Share
Scroll down

Baca
Artikel

Sekarang Waktunya: Baca Buku, Buku, Buku!

13-04-2020Category : Dewasa
Sekarang Waktunya: Baca Buku, Buku, Buku!>

Diterjemahkan dan disadur oleh Dyah Agustine dari artikel tulisan Naomi Farr yang dimuat di Greatist
 

Setiap pencinta buku pasti fasih menyebutkan keunggulan buku—sumber tak terbatas akan sejarah, humor, drama, roman, fantasi, cara pandang baru, dan apa pun yang Anda inginkan. Tapi di masa-masa sulit seperti ini, buku memiliki keunggulan lain: sarana pendukung kesejahteraan mental kita.

Semasa kecil hingga SMA, aku terpaksa menghabiskan banyak waktu di rumah akibat masalah pencernaan yang kronis. Meskipun aku cukup lihai menghibur diri sendiri, aku menjadi cemas terkait aktivitas-aktivitas sosial. Walhasil, aku tidak bersosialisasi selayaknya teman-teman sebayaku.

Aku merasa tenang dan nyaman membaca di kamarku. Ketika melewati saat-saat tersulit dalam hidupku (baik sebagai anak-anak maupun orang dewasa), bukulah yang menemaniku, memberiku harapan, dan memberi ruang bagi pikiranku untuk rileks.

Saat ini, di usia tiga puluhan, aku sadar bahwa meluangkan waktu setiap hari untuk membaca adalah sesuatu yang harus kulakukan untuk membuatku merasa lebih baik, sama seperti kegiatan olahraga dan makan bergizi seimbang. Aku benar-benar tak tahu harus bagaimana tanpa buku!

Jika Anda salah satu orang yang tumbuh besar membenci buku karena dulu dipaksa membaca demi tugas, tolong beri kesempatan kedua untuk membaca buku! Mungkin buku yang dulu harus Anda baca bukanlah buku yang tepat untuk Anda, tapi sayang sekali jika gara-gara itu Anda jadi melewatkan kesenangan membaca. 

Sungguh, setiap orang pasti berjodoh dengan suatu buku yang menyenangkan untuk dia baca. Telah terbukti bahwa membaca demi kesenangan adalah cara yang bagus untuk mengatasi stres.

Membaca buku dapat mendorong Anda untuk berpikir lewat cara-cara baru, mengembangkan imajinasi, mengasah empati, membantu melarikan diri dari kenyataan untuk sementara waktu, serta meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap sesama. Pada sebuah penelitian di Sussex University, ditemukan bahwa membaca setidaknya 6 menit sehari dapat mengurangi tingkat stress hingga 60%.

Penelitian juga menemukan bahwa melakukan aktivitas yang merangsang kognisi, seperti membaca, dalam jangka panjang dapat memperlambat penurunan kemampuan kognitif. Bahkan mungkin dapat menunda penyakit Alzheimer dan bentuk penyakit demensia lainnya.

Pada masa-masa sulit seperti ini, membaca bukan hanya kegiatan untuk menghabiskan petang atau pengisi waktu menjelang tidur, melainkan juga untuk menenangkan diri dan mengistirahatkan pikiran dari berita-berita yang membuat cemas. Serius, membaca adalah kegiatan yang tepat dilakukan pada masa karantina dan dapat menghubungkan Anda dengan orang lain.

Anda dapat bergabung dengan berbagai komunitas pembaca dan pencinta buku, misalnya Bookstagram. Anda dapat membicarakan buku di media sosial, menonton Booktuber, atau bergabung dengan klub buku online.

Jadi, belilah buku yang sudah lama Anda incar, babat timbunan TBR (to-be-read), atau ketik Bookstagram di laman pencarian Anda. Dijamin Anda tidak akan menyesal.

Banyak orang berjodoh dengan buku-buku berikut ini; mungkin Anda salah satunya.

Dunia Sophie karya Jostein Gaarder

Dunia Sophie Novel Jostein Gaarder

Novel filsafat terlaris karya Jostein Gaarder ini mengisahkan seorang gadis kecil bernama Sophie yang menerima surat-surat misterius. Surat-surat tersebut berisi pertanyaan-pertanyaan menggelitik yang membuat Sophie merenungkan banyak hal, terutama tentang eksistensi manusia dan alam semesta. Dunia Sophie akan membuat Anda ikut merenung, dan mensyukuri kehidupan.

Dapatkan diskon khusus novel Dunia Sophie di #Outoftheboox! Klik tautan di bawah ini!

 

Ghost Fleet karya PW Singer & August Cole

 Novel perang dunia Ghost Fleet

Bagi penyuka aksi dan strategi perang, Ghost Fleet bacaan yang tepat. Mengisahkan perang dunia ketiga, buku ini amat realistis dan bias menjadi pembelajaran untuk mengantisipasi kejadian serupa di kehidupan nyata.

Dapatkan diskon khusus novel Ghost Fleet di #Outoftheboox! Klik tautan di bawah ini!

 

Anak Rembulan karya Djokolelono

Novel Sains Fiksi Indonesia - Anak Rembulan

Kisah fantasi lokal yang satu ini sangat seru dan lucu. Mengisahkan anak lelaki bernama Nono yang terjebak di dunia lain dan menghadapi berbagai peristiwa menegangkan, mulai dari dikejar macan kumbang, diperbudak di warung makan, sampai nyaris disantap buaya! Anak Rembulan menunjukkan bahwa di saat situasi begitu sulit dan seolah tak ada jalan keluar, tetaplah jaga harapan, dan solusi pun akan datang.

Dear Martin karya Nic Stone

Dear Martin, Novel Mengulas Rasisme Amerika Serikat

Buku yang mengangkat isu rasisme ini mengisahkan seorang remaja lelaki keturunan Afrika Amerika menyaksikan sahabatnya yang tidak bersalah apa-apa ditembak oleh seorang polisi. Dear Martin menunjukkan ketidakadilan terhadap ras-ras tertentu yang terjadi bahkan di zaman modern seperti ini. Kisah dalam buku ini sangat mengasah empati dan kepekaan orang terhadap sesama.

Inferno karya Dan Brown

Inferno Dan Brown


Novel thriller yang mengisahkan sepak terjang Profesor Robert Langdon, sang ahli simbologi, dalam memburu virus misterius ini dijamin akan membuat Anda tak dapat berhenti membaca. Perjalanan Profesor Langdon dari satu situs ke situs lainnya di berbagai negara sungguh seru diikuti. Ditambah lagi dengan deskripsi tempat yang dijabarkan dengan mendetail dan membuat pembaca terpukau.

Saat ini, virus yang merajalela dan menjangkiti sejumlah besar manusia di seluruh dunia bukan lagi sekadar kisah fiksi. Tapi sekali lagi, kita harus tetap menjaga harapan.[]

tags : Novel, Rekomendasi, Dunia Sophie, Ghost Fleet, Anak Rembulan, Dear Martin, Inferno, Jostein Gaarder, Dan Brown, Nic Stone,

Related Post

Back to top