Share
Scroll down

Baca
Artikel

Sering Ucapkan Kalimat Negatif ke Anak? Yuk, Ubah Kalimatnya!

26-03-2020Category : Dewasa
Sering Ucapkan Kalimat Negatif ke Anak? Yuk, Ubah Kalimatnya!>

Para orangtua perlu mengatur bagaimana mereka mengucapkan kata-kata ke anak. Jangan lagi beralasan bahwa mereka mengucapkannya karena spontanitas. Kalau ucapan spontanitas itu tepat, itu tak masalah. Jadi masalah ketika ucapan orangtua itu kurang tepat.

Ketepatan atau ketidaktepatan orangtua mengucapkan kata-kata ke anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologi anak. Karena itu, di sini akan dipaparkan contoh-contoh ucapan negatif orangtua ke anak dan bagaimana mengubah kata-kata tersebut menjadi kata-kata positif.

Contoh-contoh ucapan tersebut dikutif dari buku Yuk, Jadi Orangtua Shalih!: Sebelum Meminta Anak Shalih karya Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari.

  1. Jangan seret-seret jaketmu di tanah”, sebaiknya,”Angkat jaketmu biar tidak menyentuh tanah.”
  2. Jangan remas tomat itu”, sebaiknya,”Pegang tomat dengan lembut.”
  3. Jangan banting pintu”, sebaiknya,”Tolong, tutuplah pintu pelan-pelan.”
  4. Jangan menggambari tembok”, sebaiknya,”Kamu boleh menggambar di kertas ini.”

Contoh lain: pesan “kamu” diubah menjadi “Aku

  1. Kamu membuat berantakan”, sebaiknya,”Bunda perlu bantuan beres-beres.”
  2. Kamu mengganggu saja”, sebaiknya,”Ayah terlalu capek untuk main bola. Baca saja, ya.
  3. Diam semuanya!”, sebaiknya,”Bunda tidak bisa mendengar kalau kalian berbicara sekaligus.
  4. Bicaramu tidak jelas”, sebaikny,”Ayah tidak mengerti.”

Bayangkan, apa yang terjadi ketika setiap hari anak-anak dihujani perintah-perintah berawalan “jangan”, bahkan sebelum si kecil sempat bergerak. Sadarilah bahwa ketika melarang para orangtua telah menyodorkan sesuatu untuk menjadi fokusnya.

Ketika orangtua melarang anak menumpahkan makanan, misalnya, dia harus sungguh-sungguh membayangkan menumpahkan makanan sebelum dia memahami kata-kata mereka (orangtua). Selain itu, larangan orangtua sering terlalu luas untuk dicerna.

Dengan disajikannya contoh-contoh kalimat yang sering diucapkan orangtua ke anak, semoga bisa menjadi pelajaran, bukan hanya bagi orangtua, melainkan bagi para pendidik di sekolah.

Yuk, ubah larangan tersebut menjadi kalimat positif. Geserlah fokusnya. Buat sang anak segera memahami maksudnya.

C. Hasannudin, editor Mizania & Co

tags : parenting,

Related Post

Back to top