika kita menerapkan secara rutin sehari-hari, bila ada sedikit missed atau off tidak akan menimbulkan masalah. Sehari-hari, anak saya sudah sangat baik dengan mengonsumsi banyak buah serta tidak banyak makan protein hewani. Jadi, sekali-kali missed, tidak apa-apa.

Dalam penerapan food combining, kapan sebaiknya makan protein ketika sedang berpuasa? 
Ada dua jenis protein, yaitu protein hewani dan nabati. Untuk food combining, protein nabati masih bisa dikonsumsi setiap hari. Misalnya ketika sahur, yang tidak percaya diri hanya makan buah saja, bisa menambahkan konsumsi protein nabati, seperti tahu dan tempe. Begitu juga ketika berbuka puasa, bisa diselipkan menu protein nabati. Sedangkan untuk protein hewani, sehari-hari saja memang sudah sangat jarang mengonsumsi, apalagi saat Ramadan, banyak yang memilih tidak mengonsumsi protein hewani sama sekali. 

Meskipun manusia dianggap sebagai makhluk omnivora, sebetulnya lebih cocok sebagai herbivora kalau dilihat dari susunan gigi dan karakter sistem pencernaannya. Secara kelengkapan gizi, protein hewani memang lebih lengkap, tapi juga memiliki susunan yang kompleks sehingga sulit diuraikan dan banyak menimbulkan sampah sel. Nah, karena protein nabati tidak terlalu lengkap dari segi nutrisi, maka kita harus mengonsumsi dalam variasi yang beragam, jangan tahu dan tempe saja, bisa ditambah brokoli misalnya. 

Benarkah jika mengonsumsi makanan berserat akan mengganggu penyerapan gizi lainnya?
Banyak orang yang takut, jika mengonsumsi banyak serat akan mengganggu penyerapan gizi. Padahal, tentu saja tidak karena fungsinya berbeda. Serat terbagi menjadi serat larut dan serat tidak larut. Serat memang tidak diserap tubuh, tapi fungsinya sangat penting karena membuat usus penuh. Usus yang penuh akan membantu gerak peristaltik usus. Jika usus kosong, proses pengeluaran zat sisa pencernaan akan terganggu. Mengonsumsi makanan berserat itu baik selama itu adalah serat alami.

Sebagai penutup, apa tips Erikar Lebang untuk menghadapi pandemi sekarang ini?
Seperti yang sudah diketahui dan menjadi standar, yaitu stay at home, selalu menjaga kebersihan, dan menggunakan masker kalau terpaksa harus keluar rumah. Tapi, perlu diingat, itu semua secondary. Yang paling penting adalah menjaga daya tahan tubuh. Supaya daya tahan tubuh tetap kuat, berikanlah yang dibutuhkan oleh tubuh serta jauhi dan hindari yang tidak dibutuhkan. Kita harus lebih pandai lagi memilah mana yang dibutuhkan oleh tubuh.

Fauziah Hafidha
 

tags : Erika Lebang, Kesehatan,

Related Post

Back to top